Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
104# I love you too, kutu air !


__ADS_3

Queen yang sudah berdandan cantik, melangkah masuk kedalam restoran rooftop disalah satu hotel berbintang di Jakarta. Tepat pukul 7 malam, gadis itu sudah berada disana. Matanya menyapu kesemua meja yang sudah terisi oleh pengunjung restoran itu. Hingga matanya melihat seorang pria tampan yang sedang duduk sendirian sambil melihat pemandangan kota Jakarta yang begitu gemerlap oleh lampu-lampu yang bersinar di segala penjuru.


Queen menghela nafasnya dan melangkah mendekati Raka yang terlihat tampan dengan setelan kemeja putih dengan celana jeans nya. Kemeja putih lelaki itu terlihat sangat pas tubuhnya. Hingga terlihat otot lengan nya yang menonjol dari balik kemeja putih itu.


"Hei," Sapa Queen sambil tersenyum kepada Raka.


Raka pun menoleh dan menatap Queen dengan terpesona. Gadis cantik yang ia selamatkan itu tampak semakin cantik dan elegan pada malam ini.


"Ha-hai," Sahut Raka seraya beranjak dari duduknya dan lalu ia menggeser kursi untuk Queen.


Queen tersenyum saat mendapatkan perlakuan yang baik dari Raka. Lalu, ia mengucapkan terima kasih dan duduk di bangku yang sudah disediakan oleh Raka. Kini, Raka duduk dihadapan Queen dan menatap Queen dengan tak takjub.


"Oh wow..!" Seru lelaki itu sambil terlihat salah tingkah dan grogi.


Queen mengangkat kedua alisnya dan tersenyum kecil kepada Raka.


"Kenapa?" Tanya Queen yang sedikit merasa aneh dengan sikap Raka.


"Sorry, mungkin aku terlalu senang, jadi aku tidak biaa membendung perasaan senang ini," Ucap Raka.


"Senang karena apa?" Tanya Queen yang terlihat begitu polos.


"Senang, karena wanita secantik kamu, bersedia untuk makan malam dengan ku," Ucap Raka.


Queen tersipu malu, ia menundukkan wajahnya dan terlihat salah tingkah.


"Oh iya, aku sudah memesankan kamu menu terbaik disini. Kalau kamu mau memesan yang lain, tidak apa-apa. Maaf sudah lancang memesankan makanan untuk mu," Ucap Raka.


"No problem, aku mau coba," Ucap Queen sambil tersenyum kepada Raka.


Tak lama kemudian, beberapa pelayan membawakan menu makan malam untuk Raka dan Queen. Queen pun tersenyum menatap hidangan untuknya. Di piring miliknya terdapat olahan daging Wagyu dengan toping Caviar. Harga makanan yang begitu mahal untuk makan malam bersama dengan orang yang baru ia kenal.


"Bagaimana?" Tanya Raka.


"Perfect," Sahut Queen sambil tersenyum manis.


"Syukurlah, silahkan dimakan," Ucap Raka sambil terus menatap Queen dengan tatapan yang begitu mengagumi gadis itu.


"Hmmmm... luar biasa," Ucap Queen saat baru saja menyantap makanannya.


"Serius?" Tanya Raka dengan bersemangat.


Dengan ekspresi sedang menikmati makanan nya, Queen pun mengangguk membenarkan ucapan nya.


"Ini salah satu makanan favorit ku," Ucap Raka sambil tersenyum.


"Sangat-sangat nikmat," Timpal Queen..


Raka terus menatap Queen, lalu ia menundukkan pandangan. Entah mengapa ia begitu tertarik dengan gadis itu sejak pandangan pertama. Raka tidak merasa rugi bila mengaku sebagai tunangan Queen saat itu. Buntutnya ia berhasil berkenalan dan mengajak gadis itu untuk makan berdua saja di rooftop hotel milik nya.


Ya, Raka adalah pemilik dari hotel berbintang itu. Tidak berbeda dengan Raka, Queen juga memiliki sebuah hotel berbintang 3. Walaupun masih kalah dengan Raka yang memiliki hotel bintang 5, tetapi Queen belum menyadari bila Raka lah pemilih dari hotel dan restoran yang indah ini.


"Kamu kerja?" Tanya Raka disela makan malam mereka.


Queen menggelengkan kepalanya dan mengusap bibirnya yang terkena saos dengan tisu.


"Lalu?" Tanya Raka penasaran.


"Aku memiliki usaha," Ucap Queen.

__ADS_1


"Usaha apa? Sorry aku sedikit ingin tahu tentang kamu, aku harap kita bisa menjadi teman," Ucap Raka.


"Tidak masalah, aku memiliki Boutique dan hotel."


"Oh ya? wah hebat !" Ucap Raka yang menatap Queen dengan tatapan yang sangat mengagumi gadis itu.


Queen tersenyum tipis dan melanjutkan makan malamnya.


"Hotel apa? Dimana tempatnya?" Tanya Raka dengan antusias.


"Queen hotel, yah... masih bintang tiga sih. Yah.. masih aku kembangkan lagi sih," Ucap Queen.


Raka mengangguk-angguk paham. Ia semakin kagum dengan Queen yang ternyata satu bidang dengan dirinya.


"Kalau kamu?" Tanya Queen.


"Ah... aku? Aku hanya punya usaha kecil-kecilan," Ucap Raka.


"No way...! kamu berbohong," Ucap Queen sambil membulatkan kedua matanya.


Raka mengerutkan keningnya dan menatap Queen dengan seksama.


"Maksudnya?"


"Seorang yang punya usaha kecil-kecilan, tidak mungkin menyediakan hidangan semewah ini. Berhentilah merendah," Ucap Queen.


Raka tersenyum geli, ia dapat bernafas lega. Ia sempat mengira Queen akan bersikap sama dengan kebanyakan gadis yang langsung menarik diri, saat ia mengatakan bila ia hanya pengusaha kecil.


Tetapi, kali ini berbeda. Ia semeja dengan gadis yang punya selera mewah. Queen bisa tahu bila makanan yang dia pilihkan untuk Queen adalah makanan yang berkelas. Serta, Queen tampak sangat pintar menilai lawan bicaranya.


"Kamu sudah punya kekasih?" Tanya Raka.


Raka tampak kecewa, ia mengangguk paham. Lalu, ia melanjutkan makan malam nya. Tidak ada pertanyaan lagi, hingga makanan mereka habis.


Queen meraih air putih yang berada tepat disampingnya. Lalu, ia meneguk air tersebut dengan elegan.


Raka menatap gadis itu dengan seksama. Terlihat leher jenjang Queen yang terbuka saat meneguk minuman.


"Sumpah, ini benar-benar perempuan yang gue cari," Gumam Raka.


....


"Kenapa kesini?" Tanya Kimmy saat dirinya dan Athar sampai di kedai bakso langganan mereka saat duduk di bangku STM.


"Gak kangen sama ini bakso?" Tanya Athar.


"Ya kangen sih," Ucap Kimmy sambil tertawa lebar.


"Yuk masuk." Athar menuntun Kimmy masuk kedalam kedai bakso langganan mereka itu.


"Heh, Eneng sama si A'a nya? Apa kabar? Sudah lama gak kesini ya?" Ucap Mamang bakso yang langsung mengenali mereka berdua.


"Mamang masih ingat sama kita?" Tanya Kimmy dengan antusias.


"Ingat atuh Neng, si Eneng kan yang sering pacaran saat sekolah disini sama si A'a nya kan?


Kimmy terperangah saat mendengar ucapan Mamang bakso. Lalu, ia menatap Athar yang sedang tertawa geli.


"Gimana Neng, A', sudah punya anak sekarang?"

__ADS_1


Pertanyaan Mamang bakso membuat Kimmy semakin gelisah.


"Belum A', ini baru mau menikah," Ucap Athar.


"Aduh... awet hubungan nya ya, dari sekolah sampai sekarang. Luar biasa," Ucap Mamang bakso sambil meracik bakso pesanan Kimmy dan Athar.


Kimmy menggaruk kepalanya dan beranjak duduk di kursi yang biasa ia tempati pada saat jaman sekolah dulu.


Kimmy menatap kesekiling ruangan itu, tidak banyak yang berubah dari warung bakso itu. Hanya saja, dinding ruangan itu kini berganti warna. Tampaknya, pemilik warung itu baru saja memperbaharui dengan mengecat ulang dinding warung nya, agar tidak terlihat kumuh.


Kimmy tersenyum saat pesanan nya dihidangkan oleh Mamang bakso. Ia menatap kuah bakso yang masih mengeluarkan uap panasnya.


"Wah... mantap jiwa..!" Ucap Kimmy yang merasa tidak sabar untuk segera menyantap bakso tersebut. Kimmy meraih wadah sambal yang berada dihadapannya dan membubuhi beberapa sendok sambal kedalam mangkuk nya.


"Selamat makan...!" Seru Kimmy.


"Selamat makan sayang," Sahut Athar.


"Uhuk...!" Kimmy yang baru saja menyeruput kuah bakso langsung tersedak. Kimmy langsung meraih air putih yang baru saja di sediakan oleh Mamang bakso di hadapannya. Lalu, Kimmy meminumnya dengan cepat.


Athar yang khawatir langsung beranjak dari duduknya dan menepuk-nepuk punggung Kimmy dengan pelan.


"Kamu baik-baik aja kan sayang?" Tanya Athar dengan wajah yang khawatir.


"Uhuk...!" Kimmy kembali tersedak air minum.


"Uhuk..! Uhuk..!" Kimmy terus terbatuk hingga mengeluarkan air mata.


"Ya Allah..." Athar langsung mengambilkan tisu dan berlutut di hadapan Kimmy yang terus menunduk karena batuk.


"Elu bener-bener ya Thar !" Ucap Kimmy dengan suara yang serak.


"Apaan sih?"


"Gue geli Athar..! Lu panggil sayang sayang gitu," Ucap Kimmy sambil bergidik ngeri.


"Biar gak geli, mau gak jadi istri gue?" Ucap Athar sambil mengeluarkan sebuah cincin dari saku celananya.


Kimmy terdiam dan menatap Athar dengan tak percaya.


"Beberapa tahun yang lalu, gue pernah mengungkapkan perasaan gue sama lu kim, disini. Walaupun gue membalutnya dengan candaan, sesungguhnya itu memang dari hati gue yang paling dalam. Malam ini, gue gak bercanda. Jadilah satu-satunya dan selamanya di dalam hati gue. Kimmy, will you marry me?" Athar menatap Kimmy begitu lekat dengan sorot mata yang terlihat sangat memohon kepada Kimmy.


Kimmy menatap ke sekeliling nya, semua mata menatap mereka berdua. Denting mangkok bakso pun mulai dimainkan oleh Mamang bakso.


"Terima! Terima! Terima!" Seru Mamang bakso.


Air mata bergulir di pipi Kimmy yang memerah. Tidak ada kata yang terucap, ia langsung memeluk Athar dengan erat.


"Ya..!" Bisik Kimmy.


Athar tersenyum, ia langsung menggendong tubuh Kimmy dan berteriak dengan penuh kemenangan.


"Alhamdulillah...! Gue di terima !!!!!!!!"


Kimmy dan Athar tertawa bersama para pelanggan lain nya. Malam itu, malam bersejarah yang tak akan terlupakan bagi Kimmy dan Athar. Mereka resmi bertunangan dan memulai kisah asmara mereka.


"I love you," Bisik Athar.


"I love you too, kutu air !" Ucap Kimmy.

__ADS_1


__ADS_2