
Bingung dan kecewa. Itulah yang dirasakan oleh Kimmy. Ketika status persahabatan, harus di bumbui dengan perasaan cinta dari salah satu di antara mereka.
Kimmy memang sangat menyayangi Athar. Tetapi, ia tidak berpikir untuk mengubahnya menjadi perasaan cinta. Rasa takut kehilangan Kimmy sebenarnya sangat besar untuk Athar. Hubungan baik dan kenangan bersama, membuat dirinya tidak rela, persahabatan harus berubah menjadi hubungan spesial yang menyangkut perasaan cinta.
Karena, bagi Kimmy, persahabatan akan kekal abadi seperti hubungan baik Mama nya dengan para Tante sahabat Mamanya.
Sedangkan Cinta?
Kimmy pernah mendengar percakapan antara Tante Rara dengan Om Fathur, saat mereka dan para sahabat Mamanya menginap di Villa milik Tante Rara di Puncak.
Percakapan yang tidak akan pernah Kimmy lupakan. Saat itu, Kimmy masih duduk di bangku SMP. Saat semua orang sedang tidur, Kimmy terbangun karena haus. Kimmy pun keluar dari kamar dan bejalan menuju dapur.
Disitu, ia mendengar percakapan antara Tante Rara dan Om Fathur yang sedang membahas Mama Nia.
"Kira-kira, si Nia masih punya perasaan gak ya sama kamu?"
"Kamu cemburu?" Tanya Om Fathur.
"Ya enggak sih, hanya saja, kita kan bersahabat. Saat menikah seperti ini kan sering ngumpul-ngumpul begini loh sayang..., aku hanya penasaran, apa perasan Nia masih sama seperti dulu denganmu," Ucap Tante Rara.
"Kamu ini, jangan mikir yang enggak-enggak ah, nanti ada yang mendengar," Ucap Om Fathur.
Selama ini, Kimmy memang melihat sikap Om Fathur agak berjarak dengan Mama Nia. Walaupun mereka masih melabelkan silaturahmi mereka adalah bentuk persahabatan yang di bina selama puluhan tahun. Tetapi, nyatanya mereka sangat berjarak.
Mama Nia juga seperti enggan untuk berakrab-akrab dengan Om Fathur, berbeda dengan Bunda Farah dan Tante Naya yang dengan santainya duduk disebelah Om Fathur.
Sedikit banyaknya, Kimmy tahu sejarah persahabatan mereka, para orang tua. Karena dari kecil, Kimmy selalu mendengar cerita-cerita nostalgia dari para sahabat Mama Nia saat mereka sedang berkumpul bersama.
Kimmy juga tahu, Mama Nia lah yang lebih dahulu menaruh perasaan cinta kepada Om Fathur. Tetapi, Om Fathur lebih memilih Tante Rara. Itulah mengapa Mama Nia telat menikah. Bila saja Papa Bobby tidak berhasil meyakinkan Mama Nia, mungkin hingga detik ini Mama Nia belum juga menikah. Karena perasaan cintanya yang besar kepada Om Fathur.
Sebelas tahun !
Ya, sebelas tahun Mama Nia memendam rasa cinta kepada Om Fathur. Menurut pembicaraan yang tidak sengaja Kimmy dengar.
Selama ini, Kimmy tidak berani bertanya dengan Mama Nia. Bagi Kimmy, hidup Mama Nia sudah cukup bahagia dengan Papa Bobby dan dia tidak berhak untuk mengorek masa lalu itu.
__ADS_1
Hal itu tertanam di hati Kimmy, bahwa bersahabat, tidak perlu ada cinta didalamnya.
Tetapi, bagaimana Kimmy dan Farhan?
Kimmy dan Farhan tidak bersahabat. Mereka jarang bertemu dan hanya sekedar kenal sebagai anak dari sahabat Mama mereka.
Tetapi, Kimmy dan Athar lebih dari sahabat. Mereka adalah saudara yang bisa dibilang sangat dekat sekali. Mama Nia tidak bisa tanpa Bunda Farah, begitupun sebaliknya. Jadi, Kimmy sangat terbiasa dengan Athar. Athar sudah seperti saudara kembarnya. Tidak lebih.
Kimmy risau dengan ucapan dan pengakuan Athar yang mengatakan bahwa dirinya sudah lama mencintai Kimmy. Bahkan, sejak dari kecil !.
"Lelucon apa ini?" Gumam Kimmy.
Selama ini, Kimmy tidak ingin menaruh perasaan karena sangat takut kehilangan Athar. Tetapi, Athar yang kalah, perasaan nya tidak dapat ia bendung terhadap Kimmy.
Toh, akhir-akhirnya mereka pun berjarak. Karena adanya cinta diantara persahabatan mereka berdua.
Sangat sedikit yang lulus dari cobaan perasaan di antara persahabatan lawan jenis.
...
Walaupun, ujung-ujungnya Bunda Farah dan Mama Nia paham, bila jarak yang tercipta antara Kimmy dan Athar adalah karena munculnya perasaan cinta salah satu diantara mereka.
Kini, Athar lebih sering bergaul dengan Mamet. Kemanapun, Athar dengan Mamet yang menjadi teman curhat sekaligus teman kongkow nya. Karena, hanya Mamet yang bisa diajak berbicara tentang Kimmy pada awal-awal Athar patah hati.
Pembahasan antara Athar dan Kimmy hanya berhenti saat mereka pulang bersama dan Athar mengatakan cinta nya waktu itu. Setelah itu, tidak ada lagi pembahasan, tidak ada lagi canda tawa, tidak ada lagi pulang bersama, main bersama atau bertemu dengan sengaja.
Kimmy menjauh, sangat jauh... hingga Athar sudah tidak mengenal siapa Kimmy lagi. Karena sikap Kimmy yang berubah drastis kepada dirinya.
"Makanya gue bilang, enakkan kaga ada embel-embel persahabatan deh antara cewek ama cowok," Ucap Mamet saat dirinya sedang berada di kamar Athar pada siang ini.
Mamet yang orang tuanya sudah bercerai, tidak pernah merasa betah berada dirumah. Karena sebagai anak satu-satunya, ia merasa sepi bila berada di rumah, sedangkan Ibunya yang tinggal bersama dirinya selalu sibuk bekerja. Jadi, Mamet kini begitu dekat dengan Athar dan sering menginap dirumah
Athar.
Athar pun merasa senang, karena Mamet mampu membunuh kesepiannya dan mengalihkan pikirannya tentang Kimmy.
__ADS_1
Athar yang siang ini sedang teringat akan Kimmy hanya duduk sambil termenung.
Mamet menghampiri Athar yang sedang duduk di beranda kamarnya. Lalu, Mamet duduk di sebelah Athar yang sedang memandangi pepohonan yang tumbuh dengan subur di halaman rumah warisan dari Oma, Ibunda Papa Andra.
"Sudah setengah tahun gila ! dia nyuekin gue !" Ucap Athar sambil menghela nafasnya yang berat.
"Ya mau gimana lagi, lu sih pake ngomong. Gue udeh bilang sama elu. Kalau persahabatan, terus salah satu jatuh cinta, pasti bakalan jauh," Ucap Mamet.
"Tapi, banyak tuh orang yang akhirnya jadian terus sampe nikah sama sahabatnya," Ucap Athar.
"Itu tergantung amal dan ibadah Thar. Hanya orang-orang yang diridhoi yang bisa nikah sama sahabatnya," Ucap Mamet sambil tertawa geli.
"Canda aje lu Met, Arghhhhhh...!"
"Sudah, cewek lain masih banyak. Ngapain lu ngarep banget sama Kimmy?" Ucap Mamet sambil menepuk bahu Athar yang tampak galau.
Athar menatap Mamet dengan tak percaya.
"Eh, gorila ! Gini ya, gue bukan gak bisa nyari cewek lain ! Tapi, hati gue kagak bisa gue bohongin. Hanya ada Kimmy, ngerti lu !"
Mamet tersenyum sinis, lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Thar....Thar..... Lu sama gue dua puluh empat jam, lu mau nyoba jatuh cinta sama cewek mana? lu aja kaga pernah keluar, kecuali sama gue ! Apa jangan-jangan......"
Mereka saling bertatapan.
"Ih najis !" Ucap Athar sambil menahan mual.
Mamet tersenyum lebar, lalu ia melambaikan tangannya dengan gemulai.
"A'a Athar... i lop yu...!"
"Najis !" Ucap Athar sambil berlari sambil bergidik ngeri.
Mamet tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Athar. Walaupun Mamet hanya bisa menghibur Athar dengan kelakuannya yang kocak, tetapi, Mamet sangat bahagia bisa membuat temannya itu kembali tertawa, setelah sekian lama tawa itu hilang dari wajah Athar.
__ADS_1