
Athar memarkirkan mobilnya di sekitar rumah Kiki. Beberapa orang terlihat sudah hadir untuk memenuhi undangan ulang tahun gadis manis itu. Acara itu tidak besar-besaran, hanya mengundang orang-orang terdekat Kiki untuk membakar Ayam dan Ikan yang sudah dipersiapkan oleh gadis itu.
Rata-rata, teman Kiki tidak dikenali oleh Athar. Teman-teman Kiki yang hadir, lebih banyak teman saat Kiki masih duduk di bangku SMA dan SMP. Itu pun terlihat hanya sepuluh orang saja yang baru hadir, sebelas dengan Athar.
Athar memasuki pekarangan rumah Kiki yang tampak asri. Beberapa tanaman di gantung di dalam pot bunga di sekitar teras rumah itu. Sebuah pohon cemara terlihat tumbuh menjulang di taman rumah, serta banyak taman lainnya yang Athar tak paham namanya.
Kiki terlihat sangat cantik pada malam itu. Gadis yang tidak begitu feminim itu, tetap terlihat cantik dengan kaos longgar nya dan celana jeans model 3/4 yang sedang melekat di tumbuh nya yang sedikit berisi. Kiki terlihat bahagia di samping kekasihnya yang sudah datang sejak sore hari dan membantu dirinya untuk mempersiapkan segala kebutuhan pesta kecil-kecilan itu.
"Selamat ulang tahun Ki," Ucap Athar kepada Kiki yang baru menyadari kehadiran Athar.
"Athar !" Seru Kiki sambil melompat gembira.
Sesaat, Athar melirik Mahesa, kekasih Kiki yang menatap dirinya dengan tatapan cemburu.
Mahesa adalah mahasiswa perantauan dari Bali. Ia berkuliah di Jakarta dan bertemu dengan Kiki di tahun pertamanya kuliah. Sama dengan Athar, Mahesa awalnya hanya bersahabat dengan Kiki. Mahesa pun tahu, bila Kiki juga mempunyai sahabat lain selain dirinya. Yaitu, Athar.
Walaupun Mahesa tahu, tidak ada apa-apa diantara Kiki dan Athar, tetap saja tidak ada lelaki yang mau kekasih hatinya dekat dengan lelaki lain selain dirinya. Tetapi, Mahesa tetap berusaha menyembunyikan perasaan cemburunya, agar Kiki tetap nyaman berada disisinya.
"Ini kado untuk lu Ki," Ucap Athar.
Kiki menatap kotak kado yang berada di tangan Athar. Gadis itu tersenyum semringah dan meraih kotak kado itu.
"Terima kasih ya Thar..." Ucap Kiki dengan tatapan yang haru.
Athar tersenyum dan kemudian menyalami Mahesa yang terlihat salah tingkah kepada dirinya. Sedangkan teman-teman Kiki yang lainnya saling berbisik memperbincangkan tentang siapa Athar. Athar yang tampan dan terlihat elegan, membuat banyak gadis terpana. Termasuk para sahabatnya perempuan Kiki.
"Ki... kenalin dong !" Seru Cantika yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.
Kiki menoleh dan memanggil para sahabatnya itu dan mengenalkan nya kepada Athar. Sebenarnya banyak gadis yang jauh lebih cantik dari Kimmy. Tetapi, pendirian Athar sungguh kuat. Ia seperti sudah mematikan rasa kepada seluruh gadis di dunia ini dan rasa cinta itu hanya ia simpan untuk satu orang saja, yaitu Kimmy.
Setia, ada yang memang faktor genetik, ada juga yang memang bertekad untuk bahagia dengan satu orang saja. Kebetulan, di keluarga Athar adalah tipe keluarga yang selalu setia dengan satu orang saja. Di tambah sikap Athar yang memang bertekad untuk memberikan cintanya hanya untuk Kimmy.
Walaupun banyak wanita yang menggoda Athar setelah ia sembuh dari kecelakaan itu, Athar tidak tergoda sama sekali. Ia paham, para wanita hanya mendambakan dirinya saat ia sudah normal. Sebelum itu, banyak wanita yang memandang fisiknya yang cacat dan tak jarang pandangan itu terlihat jijik kepada dirinya.
__ADS_1
"Athar, ini teman-teman gue dari SMP dan SMA. Ini Cantika, Mira, Aurel, Kanaia, Bella dan Sari," Ucap Kiki.
"Halo, gue Athar," Ucap Athar sambil menyodorkan tangannya dengan sopan.
Semua wanita tertarik kepada dirinya. Terlebih saat mereka tahu, Athar datang dengan mobil yang terlihat mewah. Sudah dipastikan bila Athar adalah anak orang kaya. Maka, mereka pun langsung berkhayal bebas mengenai Athar.
"Yuk bakar-bakar," Ucap Kiki sambil menarik tangan Athar.
Sedangkan Mahesa terlihat harus menahan rasa sabar melihat Kiki yang lebih antusias dengan Athar.
Sebenarnya, Athar sempat bingung, mengapa Kiki tidak mempunyai perasaan kepada dirinya. Bukan karena Athar berharap, bila Kiki juga menyukainya. Tetapi, di antara semua wanita di kampus, hanya Kiki lah yang benar-benar tidak pernah melibatkan perasaan kepada dirinya.
Kiki pernah berkata, bila ia menyayangi Athar yang lebih tua satu tahun dari dirinya itu, seperti kakak kandungnya sendiri. Tak disangka, Kiki tetap menganggap nya seperti itu hingga detik ini.
"Gue mau ke toilet dulu," Ucap Athar.
"Oh, sini gue antar," Ucap Kiki sambil berjalan mendahului Athar.
"Sebentar ya sayang," Ucap Kiki kepada Mahesa. Lelaki itu hanya dapat mengangguk pasrah.
Kiki pernah bercerita kepada Athar, bila ia hanya tinggal bersama dengan Ibu dan Nenek nya saja. Ayah Kiki sudah lama meninggal dunia, saat Kiki masih di dalam kandungan Ibunya. Sedangkan Ibunya mempunyai usaha toko kue yang lumayan sukses. Sampai detik ini, Kiki hidup tanpa kasih seorang Ayah. Karena, Ibu nya tidak ingin menikah lagi.
Athar mengikuti langkah kaki Kiki yang bertubuh mungil, Athar sempat tersenyum melihat gadis itu dari belakang. Gadis itu cukup menggemaskan seperti boneka walaupun tidak terlihat seksi.
Toilet rumah itu berada di samping ruang keluarga. Athar melihat-lihat ke sekelilingnya. Terdapat banyak foto yang di pigura menempel di dinding ruang keluarga yang bercat ungu muda.
"Nah, disini toiletnya," Ucap Kiki.
Walaupun sudah bertahun-tahun bersahabat, baru kali ini lah Athar masuk kedalam rumah Kiki.
Athar mengangguk dan bergegas masuk kedalam toilet tersebut.
"Gue tinggal ya," Ucap Kiki.
__ADS_1
"Iya," Sahut Athar dari dalam toilet itu.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai menuntaskan hajat nya, Athar pun keluar dari dalam toilet itu. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke teras rumah itu. Saat ia melintasi bufet yang berada di ruang keluarga, langkah kaki Athar tertahan saat melihat sebuah foto usang dalam bingkai kecil yang terpajang di bufet tersebut.
Athar mengerutkan keningnya, ia pun mencoba melihat dengan jelas foto tersebut. Terlihat seorang wanita yang Athar yakin itu adalah Ibunya Kiki, berpose dengan seorang lelaki yang tampak tidak asing bagi dirinya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap seseorang yang berdiri di belakang Athar.
Athar terkejut, ia pun menoleh dengan cepat dan menatap wanita paruh baya yang wajahnya tidak berbeda jauh dari wanita yang berada didalam foto yang baru saja Athar lihat.
"Ma-maaf, sa-saya lancang Bu," Ucap Athar dengan terbata-bata.
Wanita itu tidak tersenyum, ia menatap Athar dengan seksama.
"Kamu teman nya Kiki?" Tanya wanita itu.
"I-iya Bu," Jawab Athar.
"Kamu dari mana? Kok bisa masuk kedalam?" Tanya wanita itu masih tanpa ekspresi.
"Sa-saya dari toilet Bu, maaf."
Wanita itu menghela nafasnya dan melirik foto yang tadi dilihat oleh Athar.
"Saya permisi dulu ya Bu, terima kasih," Ucap Athar sambil membungkukkan tubuhnya dan berlalu dari wanita itu.
Wanita itu hanya menatap punggung Athar. Lalu, ia meraih foto tersebut setelah Athar keluar dan bergabung dengan teman-teman putrinya. Wanita itu pun membawa foto itu bersamanya kedalam kamar.
Athar yang kini sedang berada di luar, terus menatap Kiki yang sedang asik membakar ikan di atas panggangan BBQ. Athar mulai memperhatikan setiap sikap dan bentuk wajah gadis itu.
Ya, kini Athar sadari, bila Kiki sangat mirip dengan lelaki yang berada di dalam foto tersebut. Yang berarti, Kiki adalah anak kandung dari lelaki yang berada di dalam foto itu. Mendadak Athar merasa pusing. Ia pun berpamitan kepada Kiki yang tampak bingung dengan sikap Athar.
Athar melajukan mobilnya dengan cepat. Ia mulai menangis. Luka lama yang sudah terkubur kembali terkuak kepermukaan.
__ADS_1
"Ayah !" Gumam Athar.