
"Bunuh Mama Han ! Bunuh ! Cukup sudah semua yang sudah kamu lakukan. Ternyata Papamu meninggal gara-gara ulah mu !" Ucap Tante Rara sambil mengguncang-guncang tubuh Farhan.
Lelaki itu masih saja diam membisu. Hatinya hancur, sama dengan Mamanya. Dia kehilangan Papanya dan kini ia harus kehilangan Kimmy. Mamanya juga akan membenci dirinya yang sudah berbuat salah. Farhan semakin kacau, ia terus menundukkan kepalanya.
"Ra..."
"Gue gak sanggup lagi hidup seperti ini Far !" Ucap Tante Rara.
Bunda Farah memeluk Tante Rara, Tante Rara pun menangis di pelukan Farhan.
"Bang Farhan.."
Farhan menoleh dan menatap Kimmy yang berdiri di antara ruang keluarga dan ruang tamu.
"Kim," Ucap Farhan sambil berdiri dari duduknya. Ia menatap Kimmy dengan seksama.
Kimmy berjalan menghampiri Farhan dan kini ia berdiri dihadapan lelaki itu.
Plakkkkk...!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Farhan.
Semua orang terdiam, mereka hanya mampu menatap kemarahan di mata Kimmy.
"Bajingan !" Hardik Kimmy.
Plakkkkk...!
Kimmy kembali mendaratkan tamparan keras di pipi Farhan.
"Kim, maafkan aku ya sayang," Ucap Farhan sambil mencoba memeluk Kimmy.
Bugggggg...!
Kimmy melayangkan tendangan nya di antara kedua kaki Farhan. Lelaki itu langsung terjerembab di atas lantai. Ia menahan sakit di antara dua kakinya.
"Kimmy !"
Papa Bobby menghampiri Kimmy dan mencoba menenangkan putrinya tersebut.
"Empat tahun, begini akhirnya?" Ucap Kimmy sambil menggeretakkan gigi nya.
__ADS_1
"Sudah, sudah ayo kita pulang," Ucap Papa Bobby sambil menarik tangan Kimmy.
Tante Rara tidak bisa berkata-kata, ia tahu anak nya bersalah dan sudah mengecewakan Kimmy.
"Kim, maafkan aku.. Ayo kita buka lembaran baru ya Kim. Aku tidak mau kehilangan kamu Kim," Ucap Farhan.
"Lembaran baru?" Tanya Kimmy.
"Iya Kim, aku mohon," Farhan berlutut dihadapan Kimmy.
"Tidak akan, aku akan menikahi Athar dan mulai saat ini, jangan pernah bertemu dengan aku lagi !" Ucap Kimmy sambil berlalu dari hadapan Farhan.
Farhan menangis dan memanggil Kimmy sekuat tenaganya. Tetapi, gadis itu sudah tak lagi peduli kepada dirinya.
Farhan terpuruk, ia terus menyesali segala perbuatannya yang tidak pernah ia pikirkan akan jadi seperti ini.
"Kimmy....!" Panggil nya lagi.
Kimmy sudah pergi bersama dengan Papa Bobby.
...
Malam itu menjadi malam terberat bagi Kimmy dan juga Tante Rara.
"Itulah yang aku takutkan kepada anak-anak kita," Ucap Mama Nia saat berada di kamar bersama dengan Papa Bobby.
Papa Bobby yang sedang berada di sebelah Mama Nia pun, membelai rambut istrinya itu.
"Insyaallah, bila kita mendidik anak kita dengan baik, menanamkan ajaran agama dan memberi mereka perhatian dan komunikasi yang lancar, hal seperti itu tidak akan terjadi. Mudah-mudahan saja," Ucap Papa Bobby.
Mama Nia menghela nafasnya dan menatap Papa Bobby dengan seksama.
"Kamu tahu kan, hal yang membuat orang tua sedih dan hancur, bila melihat anak-anak nya seperti itu," Ucap Mama Nia.
"Pasti, tadi aku juga merasakan hal yang dirasakan oleh Mas Andreas dan juga Mbak Rara," Ucap Papa Bobby.
"Pasti, rasanya kita itu gagal sekali jadi orang tua. Tetapi, aku salut sekali dengan sikap Andreas."
"Ya, sangat jarang ada seorang Bapak yang tidak emosi bila diposisi itu. Tetapi, Mas Andreas sangat hebat. Ia bisa menerima itu semua dan memberikan pengertian kepada anaknya agar bisa lebih baik. Semua orang pernah salah, tetapi Mas Andreas cukup banyak berubah. Dia lelaki yang mau belajar di dalam hidupnya."
"Iya, kalau dipikir-pikir, dulu Andreas adalah lelaki bajingan. Aku salut dia bisa berubah," Ucap Mama Nia.
__ADS_1
"Begitulah seharusnya, jangan hanya menyalahkan orang lain. Berkaca diri dan terima cobaan sambil menata hidup," Ucap Papa Bobby sambil mengecup puncak kepala Mama Nia.
"Bobby,"
"Ya?"
"Terima kasih sudah menjadi suami dan Ayah yang luar biasa untuk aku dan anak-anak kita," Ucap Mama Nia.
Papa Bobby memeluk Mama Nia dengan erat, lalu ia mendaratkan kecupan di kening Mama Nia.
"Terima kasih juga sudah menjadi istri dan Ibu yang hebat untuk ku dan anak-anak kita. Semoga kita dihindari dari masalah yang berat seperti itu," Ucap Papa Bobby.
"Aamiin," Sahut Mama Nia.
...
Tante Rara meringkuk di atas peraduan nya. Ia mengusap bantal milik Om Fathur. Lalu, ia kembali menangis tersedu-sedu. Betapa berat kenyataan yang ia hadapi sendirian saat ini. Ia sungguh menyesal karena sudah memanjakan Farhan dan juga menuruti semua keinginan anak nya.
Tante Rara juga merasa menyesal karena tidak mendidik Farhan dengan baik. Tante Rara kurang memperhatikan pendidikan agama dan budi pekerti untuk anaknya itu. Dia selalu merasa pendidikan reguler lah yang lebih penting. Memiliki titel dan menjadi sarjana dengan nilai yang super sempurna adalah pencapaian tertinggi baginya. Nyatanya itu semua tidak berguna bila anak ternyata memiliki attitude yang buruk, serta tidak paham mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan nya.
"Thur... aku rindu, aku gak kuat sendiri seperti ini Thur," Ucap Tante Rara di sela isak tangis nya.
Sedangkan di kamar Farhan, lelaki itu termenung menatap foto dirinya dan Kimmy. Apa yang telah ia lakukan kini ia petik semua akibat nya. Farhan hanya bisa menyesali perbuatannya. Empat tahun menjalani hubungan dengan Kimmy, kini terasa sia-sia. Empat tahun impian akan berakhir di pelaminan akhirnya harus berakhir. Kimmy kini sangat membenci dirinya. Kepercayaan orang tuanya pun sirna kepadanya.
Farhan menangisi kebodohannya, ia terus menyalahkan dirinya sendiri, mengapa ia tergoda dengan Vania yang memang dari awal ia tidak berniat akan serius atau menikahi gadis itu.
Farhan mengemasi barang-barang nya. Lelaki itu berniat untuk pergi dari hidup Mamanya dan semua orang yang pernah ia kecewakan. Tidak ada cara lain yang ada di pikirannya, selain pergi dari rumah dan melupakan segala yang sudah terjadi.
Farhan memasukkan baju-baju yang akan ia bawa. Tidak lupa ia membawa pasport dan tabungan nya. Farhan berniat akan kembali ke Belanda dan menjalani hidup seperti keseharian dirinya di belanda. Farhan juga berniat akan menemui Amber dan kembali dengan gadis itu.
Sebelum nya, Amber adalah satu-satunya wanita yang begitu berharap dengan dirinya. Gadis itu memiliki rasa cinta yang luar biasa kepada Farhan. Karena hadirnya Kimmy, makan goyah lah pendirian Farhan. Maka dari itu ia memutuskan hubungan dengan Amber. Dikala ia mencintai Kimmy, segala kekurangan Amber terus terlihat dimatanya. Sedangkan kini, ia mulai menyadari kelebihan Amber dalam mencintai dirinya.
Farhan meraih ponselnya dan menghubungi Amber. Tak lama kemudian, gadis itu menerima panggilan dari Farhan.
"Halo?" Sapa Amber.
"Amber, aku ingin bicara. Beberapa minggu lagi aku akan kembali ke Belanda. Aku mohon kita bisa bertemu kembali." Ucap Farhan.
"I'm sorry Farhan, aku akan menikah dengan lelaki yang lebih baik dari mu," Ucap Amber.
Farhan tercekat, tangan nya gemetar, ponselnya pun terjatuh ke lantai. Ia terduduk di atas ranjang nya. Lalu, ia menangisi kebodohan yang telah ia perbuat. Farhan kini benar-benar sendirian, bahkan Mama yang mencintai dirinya pun tidak ingin melihat dirinya lagi. Begitupun dengan orang-orang yang dulu pernah mencintai dirinya. Kini menjauhi nya karena segala kebodohan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Tuhan, aku terima hukuman ini," Gumam Farhan.