Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
50# Luka lama


__ADS_3

"Mau kemana sih Mas? Buru-buru banget?" Tanya Vania yang terlihat kesal dengan Farhan.


Farhan terlihat gugup dan mengalihkan pandangannya.


"Mas..." Ucap Vania sambil meraih kedua pipi Farhan.


Farhan menatap Vania dan mengigit sudut bibirnya. Ia tidak tahu untuk bagaimana lagi. Vania selalu menempel kepada dirinya dan hal itu tentu saja membuat dirinya merasa terganggu.


"Mas ! Aku ngomong sama kamu ya... Bukan sama tembok !" Vania yang masih sangat muda, cenderung ketus saat dirinya mulai merasa di abaikan oleh Farhan.


"Kenapa sih, sejak kamu pulang dari Jerman, kamu mendadak menjauh dari aku? Kamu punya selingkuhan? Atau kamu sudah bosan dengan ku Mas?" Tanya Vania sambil menantang tatapan Farhan.


"Van, aku lagi banyak tugas. Aku harus menyelesaikan semuanya. Aku harap kamu mengerti ya sayang.." Ucap Farhan.


"Tapi kamu berubah Mas !" Bentak Vania.


"Sayang, aku hanya capek. Sekarang, kamu aku antar pulang dan aku harus pergi ke suatu tempat untuk membicarakan bisnis ya.... Besok kita bertemu lagi, aku akan bawa kamu ke Villa ok?" Ucap Farhan.


Vania mengerutkan dagunya dan menatap Farhan dengan tatapan curiga.


"Selingkuh ya kamu?" Tanya Vania.


"Ya Allah, mana ada aku selingkuh sayang..." Ucap Farhan yang terlihat sudah putus asa untuk meyakinkan gadis itu.


"Beneran ya... Awas aja kalau bohong !"


"Iyaaaa... sumpah," Ucap Farhan sambil mengangkat dua jarinya.


Vania tersenyum lega, lalu ia kembali menggandeng tangan Farhan.


"Beneran ya, besok ke puncak," Ucap Vania yang terlihat sangat menggilai Farhan.


"Iya, ya sudah.. sekarang kamu pulang ya... aku antar."


Vania mengangguk dan lalu mencium pipi Farhan.


"I love you Mas, aku sangat tergila-gila dengan mu. Bawaan nya nagih, pengen lagi, lagi dan lagi. Buruan halalin aku dong Mas," Ucap Vania.


Deggggg..!


Jantung Farhan berdegup kencang. Dulu, ia sangat senang saat mendengar Vania mengatakan hal itu kepada dirinya. Namun sekarang sejak Kimmy kembali dan bahkan semenjak Kimmy ada rencana untuk kembali ke Indonesia, ia merasa tidak suka saat Vania mengatakan hal yang itu itu terus.


Adanya Vania, pada awalnya sangat membantu Farhan dalam membunuh rasa sepi. Tetapi, saat ini rasanya Vania sangat menggangu di dalam kehidupannya. Maka, saat itu juga Farhan berencana untuk memutuskan hubungannya dengan Vania. Farhan takut, lambat laun, Kimmy akan tahu hubungan dirinya dengan Vania. Terlebih, Orang tua mereka sangat dekat. Tidak menutup kemungkinan bila pertemuan antara Kimmy dan Vania akan terjadi saat ia sedang bersama dengan Kimmy.


Farhan mulai merasa pusing. Ia benar-benar merasa bodoh karena menjadikan Vania gadis kedua didalam kisah asmaranya.

__ADS_1


"Bye sayang..." Ucap Vania sambil mengecup bibir Farhan yang baru saja menghentikan laju mobilnya di depan rumah Vania.


"Bye," Ucap Farhan.


"Ih, kok cuma Bye doang? Apa kek.. gimana gitu kek... bales kek ciuman ku !"


Tuntutan Vania semakin membuat Farhan muak. Ia benar-benar ingin sekali mengatakan "ingin putus saja" dengan gadis itu.


"Iya, bye, good night, sleep well sayangnya aku," Ucap Farhan sambil bergegas mengecup bibir Vania.


Gadis itu rupanya sudah kehilangan mood. Ia mendorong Farhan dan bergegas keluar dari mobil kekasih nya itu. Farhan tidak mencegahnya, ia hanya menghela nafas panjang dan menatap punggung Vania dengan putus asa.


"Gue harus mengubur kisah ini rapat-rapat. Gue gak mau kehilangan gadis secantik dan sebaik Kimmy," Gumamnya.


...


"Athar... kamu kenapa?" Tanya Bunda Farah saat melihat Athar yang masuk dengan terburu-buru kedalam rumahnya.


Athar menatap dan berjalan mendekati Bunda Farah.


"Maaf Bunda, aku tidak melihat Bunda," Ucap Farhan sambil meraih dan mengecup punggung tangan Bundanya.


"Kok sudah pulang, apa kamu baik-baik saja nak?" Tanya Bunda Farah yang penasaran saat melihat sikap yang tidak biasa dari putranya itu.


Bunda Farah mengerutkan keningnya dan menatap Athar dengan tatapan yang bingung.


"Tumben... memang ada apa?"


"Dimana Bun... Athar pengen lihat aja Bun.." Ucap Athar yang tampak tidak sabar.


"Athar... ada apa?" Tanya Bunda Farah sambil memegangi kedua bahu Athar.


Athar yang terlihat panik, kini terdiam. Ia menatap kedua mata Bundanya yang terlihat teduh.


Athar tidak sanggup lagi menahan tangisnya, ia pun memeluk Bunda Farah dengan erat.


"Athar..."


Bunda Farah terlihat semakin bingung dengan sikap Athar. Ia pun membalas pelukan Athar dengan hangat tanpa bertanya-tanya lagi.


Setelah Athar tenang, mereka berdua pun duduk diruang keluarga. Bunda Farah mengeluarkan semua album foto yang tampak sudah usang. Album foto itu berisi foto-foto masa kecil Queen dan Athar yang dirawat dan disimpan oleh Bunda Farah.


"Kamu lagi kangen Ayah Fajar ya?" Tanya Bunda Farah sambil menyodorkan sebuah album khusus yang berisi foto-foto masa kecil Athar.


Athar diam saja, ia tidak menanggapi pertanyaan Bundanya. Ia meraih album foto itu dan mulai membuka lembar demi lembar halaman yang berada disana.

__ADS_1


Hingga lembaran itu berhenti di salah satu foto dirinya dan kedua orang tua kandungnya. Yaitu, Bunda Farah dan Ayah Fajar. Saat itu, Athar masih bayi dan berada di dalam gendongan Ayah Fajar.


Athar gemetar saat melihat foto itu, ia memperhatikan wajah Ayah Fajar dengan seksama. Wajah Ayah Fajar sama persis dengan lelaki yang ada di dalam foto di dalam bufet rumah Kiki. Di foto yang lain nya, terlihat foto Ayah Fajar menggunakan baju yang sama dengan baju dari lelaki yang fotonya berada di rumah Kiki.


Athar menatap Bunda Farah dengan wajah yang serius.


"Bunda, apakah Ayah punya istri kedua?" Tanya Athar.


Deggggg...!


Bunda Farah mengerutkan keningnya, ia menatap Athar dengan tak percaya.


"Maksudmu?" Tanya Bunda Farah.


"Apakah Ayah menikah lagi saat dalam status pernikahan dengan Bunda?" Tanya Athar lagi.


"Tidak," Bunda Farah menggelengkan kepalanya.


"Athar, Bunda gak tahu apa yang kamu maksud? Gimana sih nak maksudnya?" Sambung Bunda Farah.


"Aku melihat foto Ayah di rumah Kiki," Ucap Athar.


Duaaaarrrr...!


Bagaikan petir disiang bolong, Bunda Farah terkejut dan menyenderkan punggungnya ke senderan sofa.


"Mu-mu-mungkin kamu salah orang nak..." Ucap Bunda Farah.


"Enggak Bun, wajah nya sama, baju yang di pakai saat itu pun sama dengan baju Ayah yang ini," Athar menunjuk foto Ayah Fajar yang memakai kemeja berwarna biru dongker.


Bunda Farah tertegun, luka lama kembali mengusik dirinya.


"Apa-apaan ini?" Gumamnya.


"Jadi... maksudmu Kiki...."


"Iya Bun... Ayah berfoto dengan Ibunya Kiki," Ucap Athar dengan yakin.


Bunda Farah tidak dapat berkata-kata. Ia terdiam seribu bahasa.


"Apa selain Melati, kau menyimpan wanita lain saat hidup bersama dengan ku Fajar !" Batin Bunda Farah.


Bila saat ini usia Kiki 22 tahun, sudah dipastikan Ayah Fajar menjalin hubungan saat bunda Farah sedang mengandung Athar. Bunda Farah mengepalkan tangannya. Sebenarnya, masa itu sudah terlewati dan dirinya sudah memaafkan Ayah Fajar. Tetapi, mengapa hal ini baru ia ketahui dan lebih menyakitkan lagi, anak nya lah yang mengetahui hubungan gelap Ayahnya. Hal itu tentu sangat menyakitkan bagi Bunda Farah dan Athar.


Bunda Farah terdiam, ia menatap Athar yang juga terdiam membisu. Terlihat wajah kecewa dari raut wajah Athar yang semakin merasa kecewa dengan Ayah kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2