
Athar memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah restoran yang mengusung tema Javanese. Dari luar, terlihat ukiran-ukiran dan beberapa patung khas Jawa yang terpajang di sisi kiri dan kanan pintu masuk restoran itu.
Kimmy menatap restoran itu dengan seksama, ia pun tersenyum. Sudah lama ia tidak makan di tempat yang mengusung salah satu budaya yang ada di tanah air. Sedangkan Athar terlihat tersenyum puas saat merasa restoran pilihan nya sangat tepat untuk Kimmy.
"Yuk turun," Ucap Athar sambil membuka safety belt nya.
Kimmy mengangguk dan ikut membuka safety belt nya dan menyusul Athar yang sedang beranjak keluar dari mobil sport itu.
"Yuk," Ucap Athar sambil menyodorkan tangan nya untuk disambut oleh Kimmy.
Kimmy menatap tangan Athar dengan wajah yang kikuk.
"Ayo.." Ucap Athar sekali lagi sambil menggerakkan tangannya agar Kimmy menyambut tangan nya.
"Apaan sih." Kimmy menepuk tangan Athar, lalu ia berjalan duluan meninggalkan Athar.
Athar tersenyum sambil mengepalkan tangannya.
"Begini ini yang bikin penasaran. Gak bisa di modusin !" Ucap Athar sambil berjalan di belakang Kimmy.
Bunyi gamelan menyambut kedatangan mereka berdua. Pegawai restoran yang sedang menyambut ataupun yang sedang melayani pun memakai kebaya dan beskap yang membuat para pelanggan yang datang benar-benar merasa sedang berada di salah satu daerah di Jawa tengah.
Athar dan Kimmy diantarkan ke salah satu meja di sudut ruangan itu. Mereka pun duduk berhadapan layak nya sepasang kekasih.
Kimmy terlihat senang sambil melihat ornamen-ornamen yang berada di ruangan itu. Sedangkan Athar terus menatap Kimmy dengan tatapan khas nya.
"Jadi, sudah diterima kerja?" Tanya Athar.
Kimmy menatap Athar dan mengangguk dengan cepat. Terlihat wajah bahagia disana.
"Selamat ya," Ucap Athar sambil tersenyum semringah.
"Terima kasih Thar," Ucap Kimmy. Sebenarnya, jauh dilubuk hati Kimmy, ia merasa sedih. Harusnya kini Athar pun sudah lulus kuliah dan bekerja. Karena Athar harus menjalani perawatan selama satu tahun, maka semua itu harus tertunda. Athar harus menyelesaikan dua semester terakhir nya di Universitas tempat ia menuntut ilmu.
"Do'akan gue segera lulus dan bisa fokus usaha ya," Ucap Athar.
"Aamiin.. lu hebat Thar, gue salut," Ucap Kimmy sambil tersenyum menatap Athar.
Athar hanya menanggapi ucapan Kimmy dengan senyuman manisnya.
Seorang pegawai membawakan buku menu untuk mereka berdua dan mencatat semua pesanan mereka. Setelah memilih menu apa yang akan menjadi santap siang mereka, mereka pun saling diam. Terlihat sikap yang kikuk dari mereka berdua.
"Elu cantik," Ucap Athar yang berusaha memecah keheningan diantara mereka berdua.
"Dari lahir Thar," Ucap Kimmy sambil tertawa. Athar tersenyum mendengar jawaban Kimmy yang begitu spontan.
Athar bingung akan berbicara apa, mereka berdua kembali saling terdiam, hingga menu yang mereka pesan di hidangkan di depan mereka.
"Selamat makan," Ucap Athar sambil meraih sendok dan garpu nya.
"Selamat makan," Ucap Kimmy sambil mencuci tangan nya.
Kimmy, gadis itu lebih nyaman memakai tangan nya saat makan di restoran khas Indonesia. Athar menatap Kimmy yang tidak pernah berubah walaupun sudah tahunan tinggal di luar Negeri. Athar pun meletakkan sendok dan garpu nya. Lalu, ia pun mencuci tangan nya di mangkuk yang bersisi air yang memang disediakan untuk mencuci tangan para pelanggan yang memilih makan dengan tangan mereka.
Kimmy menatap Athar yang tidak jadi makan dengan sendok dan garpu. Ia pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kim, rencana lu apa dalam waktu dekat?" Tanya Athar di sela santap siang mereka.
"Hah? Hmmmm, mungkin menikah dan tetap bekerja."
__ADS_1
Deggggg...!
Athar terdiam dan menatap Kimmy dengan tak percaya.
"Menikah?" Tanya Athar.
Kimmy tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
"Menikah dengan siapa?"
"Ya sama Bang Farhan lah, gue kan masih sama dia," Ucap Kimmy.
"Oh.."
Hati Athar terasa hancur dan panas. Ia baru tahu bila Kimmy masih berhubungan dengan Farhan, bahkan malah semakin serius dan berencana untuk menikah.
"Kapan menikah nya?" Tanya Athar lagi.
Kimmy mengangkat wajahnya dan menatap Athar dengan seksama.
"Dalam waktu dekat dia akan melamar gue. Yah, kapan menikah nya masih kita bicarakan."
Athar menghela nafas panjang. Ia menatap Kimmy dengan tatapan putus asa.
"Kim,"
"Ya?" Tanya Kimmy sambil menatap sorot mata Athar yang tampak kecewa.
"Menurut lu gue gimana orang nya dulu, gue kan gak ingat," Ucap Athar.
Kimmy tersenyum mendengar pertanyaan Athar. Ia mencoba mengingat sosok Athar dulu saat menjadi sahabat nya.
"Elu itu lucu, lu itu perhatian dan bisa membuat mood gue baik dan tenang. Tapi, jelek nya elu itu, elu orang nya konyol dan menyebalkan," Ucap Kimmy.
"Sekarang?" Kimmy kembali menatap Athar.
Ia terdiam beberapa saat, memperhatikan lelaki tampan itu.
"Sekarang lu masih menyebalkan, tetap lucu dan......."
"Dan apa?" Tanya Athar penasaran.
"Dan... makin ganteng," Ucap Kimmy sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya, lalu Kimmy membuang pandangannya ke arah lalu lalang para pegawai restoran.
"Tipe suami idaman ya?" Tanya Athar.
Kimmy menatap Athar yang terlihat serius saat mengucapkan kata-kata "Tipe suami idaman" Itu.
"Ya kan Kim?" Tanya Athar sambil tersenyum.
"Hmmm... iya aja deh, biar lu senang."
"Dih kok begitu?" Tanya Athar sambil tertawa.
"Iya, lu kepedean !" Ucap Kimmy sambil tertawa geli.
"Lu yakin mau menikah dengan Bang Farhan?" Tanya Athar.
Senyum di wajah Kimmy pun memudar. Ia meraih segelas air putih dan meminumnya sampai habis. Lalu, ia tertunduk lesu. Sebenarnya Kimmy pun masih belum siap menikah dengan Farhan. Terutama dalam waktu dekat ini. Tetapi, Farhan begitu yakin dengan nya. Kimmy pun merasa akan sia-sia hubungan yang telah di rajut bertahun-tahun, akan kandas begitu saja tanpa ada akhir yang bahagia.
__ADS_1
"Yakin," Ucap Kimmy sambil berusaha tersenyum kepada Athar.
"Gak nunggu gue aja dua tahun lagi?" Ucap Athar dengan wajah yang serius.
Deggggg..!
Dua tahun lagi ! Itu adalah waktu yang pas untuk Kimmy. Kimmy menatap Athar dengan seksama.
"Thar, lu bohongan kan kalau lu lupa ingatan?" Tanya Kimmy.
Athar terlihat salah tingkah saat mendengar pertanyaan dari Kimmy.
"Thar... jawab.."
Athar menghela nafasnya, ia menatap Kimmy dengan tatapan penuh harap dan kerinduan.
"Bagaimana gue bisa lupa dengan cinta pertama gue?" Ucap Athar.
Kimmy terbelalak, air mata mengembang di pelupuk matanya.
"Lu adalah bagian yang teristimewa di kisah hidup gue setelah Bunda dan Ayah. Jadi, bagaimana gue bisa melupakan elu begitu aja? Bahkan, setiap malam-malam gue selalu dihiasi bayangan elu. Maaf, gue sudah berusaha untuk lupa ingatan tentang elu. Tetapi, tampaknya cinta ini sudah begitu melekat di dinding hati. Gue gak memaksakan kehendak untuk lu harus membalas cinta gue. Hanya saja, sebelum lu menikah, izinkan gue untuk dekat dengan elu sebagai kenalan. Bukan lagi sahabat."
"Kim, jangan menjauh lagi ya. Gue gak akan membahas tentang percintaan lagi, gue pasrah, bila memang Farhan lah pilihan elu." Sambung Athar dengan senyum tulusnya.
Air mata terjatuh di tebing pipi Kimmy.
"A-Athar....Maafkan gue yang sudah menjauhi elu. Maafkan sikap ke kanak-kanakan gue, maafkan bila gue lah yang menyebabkan elu kecelakaan dan harus menunda semua mimpi-mimpi elu selama satu tahun. Maaf...." Ucap Kimmy sambil menangis tersedu-sedu.
"Tidak ada yang harus dimaafkan, itu semua murni kesalahan gue. Sudahlah, gak ada gunanya menyalahkan diri sendiri dengan apa yang terjadi dengan orang lain. Nyatanya, elu memang tidak melakukan apa-apa atas insiden itu. Itu semua salah gue."
"Athar... lu masih saja seperti ini... Sikap lu yang seperti ini membuat gue semakin merasa bersalah," Ucap Kimmy.
"Bagaimana bila lu menebus kesalahan elu dengan selalu bersama dengan gue, sebelum kita tidak bisa bersama-sama seperti ini lagi."
Kimmy mengusap air matanya. Ia menatap Athar dengan tatapan sendu.
"Tapi..."
"Lu mau menebus kesalahan kan?" Tanya Athar.
Kimmy mengangguk pelan.
"Sebenarnya, kesalahan lu cuma satu sama gue."
"Apa?" Tanya Kimmy penasaran.
"Elu mengabaikan gue saat gue mengatakan cinta sama elu dulu. Banyak waktu yang harus kita lewati masing-masing sebagai dua orang yang asing. Itu sangat menyakitkan bagi gue. Kalau mau menebus kesalahan, tebuslah waktu yang pernah kita sia-siakan untuk tidak bersama. Hal itu lah yang membuat gue sedih, jadi bukan karena kecelakaan. Tetapi, kehilangan elu karena menjauhi gue lah yang membuat hati gue merasa sakit." Terang Athar.
Kimmy terdiam, kini penyesalan hinggap dihatinya. Memang benar, dulu ia begitu kejam kepada Athar dan membiarkan lelaki itu tanpa menganggapnya ada.
"Hanya sampai lu sudah resmi akan menikah, setelah itu... kita akan menjadi orang asing lagi. Hanya itu Kim," Ucap Athar.
Kimmy menelan saliva nya. Lalu, ia mengangguk setuju dengan usulan Athar.
"Asal lu bisa memaafkan gue dan rasa bersalah ini hilang dari hati gue. Apa pun akan gue lakukan," Ucap Kimmy.
Athar tersenyum dan menyentuh pipi Kimmy dengan lembut.
"Deal ya, gue hanya meminta waktu. Itu saja," Ucap Athar.
__ADS_1
Kimmy tersenyum dan mengangguk tanda sepakat sekali lagi.
"Binggo !" Batin Athar.