
Vania berjalan mondar-mandir di depan teras Villa. Udara dingin yang menusuk tulang nya pun tidak ia pedulikan. Ia berkali-kali menatap gerbang Villa yang tampak dari kejauhan, tidak ada tanda-tanda kedatangan Farhan yang berjanji akan datang kembali setelah pulang dari kantor. Tetapi, hingga detik ini, sudah pukul sepuluh malam, lelaki itu tidak juga muncul.
Vania mencoba menghubungi Farhan berkali-kali. Tetapi, ponsel lelaki itu tidak aktif. Vania tampak putus asa dan memutuskan untuk kembali ke dalam Villa.
"Kemana sih kamu Mas..... Jadi datang gak sih? Masa tega sih ninggalin aku sendiri di sini. Malah serem lagi," Batin Vania.
Vania mulai menangis, puluhan pesan ia kirimkan kepada Farhan. Tetapi, tetap tidak ada jawaban dari lelaki yang ia cintai itu.
Sedangkan Farhan sendiri sedang terlihat bahagia di sisi Kimmy. Kimmy baru saja menerima lamarannya. Semua orang mengucapkan selamat kepada dirinya yang terlihat bangga dan bahagia. Farhan langsung memeluk Mama dan Papanya. Kedua orang tua Farhan juga tampak sangat bahagia. Begitupun Tante Naya, Tante Naya juga turut mengucapkan selamat kepada Farhan. Tanpa ia ketahui, bila anak gadisnya sudah pernah tidur dengan Farhan.
Saat semua orang sedang beramai-ramai mengucapkan selamat kepada Kimmy dan Farhan, terlihat Athar pergi meninggalkan rumah Kimmy. Kimmy pun berusaha mengejarnya dengan menerobos orang-orang yang sedang menyerbu dirinya dan Farhan.
"Athar !" Panggil Kimmy saat Athar hendak masuk kedalam mobilnya.
Athar menoleh dan menatap gadis yang ia cintai itu. Athar pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan menunggu Kimmy yang sedang berlari menghampiri dirinya.
"Athar, lu mau kemana?" Tanya Kimmy dengan nafas yang terengah-engah.
"Mau pulang," Ucap Athar sambil berusaha senyum kepada Kimmy.
"Kenapa pulang? Lu marah ya sama gue? Thar sorry..."
"Gue gak marah kok," Potong Athar.
"Lalu?" Tanya Kimmy.
"Sesuai dengan perjanjian kita Kim, gue gak akan mendekati elu lagi, saat elu sudah resmi akan menikah dengan Farhan," Ucap Athar.
"Thar elu kok gitu?" Tanya Kimmy dengan mata yang mulai memerah.
"Gitu bagaimana Kim?" Athar tersenyum tipis, namun terlihat luka disana.
"Thar..."
"Kim, sudahlah... Gue pulang dulu ya, nanti calon suami lu ngeliat, gak enak di tuduh macem-macem," Ucap Athar sambil membuka pintu mobilnya.
"Thar...!" Kimmy memegang lengan Athar, Athar menoleh dan menatap tangan Kimmy yang sedang memegang lengannya.
"Ya?" Athar kembali tersenyum untuk mengusir rasa luka di hatinya.
__ADS_1
"Gue harus apa Thar?"
"Harus apa? Kenapa lu nanya gue Kim? Bukan nya elu bahagia sama dia? Lu tinggal nikah, punya anak dan hidup bahagia, kenapa harus nanya sama gue lu harus apa? Kenapa lu nahan gue? Untuk apa?" Kini wajah Athar terlihat serius, nada suaranya pun mulai meninggi.
Mata Kimmy mulai basah, ia terus menatap Athar yang matanya mulai memerah menahan tangis.
"Gue memang bodoh Kim, gue bertahan mencintai satu orang selama hidup gue. Walaupun godaan diluar sangat luar biasa. Gue bodoh, hati gue bebal, sudah gue katakan berkali-kali sama hati gue, "Berhentilah mencintai ! Agar tidak sakit !" Nyatanya hati gue ini cukup keparat ! Dia bertahan, dia berkhianat sama gue Kim !"
Air mata mengalir di pipi Kimmy tanpa mampu Kimmy bendung. Ia menundukkan wajahnya dan sesekali menyeka air matanya.
"Dan bodoh nya lagi, gue masih bertahan untuk memantaskan diri untuk elu yang gak pernah menganggap gue ada,"
"Kim.."
Athar memegang kedua pipi Kimmy agar ia dapat melihat wajah Kimmy.
"Coba tanya hati elu, apakah ada gue di hati elu? Dua puluh tiga tahun Kim, apa gak ada artinya gue untuk elu?" Tanya Athar.
Kimmy menangis tersedu-sedu, ia tak mampu berkata-kata.
"Bila tidak ada, gue harap Farhan memang pilihan terbaik untuk elu. Hanya itu harapan gue," Ucap Athar sambil menurunkan kedua tangannya dari pipi Kimmy.
"Kim !" Panggil Farhan sambil berlari mendekati Kimmy dan Athar.
"Calon suami lu nyari, gue pulang dulu," Ucap Athar sambil beranjak masuk kedalam mobilnya tanpa bisa Kimmy cegah.
Athar menyalakan mesin mobilnya dan perlahan berlalu dari hadapan Kimmy.
"Kim," Panggil Farhan saat lelaki itu berada di samping Kimmy.
Kimmy berbalik badan dan berjalan tanpa sepatah katapun.
"Kim ! Sebenarnya ada apa sih kamu sama dia? Kamu kenapa? Kamu nangis?" Tanya Farhan yabg berjalan mengiringi Kimmy.
Kimmy menghentikan langkahnya dan menatap Farhan dengan seksama. Terlihat matanya yang sembab oleh Farhan, yang membuat lelaki itu terkejut dan mengerutkan keningnya.
"Dia ngomong apa sampai kamu menangis?" Tanya Farhan dengan emosi.
"Bang, aku capek, aku mau istirahat dulu," Ucap Kimmy.
__ADS_1
"Kim, tapi kita masih ada pembahasan dengan orang tua kita tentang perni....."
"Bang, aku capek !" Bentak Kimmy sambil berjalan cepat menuju ke dalam rumahnya.
Farhan terdiam, ia menelan saliva nya. Baru kali ini Kimmy berani membentak dirinya.
"Ada apa sih? Apa yang dikatakan bajingan itu sama Kimmy?" Gumam Athar.
....
Kimmy berlari menerobos para tamu undangan, ia tidak mempedulikan para tamu undangan, orang tuanya dan para sahabat orang tuanya disana. Kimmy berlari menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya, lalu ia menutup dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat. Tak lama kemudian, terlihat Farhan muncul dengan wajah lesunya.
Suasana tidak nyaman mulai terasa, satu persatu tamu undangan pun pulang, yang tersisa hanya Para sahabat Mama Nia saja yang masih bertahan di ruang keluarga.
"Kimmy nya kenapa Han?" Tanya Tante Rara.
"Di-dia bilang capek Ma," Ucap Farhan.
"Kayaknya tadi Kimmy menangis ya Han?" Tanya Tante Naya.
Farhan menatap Tante Naya, lalu ia terdiam membisu tanpa mau menjawab pertanyaan dari Ibunda Vania itu.
Bunda Farah tampaknya paham dengan situasi yang sedang terjadi, maka, ia memilih diam di samping Ayah Andra yang sedari tadi memang tidak banyak berbicara.
"Hmmm, sebentar ya..., gue mau lihat Kimmy dulu," Ucap Mama Nia yang merasa tidak enak dengan sikap Kimmy yang tak terkendali.
Semua yang berada di ruang keluarga mengangguk dan mempersilahkan Mama Nia untuk mencari tahu keadaan Kimmy.
..
Mobil mewah tipe sport yang dikendarai Athar membelah jalan Ibukota yang tampak ramai lancar pada malam itu. Di sisi jalan dan beberapa kendaraan yang melintas, tampak beberapa pasang sejoli yang sedang mabuk asmara, menghabiskan malam minggu mereka bersama. Tampak canda dan tawa menghiasi wajah mereka.
Athar menjatuhkan dahinya di atas stir mobilnya saat lampu merah menyala di simpang jalan menuju kediaman nya. Sejak tadi, air matanya terus mengalir tanpa mampu ia bendung. Hatinya terasa sakit dan kecewa.
Athar tidak menyalahkan Kimmy, hanya saja ia merasa bodoh, karena ia terus mencintai orang yang tidak pernah mencintai dirinya.
Tetapi begitulah hati, hati kerap menghianati sang pemilik hati itu sendiri. Ada yang berhasil membalas penghianatan hati dengan mencoba berpura-pura mencintai orang lain dan mengabaikan hati itu sendiri. Ada juga yang seperti Athar, walaupun ia mencoba untuk melupakan Kimmy, tetapi hatinya terus berkhianat kepadanya. Hatinya tetap menuntun dirinya untuk tetap mencintai orang yang sama dan merasakan sakit yang sama berkali-kali.
"Kimmy, entah bagaimana caranya," Bisik Athar, lirih.
__ADS_1