Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
32# Athar pasti akan sangat merindukan kamu...


__ADS_3

Seperti lirik lagu jaman dulu, "Jatuh cinta, berjuta rasanya", itu memang benar. Semua terasa indah dan manis. Tetapi, sebuah hubungan pasti ada kerikil-kerikil tajam yang sudah siap untuk melukai langkah kaki yang akan melaluinya.


Begitu juga dengan Kimmy dan Farhan, mereka sedang menikmati berjuta rasa itu. Kisah cinta dua sejoli yang seakan tidak akan ada cobaan apa pun didalam hubungan mereka, saat mereka baru saja melangkah.


Tetapi, kenyataannya baru saja dua minggu Kimmy resmi menjadi kekasih Farhan. Ada yang mengganjal di hati Kimmy, yaitu tentang Athar. Entah mengapa, bayangan Athar begitu mengusik Kimmy, hingga Kimmy sering tidak konsentrasi saat diajak berbicara dengan Farhan. Tak jarang, Farhan sering protes dengan Kimmy yang seperti tidak nyambung saat diajak berbicara.


Bayangan Athar selalu muncul di benak Kimmy bukan tanpa sebab. Pasalnya, waktu malam Kimmy dan Farhan pulang dari makan malam saat Kimmy dan Farhan resmi berpacaran, Kimmy melihat Athar di kegelapan memandangi dirinya dan Farhan yang baru saja pulang.


Kimmy tahu persis bila itu adalah Athar. Bagaimana tidak? Tujuh belas tahun dirinya akrab dengan Athar, bahkan bayangan Athar saja Kimmy sangat mengenalinya.


Tak ada yang dilakukan Athar, kecuali hanya memandang Kimmy yang baru saja turun dari mobil milik Farhan. Farhan tidak mengantar Kimmy masuk kedalam rumah. Karena sudah malam, Farhan hanya menurunkan Kimmy di depan gerbang rumahnya.


Setelah mobil Farhan berlalu, Kimmy beranjak membuka gerbang rumahnya. Saat itulah, Kimmy melihat Athar yang berdiam di kegelapan, dibawah pohon besar yang beberapa meter dari rumahnya. Mereka saling bertatapan, itu saja. Athar tidak menghampiri Kimmy, begitupun Kimmy. Gadis itu langsung masuk kedalam pekarangan rumahnya dan tidak menghiraukan Athar sama sekali.


Setelah Kimmy masuk kedalam rumahnya, Kimmy mengintip dari balik jendela rumah, tak lama kemudian Athar lewat dengan sepeda motornya. Dugaan Kimmy tidak salah, bila lelaki itu memang Athar.


Tetapi, apa yang dilakukan Athar di kegelapan? Apa dia baru saja membuntuti Kimmy atau dia hanya menunggu Kimmy pulang dan memastikan bila gadis itu baik-baik saja. Itulah yang sangat mengusik pikiran Kimmy.


Karena libur sekolah dan Kimmy yang baru berpacaran dengan Farhan, maka Kimmy tidak mempunyai kesempatan untuk bertemu ataupun berbicara dengan Athar. Ditambah dengan segudang kegiatan Kimmy dan Athar yang harus mengurus kuliah mereka.


Hari kelulusan pun tiba, Kimmy dan Athar pun bertemu di sekolah. Mereka saling berdesakan saat melihat pengumuman di dinding Mading. Kimmy dinyatakan lulus dengan nilai terbaik di sekolah itu. Kimmy pun melompat kegirangan. Sedangkan Athar menjadi lulusan terbaik di urutan ke lima belas. Walaupun begitu, Athar tetap bangga, karena ia mampu masuk di lima belas besar lulusan terbaik. Meskipun, dirinya sangat malas belajar.


Athar adalah anak pintar, hanya saja, kekurangan dari Athar adalah kerap bermain-main dan bermalas-malasan. Meskipun begitu, dirinya tetap lulus di angka yang memuaskan. Athar pun sudah diterima di Universitas Negeri nomor satu di Indonesia. Hal itu membuat Ayah dan Bundanya merasa bangga kepada dirinya.


"Selamat Kim," Ucap Athar saat Kimmy sedang bersiap-siap untuk pulang.


Kimmy menoleh kebelakang dan mendapati Athar yang berdiri dibelakangnya dengan wajah yang sendu.


"Terima kasih," Ucap Kimmy sambil tersenyum.


"Selamat juga untuk elu," Ucap Kimmy sambil menyandang tas sekolahnya.


"Terima kasih," Ucap Athar sambil menatap kedua mata Kimmy dengan penuh kerinduan.


"Gue pulang dulu ya," Ucap Kimmy sambil berlalu dari hadapan Athar.


"Kim," Panggil Athar sambil menahan lengan kanan Kimmy.


Kimmy menatap Athar dan mendadak jantungnya berdegup dengan kencang. Dua orang yang tadinya begitu akrab, lalu bersikap tidak saling mengenal dan kini sedang berhadapan dengan tangan Athar yang memegang erat lengan kanan Kimmy, membuat Kimmy menjadi salah tingkah dan merasa kurang nyaman dengan sentuhan itu.

__ADS_1


"Sekarang, gue sudah bukan sahabat elu. Bolehkah bila gue mendekati elu sebagai teman laki-laki atau lebih?" Tanya Athar.


Kimmy menghela nafasnya dan melempar pandangannya ke sudut ruangan kelasnya.


"Kim, segitu berdosanya ya gue mencintai elu?" Tanya Athar.


Kimmy menatap kedua mata Athar yang mulai memerah. Lalu, ia melepaskan tangan Athar dari lengannya.


"Thar, lu gak tau apa yang gue rasakan...." Ucap Kimmy.


"Apa Kim? kalau lu gak ngomong sama gue, gue gak akan tahu Kim."


"Thar, sebenarnya yang gue takuti adalah, bila lu sama gue, suatu saat kita ada masalah, kita akan menjauh Thar ! dan gue takut kehilangan elu !" Ucap Kimmy.


"Terus apa bedanya dengan sekarang? Lu juga menjauhi gue, jadian atau enggak kita, lu tetap menjauhi gue Kim ! Hanya gara-gara gue jatuh cinta sama elu kan?"


Kimmy terdiam karena ucapan Athar.


"Gue sudah kehilangan elu Kim dan elu takut kehilangan gue, tapi lu menghilangkan gue dari hidup elu !" Ucap Athar yang mulai terlihat emosi dengan perasaannya sendiri.


Mata Kimmy terasa panas dan memerah, ia berusaha menahan air matanya yang akan terjatuh di pipinya.


Air mata terjatuh di pipi Kimmy, lalu gadis itu berlari keluar kelas. Sedangkan Athar hanya bisa terduduk lemas di kursi yang ada di dalam kelas itu.


"Thar, lu gak tau. Rasa sayang gue sama elu lebih besar dari Farhan. Gue hanya takut, adanya cinta membuat kita kita saling membenci. Bila hanya menjauh seperti saat ini, gue masih bisa melihat elu dari kejauhan. Tetapi, benci? salah satu dari kita pasti tidak akan ingin bertemu lagi," Gumam Kimmy sambil menangis menuju parkiran sepeda motor.


"Kimmy, suatu saat gue akan datang untuk lu. Sebagai orang asing yang membuat lu jatuh cinta sama gue Kim ! Dan gue akan buktikan kalau gue pantas untuk elu, lihat saja Kimmy !" Teriak Athar sambil mengepalkan kedua tangannya.


...


"Farah..." Sapa Mama Nia saat melihat Bunda Farah yang melintas di depannya saat dirinya berada di sebuah Mall untuk berbelanja kebutuhan Kimmy untuk berangkat ke Jerman.


"Nia !" Pekik Bunda Farah yang terlihat sangat senang bertemu dengan Mama Nia.


"Ngapain lu? sendirian aje?" Tanya Mama Nia sambil melihat kesekiling.


"Iya gue sendirian aja, gue habis ketemu sama klien gue yang mau kerja sama dengan gue," Ucap Bunda Farah yang saat ini sukses memiliki beberapa cabang Cafe kekinian ala anak muda.


"Oh begitu..." Ucap Mama Nia sambil mengangguk paham.

__ADS_1


"Halo Bun," Sapa Kimmy sambil mencium tangan Bunda Farah.


"Hai Kimmy... Makin cantik saja anak Bunda..."


Kimmy hanya tersenyum menanggapi pujian Bunda Farah.


"Oh iya Nia, lu ngapain berdua aja sama Kimmy? Si Bobby gak ikut?" Tanya Bunda Farah.


"Bobby ada meeting, gue sama Kimmy jadi berdua aja deh," Ucap Mama Nia.


"Abian Mana? Gak ikut?" Tanya Bunda Farah lagi.


"Dia mana mau sih diajak belanja, apa lagi belanja buat kakak nya," Ucap Mama Nia.


"Belanja apa kalian? Kok di toko mantel sih?" Tanya Bunda Farah.


"Ini si Kimmy kan mau kuliah di Jerman, jadi dia butuh banyak mantel untuk disana. Oh iya, si Athar kuliah dimana?" Tanya Mama Nia.


Bunda Farah terdiam sejenak, ia langsung memikirkan perasaan Athar saat tahu bila Kimmy akan berkuliah jauh dari Tanah Air.


"Si Athar kuliah di Depok, kemungkinan dia akan ngekost disana," Ucap Bunda Farah.


"Oh syukurlah, jadi masih bisa sering pulang ya..., Si Kimmy ini mau nya di Jerman, ya sudah lah, gue sebagai orang tua hanya bisa mendukung," Ucap Mama Nia.


Bunda Farah tersenyum dan membelai pipi Kimmy dengan lembut.


"Kim, Athar pasti akan sangat merindukan kamu,"


Deggggg...!


Kegalauan Kimmy pun semakin bertambah.


"Jadi, kapan kamu berangkat ke Jerman Kim?" Tanya Bunda Farah.


"Lusa Bunda.."


"Oh, hati-hati disana ya nak... Jaga diri dengan baik," Ucap Bunda Farah.


Kimmy hanya mengangguk dan tersenyum kepada wanita paruh baya yang sudah ia anggap Ibu keduanya itu.

__ADS_1


__ADS_2