Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
47# Sisi gelap


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Farhan mendarat dengan selamat di Bandar udara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Lelaki muda itu berjalan sambil menarik koper kecil di tangan kanan nya. Lelaki tampan itu menghampiri seorang gadis cantik dan seksi, dengan dress potongan dada yang rendah. Gadis itu tersenyum kepada dirinya, sedangkan di tangannya terdapat sebuah buket bunga yang cantik.


"Terima kasih sayang, sudah menjemput aku," Ucap Farhan sambil memeluk gadis itu.


"Iya Mas, gimana pekerjaan kamu disana?"


"La-lancar," Ucap Farhan yang terlihat salah tingkah.


"Syukurlah, ini buat Mas," Gadis itu memberikan Farhan buket bunga yang ada di tangannya.


"Kamu kok repot-repot sih?"


"Gak apa-apa Mas, pacar sendiri pulang dari tugas di luar Negeri kok gak di sambut. Jadi, aku membeli bunga ini untuk Mas, sebagai tanda bahagia Mas sudah kembali," Ucap gadis itu.


Farhan tersenyum dan merangkul gadis cantik itu. Lalu, mereka pun berjalan menuju ke parkiran mobil di bandar udara itu.


Ya, gadis itu adalah Vania, anak kedua dari Tante Naya. Sejak pertemuan Vania dan Farhan, tiga tahun yang lalu. Mereka semakin dekat, terkadang Farhan juga sering mampir ke sekolah Vania saat gadis itu masih duduk di bangku SMA. Kini, gadis cantik itu sudah duduk di semester tiga di Universitas swasta yang bonafit.


"Aku kangen Mas..." Ucap Vania sambil meraih lengan Farhan dan merebahkan kepalanya di bahu Farhan.


Vania yang dulu lugu, kini tidak lah sama. Gadis itu berubah setelah satu tahun bertemu kembali di Mall dengan Farhan. Saat Vania duduk di kelas dua SMA, Farhan mengajaknya jalan-jalan ke puncak. Karena sudah larut, Farhan mengeluh mengantuk dan mampir ke Villa milik Mamanya untuk menginap. Awalnya Vania keberatan, karena ia harus pulang dan bingung membuat alasan kepada kedua orangtuanya. Tetapi, Farhan berhasil meyakinkan bila semua akan baik-baik saja dan memberikan alasan yang pantas untuk Vania katakan kepada kedua orangtuanya.


Villa itu memang kosong, yang merawat Villa itu sudah meninggal dunia. Maka dari itu, anak mantan penjaga Villa menggantikan tugas Ayahnya. Tetapi, yang mengurus Villa tidak tinggal di Villa itu. Ia hanya datang sesekali ke Villa itu, karena disamping bekerja membersihkan Villa, ia juga memetik teh di perkebunan.


Vania yang tidak membawa baju ganti, mendapatkan pinjaman baju tidur milik Tante Rara yang memang di tinggal di Villa itu. Farhan mengambil baju tidur itu dari dalam lemari kamar khusus milik Tante Rara di Villa tersebut.

__ADS_1


Awalnya Vania merasa ragu, karena model baju tidur yang begitu terbuka. Tetapi, lagi-lagi Farhan meyakinkan Vania bila baju yang kini Vania pakai, akan kusut bila di bawa tidur.


Akhirnya Vania memakai baju tidur dewasa milik Tante Rara. Ia mengganti pakaiannya dengan baju tidur itu di kamar yang sudah di persiapkan Farhan untuk dirinya.


Awalnya mereka tidur terpisah, tetapi saat malam tiba, Vania yang merasa haus, pergi ke dapur untuk mengambil minuman. Gadis polos yang merasa aman saja saat semua lampu dimatikan, dengan santai berjalan kearah dapur dengan baju yang terbuka.


Setelah ia meneguk dua gelas air mineral, Vania beranjak kembali ke kamarnya. Saat ia berjalan menuju ke kamarnya, Vania terkejut saat seseorang menghadang dirinya.


Dalam kegelapan, Vania dapat melihat bila orang itu adalah Farhan. Farhan memeluk tubuh Vania dengan erat.


"Kamu seksi," Bisik Farhan.


Seketika Vania merinding, ia terlihat gugup dan malu. Vania pun menutupi bagian yang terekspose dari tubuhnya.


"Vania, aku sangat menyukai kamu," Ucap Farhan sambil mempererat pelukannya di tubuh gadis itu.


Udara yang dingin, suasana yang gelap dan sepi. Membuat keduanya mulai tergoda untuk bermesraan. Semua terjadi begitu saja, bermula saat Farhan mengecup bibir Vania. Lalu, semua sudah tak lagi terkontrol.


Jiwa muda dan rasa penasaran mendominasi pikiran mereka. Malam itu juga adalah malam dimana Vania kehilangan kesuciannya. Begitupun dengan Farhan, ia juga kehilangan keperjakaan nya.


Vania adalah yang pertama bagi Farhan. Selama ini, walaupun ia sudah pernah berpacaran sebelumnya, Farhan tetap menjaga itu semua. Termasuk dengan Amber, mantan kekasihnya. Setelah Farhan mengenal Kimmy, entah mengapa ia mulai berfikir untuk tidur dengan Kimmy. Mungkin karena Farhan sangat mencintai Kimmy dan tidak ingin Kimmy merasakan hal pertama itu dengan orang lain. Tetapi, Kimmy yang mempunyai iman yang kuat dan prinsip, tidak tergoda begitu saja. Ia mampu mengendalikan pasangannya agar tidak merugikan satu dengan yang lain nya.


Ternyata, semakin Farhan dewasa dan stress karena bekerja, hormon Farhan menjadi semakin tidak terkendali. Farhan yang selama ini menganggap Vania anak kecil, kini mulai tergoda.


Awalnya, selama satu tahun pertama, mereka tidak berpacaran, apa lagi bermesraan. Hanya saja, Farhan suka mengajak Vania jalan-jalan dan keluar bersama, walaupun hanya menghabiskan secangkir kopi di sebuah cafe.

__ADS_1


Vania adalah gadis yang asik diajak berbicara. Farhan yang kesepian karena tidak ada Kimmy disampingnya pun mulai berpikir yang tidak-tidak dengan Vania. Maka, Farhan merencanakan perjalanan ke Puncak dan mengulur waktu untuk pulang. Akhirnya Vania yang lugu terpaksa mengikuti keinginan Farhan untuk menginap.


Sekali merasakannya, maka tidak ada malu untuk mengulanginya. Hal itu terus terjadi hingga saat ini dan selalu di Villa yang sama. Tentu saja kedua orang tua mereka tidak mengetahui kelakuan putra dan putri mereka. Bahkan, hubungan antara Farhan dan Vania, Farhan sembunyikan dari kedua orangtuanya. Tante Rara dan Om Fathur hanya mengerti bila Farhan berpacaran dan serius dengan Kimmy.


Saat ini Farhan sendiri pun merasa bingung. Karena Kimmy akan segera kembali ke Indonesia. Bagaimana ia dapat membagi waktu antara Kimmy dan Vania yang saat ini sangat tergantung kepada dirinya. Bahkan, saat Farhan meminta izin untuk ke Jerman pun, Vania di bohongi dengan embel-embel Farhan ada tugas dari perusahaan milik Papanya.


Vania yang sudah terbuai dengan Farhan, merasa menjadi wanita satu-satunya bagi lelaki itu. Vania tidak pernah tahu bila Farhan memiliki hubungan spesial dengan Kimmy. Lagi pula, terakhir Vania bertemu Kimmy saat dirinya masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar. Jadi, Vania tidak begitu mengenal Kimmy.


"Sama sayang, aku juga kangen," Ucap Farhan sambil tersenyum.


"Ya sudah, sekarang kita ke puncak yuk !" Ucap Vania dengan senyum yang menggoda.


"Ma-maaf sayang, aku kan baru pulang, orangtuaku sudah menunggu dirumah dan aku akan langsung ke kantor besok pagi. Kayaknya, aku butuh istirahat. Tetapi, aku janji. Akhir pekan ini kita ke puncak," Ucap Farhan.


Vania mengerutkan dagunya, lalu ia mengangguk dengan wajah yang kecewa.


"Ya udah deh, aku antarkan pulang ya," Ucap Vania.


"Terima kasih ya... eh, kamu lapar gak? Gimana kalau kita makan dulu?"


"Boleh, makan sushi ya sayang..." Pinta Vania.


"Ok, apa sih yang enggak, buat kamu."


Farhan mencubit pipi Vania yang memerah karena sapuan blush-on. Gadis itu tersenyum semringah dan melajukan mobilnya menuju ke restoran Jepang langganan mereka.

__ADS_1


__ADS_2