Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
67# Siasat Farhan


__ADS_3

Malam ini, Kimmy tidak bisa memejamkan kedua matanya. Wajah Athar terus melintas di benaknya. Beberapa kali ia mencoba mengalihkan pikirannya tentang Athar, tetapi ia selalu gagal. Bayangan lelaki itu seperti melekat dan tidak mau pergi dari benaknya.


"Beuhhhh..!" Keluh Kimmy, ia pun beranjak duduk di atas ranjangnya.


"Atharrrr... sebel deh !" Gumam Kimmy sambil mengusap-usap wajahnya dengan gusar. Lalu, ia pun tertegun dan mengingat aroma parfum dari tubuh Athar.


"Hmmmm..." Kimmy menghirup udara seakan-akan Athar berada di dekatnya.


"Arghhhhhh..!" Kimmy mengacak-acak rambutnya dana berguling-guling di atas ranjang.


"Ih, kenapa pikiran gue jadi mesum begini sama dia?" Gumam Kimmy sambil mewek dan kembali mengacak-acak rambutnya.


"Apa gue sudah mulai jatuh cinta sama dia? Ah, tapi enggak ah.... Masa iya gue jatuh cinta sama Kutu Air."


Kimmy menutup wajahnya dengan bantal.


"Tidur kaga lu Kim ! Tidurrr...! Besok kerja !" Jerit Kimmy di dalam hatinya.


...


Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda. Athar tersenyum sendiri di kamarnya. Ia mengingat saat makan malam romantis dengan Kimmy. Entah mengapa, ia mempunyai keberanian untuk mengecup kening gadis itu. Itu adalah kecupan pertama yang Athar berikan ke Kimmy. Ia pun menenggelamkan wajahnya di atas bantal sambil tersenyum malu.


"Gila..! Gentle banget gue nyium anak gadis orang !" Gumam nya sambil terus tersenyum.


"Gue yakin, malam ini elu kagak bakalan bisa tidur Kim !" Gumam nya lagi.


Athar meraih ponselnya dan mengetik pesan untuk Kimmy.


Sayang, kalau gak bisa tidur, bilang ya...


Tulisnya dan lalu ia mengirim pesan itu kepada Kimmy.


"Tiga....dua... satu..." Athar menghitung mundur sambil memperhatikan tanda centang di kolom chat nya.


Tanda centang itu berubah menjadi biru saat hitungan terakhir.


"Yes !" Serunya saat mengetahui bila Kimmy belum tidur dan telah membaca pesan darinya.


Sayang... sayang.. pale lu peyang !

__ADS_1


Balas Kimmy.


Athar tertawa terpingkal-pingkal saat membaca pesan dari Kimmy.


Pasti lagi mikirin gue ya?


Balas Athar.


Siapa juga yang mikirin elu !


Dengan wajah jahil Athar mengulum senyumnya saat membaca balasan dari Kimmy.


Besok gue jemput lagi ya, jangan pulang sama siapa-siapa. Janji?


Besok, Bang Farhan akan menjemput, kita bertemu aja di rumah. Kan besok ada acara di rumah gue. By the way, gue mau molor dulu. Bye maksimal....!


Balas Kimmy.


Athar menghela nafasnya, ia tertunduk lesu saat membaca balasan pesan terakhir dari Kimmy.


Lagi-lagi Farhan menghalangi perasaan bahagia Athar. Kini, kekhawatiran Athar pun muncul. Bagaimana bila ia tidak berhasil meyakinkan Kimmy bila ia sangat mencintai Kimmy dan Kimmy akan tetap menikah dengan Farhan.


"Kimmy... Kimmy.... Harus di pelet kali nih anak biar mau sama gue kali ya !" Ucap nya dengan gusar.


"Pelet pake sepertiga malam baru tau rasa elu Kim..! Farhannn Farhan mulu.. bosen gue..! Gue kek sekali-kali..! Eh, enggak sekali deh.. selama nya aja," Ucap nya sambil tersipu malu.


"Ah tidur ah, biar bisa bangun ntar. Biar gue pelet sepertiga malam, gue penjara hatinya atas izin Allah SWT..!" Ucap nya sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


...


Sinar mentari bersinar menembus celah-celah jendela yang tidak tertutup sempurna oleh kain gordin berwarna abu-abu yang tergantung di tiang yang melintang tepat di atas jendela kamar di Villa Tante Rara.


Farhan membuka kedua matanya dan menentang silaunya sinar mentari pagi itu. Dengan malas, ia menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polosnya dan beranjak duduk di atas ranjang itu.


Farhan menatap Vania yang masih tertidur lelap dengan posisi memunggungi dirinya. Terlihat kulit mulus di bahu Vania yang tidak tertutup oleh selimut.


Farhan beranjak ke kamar mandi dan membilas tubuhnya yang terasa lengket setelah semalaman ia mencari kepuasan atas tubuh Vania yang selalu ia gauli selama beberapa hari di Villa itu.


"Nanti malam acara Kimmy, gue harus meninggalkan Vania sendiri disini," Gumam nya.

__ADS_1


Ternyata, ini semua rencana Farhan. Ia sengaja mengajak Vania ke villa itu untuk tidak dapat menyusul dirinya ke rumah Kimmy. Vania yang tidak mau putus hubungan dengan nya sungguh membuat Farhan pusing. Segala macam siasat pun ia lakukan agar Vania tidak hadir atau tidak menyusul dirinya.


Farhan sengaja bersikap manis dan mengatakan rindu, agar Vania mau diajak ke Villa. Setelah itu, ia akan meninggalkan Vania dan menghadiri acara Kimmy dengan tenang. Vania tidak akan bisa kemana-mana. Karena, Vania tidak akan keluar Villa tanpa dirinya.


Farhan tersenyum saat membersihkan jenggut nya dengan pisau cukur. Ia merasa puas dengan rencananya yang berjalan dengan mulus ini.


Saat Farhan selesai, ia pun keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati Vania yang sedang duduk di atas sofa dengan secangkir teh yang tampak masih mengeluarkan uap panasnya.


"Kamu sudah bangun," Ucap Farhan berbasa-basi.


"Sudah, ini teh untuk kamu Mas," Ucap Vania sambil menunjuk segelas teh yang terletak di atas meja di samping sofa.


"Terima kasih," Ucap Farhan sambil mengenakan pakaian nya.


"Kaku kok pagi-pagi sekali sudah rapi? Mau kemana Mas?" Tanya Vania dengan wajah curiganya.


"Hmmm, ada panggilan tadi dari kantor. Aku harus pulang," Ucap nya tanpa menoleh kepada Vania.


"Oh, kalau begitu aku juga bersiap-siap ya.." Ucap Vania sambil meletakkan gelas teh nya dan beranjak dari duduknya.


"Eh, jangan... Aku mau langsung ke kantor," Cegah Farhan sambil menahan tubuh Vania yang akan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Ya tidak apa-apa Mas, nanti tinggal kaku turunin aku di jalan dan kamu langsung ke kantor, kan bisa.." Ucap Vania dengan wajah polosnya.


"Vania, dengarkan aku ya, nanti malam aku akan kesini lagi. Aku masih belum puas menghabiskan waktu berdua dengan kamu. Kalau saja aku bisa menolak panggilan ini, aku juga gak akan mau pergi ke kantor. Aku mau terus dekat dengan mu, aku belum puas," Ucap Farhan.


Vania menatap Farhan dengan tatapan haru, garis polos itu begitu gampang di bohongi dan terhanyut dengan bujuk rayu Farhan.


"Ya ampun Mas, ya sudah, aku tunggu disini ya... Tapi ingat, jangan lama-lama," Ucap Vania sambil menyentuh puncak hidung Farhan.


"Iya sayang, aku janji. Sebentar lagi, aku berangkat ya. Oh iya, kamu kalau mau sarapan, minta saja sama Kang Yayat, dia kalau pagi-pagi begini menyapu di halaman depan. Apa mau aku yang bilang?"


"Ya, gampang deh. Nanti aku saja yang bilang ke Kang Yayat."


Farhan tersenyum puas, lalu ia memeluk tubuh Vania dengan erat.


"Terima kasih ya pacar aku yang baik hati, pengertian dan selalu memuaskan aku," Ucap Farhan.


Vania membalas pelukan Farhan dengan pelukan dan senyuman nya yang tulus.

__ADS_1


"Sama-sama Mas ku sayang," Ucap nya.


__ADS_2