
Esok harinya, Kimmy bertemu dengan Athar di lorong sekolah. Entah mengapa, jantungnya berdegup kencang saat melihat lelaki yang sejak lahir sudah berteman dengan dirinya. Athar tersenyum kepada Kimmy dari jauh, mendadak Kimmy menjadi grogi saat melihat senyuman manis, yang sebenarnya sudah sering Athar berikan kepada dirinya.
"Ngeliat gue kek ngeliat setan, lu Kim," Ucap Athar saat Kimmy lewat didepan dirinya.
"Emang," Sahut Kimmy.
Athar tertawa dan meraih tangan Kimmy yang hendak berlalu begitu saja dari hadapannya.
"Mau kemana?" Tanya Athar.
Kimmy menatap tangan Athar yang memegangi pergelangan tangannya. Mendadak, ia merasa risih dan lalu melepaskan tangan nya dari tangan Athar.
"Lu kenapa sih?" Tanya Athar.
"Gak apa-apa, gue mau ke kelas," Ucap Kimmy sambil berlalu begitu saja.
Athar terdiam, ia masih bingung dengan sikap Kimmy kepada dirinya.
"Kenapa ku berdua?" Tanya Mamet, teman sekelas Athar.
"Au tuh bocah, hari ini liat gue, kayak liat setan," Keluh Athar sambil beranjak duduk di sebelah Mamet.
"Lu suka ya sama Kimmy?" Tanya Mamet lagi.
Athar menatap Mamet dengan seksama, lalu ia tertawa kecil.
"Sotoy lu Met !" Ucap Athar.
"Ya elah Thar, gue perhatiin lu terus sama Kimmy. Lu berdua itu, bukan hanya sekedar sahabatan. Tapi, ada cinta di dalamnya, ye gak?"
Athar mendorong kepala Mamet yang sedang tertawa lebar.
"Sotoy sumpah !" Ucap Athar sambil menatap Mamet dengan raut wajah yang kesal.
"Jiahhh...! masih aje lu ngeles, Thar.... Thar... !"
Athar terdiam, ia tertunduk lesu.
"Thar, gue tau kok sulitnya mengatakan cinta sama sahabat sendiri. Gue punya pengalaman soalnya. Waktu gue di SMP, gue suka sama sahabat gue yang dari kelas satu SMP. Waktu gue mengatakan gue suka sama dia, eh... dia menjauh ! Tau gitu, gue kaga bilang kalau gue suka sama dia," Ucap Mamet.
Athar melirik Mamet sambil tertawa geli.
"Mungkin karena lu jelek kali Met !" Ucap Athar.
"Sialan lu !, gue gini-gini banyak yang suka !" Ucap Mamet.
Athar tertawa geli sambil menepuk pundak Mamet.
"Kagak ada kaca di rumah lu ye Met !"
"Belagu lu !" Bentak Mamet dengan wajah yang kesal.
"Canda Met, udah yuk masuk, sudah bell," Ucap Athar.
...
Hari-hari berlalu, Kimmy terus menjaga jarak dari Athar. Awalnya, Athar mengira, Kimmy hanya menjauh karena memang sedang ujian kenaikan kelas. Tetapi, setelah ujian dan menerima raport, Kimmy tetap menjauh dari dirinya. Hal itu membuat Athar menjadi bingung dengan sikap Kimmy.
"Kim, ketemuan yuk,"
Athar mengirimkan pesan teks itu kepada Kimmy.
Dreett ! Dreeet !
Athar terlihat bersemangat saat Kimmy langsung membalas pesan dari dirinya.
"Sorry Thar, gue lagi di Surabaya. Liburan tempat Oma dan Opa gue,"
__ADS_1
Balas Kimmy.
Athar menghela nafas panjang, ia terlihat sangat kecewa.
"Kapan lu pulang?"
Drettt ! Dreet !
"Habis liburan gue pulang,"
Balas Kimmy dengan singkat.
Athar kembali merasa Kimmy tidak seperti biasanya.
"Gue sebenernya mau bicara sama elu Kim, lu kenapa sih, kayak menjauh dari gue?"
Balas Athar.
Semenit, dua menit, tiga menit...
Tik Tok Tik Tok Tik Tok.....
Kimmy tidak membalas pesan dari Athar.
Athar yang merasa tidak sabar, ia pun langsung menghubungi Kimmy. Tetapi, ponsel Kimmy tidak aktiv. Athar pun semakin penasaran. Ia merasa tidak mengerti mengapa Kimmy melakukan hal ini kepada dirinya.
...
Dua minggu lamanya Athar menahan perasaan penasaran atas sikap Kimmy. Hari ini, mereka kembali masuk sekolah. Athar tidak sabar untuk bertemu dengan Kimmy.
Tetapi, saat ia melihat Kimmy di lorong sekolah. Lidahnya mendadak kelu untuk membahas mengapa Kimmy berubah sikap kepada dirinya.
Saat Athar menyapa Kimmy, Kimmy yang terlihat biasa saja, menjawab sapa dari Athar, lalu ia langsung berlalu menuju kelasnya.
Athar semakin bingung, rasa penasaran ini tidak dapat ia bendung. Athar pun berinisiatif untuk menunggu Kimmy di depan kelas gadis itu saat pulang sekolah.
Kimmy terlihat grogi saat Athar sudah menunggu dirinya di depan kelas.
"Kim, anterin gue pulang ya, sepeda motor gue lagi di bengkel," Ucap Athar.
Kimmy terlihat bingung akan memilih kata-kata untuk ia sampaikan kepada Athar.
"Kim," Desak Athar.
"Hmmm gue...."
"Please..." Athar terlihat sangat memohon kepada Kimmy.
Kimmy menghela nafas nya dan terpaksa mengangguk.
Athar pun tersenyum lebar, niatnya untuk dapat bersama dengan Kimmy, berjalan dengan lancar. Sebenarnya, sepeda motor Athar tidak sedang dibengkel. Hanya saja, Athar sengaja menyimpan sepeda motornya di dalam garasi dan menumpangi ojek online ke sekolahnya.
"Naik buruan," Ucap Kimmy setelah vespa miliknya berhasil ia nyalakan.
"Ok," Ucap Athar sambil beranjak duduk di boncengan Vespa milik Kimmy.
Kimmy pun mulai menjalankan Vespanya menuju rumah Athar.
Sepanjang perjalanan, tidak ada kata yang terucap dari bibir Kimmy. Mereka berdua bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal.
"Kim, makan bakso dulu yuk, gue laper," Ucap Athar.
"Gue kaga laper," Ucap Kimmy.
"Lu kenapa sih Kim?" Tanya Athar.
Kimmy hanya diam dan terus fokus ke jalanan Ibukota yang sedang ramai lancar.
__ADS_1
"Kim," Panggil Athar lagi.
Kimmy menghentikan Vespanya di pinggir jalan, lalu ia menoleh kebelakang dan menatap Athar yang terlihat kebingungan dengan sikapnya.
"Bawel lu ah !" Ucap Kimmy.
Athar menghela nafas nya dan turun dari boncengan Vespa itu.
"Kim, ada apa sih?" Tanya Athar.
"Gak ada apa-apa Athar, gue cuma lagi males ngomong," Ucap Kimmy.
"Lu lagi PMS ya? galak amat,"
Kimmy menatap Athar yang terlihat panik dengan sikapnya.
"Thar, gue sahabat lu bukan?" Tanya Kimmy.
Athar terdiam saat mendengar pertanyaan Kimmy.
"Thar jawab," Ucap Kimmy.
"I-iya lah..." Jawab Athar.
"Terus maksud lu apa kalau kita berjodoh?" Tanya Kimmy lagi.
"Kapan gue ngomong gitu?" Tanya Athar.
"Waktu itu diparkiran sekolah," Ucap Kimmy.
Athar terdiam membisu.
"Lu suka ya sama gue?" Tanya Kimmy tanpa basa-basi lagi.
Mata Athar terbelalak karena terkejut saat mendengar pertanyaan dari Kimmy.
"Gue...."
"Lu apa?" Tanya Kimmy.
"Gu-gue... Arghhhh...! Ok, gue jujur, gue suka sama lu Kim, gue cinta sama elu dari dulu, dari kita masih sama-sama kecil ! Puas lu?" Ucap Athar dengan air muka yang terlihat emosi.
"Jadi benar? Lu selama ini suka sama gue? Lu gak benar-benar tulus bersahabat dengan gue?" Tanya Kimmy.
"Bukan begitu Kim, gue tulus, tapi gue juga cinta."
Kimmy menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya dengan apa yang Athar katakan.
"Bertahun-tahun gue simpan rasa ini Kim, gue cinta sama lu ! Gue tulus mencintai elu !"
"Tapi Thar..."
"Iya gue tau lu gak ada perasaan sama gue, selain hanya perasaan bersahabat aja. Makanya itu gue tetap berusaha menjadi sahabat elu Kim !"
"Dan jangan kira gue gak cemburu saat lu sama Bang Farhan, hati gue remuk Kim !"
Kimmy tetap terdiam membisu.
"Belakangan ini, gue semakin gila sama lu ! Gue gak tau lagi gimana caranya memendam perasaan ini untuk lu Kim," Ucap Athar dengan air muka yang terlihat menyedihkan dimata Kimmy.
"Gue harus apa?" Tanya Kimmy dengan suara yang nyaris tak terdengar.
"Kim, kalau memang lu sama Bang Farhan tidak ada hubungan. Kita coba yuk Kim, kita coba untuk menjalani hubungan lebih dari sahabat Kim. Gue mohon, belajarlah untuk mencintai gue, gue akan berusaha melakukan apa pun biar lu cinta sama gue," Ucap Athar.
Kimmy tidak tahu lagi akan berkata apa kepada Athar. Ia menyalakan Vespanya lalu ia berlalu dari hadapan Athar tanpa sepatah katapun.
"Kim !" Panggil Athar.
__ADS_1
Kimmy tetap melajukan Vespanya tanpa memperdulikan Athar. Athar tertunduk lesu, ia pun terduduk di tepi trotoar di jalan raya yang sedang ramai itu.
"Kimmy......" Gumam nya dengan hati yang pilu.