
"Ya Allah, aku tahu.. ini semua kehendak Mu. Aku tahu, semua cobaan di dalam hidupku adalah dari Mu. Aku tahu, segala nikmat dan cobaan ini dari Mu. Tetapi ya Allah, izinkan aku berkeluh kesah sekali saja. Selama ini, aku selalu engkau coba. Selalu, engkau perhatikan dan engkau tempa. Tetapi, tahun ini aku merasa begitu berat. Hamba tidak kuat ya Allah...."
Bunda Farah menangis di atas sajadahnya, saat ia baru saja menjalankan sholat Tahajud.
"Hamba mohon ampunan, hamba mohon berikan hamba kekuatan yang lebih banyak lagi ya Allah. Tanpa tangan Mu, Hamba mungkin tidak akan lebih kuat. Sejak remaja, cobaan terus menghampiri hamba. Hamba tahu, ini semua juga karena hamba sendiri. Hamba tahu, ini semua karena perhatian Mu kepada hamba. Maka, hamba mohon berikan kekuatan yang lebih besar lagi,"
Air mata terus bergulir di pipi Bunda Farah. Diantara semua sahabat nya, cobaan Bunda Farah memang lebih banyak. Sejak remaja, ia harus menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Papa nya harus kembali ke Jerman sedangkan Ibu nya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Hal itu membuat Bunda Farah menjadi salah arah. Walaupun dia memiliki sahabat, tetap dirinya membutuhkan penyaluran atas kekecewaan yang ia hadapi saat remaja.
Waktu SMA, Bunda Farah merupakan gadis yang populer. Banyak lelaki yang mengejar cintanya. Saking banyaknya, Bunda Farah kerap menolak banyak lelaki. Akhirnya ia menemukan cinta pertamanya. Sayangnya, cinta pertamanya hanya bertaruh saja dengan kawan-kawan nya untuk mendapatkan cinta Bunda Farah.
Setelah bunda Farah tahu, ia pun merasa kecewa. Terlebih, Bunda Farah sudah menyerahkan keperawanan kepada lelaki itu. Lelaki itu memutuskan hubungan kepadanya saat apa yang ia inginkan sudah lelaki itu dapatkan. Bunda Farah dicampakkan begitu saja, yang membuat bunda Farah frustasi. Tetapi, Bunda Farah masih beruntung, karena ada sahabat yang selalu menghibur dirinya.
Sisi gelap nya itu ia rahasiakan dari para sahabatnya. Ia takut, rahasia sudah tidak perawan itu, akan menjadi omongan atau ledekan oleh para sahabatnya.
Seiring berjalannya waktu, perhatian sahabat-sahabat nya memudar, karena kesibukan masing-masing. Terlebih saat kuliah, mereka mengambil jurusan yang berbeda Walaupun satu kampus, mereka sangat jarang bertemu. Karena jadwal mereka yang berbeda
Akhirnya, Bunda Farah jatuh cinta dengan lelaki seniornya di kampus. Lelaki bermulut manis, bad boy di kampus itu. Lagi-lagi, Bunda Farah salah memilih pasangan. Hal yang sama terjadi, Bunda Farah yang sudah pernah berhubungan suami istri, tergoda dengan nafsu sesaat.
Lelaki yang pintar mengeluarkan kata-kata manis itu, terkejut saat tahu bunda Farah tidak lagi perawan. Alih-alih kecewa dan marah, lelaki itu malah memanfaatkan Bunda Farah. Mereka terus berhubungan suami istri, hingga lelaki itu bosan dan mendapatkan mangsa baru.
Bunda Farah ditinggalkan begitu saja, kata manis lelaki itu yang bersedia "Menerima apa adanya" dan akan menikahi Bunda Farah pun memutuskan hubungan begitu saja dengan kata-kata yang menghina.
__ADS_1
Sejak saat itu, Bunda Farah pun frustasi. Ia terjun ke dunia malam, salah langkah dan menjadi free sex. Bunda Farah sudah tak lagi menghargai dirinya sendiri. Ia benar-benar kecewa dengan keadaan dan lelaki yang hanya ingin tubuhnya saja.
Bunda Farah berhasil lulus kuliah tepat waktu, walaupun ia terseok-seok karena membagi waktu antara dunia malam dan kuliah. Bunda Farah pun berhasil bekerja sebagai sekretaris. Banyak lelaki yang singgah dalam hidupnya.
Hingga suatu saat, ia bekerja dengan Ayah Gunawan dan lagi-lagi hal itu terjadi. Bunda Farah sangat mencintai Ayah Gunawan. Hingga hadirlah Queen dalam hubungan mereka.
Ayah Gunawan yang mempunyai istri pun, mencampakkan Bunda Farah. Bunda Farah harus berjuang sendirian saat ia hamil Queen. Walaupun Ayah Gunawan selalu bertanggung jawab secara finansial, tetapi Bunda Farah tetap merasa kecewa, karena ia tidak di nikahi oleh Ayah Gunawan.
Kehadiran Queen adalah titik balik dalam hidup Bunda Farah. Ia sadar bila dirinya adalah manusia bodoh. Memiliki Queen adalah cobaan sekaligus anugerah bagi Bunda Farah. Saat itu juga ia taubat. Dia tidak mau bertingkah murahan lagi, ia lakukan itu hanya untuk Queen, ratu didalam hidupnya.
Setelah bertahun-tahun hidup sendiri bersama Queen, bunda Farah lagi-lagi salah memilih pasangan. Pernikahannya dengan Ayah Fajar yang tidak bisa menerima masa lalunya pun harus kandas begitu saja. Cobaan demi cobaan terus bergulir. Walaupun akhirnya ia merasakan kebahagiaan setelah bertemu dengan Ayah Andra. Tetapi, cobaan berat kembali menghampiri dirinya saat Athar kecelakaan.
Athar mendengar semua do'a Bunda Farah. Ia merasa benar-benar tidak berguna. Tetapi, ia bertekad untuk sembuh dan menebus segala luka keluarganya atas tragedi yang ia ciptakan sendiri.
....
Hari-hari berlalu, tiba saatnya Farhan kembali ke Belanda. Kimmy yang mengambil cuti dari pekerjaannya pun mengantarkan Farhan ke Bandar udara. Lelaki itu memeluk dan mengusap air mata Kimmy. Segala janji terucap untuk hubungan mereka dan masa depan yang indah. Kimmy percaya, ia menaruh harapan besar kepada Farhan. Terlebih, saat Farhan tinggal bersama dirinya di Jerman, lelaki itu memegang janjinya untuk tidak menyentuh Kimmy sebelum adanya pernikahan diantara mereka. Kimmy percaya, Farhan orang yang selalu tepat janji.
"Kamu baik-baik ya disini, jangan macam-macam loh," Ucap Farhan saat berada di pelukan Kimmy.
"Iya Bang,"
__ADS_1
"Abang janji, akan kembali kesini sebelum ke Jakarta nanti bulan Juni."
Kimmy mengangguk dan melepaskan pelukannya. Ia menatap Farhan dengan seksama. Farhan pun mengecup kening Kimmy dengan lembut.
"Jaga diri,"
"Iya Bang, Abang juga ya..." Ucap Kimmy.
"Pasti," Janji Farhan. Lalu, lelaki itu melepaskan genggaman nya dari tangan Kimmy. Perpisahan itu begitu dramatis. Setelah beberapa minggu mereka bersama, rasa sayang Kimmy pun bertambah untuk Farhan. Kimmy percaya, Farhan lah orang yang tepat untuk pendamping nya dimasa depan.
Farhan melangkah menuju gate keberangkatan. Kimmy melambaikan tangannya untuk Farhan. Berat hati Kimmy melepaskan Farhan saat itu.
Kimmy kembali ke Flat nya. Kini ia merasa kesepian, setelah sudah terbiasa dengan Farhan selama beberapa minggu ini. Kimmy duduk di depan jendela Flat nya. Ia menatap buliran salju yang terjatuh. Kini, ia mulai merindu. Merindu semua orang yang ia rindukan. Merindu masa-masa di Jakarta. Mama, Papa, Adiknya, Farhan dan..... tentu saja Athar.
Kimmy sempat mendengar dari Mama Nia, bila Athar harus duduk di kursi roda. Tepatnya, ia tidak benar-benar tahu keadaan Athar. Hanya saja, konotasi "Duduk di kursi roda" adalah hal yang buruk. Kimmy bertekad ia harus cepat menyelesaikan kuliahnya, agar ia bisa segera kembali ke Indonesia.
Sebenarnya Kimmy bisa saja kembali ke Indonesia saat liburan tiba seperti ini. Tetapi, ia memikirkan biaya. Walaupun ia itu semua tidak menjadi masalah bagi kedua orangtuanya, Kimmy cukup tahu diri. Ia harus menahan itu semua agar tidak memberatkan kedua orangtuanya.
Kimmy merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia meraih ponselnya dan membuka galeri foto yang mencapai ribuan di sana. Ia kembali menatap senyuman orang-orang yang ia cintai di dalam foto-foto yang ia simpan. Kimmy terus menggeser satu persatu foto-foto itu, sampai jarinya berhenti di salah satu foto Athar. Lelaki tampan dan tulus, sahabat terbaiknya yang kini menghilang tanpa kabar.
"Hei, aku rindu..." Gumam Kimmy.
__ADS_1