
"Pak, demi Allah Pak, kami gak ngapa-ngapain Pak !" Kimmy berusaha meyakinkan Bapak Polisi saat dirinya dan Athar sudah berada di Polsek terdekat dari tempat dirinya terpergok oleh Polisi saat Athar berusaha memeluk dirinya.
"Mbak, semua orang yang terciduk saat melakukan hal itu juga mengatakan hal yang sama Mbak. Kami sudah sering mendengar kata-kata "Demi Allah," Padahal sudah jelas mereka melakukannya, bahkan di hotel sekalipun, mereka tetap mengatakan hal itu untuk menyelamatkan diri mereka dengan cara berbohong membawa-bawa nama Allah," Ucap Bapak Polisi dengan wajah yang kesal.
"Kalau mau begituan, nikah dulu. Kalian ini anak muda, harusnya menjadi contoh harga diri adat ketimuran kita ini !" Ucap rekan Bapak Polisi yang satu lagi.
"Nikah?" Gumam Athar.
Athar terdiam beberapa saat, lalu perlahan ia tersenyum jahil.
"Baiklah Pak, dengan senang hati saya akan menghubungi orang tua saya," Ucap Athar.
"Nah begitu dong, jangan berkhilah terus jadi orang. Tunjukan tanggung jawab mu sebagai lelaki," Ucap Bapak Kapolsek.
"Siap Pak !" Ucap Athar dengan bersemangat.
"Thar... apa-apaan sih ! Malu Thar sama orang tua kita. Kan kita gak ngapa-ngapain Thar, harus nya kita bersikukuh untuk membela diri kita, jangan libatkan orang tua Thar please...." Ucap Kimmy sambil memohon kepada Athar.
"Kim, kita harus menerima nasib, maafin gue ya," Ucap Athar sambil merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Bunda Farah.
"Mbak, ayo... hubungi orang tuamu," Ucap Bapak Kapolsek.
Kimmy mewek dan mau tidak mau dia meraih ponselnya dari dalam tas tangan nya. Lalu, ia mencoba menghubungi Mama Nia.
...
Mama Nia dan Bunda Farah yang sedang berbincang, harus menghentikan perbincangan mereka disaat ponsel mereka sama-sama berdering.
"Kimmy," Gumam Mama Nia.
"Athar," Gumam Bunda Farah.
Mereka bergegas menerima panggilan dari anak-anak mereka yang tampak sangat mendesak.
Bunda Farah sengaja keluar dari cafe hanya untuk menerima panggilan dari Athar, sedangkan Mama Nia masih berada di kursinya dan menerima panggilan dari Kimmy.
"Ma, bisa ke Polsek sebentar?" Tanya Kimmy yang terdengar gelisah.
"Kamu kenapa? Ada apa?" Tanya Mama Nia dengan khawatir.
"Ke Polsek aja Ma, nanti Mama juga tahu. Bantuin Kimmy, ini Pak Polisi nya salah paham Ma."
"Salah Paham gimana?"
"Mama kesini saja dulu ya, nanti Kimmy share lokasinya. Pokoknya Mama sama Papa kesini kata Pak Polisi nya," Ucap Kimmy yang semakin panik.
"Ya sudah, Mama kesana sekarang,"
*
__ADS_1
"Halo Thar ada apa?" Tanya Bunda Farah saat menerima panggilan dari Athar.
"Bun, tolong kesini ya, sama Ayah juga,"
"Kemana Thar?" Tanya Bunda Farah.
"Ke Polsek Bun," Ucap Athar.
"Lah, kamu kenapa? Ada masalah Apa?" Tanya Bunda Farah yang terlihat panik.
"Athar mau nikah,"
"APA....! Sama siapa Athar ! Jangan main-main deh kamu ! Bikin Bunda jantungan saja !" Ucap Bunda Farah sambil mondar-mandir di depan cafe milik nya, karena panik.
"Sudah pokoknya langsung kesini saja sama Ayah ya Bun. Jangan lupa bawa penghulu," Ucap Athar sambil tertawa.
"Kamu ini bercanda terus deh Thar ! Gak lucu ah !"
"Ini beneran Bun, duh gimana ya ngasih tahu nya, Athar lagi di Polsek ini."
"Ya sudah, awas kalau kamu ngerjain Bunda ya ! Bunda jewer kamu lihat saja !"
"Iya, ini Athar share lokasinya ya Bun. Buruan kesini," Ucap Athar dan lalu mengakhiri panggilan tersebut.
Bunda Farah terlihat cemas, ia beranjak masuk untuk mengambil tas nya yang berada di atas meja cafe, terlihat Mama Nia juga sedang bersiap-siap untuk pergi.
"Mau kemana lu Nia?"
"Polsek?" Tanya Bunda Farah sambil mengerutkan keningnya.
"Iya, si Kimmy sedang dalam masalah," Ucap Mama Nia.
"Yuk barengan gue aja, pake mobil gue, gue juga mau ke Polsek,"
"Hah? Ngapain?" Tanya Mama Nia yang terkejut mendengar ucapan Bunda Farah.
"Si Athar buat masalah. Entah lah, bawaan nya pengen gue jewer saja anak itu," Ucap Bunda Farah, kesal.
"Polsek mana dulu Far? Gue di sini," Ucap Mama Nia sambil menunjukkan chat share lokasi dari Kimmy.
Bunda Farah memperhatikan lokasi yang Kimmy share, lalu ia mengerutkan keningnya.
"Iya disitu juga si Athar." Celetuk Bunda Farah.
"Hah? Far... jangan-jangan anak kita...."
Bunda Farah menatap Mama Nia dengan wajah yang khawatir.
"Iya.. ayo cepat kesana !" Ucap Bunda Farah sambil menyambar kunci mobilnya.
__ADS_1
....
"Maaf Pak, ada telepon dari Ibu," Ucap salah satu Ajudan Ayah Andra.
"Ada apa?" Tanya Ayah Andra yang sedang berada di ruangan nya.
"Mendesak Pak, Ibu meminta untuk segera berbicara dengan Bapak,"
"Ok, sini ponselnya," Ucap Ayah Andra.
"Halo, Bun.." Sapa Ayah Andra.
"Sayang, sekarang juga susul aku ke Polsek ya,"
"Ada apa? Kamu kenapa?" Tanya Ayah Andra yang terkejut mendengar Bunda Farah yang terdengar panik.
"Si Athar buat masalah sayang... tolong ya, aku akan share lokasinya," Ucap Bunda Farah. Tanpa basa-basi, Bunda Farah mengakhiri panggilan tersebut dan memberikan lokasi Athar kepada Ayah Andra.
Ayah Andra menatap lokasi yang di berikan lewat chat di ponselnya. Ayah Andra pun menghela nafas panjang.
"Anak ini, ada apa lagi sih?" Ucap Ayah Andra sambil beranjak meninggalkan ruangannya.
...
Papa Bobby yang sedang briefing karyawan di restoran nya, sempat mengabaikan panggilan telepon dari Mama Nia. Setelah beberapa kali panggilan, Papa Bobby mulai merasa ada yang aneh. Selama ini, Mama Nia tidak pernah memanggil terus menerus saat Papa Bobby sedang berada di luar rumah.
Papa Bobby langsung meminta waktu kepada para karyawan nya, lalu ia pun menerima panggilan telepon dari Mama Nia.
"Ya sayang?"
"Bob, gawat !"
"Gawat?" Tanya Papa Bobby dengan wajah yang bingung.
"Si Kimmy dan Athar sedang berada di Polsek. Gak tahu masalah Apa. Tapi mereka minta kita datang," Ucap Mama Nia.
"Hah? Polsek mana?" Tanya Papa Bobby dengan panik.
"Aku kirim lokasinya ya lewat pesan," Ucap Mama Nia.
"I-iya, aku menyusul," Ucap Papa Bobby sambil mengakhiri panggilan tersebut.
Papa Bobby kembali menemui para karyawannya dan membubarkan mereka untuk kembali bekerja. Lalu, Papa Bobby bergegas keluar dari restoran nya dan berjalan menuju ke parkiran mobil.
"Duh, ada apa lagi si Kimmy, apa dia berantem sama orang? Mematahkan tangan orang? Menabrak mobil orang lagi atau bagaimana? Ya Allah... ada-ada saja anak itu," Gumam Papa Bobby.
Dreeettt...! Dreeettt..!
Sebuah pesan di terima oleh Papa Bobby.
__ADS_1
Papa Bobby membuka pesan itu dan memperhatikan lokasi yang dibagikan oleh Mama Nia.
"Ya Allah, semoga bukan hal yang buruk," Ucap Papa Bobby sambil menyalakan mesin mobilnya.