
Hal yang paling di tunggu-tunggu oleh sepasang pengantin baru adalah, melewati malam pertama setelah mereka sah secara hukum dan Agama untuk tinggal bersama dan saling bersentuhan atau melakukan apa saja bersama-sama.
Begitupun dengan Athar. Athar yang sedang mengemudi, melirik Kimmy yang duduk di sebelah nya. Kimmy yang masih menggunakan gaun pengantin dan makeup di wajahnya, menatap ke depan memperhatikan kendaraan-kendaraan yang melaju di depan mobil Athar.
Athar menggenggam tangan Kimmy, Kimmy pun tersentak karenanya. Ia menatap Athar yang tersenyum kepada dirinya. Lalu, Kimmy membalas senyuman suaminya itu.
Sebenarnya, Kimmy sangat merasa grogi. Bagaimana pun, hal ini pasti ada didalam cerita hidup dua insan yang baru saja menikah. Tetapi, Kimmy tetap merasa canggung dan panik.
"Kok kamu kayak orang panik gitu sih?" Tanya Athar sambil melirik Kimmy sekali lagi.
"Ng..... nggak kok," Ucap Kimmy. Jantung nya berdegup kencang. Padahal mereka masih berada di dalam mobil dan belum sampai di depan hotel milik Raka.
"Kamu mikirin malam pertama ya?" Tanya Athar sambil tersenyum geli dan mencolek pipi Kimmy yang mulai gelisah.
"Ng...nggak kok," Ucap Kimmy.
"Nggak? Masa gak mikirin malam pertama?" Tanya Athar yang tak percaya dengan jawaban Kimmy.
"Nggak beneran," Ucap Kimmy sambil menghela nafasnya yang terasa sesak.
"Terus?" Tanya Athar penasaran.
"A-aku hanya sedang memikirkan Mama dan Papa yang sedih melepas ku," Ucap Kimmy beralasan.
Athar menghela nafasnya dan kembali menggenggam tangan Kimmy.
"Jangan khawatir ya, aku janji, kita akan sering-sering mengunjungi Mama dan Papa mu. Toh, lusa kita kan pulang ke rumah mu. Sebelum kita pindah ke rumah kita, kan kita tinggal di rumah orang tua kamu," Ucap Athar, mencoba meyakinkan Kimmy, bila semua akan baik-baik saja.
Kimmy hanya mengangguk dan menundukkan wajahnya. Dirinya tidak ingin Athar tahu, bila ia benar-benar merasa gugup pada malam ini.
Mobil yang Athar kendarai sudah sampai di halaman hotel berbintang lima tersebut. Athar dan Kimmy pun langsung disambut oleh pegawai hotel yang sudah dipersiapkan oleh Raka, untuk melayani Kimmy dan Athar saat mereka tiba di hot tersebut.
Senyum dan sapaan ramah menyambut mereka berdua. Beberapa staf hotel membantu Kimmy turun dari dalam mobil itu dan membantu mengangkat gaun nya yang lumayan berat.
"Duh, kenapa gak gue ganti dulu tadi disana ya," Gumam Kimmy yang merasa malu saat menjadi pusat perhatian beberapa tamu disana. Tatapan mereka seakan-akan mengatakan, mereka tahu apa yang akan Kimmy dan Athar lakukan di hotel tersebut, karena Kimmy masih memakai gaun pengantin.
Beberapa orang tersenyum kagum dan curiga, bahwa sepasang pengantin ini akan melewati malam dengan bersenang-senang di dalam kamar termahal di hotel tersebut.
__ADS_1
Kimmy hanya bisa menundukkan wajahnya dan berjalan mengikuti langkah kaki Athar yang menggandeng tangan nya.
Mereka berdua pun memasuki lift hingga sampai di lantai kamar mereka. Lalu, mereka berdua pun berjalan mengikuti staf yang mengantarkan mereka hingga kedepan pintu kamar yang akan mereka tempati.
Seorang staf membukakan pintu kamar Presidential suite yang sudah disiapkan untuk mereka berdua. Setelah staf hotel menaruh koper milik Kimmy dan Athar, mereka pun meninggalkan Kimmy dan Athar berdua di kamar idaman semua para tamu di hotel tersebut.
Athar membuka Jas nya dan menaruh nya di atas sofa berwarna emas, yang ada dalam kamar tersebut. Lalu, ia menatap Kimmy yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar tersebut.
"Kamu mau mandi? Aku siapkan ya baju tidur nya," Ucap Athar sambil beranjak menuju koper Kimmy yang terletak tak jauh dari Kimmy yang sedang berdiri mematung.
"Gak! Gak usah! Biar aku sendiri yang ambil," Ucap Kimmy dengan panik. Ia pun langsung berlari dan mengamankan koper nya.
Athar mengangkat kedua alisnya dan menatap Kimmy dengan wajah yang bingung.
"Kamu kenapa?" Tanya Athar.
"Gak, gak apa-apa," Sahut Kimmy sambil tersenyum canggung.
"Oh, ya sudah. Kalau begitu aku duluan yang mandi ya," Ucap Athar sambil membuka koper nya dan mempersiapkan piyamanya.
Athar pun berjalan menuju ke kamar mandi, Kimmy pun dapat bernafas lega. Ia bergegas mengecek Athar yang sudah masuk kedalam kamar mandi, dengan cepat ia pun membongkar koper nya dan mencari baju tidur miliknya.
Kimmy pun mempersiapkan pakaian dalam yang terbaik yang ia punya. Lalu, ia menggulung nya di dalam lipatan piyama miliknya yang akan ia pakai setelah mandi nanti.
Kimmy pun beranjak menuju ke jendela kamar hotel itu, ia menatap gemerlap lampu yang terhampar dibawah sana, yang terlihat begitu indah dari ketinggian lantai sebelas itu. Ia menghela nafas berat dan mencoba meyakinkan dirinya sendiri, bahwa ia mampu melewati malam ini dengan sukses bersama dengan Athar.
Beberapa menit kemudian, Athar pun muncul dengan handuk yang terbelit di pinggang nya yang ramping. Otot perut nya yang begitu menggoda pun tak luput dari tatapan Kimmy yang baru saja menoleh kearah nya.
Kimmy pun langsung menundukkan pandangan nya dan bergegas menyambar piyama yang sudah ia persiapkan. Lalu, Kimmy pun beranjak menuju ke kamar mandi dan melewati Athar begitu saja.
Athar hanya mampu menatap Kimmy sambil mengeringkan rambutnya. Sikap aneh Kimmy semakin membuat Athar geli dan tertawa sendiri.
Dengan berhati-hati, Kimmy pun melangkah masuk ke kamar mandi, tetapi, gaun nya yang berat dan kembang di bagian rok nya pun membuat Kimmy sulit melewati pintu kamar mandi. Ia pun dengan putus asa menarik rok gaun nya.
Athar yang melihat itu pun, bergegas untuk membantu Kimmy. Tetapi, tampaknya Kimmy merasa takut saat Athar menghampiri dirinya.
"Mau ngapain?" Tanya Kimmy dengan wajah yang cemas.
__ADS_1
"Ma-mau bantu," Ucap Athar yang tercengang melihat ekspresi wajah Kimmy.
"Aku bisa sendiri," Ucap Kimmy sambil terus menarik rok nya masuk kedalam kamar mandi.
Saking takutnya, Kimmy pun menarik rok nya dengan sekuat tenaga, saat itu juga dirinya oleng dan hampir saja terjatuh. Saat itu juga Athar mencoba menarik tubuh Kimmy, tetapi sudah terlambat, Kimmy sudah terlalu condong dan Athar pun terjerat di ujung rok gaun Kimmy.
Athar terjatuh tepat di atas tubuh Kimmy. Sedangkan Kimmy terbaring di lantai dengan posisi terlentang. Ia menatap kedua mata Athar yang terlihat sangat menghawatirkan dirinya.
"Maaf, Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Athar yang kini mulai merasa kikuk.
"Gak apa-apa," Ucap Kimmy.
Athar beranjak dari atas Kimmy dan membantu istrinya itu untuk berdiri.
"Mau di bantu membuka gaun nya?" Tanya Athar.
"Eng-enggak..," Ucap Kimmy sambil memalingkan wajahnya.
"Nanti kamu kesulitan loh."
"Eng-enggak.. Athar... handuk kamu.." Ucap Kimmy sambil memunggungi Athar.
"Kenapa?" Tanya Athar sambil melihat ke tubuh bagian bawahnya.
"Astaga!" Ucap Athar. Ia langsung mencari handuk nya yang terlepas sambil menutupi bagian tubuhnya yang sudah sempat terlihat oleh Kimmy.
"Handuk ku mana...! Mana handuk nya!" Ucap Athar dengan panik.
"Udah sana keluar... Pakai baju mu!" Teriak Kimmy sambil menutupi matanya.
"Ah, iya.." Athar berbalik badan dan menemukan handuk nya yang terlepas di depan pintu kamar mandi, saat ia mencoba untuk menahan tubuh Kimmy tadi saat istrinya itu terjatuh. Athar langsung menyambar handuk itu dan berlari ke arah ranjang untuk memakai piyama yang sudah ia persiapkan.
Perlahan, Kimmy membuka kedua matanya dan menoleh kebelakang, untuk memastikan bila Athar sudah tidak lagi berada di depan nya.
Dengan cepat, Kimmy pun menutup pintu kamar mandi dan bersender di daun pintu kamar mandi itu.
"Ya ampun.. jadi begitu bentuk real nya? Kok serem...? " Gumam Kimmy sambil menepuk-nepuk dadanya, mencoba meredam detak jantung nya yang terasa berpacu dengan nafasnya yang memburu.
__ADS_1