
Queen yang sedang terlibat pembicaraan yang begitu seru dengan Raka, tertegun saat melihat seseorang yang ia kenal berada di restoran yang sama dengan dirinya. Ia mengerutkan keningnya dan mengabaikan Raka yang sedang berbincang dengannya.
Menyadari Queen mengacuhkan dirinya, Raka pun menyapa Queen yang fokus melihat seorang pria yang duduk beberapa meter dari dirinya.
"Queen, ada apa?" Tanya Raka sambil melambaikan tangan nya dihadapan Queen.
Queen mengerjapkan kedua matanya dan menatap Raka dengan wajah yang serius.
"Itu kayaknya pacar aku deh," Ucap Queen sambil kembali memperhatikan pria yang terlihat tertawa lepas dari kejauhan bersama empat orang lain nya. dua perempuan dan dua laki-laki.
Hanya saja yang membuat wajah Queen terlihat serius adalah, salah satu wanita duduk disamping Ricky yang terlihat sangat akrab dengan wanita itu.
"Mana?" Tanya Raka sambil menoleh kearah tatapan mata Queen.
"Yang pakai kemeja ungu?" Tanya Raka.
"Iya," Ucap Queen sambil terus menatap Ricky.
"Ganteng," Ucap Raka sambil kembali menoleh kepada Queen.
"Apa dia selingkuh ya?"
Raka menatap Queen dengan seksama. Ia baru menyadari bila gadis dihadapannya itu sedang merasa curiga dengan kekasihnya.
"Cuma teman kali, kita juga teman, tapi diner berdua," Ungkap Raka.
Queen menatap Raka dan menundukkan pandangan nya.
"Kalau kamu curiga, samperin saja. Aku juga ingin kenal dengan kekasih kamu," Sambung Raka.
Queen mengigit sudut bibirnya dan mengangguk pelan. Lalu, ia beranjak dari duduk nya dan mencoba menghampiri Ricky yang tidak menyadari kehadiran Queen disana.
Belum sampai Queen di meja Ricky, seorang lelaki datang menghampiri Ricky. Dengan gembira Ricky menyambut lelaki tampan bertubuh atletis dengan tinggi badan rata-rata lelaki pada umum nya. yang baru saja datang.
"Hai baby...!" Ucap lelaki itu.
Sontak saja, Queen merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Hai, honey..!" Seru Ricky sambil beranjak dari duduknya dan mencium kedua pipi pria itu.
"Astaghfirullah !" Gumam Queen, jantung nya berdegup kencang saat melihat apa yang ada di depan nya.
"Duduk disini honey," Ucap Ricky dengan gaya nya yang manja.
Lelaki itu duduk di samping Ricky, sedangkan wanita yang tadi duduk disamping Ricky beranjak dari samping kekasih Queen itu dan membiarkan lelaki yang baru saja datang menggantikan posisinya.
Tanpa ragu, Ricky menggandeng lengan lelaki itu dan merebahkan kepalanya di pundak lelaki itu. Saat itu juga ia tertegun saat matanya menatap Queen yang sedang terperangah menatap dirinya.
Ricky langsung melepaskan tangan nya dari lengan lelaki itu dan beranjak bangkit dari kursinya.
"Queen!" Serunya dengan wajah yang sangat terkejut.
Raka yang sejak tadi memperhatikan mereka pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
__ADS_1
"Ka-kamu?" Ucap Queen.
"Queen aku bisa jelaskan!" Ucap Ricky sambil mengejar Queen yang berlari dari hadapan nya.
Raka yang menyadari Queen pergi dari restoran itu pun ikut beranjak dan mengejar gadis itu.
"Queen!" Panggil Ricky saat Queen dengan terburu-buru menekan tombol lift.
Air mata mengalir di pipi Queen yang lembut dan halus. Ia tidak bisa mengelak lagi saat Ricky menarik lengan nya.
"Queen, aku bisa menjelaskan Queen," Ucap Ricky dengan wajah memohon.
"Jelaskan apa lagi Ky? Semua sudah jelas..!" Ucap Queen sambil mencoba melepaskan tangan nya dari cengkeraman tangan Ricky.
"Queen... maafkan aku," Ucap lelaki itu sambil berlutut di kaki Queen.
Queen tertegun dan menatap Ricky yang menangis seperti seorang bocah.
"Jadi selama ini kamu hanya berpura-pura kepadaku?" Tanya Queen dengan suara yang bergetar.
"Aku minta maaf Queen, bukan maksudku untuk mempermainkan kamu..."
"Lalu apa? Aku tahu, pasti kamu memanfaatkan aku yang sudah telat menikah untuk menjadi istri mu, untuk menutupi segala kebohongan kamu di depan keluargamu kan? Jawab !"
Ricky menangis tersedu-sedu, ia memeluk kedua kaki Queen dengan erat.
Raka pun datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Lelaki itu tertegun dengan apa yang sedang ia saksikan.
"Aku minta maaf Queen..., aku terus ditanya kapan menikah. Aku frustasi, hingga akhirnya aku meminta pertolongan Kimmy untuk menjodohkan aku dengan seorang gadis. Tanpa aku sangka, orang itu adalah kamu. Aku pikir kita sudah kenal sejak dulu dan kini bertemu kembali. Aku merasa nyaman dengan kamu Queen. Aku berpikir, setelah kita menikah, mungkin kamu akan mengerti keadaan ku dan aku akan membebaskan kamu dengan siapa saja asal kamu tetap menjadi istri ku Queen..."
Queen terperangah mendengar penjelasan Ricky.
"Aku akan mengerti kamu bilang? KAMU JAHAT, KAMU BERNIAT MENJEBAK KU DALAM PERNIKAHAN YANG TERKUTUK! PAHAM KAMU..!" Ucap Queen yang terlihat sangat emosi.
"Queen aku mohon... tetap lah bersama ku... bantu aku Queen."
Queen mengusap air matanya, ia melepaskan tangan Ricky dari kedua kakinya dan beranjak kedalam lift yang baru saja terbuka.
"Queen..!" Jerit Ricky.
Saat pintu lift akan tertutup, Raka menerobos masuk dan menatap Queen yang terlihat kecewa dengan segala yang terjadi.
Dengan cepat dan tanpa berkata-kata, Raka menarik tangan Queen, hingga Queen terjatuh ke pelukan nya. Raka melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang ramping Queen.
Queen terkejut dan menatap Raka dengan lekat.
"Menangis lah di pelukan ku," Ucap Raka dengan wajahnya yang begitu prihatin dengan apa yang sedang menimpa Queen.
Queen kembali menangis, ia membalas pelukan Raka, lalu ia menangis di dada bidang lelaki itu.
.....
Kimmy tersenyum sendiri dan mengangkat tangan nya tinggi-tinggi. Ia memperhatikan cincin lamaran dari Athar yang tampak berkilau dan terlihat sangat cantik di jari manisnya.
__ADS_1
Kimmy kembali mengingat momen bahagia dirinya dan Athar saat di warung bakso. Terlebih saat Athar mengantarkan dirinya pulang.
"Terima kasih ya," Ucap Kimmy sambil membuka safety belt nya.
"Gitu doang?" Tanya Athar dengan wajah konyolnya.
"Lah terus mau gimana?" Tanya Kimmy dengan wajah lugunya.
Athar melepaskan safety belt nya dan mengusap pipi Kimmy dengan lembut.
"Tahu gak?"
"Enggak," Sahut Kimmy.
Athar tersenyum kecil sambil menundukkan wajahnya.
"Apaan?" Desak Kimmy.
"Makanya di dengar dulu sayang ku," Ucap Athar sambil mengecup kening Kimmy.
Kimmy menahan nafasnya dan menatap wajah Athar yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Aku bahagia, aku merasa keajaiban itu memang selalu ada. Setelah sekian tahun, akhirnya kesabaran aku mendapatkan hasil nya. Kamu sekarang jadi kekasih ku."
Kimmy tersenyum dan menundukkan pandangan nya.
"Kimmy,"
"Ya?" Kimmy kembali menatap Athar dengan seksama.
"Aku tidak akan berjanji apa pun kepada kamu. Tetapi, aku hanya bisa berjanji kepada diri sendiri, untuk tetap setia denganmu hingga maut memisahkan," Ucap Athar dengan bersungguh-sungguh.
Perlahan, Athar mendekat dan terus mendekat hingga hembusan nafasnya dapat Kimmy rasakan. Kimmy terpaku, ia membisu. Otak dan hatinya sedang berperang untuk menyambut atau menolak bibir Athar yang diam-diam sangat ia rindukan.
"Hmmm, Athar. Aku masuk dulu ya," Ucap Kimmy seraya menghindar dan bersiap-siap turun dari mobil itu.
Athar menghela nafasnya dan mencoba tersenyum.
"Ng... aku antaran sampai kedalam ya.."
"Tidak usah, sampai jumpa besok," Ucap Kimmy sambil tersenyum manis kepada Athar.
Athar membalas senyuman Kimmy dan membiarkan gadis pujaan nya itu keluar dari mobilnya.
"Bye..!" Ucap Kimmy sambil melambaikan tangannya.
"Bye," Sahut Athar dengan lesu dan membalas lambaian tangan Kimmy.
Kimmy pun Beranjak masuk ke halaman rumah nya. Athar hanya bisa menatap Kimmy yang terlihat berat meninggalkan dirinya.
"Sabar Thar sabar..." Gumam Athar sambil mengusap dadanya dengan wajah yang nelangsa.
Kimmy tersenyum dan memeluk guling nya. Lalu, ia memejamkan kedua matanya dan berusaha tertidur dan memimpikan Athar, sahabat yang telah membuat dirinya jatuh cinta lagi.
__ADS_1