
"Athar," Panggil Queen saat Athar sedang asik berbincang dengan Raka di dalam ruangan kerja Queen.
"Ya kak?"
"Mau liat Kimmy?" Tanya Queen dengan mata berbinar.
"Mana? Mau dong," Ucap nya sambil bergegas menghampiri Queen yang berdiri di ambang pintu ruangan itu.
"Eh, sebentar ya Raka," Ucap Queen.
Raka hanya tersenyum dan mengangguk.
Setelah Athar dan Queen pergi ke kamar Pas, Raka pun mulai menatap gaun pengantin milik Queen yang terpajang di manekin. Ia beranjak dari duduknya dan menghampiri gaun indah bertabur butiran batu kristal itu.
Ia menyentuh gaun itu, lalu tersenyum sendiri. Raka mulai berfantasi, bila Queen mengenakan gaun pengantin tersebut. Lalu, ia sebagai mempelai Pria nya dan mereka pun bersanding di pelaminan.
"Ahhhh...! Pikiran apa ini? Belum tentu juga dia mau menikah sama gue," Gumam Raka.
Lalu, lelaki itu kembali duduk di sofa dan menunggu Queen kembali ke ruangan itu.
...
Athar melangkah masuk ke ruangan dimana Kimmy sedang menunggunya. Ruangan bernuansa putih dengan kaca dibelakang panggung kecil yang tingginya hanya dua puluh senti dari lantai.
Di atas panggung itu, Kimmy berdiri. Gadis cantik itu sudah memakai gaun yang di rancang oleh Queen. Athar terpesona hingga tak mampu berkata-kata saat melihat Kimmy. Sedangkan Kimmy, tersenyum kepadanya dengan pipi yang merona merah.
"Bagaimana?" Tanya Queen saat ia melihat reaksi adik nya itu.
"Perfect," Ucap Athar tanpa menoleh kepada Queen. Matanya terus tertuju kepada calon istri cantik nya itu.
"Ya sudah, kakak tinggal dulu ya. Kalau mau di buka, ada asisten kakak yang akan membantu Kimmy."
"Iya kak," Ucap Kimmy.
Queen pun melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
Athar menghampiri Kimmy sambil terus menatap kedua mata kekasihnya itu. Setelah Athar berada di panggung kecil itu, ia pun memeluk pinggang ramping Kimmy dengan sebelah tangannya. Sedangkan tangan kirinya mencoba menyibak rambut Kimmy yang menutupi dahi gadis itu.
"Sangat cantik," Ucap Athar.
"Gaun nya?"
"Apa saja yang ada di dirimu, apa saja yang kamu pakai dan apa saja tentang kamu," Ucap Athar.
Kimmy tersipu malu, ia pun menundukkan wajahnya.
"Kim, tinggal menghitung hari. Aku harap semua akan berjalan dengan lancar. Aku ingin melihat mu di samping ku nanti dengan gaun ini," Ucap Athar.
Kimmy mengangkat wajahnya dan menatap kedua mata Athar yang berbinar bahagia.
"Gak nyangka ya, kita kecilnya bersama-sama. Eh, ternyata kita berjodoh," Ucap Kimmy sambil mengulum senyumnya.
"Asik kan? Gak perlu repot-repot mencari yang jauh-jauh," Ucap Athar sambil tertawa lebar.
Athar membelai rambut Kimmy dan menjatuhkan tangan nya di leher belakang Kimmy. Lalu, ia menarik pinggang gadis itu dengan lembut, agar merapat ke tubuhnya.
"Aku sudah tidak sabar, memulai hidup sebagai suami dari seorang Kimmy," Bisik Athar.
Kimmy kembali tersenyum, ia mengangkat wajahnya dan memandangi wajah calon suaminya itu.
"Aku juga, aku tidak sabar untuk hidup dengan kamu seumur hidup ku."
Athar tersenyum mendengar kata-kata Kimmy, lalu ia mengecup bibir Kimmy dengan lembut. Kedua insan itu memejamkan mata, menikmati momen romantis yang tercipta di ruangan itu.
__ADS_1
"Hmppppph...! Athar..."
Kimmy mendorong pelan dada Athar yang tidak mau berhenti mencium bibirnya.
"Ya?"
"Sudah, nanti...."
"Ah, iya sorry.." Ucap Athar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu, ia terlihat salah tingkah dan pipinya pun memerah.
"Hmmmm... aku ganti baju dulu ya," Ucap Kimmy.
Athar hanya mengangguk dan bergegas turun dari panggung kecil itu.
"Aku tunggu di ruangan kakak Queen ya,"
"Iya.." Sahut Kimmy sambil tersenyum simpul.
Athar pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan Queen.
"Bagaimana? sudah?" Tanya Queen saat melihat Athar masuk kedalam ruangan nya.
"Sudah, Kimmy sedang berganti pakaian," Ucap Athar.
"Oh, bagus kan?" Tanya Queen lagi.
"Sangat bagus kak, terima kasih banyak."
Queen tersenyum puas, ia pun mengangguk dan meminta Athar untuk duduk disampingnya.
Tak lama kemudian, Kimmy pun menyusul keruangan itu.
"Kak, terima kasih untuk gaun yang indah itu ya kak," Ucap Kimmy dengan wajah haru.
"Sama-sama Kim, kakak tidak bisa memberikan kamu apa-apa. Yah, paking kakak hanya bisa memberikan gaun itu untuk kamu. Semoga kamu suka ya," Ucap Queen.
Queen tersenyum mendengar ucapan Kimmy. Lalu, ia pun memeluk calon adik iparnya itu.
"Kakak bahagia kalau kamu dan Athar bahagia," Ucap Queen dengan tulus.
Keduanya pun tersenyum, lalu mereka kembali duduk bersama di ruangan itu.
"Jadi, Mas Raka bekerja dimana?" Tanya Athar melanjutkan perbincangan dirinya dengan Raka.
"Hmmm, saya mempunyai usaha,"
"Usaha apa Mas?" Tanya Athar penasaran.
"Hotel," Ucap Raka dengan malu-malu.
Queen mengerutkan keningnya dan menatap Raka dengan seksama.
"Wow, hebat Mas. Hotel apa?" Tanya Athar lagi.
"Hotel X."
"Hotel X?" Tanya Queen dengan wajah tang tak percaya.
Raka tersenyum dan mengangguk pelan.
"Hotel itu milik kamu? Tanya Queen lagi.
"Iya..."
__ADS_1
"Astaga....!" Ucap Queen sambil menggelengkan kepalanya, tak percaya.
"Kenapa kak?" Tanya Athar yang merasa bingung dengan sikap Queen.
"Ah, enggak, gak ada apa-apa," Ucap Queen sambil memijat pelipisnya.
"Oh, hmmm.. kayak nya kami pamit dulu, masih banyak yang mau di lakukan. Terima kasih banyak ya kak," Ucap Athar sambil beranjak dari duduknya.
"Sama-sama ya Thar, kalian hati-hati ya,"
Queen memeluk Athar dan mengusap punggung adik nya itu dengan lembut.
"Kak, pamit ya," Ucap Kimmy yang ikut beranjak dari duduknya.
Queen melepaskan pelukannya dari Athar dan kini memeluk calon adik iparnya itu.
"Terima kasih ya kak," Ucap Kimmy yang memeluk Queen dengan erat.
"Iya, kamu hati-hati ya..."
"Iya kak," Sahut Kimmy.
"Mas, kita tinggal dulu ya," Ucap Athar dan Kimmy.
"Eh, iya... hati-hati ya," Sahut Raka sambil menjabat tangan Athar dan Kimmy.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam.." Sahut Raka dan Queen.
Setelah Athar dan Kimmy meninggalkan ruangan itu, Queen dan Raka mulai terlihat canggung kembali. Mereka terlihat bingung dengan apa yang akan mereka perbincangkan.
"Hmmm.. jadi kita makan siang?" Tanya Raka.
"Sudah sore,"
"Kalau begitu, jadi kita makan malam?" Tanya Raka lagi.
Queen menatap lelaki itu dengan seksama, lalu ia tertawa kecil dan kemudian menundukkan wajahnya.
"Kok ketawa?" Tanya Raka dengan wajah polosnya.
"Kamu lucu, hmmmm.. ya.. gitu.."
"Kok lucu?" Tanya Raka lagi.
Queen kembali menatap Raka, ia mulai tertawa geli. Melihat hal itu, tentu saja Raka ikut tertawa, tetapi tidak tahu apa yang sedang mereka tertawa kan.
"Ah, apa pun itu, mau makan siang atau malam, atau pun makan sore. Ayo kita pergi, aku pun lagi pusing dan butuh teman bicara," Ucap Queen sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri meja kerjanya. Lalu, ia menyambar tas tangan nya dan blazer milik nya.
"Ayo," Ucap Queen dengan wajah yang terlihat bersemangat.
Raka beranjak dari duduknya dan menatap gadis itu dengan senyum di wajahnya.
"Ayo kita makan sore," Ucap nya sambil menggandeng tangan Queen.
Queen merapatkan bibirnya dan mengangkat kedua alisnya.
"Raka kamu lucu," Batin nya.
Diam-diam Queen tersenyum saat memandang tangan nya yang di gandeng oleh Raka yang sedang berjalan di depannya.
"Tuhan, semoga dia memang jawaban dari segala doa ku selama ini." Batin Queen yang terus tersenyum saat melintas di depan para karyawan nya yang sedang menatap dirinya dan Raka yang bergandengan tangan.
__ADS_1
"Boss sedang jatuh cinta, saat yang tepat untuk minta naik gaji," Ucap seorang karyawan kepada sesama karyawan lain nya.
Mereka pun tertawa kecil dan ikut merasakan kebahagian saat melihat Queen tersenyum bahagia seperti itu. Selama ini, mereka belum pernah melihat Queen tersenyum seperti itu. Hanya baru kali ini saja dan ini lah yang pertama bagi mereka semua.