Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
85# Rencana keluarga Athar


__ADS_3

Malam semakin larut, Tante Rara sudah tertidur karena kelelahan. Bunda Farah dan Mama Nia beserta keluarga berniat untuk pulang kerumah. Mama Nia dan Bunda Farah beserta keluarga mereka menemui Farhan yang masih berada di ruang keluarga bersama Kimmy.


"Kimmy, ayo kita pulang," Ucap Papa Bobby.


Kimmy mengangguk dan menuruti ucapan Papanya itu. Kimmy berpamitan kepada Farhan, saat Farhan akan memeluk Kimmy, Papa Bobby pun berdehem untuk memperingati Farhan agar tidak memeluk anak gadis nya.


Farhan menatap Papa Bobby yang tersenyum tipis kepada dirinya. Farhan pun mengurungkan niatnya untuk memeluk Kimmy.


Athar yang menyaksikan itu, dapat bernafas lega. Sebenarnya ia juga khawatir bila calon istrinya itu di peluk oleh Farhan.


Kimmy memang belum mengatakan bila ia dipaksa menikah dengan Athar. Karena saat ini Farhan sedang berduka. Kimmy tidak tega bila menambah duka Farhan dengan kabar yang buruk tentang harus berakhirnya kisah asmara mereka berdua.


Farhan yang tidak berbicara lagi dengan Athar, melirik Athar dengan tajam. Lelaki itu masih terbayang betapa lancangnya Athar yang sudah berani mencium Kimmy didepan matanya sendiri.


Setelah berpamitan, mereka pun pulang kerumah masing-masing. Walaupun sudah larut, Bunda Farah, Ayah Andra dan Athar menyempatkan diri untuk berkumpul di ruang keluarga setelah mereka mandi.


"Bunda mau bicara, nanti kita berkumpul di ruang keluarga. Setelah kita mandi," Pesan Bunda Farah.


Setelah Ayah Andra bergabung dengan mereka di ruang keluarga, Bunda Farah pun mulai bercerita tentang curahan hati Tante Rara kepadanya. Walaupun Tante Rara sudah berpesan jangan bilang dengan siapa-siapa, tetapi Bunda Farah tidak tahan untuk tidak bercerita kepada keluarganya. Hal itu di dorong rasa penasaran dan curiga Bunda Farah kepada Farhan yang memang melakukan hal yang tidak baik kepada Vania.


Ayah Andra dan Athar tampak terkejut, saat mendengar misteri kepergian Om Fathur yang begitu mendadak. Mereka pun mulai berpikir Farhan lah biang kerok dari semua yang terjadi. Bahkan, mereka berniat esok hari akan menjenguk Tante Naya yang sedang diopname di rumah sakit.


Mereka orang-orang cerdas, terutama Ayah andra, berpikir bila Vania tidak sepenuhnya bersalah dan menyayangkan sikap Tante Rara yang begitu membela anak nya, Farhan.


"Kita, sebagai orang tua, setelah mendengar suatu keburukan tentang anak kita, baik nya kita berkaca dan bertanya dengan anak kita secara baik-baik. Kita juga sebagai orang tua, harus nya paham, kita sudah lama hidup dan kita sudah tidak bisa didustai oleh anak-anak. Sayang sekali bila Rara tidak berpikir sehat dan terlalu membela anaknya. Seakan-akan anak nya tidak tercela sedikitpun dan yang salah hanya anak orang saja," Ucap Ayah Andra setelah mendengar cerita tentang Farhan dari Bunda Farah.

__ADS_1


"Didikan yang salah juga dapat membuat anak kita menjadi pengecut dan tidak berani mengakui kesalahan. Jadi, anak terbiasa berbohong, karena menganggap orang tuanya sangat gampang dibohongi." Sambung Ayah Andra.


"Terus, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bunda Farah.


"Keluarga Kimmy harus tahu," Ucap Ayah Andra.


"Tetapi aku sudah berjanji untuk tidak mengatakannya kepada Nia," Ucap Bunda Farah.


Ayah Andra menghela nafasnya, ia paham bila Bunda Farah tidak akan mungkin mau mengatakan itu semua kepada keluarga Kimmy.


"Ya, terpaksa kebenarannya harus kita cari. Agar Kimmy punya alasan untuk TIDAK akan menikahi Farhan. Walaupun keluarga Kimmy sudah deal akan menikahi Kimmy dengan Athar. Tetapi, kita sama-sama tahu, Kimmy belum setuju dengan pernikahan itu. Yang harus kita lakukan saat ini adalah, terpaksa harus memberikan Kimmy kenyataan pahit itu. Agar Kimmy berpikir rasional dan dengan senang hati menikah dengan Athar," Ucap Ayah Andra.


"Bagaimana caranya Yah?" Tanya Athar.


"Caranya kalian harus bekerja keras mencari fakta. Cara pertama yang harus kalian lakukan adalah menemui Vania. melakukan pendekatan dengan gadis itu. Mengajak nya berbicara lalu membujuknya untuk jujur dengan masalahnya. Sebenarnya kasihan gadis itu, Ayah yakin saat ini ia sangat tertekan. Setelah Mamanya masuk ICU, kini Rara menganggap kematian Fathur karena ulah Vania. Ayah yakin anak itu sedang terpuruk saat ini. Temui dia sebelum dia berpikir yang aneh-aneh," Ucap Ayah Andra.


Bunda Farah dan Athar saling bertatapan. Mereka berdua juga merasa iba dengan Vania.


"Bantu juga Vania untuk bangkit dari masalah ini dan jujur kepada orang tuanya. Ayah yakin, Naya stroke pasti karena ulah Vania juga," Ucap Ayah Andra.


"Baik Ayah, Athar akan lakukan itu semua. Di bantu oleh Bunda," Ucap Athar.


Bunda Farah mengangguk dengan penuh semangat.


"Good, kita bukan menjatuhkan lawan dengan cara licik. Hanya saja, mencari fakta untuk Kimmy, itu salah satu cara menolong Kimmy dari jebakan hidup yang bagai neraka nantinya. Selain itu, kita juga bisa membantu Vania, bila memang semua itu buka fitnah belaka," Ucap Ayah Andra.

__ADS_1


"Baik Ayah," Ucap Athar dengan bersemangat.


....


Kimmy merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia baru saja selesai membilas tubuhnya dan bersiap-siap untuk tidur, karena esok ia akan bekerja. Tetapi, kedua matanya seolah menolak untuk beristirahat.


Kimmy memeluk guling dan meringkuk di atas ranjang itu. Ia merenungi kejadian yang ia hadapi tadi siang karena ulah Athar. Karena itu semua, terungkap bila Papanya tidak pernah setuju dirinya menikahi Farhan.


Kimmy paham, mengapa Papa Bobby kurang setuju bila dirinya menikahi Farhan. Lelaki itu memang tidak pernah berpikir panjang. Farhan memang salah mengambil alih acara keluarganya hanya untuk melamar dirinya di tengah keramaian. Tetapi, bagaimana semua itu harus di putuskan begitu saja? Sedangkan ia sudah menerima lamaran Farhan.


Kimmy menghela nafasnya dalam-dalam, walaupun Farhan sudah bersikap kasar kepada dirinya, ia tetap merasa tidak tega untuk memutuskan hubungan dengan lelaki itu.


Kimmy bukan bodoh, hanya saja ia terlalu baik. Ia tidak tega memutuskan hubungan yang sudah empat tahun lebih ia jalani dengan Farhan, harus berakhir tanpa alasan yang tepat. Lagi pula, perlahan Kimmy mulai merasakan bila rasa cinta nya dengan Farhan mulai memudar. Itu semua karena sikap lelaki itu yang kadang tidak terkendali. Kini, Kimmy dihadapi dengan dilema.


Kimmy menyentuh bibirnya saat mengingat Athar mencium bibirnya di depan Farhan. Rasa itu begitu hangat dan penuh perasaan dari Athar. Ia tidak pernah menyangka, bila ciuman pertamanya adalah milik sahabatnya yang ia kenal sejak bayi.


Kimmy menatap langit-langit kamarnya, ia terus menyentuh bibirnya dengan lembut. Mencoba merasakan kembali ciuman pertama itu.


"Ternyata begini rasanya ciuman," Ucap Kimmy.


Bayangan Athar saat mencium bibirnya terus menari di pelupuk matanya. Kimmy mencoba mengusir bayangan itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Masa gara-gara di cium gue langsung jatuh cinta sama itu orang. Ih.. jijik banget." Gumam Kimmy.


"Tapi, apakah gue memang sudah jatuh cinta sama dia ya? Sejak kapan?" Gumam Kimmy lagi.

__ADS_1


"Arghhhhh...! Gue jadi gak bisa tidur kan ! Dasar Athar kupret..! Kurang ajar ! Kutu air ! Laki-laki tengil tak beradap ! Seenak nya aja main sosor! Awas kalau ketemu ! Gue karetin itu bibir !" Ucap Kimmy sambil memukul-mukul bantalnya.


__ADS_2