Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
55# Dasar gila !


__ADS_3

"Loh, Kiki nya mana?" Tanya Bunda Farah saat dirinya dan Kimmy menyusul Athar ke ruang keluarga.


"Oh, dia buru-buru pulang Bun, ada urusan yang itu," Ucap Athar sambil mematikan televisi dan menatap Bunda Farah.


"Yang itu?" Tanya Bunda Farah.


Athar menghela nafasnya dan menatap Bunda Farah.


"Iya, masalah foto," Ucap Athar yang enggak membicarakan hal itu secara spesifik karena ada Kimmy di antara dirinya dan Bunda Farah.


"Oh..." Bunda Farah hanya mengangguk dan beranjak duduk di sofa bersama Kimmy di ruang keluarga itu.


Kimmy terus menatap Athar yang acuh. Lelaki itu mengeluarkan gadgetnya dan memainkan beberapa permainan yang terinstall di gadgetnya.


"Oh iya, Bunda mau ke supermarket sebentar ya," Ucap Bunda Farah sambil beranjak ke kamarnya.


"Bun.." Ucap Kimmy yang terlihat canggung.


"Sebentar kok Kim, kamu disini saja ya sama Athar. Ada yang mau Bunda beli dan titipkan untuk Papa mu. Jangan kemana-mana, tunggu Bunda pulang ya."


Kimmy terlihat bingung dan dengan ragu ia mengangguk.


"Ya sudah, Bunda mau siap-siap dulu," Ucap Bunda Farah.


"Athar antar gak?" Ucap Athar sambil menoleh ke arah Bunda Farah.


"Lah, terus Kimmy sama siapa? Ada-ada saja kamu.."


Athar tersenyum jahil dan mengalihkan pandangannya kembali ke layar gadgetnya.


Sepeninggal Bunda Farah, Kimmy terlihat bingung. Sedangkan Athar terlihat asik dengan gadgetnya. Mereka berdua bagaikan orang asing di satu ruangan.


"Thar," Sapa Kimmy.


Athar menatap Kimmy dan mengangkat kedua alisnya.


"Ya..?" Sahut Athar.


"Apa kabar?" Tanya Kimmy.


"Baik," Sahut Athar dan kembali menatap layar gadgetnya.


"Thar, ajakin gue ngobrol kek Thar. Gue kayak orang o'on kalo begini," Ucap Kimmy.


Athar tertawa di dalam hatinya. Lalu, dengan wajah datar ia menatap Kimmy dan menaruh gadgetnya di atas meja.


"Ngobrolin apa?" Tanya Athar.


"Hmmmm, lu beneran gak inget sama gue Thar?" Tanya Kimmy.


Athar menggelengkan kepalanya dan memasang wajah polos.


Kimmy mengerutkan dagunya dan tertunduk lesu.

__ADS_1


"Gue sahabat elu dari bayi Thar,"


"Emang bayi bisa gitu sahabatan?" Tanya Athar.


"Ya gak gitu, maksud gue, kita itu lahirnya barengan. Di hari yang sama, besar juga sering bersama. Tapi, kok tentang gue lu lupa?" Keluh Kimmy.


"Bukan lupa, belom ingat kali... Ya lu ingetin lah," Ucap Athar yang terlihat acuh namun terlihat sangat membuat penasaran.


Lelaki tampan itu membuka jaketnya dan membiarkan tubuhnya yang atletis dengan balutan kaos ketat dilihat oleh Kimmy.


"Iya, gimana pun gue harus berhasil mengingatkan elu tentang gue," Ucap Kimmy.


Athar terdiam, ia menatap gadis cantik itu dalam-dalam. Athar begitu rindu dengan Kimmy, ingin rasanya ia merengkuh Kimmy di dalam pelukannya dan merasakan hangat nya pelukan rindu itu.


Mereka berdua terdiam tanpa kata, hanya sorot mata saja yang berbicara. Athar melihat kerinduan di mata Kimmy.


Tiba-tiba Athar tersenyum geli, hal itu tentu saja membuat Kimmy merasa bingung.


"Apa yang lucu?" Tanya Kimmy.


"Elu.."


"Kenapa gue?" Tanya Kimmy.


"Tatapan lu buat gue ingin macarin elu,"


"Macarin?" Tanya Kimmy.


"Ah, udah gak usah dibahas," Ucap Athar sambil beranjak dari duduknya.


"Mandi, mau ikut?" Tanya Athar.


Pipi Kimmy memerah mendengar pertanyaan Athar.


"Apaan sih," Ucap Kimmy malu-malu.


"Lagian, pertanyaan lu kayak pacar aja," Ucap Athar sambil melangkah masuk ke kamarnya yang kini berada di lantai satu.


Sejak kecelakaan, kamar Athar di pindah ke lantai satu. Karena kakinya yang sulit untuk menaiki anak tangga. Maka Bunda Farah memindahkan semua barang-barang Athar ke kamar kosong di lantai satu.


Kimmy mengerutkan keningnya dan merasa Athar kini adalah lelaki yang jauh berbeda dengan yang dulu. Kini, Athar terlihat lebih tampan dan acuh. Lelaki itu juga memiliki tubuh yang sangat menggoda para wanita.


Kimmy mencebikkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya. Ia pun meraih majalah yang berada di keranjang tabloid yang berada di sisi sofa. Lalu, ia menyibukkan dirinya untuk membaca berita tentang tanah air yang sudah lama ia lewatkan.


Athar yang sedang berdiri di bawah pancuran air di kamar mandi tertawa geli. Ia mengingat wajah Kimmy yang terlihat canggung kepada dirinya.


"Kali ini, gue buat lu penasaran sama gue sebagai wanita dan lelaki dewasa. Buka. sahabat lagi. Emang enak..!" Gumam nya sambil menggosokkan shampoo ke rambutnya.


Setelah selesai mandi, Athar keluar dengan menggunakan handuk dan sengaja berjalan di depan Kimmy.


"Athar !" Seru Kimmy sambil menutup kedua matanya.


"Ya?"

__ADS_1


"Pakai baju dulu kek, baru jalan-jalan keluar !" Bentak Kimmy.


"Gue mau ambil semp*k gue di jemuran. Di lemari habis," Ucap Athar.


"Tapi ya jangan jalan di depan gue kali !" Ucap Kimmy yang masih memejamkan kedua matanya.


"Kan memang lewat disini, jemuran kan ada disana," Ucap Athar sambil menunjuk ruang menjemur pakaian.


"Ya, minta tolong gue kan bisa. Tinggal bilang dari dalam kamar, panggil gue gitu !" Ucap Kimmy.


"Bilang nya gimana? Kim... tolong ambilin semp*k gue di jemuran yang warna hijau lumut, gitu?" Tanya Athar.


Kimmy terdiam, ia ingin tertawa, tetapi ia berusaha menahan tawanya sekuat mungkin.


"Ck !" Ucap Athar sambil berjalan ke ruang menjemur pakaian.


Kimmy membuka kedua matanya secara perlahan dan menatap punggung Athar yang berjalan ke ruang menjemur.


"Apa saraf nya ke bentur saat kecelakaan? Kok makin makinan sih itu anak !" Gumam Kimmy.


Athar kembali dari ruang menjemur, refleks Kimmy langsung memejamkan kedua matanya lagi.


"Eh, handuk gue lepas !"


"Athar !" Teriak Kimmy yang merasa sebal dengan Athar.


"Kimmy, tolong ambilin handuk gue yang jatuh ya..." Ucap Athar.


"Athar !"


"Hahahahahahhahahaha.......!" Athar tertawa jahat sambil beranjak ke kamarnya.


Setelah Athar tak lagi di depannya, Kimmy kembali membuka kedua matanya. Lalu, tatapan nya tertuju kepada handuk yang teronggok di atas lantai.


"Ih gila ! dia beneran jalan tanpa handuk? Dasar orang sarap !" Gumam Kimmy.


Tak lama kemudian, sambil bersiul Athar keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke ruang keluarga. Kimmy menatap Athar dengan tatapan yang kesal.


"Loh, handuknya kok gak di ambil sih? Ambilin dong, katanya mau dimintain tolong...." Goda Athar.


"Ambil sendiri !" Ucap Kimmy sambil beranjak pergi dari ruang keluarga.


Athar tertawa jahil, lalu ia memungut handuknya dan menjemur nya di ruang menjemur.


Ia terus tertawa mengingat ekspresi wajah Kimmy. Lalu, ia terdiam saat merasakan rindu yang luar biasa kepada Kimmy.


"Duh... rasanya kepengen banget memeluk. Tapi apa daya, tangan tak sampai," Ucap Athar sambil tertawa.


"Eh, emang nya Kimmy gunung? Ya ada sih gunung nya. Tapi belom boleh..." Ucap Athar yang kembali tertawa terpingkal-pingkal.


"Ah..! Baru dia yang bikin gue segila ini. Dasar jadoh dari lahir. Ya elah jodoh... pede banget gue yak...!" Gumam nya lagi.


"Hahahahhahaha..!"

__ADS_1


Terdengar tawa Athar yang nyaring dari ruang tamu. Kimmy bergidik geli mendengar tawa Athar. Tetapi, lama-lama ia tersenyum.


"Dasar gila !" Gumam nya.


__ADS_2