Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
125# Persahabatan dan cinta


__ADS_3

Lima tahun kemudian....


Dua orang nenek cantik sedang berada di arena bermain anak-anak di sebuah Mall. Ya, mereka adalah Mama Nia dan Bunda Farah. Mereka duduk berdampingan sambil menatap sepasang anak balita yang sedang berlarian sambil tertawa bahagia.


"Gilang! Ghita! Hati-hati ya, nanti jatuh..." Ucap Bunda Farah dengan wajah khawatir.


Mama Nia hanya tersenyum dan terus menatap dua balita yang masing-masing berusia empat tahun itu.


"Mereka cepat sekali besar nya ya," Ucap Mama Nia kepada Bunda Farah, tanpa melepaskan pandangannya kepada dua bocah lucu itu.


"Iya, padahal rasanya baru saja kemarin mereka lahir," Sahut Bunda Farah.


Tak lama kemudian, Kimmy datang sambil tergopoh-gopoh membawa tas belanja bersama asisten rumah tangganya.


"Mama, Bunda, Maaf ya... Kimmy lama," Ucap Kimmy kepada Mama Nia dan Bunda Farah.


"Gak apa-apa Kim, Mama senang kok melihat mereka bermain," Ucap Mama Nia.


"Gilang dan Ghita rewel gak Ma?" Tanya Kimmy sambil memandangi sepasang bocah kembar yang sedang berlari menghampiri dirinya.


"Mama....!" Seru Gilang dan Ghita.


"Enggak kok, mereka manis dan tidak rewel, apa lagi di jagain sama dua Oma nya," Ucap Mama Nia. Bunda Farah hanya tersenyum kepada Kimmy.


"Alhamdulillah kalau begitu," Ucap Kimmy sambil berlutut di hadapan Gilang dan Ghita.


"Halo sayang, kalian senang bermain disini?" Tanya Kimmy kepada dua anak kembarnya.


"Senang Mama," Sahut Gilang dan Ghita.


"Sekarang, saat nya kita makan ya... Maaf Mama lama sekali, kasir nya ngantri," Ucap Kimmy.


"Iya Mama," Sahut Gilang dan Ghita.


"Ayo Oma.." Ucap Gilang dan Ghita.


"Ayo," Sahut Mama Nia dan Bunda Farah.


Mama Nia langsung menggendong Gilang, begitu pun dengan Bunda Farah yang langsung meraih tubuh mungil Ghita dan merengkuhnya di dalam dekapan nya.


Senyum bahagia menghiasi wajah Mama Nia dan Bunda Farah, yang kini menyebut diri mereka dengan sebutan Oma kepada anak Athar dan Kimmy.


"Athar jadi menyusul?" Tanya Bunda Farah.


"Jadi Bun, mereka sedang dalam perjalanan dengan Papa Bobby dan Ayah Andra juga," Ucap Kimmy.


"Ya ampun, Opa-opa pasti tidak mau ketinggalan ya," Ucap Bunda Farah.


"Mereka bilang, ingin mengajak Gilang dan Ghita membeli mainan Bun," Ucap Kimmy sambil tersenyum.


Bunda Farah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Opa-opa mu itu Ghita, mereka gak mau ketinggalan eksis di Mall," Ucap Bunda Farah.


Ghita yang polos hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi susu nya yang rapi.

__ADS_1


Setahun lebih setelah menikah, Kimmy mendapati dirinya tengah mengandung buah hatinya dan Athar. Saat itu, Kimmy sedang merasa tidak enak badan, lalu dari kantor ia pun izin untuk memeriksakan dirinya ke klinik terdekat dari kantornya.


Tanpa di duga, dokter mengatakan bila Kimmy tengah mengandung. Penantian selama setahun pun membuahkan hasil. Berita bahagia itu pun sampai di telinga Athar yang sedang sibuk di Cafe milik nya. Lelaki itu pun langsung menyusul Kimmy ke klinik dan mengajak nya ke Dokter kandungan.


Setibanya di Dokter kandungan, Kimmy pun di periksa. Ternyata Kimmy tengah mengandung dua janin di rahim nya.


Betapa terkejutnya Kimmy dan Athar, padahal mereka berdua tidak memiliki gen kembar dan tidak juga dalam proses rencana kehamilan. Semua seperti keajaiban bagi Kimmy dan Athar.


Athar menitikkan air mata haru dan mengecup kening Kimmy yang sedang terbaring di ranjang periksa.


"Kita akan memiliki anak kembar Kim!" Ucap Athar dengan antusias.


Kimmy tersenyum lebar, ia sangat bersyukur dengan anugerah yang tak terkira ini.


"Dengan memiliki anak kembar, Bunda Farah dan Mama Nia tidak akan berebutan cucu nanti nya Thar," Ucap Kimmy.


"Iya sayang," Sahut Athar sambil menatap benih yang terlihat di layar USG.


"Setelah ini, kita ajak keluarga kita untuk makan malam di Cafe ya Kim... Kita akan kasih tahu disana bila kamu sedang mengandung cucu mereka," Sambung Athar.


Kimmy mengangguk setuju, lalu mereka berdua kembali menatap layar USG sambil terus mengucapkan syukur atas karunia yang luar biasa ini.


...


Malam harinya, kedua keluarga pun sudah berkumpul di Cafe milik Athar. Kedua keluarga pun awalnya tidak merasa curiga. Karena mengundang makan dan berkumpul di cafe milik Athar sudah sering mereka lakukan, untuk menjaga silaturahmi disela kesibukan keluarga besar itu.


Sesaat setelah makan malam selesai, Athar pun beranjak dari duduk nya dan membawa sebuah tart ke hadapan mereka semua.


"Siapa yang ulang tahun?" Tanya Abian yang duduk di samping kekasih nya, Kiki.


"Baca dong," Ucap Kimmy sambil menunjuk tulisan yang berada di atas tart yang berukuran besar itu.


"Halo Oma dan Opa, Uncle dan Aunty, sampai jumpa delapan bulan lagi," Ucap Abian yang sedang membaca tulisan yang ada di atas tart tersebut.


Mendadak suasana menjadi hening, Mama Nia dan Bunda Farah saling bertatapan. Papa Bobby menatap Kimmy dengan tatapan yang tak percaya, sedangkan Ayah Andra hanya tersenyum dan menepuk pundak Athar.


"Kak Kimmy hamil?" Tanya Abian.


Kimmy tersenyum dan mengangguk dengan cepat.


"Kimmy hamil?" Tanya Bunda Farah dengan wajah tak percaya.


"Kim, kamu hamil?" Tanya Mama Nia sambil menghampiri Kimmy yang sedang duduk di salah satu kursi yang melingkari meja makan tersebut.


"Iya Oma, kami ada di dalam perut Mama Kimmy," Ucap Kimmy.


"Kami?" Tanya Papa Bobby.


"Iya Kami, kami kembar," Ucap Kimmy lagi.


"Alhamdulillah!" Seru dua keluarga itu.


"Kembar Nia! Cucu kita kembar!" Seru Bunda Farah.


Bunda Farah pun berlari menghampiri Kimmy dan memeluk menantu kesayangan nya itu.

__ADS_1


"Ya Allah, Alhamdulillah... Sudah lama bunda ingin cucu!" Bunda Farah menangis haru.


Begitupun dengan Mama Nia yang langsung memeluk buah hatinya itu.


"Sehat-sehat ya sayang, jaga baik-baik kandungan mu," Ucap Mama Nia sambil mengecup kedua pipi Kimmy.


Tubuh Papa Bobby bergetar, ia benar-benar merasa bahagia dan haru, hingga ia tidak mampu menyembunyikan perasaan nya. Papa Bobby menangis dalam diam nya. Lalu, ia menghampiri Kimmy yang sedang menatap dirinya.


"Selamat ya nak, sekarang kamu akan menjadi orang tua. Sedangkan Papa...." Suara Papa Bobby tercekat. Ia pun menutupi mata tua nya yang mulai di banjiri air mata.


"Papa akan menjadi Opa," Ucap Kimmy sambil tersenyum dan menahan air mata haru nya.


Papa Bobby meraih tubuh Kimmy dan memeluk buah hatinya itu dengan erat.


"Iya, Papa akan menjadi Opa. Papa bahagia sekali Kim," Ucap Papa Bobby dengan suara yang bergetar.


...


"Gilang! Ghita! Ini Opa...!" Seru Papa Bobby saat ia baru saja memasuki restoran dimana Kimmy, Bunda Farah , Mama Nia dan kedua anak kembar Kimmy menunggu mereka.


"Gilang, Ghita, Hahahhaa, cucu Opa.." Sapa Ayah Andra yang tampak bahagia saat bertemu dengan dua anak Athar.


Walaupun tidak memiliki hubungan darah dengan dua cucu tirinya itu, Ayah Andra tetap menyayangi mereka dengan tulus. Seakan mereka adalah cucu kandung nya sendiri. Sama seperti Ayah Andra menyayangi Athar dan Queen, yang sudah ia anggap anak kandungnya sendiri.


"Halo sayang," Sapa Athar sambil mengecup kening Kimmy yang tersenyum kepada dirinya.


"Sudah makan sayang?" Tanya Kimmy.


"Sudah, tadi di cafe. Sekarang, kami mau mengajak Gilang dan Ghita untuk berbelanja mainan ya," Ucap Athar sambil mengedipkan mata kepada Kimmy.


Kimmy tersenyum dan mengangguk, lalu ia beranjak dari duduk nya dan mempersiapkan dua anak nya untuk ikut berbelanja dengan Athar dan dua Opa yang sudah tidak sabar untuk membahagiakan cucu mereka.


"Kami pergi dulu ya," Ucap Papa Bobby sambil menggendong Gilang.


"Dadah Oma..." Ucap Ayah Andra yang sedang menggendong Ghita, sambil melambaikan tangan nya kepada bunda Farah.


"Dah.... hati-hati ya..." Ucap Mama Nia, Bunda Farah dan Kimmy.


"Jagain ya Thar, jangan sampai dua Opa itu kebablasan belanja mainan nya," Ucap Kimmy.


"Siap nyonya ku sayang," Sahut Athar sambil berjalan mengikuti Ayah Andra dan Papa Bobby yang sudah terlebih dahulu melangkah meninggalkan restoran tersebut.


Kini, tinggal Mama Nia, Bunda Farah dan Kimmy di sana. Mereka hanya tersenyum bahagia melihat betapa antusiasnya suami-suami mereka yang hendak bermain dengan para cucu.


"Kim, terima kasih sudah memberikan Bunda cucu yang cantik dan ganteng, Bunda bahagia banget."


Kimmy menatap Bunda Farah dan tersenyum, lalu ia menggenggam tangan mertua nya itu.


"Terima kasih juga sudah melahirkan Athar Bun. Athar suami yang sangat luar biasa. Itu semua karena didikan Bunda," Ucap Kimmy.


Bunda Farah tersenyum dan membelai rambut Kimmy.


"Nia, mimpi kita tercapai, kita ingin bersahabat sampai maut memisahkan. Kita ingin mempunyai cucu sama-sama. Kita ingin tumbuh dan tua bersama. Terima kasih atas persahabatan yang indah ini," Ucap Bunda Farah yang menahan air mata haru nya.


"Ah elu Far, bikin gue mewek deh!" Ucap Mama Nia sambil beranjak menghampiri Bunda Farah. Mereka pun berpelukan dengan erat.

__ADS_1


"Gue beruntung memiliki sahabat seperti elu Far," Ucap Mama Nia.


Diam-diam Kimmy mengabadikan apa yang sedang ia lihat dengan kamera ponselnya. Persahabatan yang indah dan persahabatan itu wajib di abadikan sebagai bukti, bila ada yang bersahabat setulus Mama Nia dan Bunda Farah.


__ADS_2