
"Jadi Anda lulusan Jerman? Universitas ini bukan nya bekas Universitas nya ** Habibie?" Tanya seorang lelaki diantara tiga orang lelaki yang mewawancarai Kimmy.
"Betul Pak," Ucap Kimmy.
"Wow, hebat ! Disini juga disebutkan kalau kamu lulus dengan nilai terbaik."
Kimmy hanya tersenyum dan mengangguk dengan sopan.
"Menarik, apa yang bisa kamu tawarkan pada perusahaan kami?"
"Saya bisa memberikan yang terbaik untuk memajukan perusahaan Pak," Ucap Kimmy dengan santai.
"Baik, lalu apa kekurangan mu?" Tanya lelaki itu lagi.
"Kekurangan saya? Hmmm... kekurangan saya, saya sedikit malas Pak."
Pewawancara itu tertawa, lalu ia mengangguk paham.
"Ok baiklah Nona Kimmy, sepertinya Anda adalah orang yang kami cari. Anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini. Selamat bergabung," Ucap Pewawancara itu.
Mata Kimmy membulat, ia menatap pewawancara kerja itu dengan tidak percaya.
"Sa-saya diterima?" Tanya Kimmy.
Pewawancara itu pun mengangguk dan menjabat tangan Kimmy yang masih tak percaya.
"Anda sudah mulai bisa bekerja esok hari."
"Terima kasih Pak.. Terima kasih !" Ucap Kimmy dengan bersemangat.
Setelah itu, Kimmy keluar dari ruangan itu. Ia berjingkrak-jingkrak layaknya anak kecil. Beberapa mata para pekerja, menatap Kimmy dengan tatapan geli. Tetapi, Kimmy tidak peduli. Ia terus memasang wajah gembira dan terus tersenyum. Dengan sikap sempurna, Kimmy pun berjalan keluar dari kantor itu.
Saat di dalam mobil, Kimmy langsung mengabari kedua orang tuanya. Bangga bukan main, Papa Bobby dan Mama Nia begitu bahagia mendengar Kimmy di terima bekerja di perusahaan yang sudah lama ia incar.
"Kebetulan sekali, acara kelulusan mu akan kita laksanakan sabtu ini, sekaligus merayakan diterimanya kamu bekerja ya Kim," Ucap Mama Nia.
"Iya Ma, Kimmy bahagia banget !" Ucap Kimmy.
"Jangan lupa ucapkan Alhamdulillah nak, ingat, ini semua karena bantuan Allah," Ucap Mama Nia.
"Iya Ma, Alhamdulillah..." Ucap Kimmy sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Ya sudah ya Ma, Kimmy mau ke toko kosmetik dulu, sama berbelanja untuk keperluan Kimmy bekerja," Ucap Kimmy.
"Iya, kamu hati-hati ya,"
__ADS_1
"Iya Mama... muachhh ! Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam,"
Kimmy mengakhiri sambungan telepon nya dengan Mama Nia. Ia pun bergegas keluar dari halaman kantor itu dan melajukan kendaraannya menuju Mall terdekat.
Sambil bersenandung, Kimmy memperhatikan jalanan yang ramai lancar pada pagi menjelang siang itu. Tiba-tiba, bayangan Athar melintas di benaknya. Ia pun tersenyum sendiri, mengingat betapa lucunya lelaki itu kemarin saat bertemu dirumah Bunda Farah.
"Sebenarnya, dia beneran lupa sama gue gak sih? Apa memang sengaja ngerjain gue ya? Tapi, tatapan nya buat gue ragu. Jangan-jangan dia cuma ngerjain gue aja. Eh, tapi masa Bunda Farah bohong sih sama gue. Hmmmmm... Athar... masa cuma memory tentang gue aja yang elu lupa sih, gak adil !" Ucap Kimmy sambil mengerutkan dagunya.
"Hmmmm, apa gue ajak ketemuan aja ya? Sekalian gue traktir untuk merayakan gue diterima bekerja," Ucap Kimmy sambil meraih ponselnya.
Kimmy yang belum terbiasa dengan padatnya lalu lintas di Kota Jakarta, menjadi tidak fokus saat sebelah tangannya memegang ponsel sedangkan satu tangan nya lagi harus menyetir mobil. Tiba-tiba saja, ada mobil yang menyalip di depan Kimmy.
Dengan cepat, Kimmy melemparkan ponselnya ke jok sebelah nya dan ia pun mengerem dengan mendadak. Tetapi, kecelakaan tidak dapat dihindari. Kimmy sudah terlanjur menabrak mobil di depan nya.
Brakkkkkkkkkk !
"Mati gue !" Gumam Kimmy sambil menepuk dahinya.
Terlihat seorang gadis cantik turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Kimmy.
Tok Tok Tok Tok !
Kimmy menelan saliva nya dan membuka pintu mobilnya.
"Bisa lihat gak sih ada mobil di depan !" Ucap gadis itu.
"Maaf ya Mbak, Mbak nya juga nyalip, jadi mana saya siap untuk mengerem," Ucap Kimmy dengan gaya santainya.
"Ngeles lagi ! Gue gak mau tahu ya, ini mobil kerusakannya harus lu ganti !" Ucap gadis itu.
"Loh, kok malah saya yang mengganti? Mbak nya kan yang nyalip? Sudah jelas ini jalanan rame, sabar mbaaaaakkk sabarrrrrrr...!" Ucap Kimmy.
"Gak bisa, siapa yang nabrak dia yang salah !" Ucap gadis itu sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Ya elaaaahhh !" Gumam Kimmy sambil memperhatikan mobil gadis itu yang lecet dan bagian belakang mobil yang pecah karena ia tabrak.
"Halo sayang... mobil aku di tabrak..." Ucap gadis itu dengan gaya bicara yang manja.
Kimmy mencebikkan bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sini dong sayang, bantuin aku..." Rengek gadis itu.
Entah apa yang dikatakan kekasih gadis itu, terlihat wajah kesal di wajah gadis itu. Lalu, ia mengakhiri percakapannya dengan kekasihnya. Lalu, ia mencoba menghubungi seseorang yang lain.
__ADS_1
"Halo Mama, Mama kan pengacara, bisa urusin mobil aku gak? Aku kecelakaan, di tabrak orang dari belakang," Keluh gadis itu.
Kimmy mengerutkan keningnya, lalu ia tertawa kecil melihat tingkah konyol gadis itu.
"Mbak.. Mbak, sini deh," Ucap Kimmy.
"Bentar ah, aku lagi bicara sama Mama ku !" Ucap gadis itu sambil mengangkat tangan nya kehadapan Kimmy.
Kimmy merapatkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya. Lalu, ia masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.
"Hei..! Mau kabur ya kamu?" Tanya gadis itu sambil mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil Kimmy.
Kimmy membuka kaca mobilnya dan menatap gadis itu dengan malas.
"Punya otak gak? ini di tengah jalan. Kalau mau berdebad, lu pinggirin dulu itu mobil. Kasihan orang-orang jadi terjebak macet gara-gara kita !" Ucap Kimmy.
Gadis itu menatap ke sekeliling nya. Terlihat tumpukan kendaraan yang mengantri untuk lewat di jalan itu.
"Awas lu kabur !" Ancam gadis itu sambil menunjuk Kimmy.
"Takut amat !" Ucap Kimmy sambil menepikan mobilnya.
Gadis itu masih sibuk menghubungi orang-orang yang ia kenal, hingga Kimmy terlihat kesal karena tidak ada penyelesaian. Melainkan gadis itu hanya sibuk menelepon kesana kemari untuk mencari dukungan.
"Gini aja deh Mbak, ayo kita sama-sama ke bengkel. Kebetulan mobil gue juga lecet dan perlu diperbaiki. Semua kerusakan biar gue yang bayar ! Gak usah lu cari dukungan kesana kemari, yang pacar lu lah, emak lu yang pengacara lah, kenalan polisi lah, norak lu !" Ucap Kimmy.
"Sombong sekali lu?" Ucap gadis itu.
"Lah... yang sombong siapeeee gue yang di kata sombong. Udah, ayo..! Lu mau kaga?" Tanya Kimmy.
Gadis itu terdiam,
"Tapi bener ya, lu yang nanggung?" Ucap gadis itu.
"Iya maemunahhh.... takut amat lu !" Ucap Kimmy.
"Eh..! Nama gue bukan maemunah ya ! Nama gue Vania !" Teriak gadis itu.
Dengan santainya, Kimmy masuk kedalam mobilnya dan kembali menyalakan mesin mobilnya. Lalu, ia berbicara kepada gadis itu,
"Ikutin gue buruan, gue kabur nih !" Ancam Kimmy.
Gadis itu terlihat kesal dan masuk kedalam mobilnya. Lalu, ia mengiringi mobil Kimmy yang melaju untuk mencari bengkel mobil terdekat.
"Untung Mama Papa gue kaga mendidik gue lebay kayak gitu. Cuihhh !" Ucap Kimmy sambil melirik mobil gadis itu dari spion mobilnya.
__ADS_1