
Kimmy dan Farhan berjalan menyusuri pedagang kaki lima yang sering bermunculan bila petang datang di Kota Tua Jakarta. Setelah dari restoran seafood, mereka pun melanjutkan jalan-jalan mereka menuju Kota Tua hanya untuk mencari hiburan murah dan ramai. Di keramaian mempunyai kesan tersendiri bagi sebagian orang, termasuk Kimmy dan Farhan. Terkadang, hanya melihat sibuknya pedagang kecil yang melayani para pelanggan yang sedang menyerbu lapak mereka atau hanya sekedar melihat-lihat anak-anak kecil berlarian sambil membawa balon yang orang tua mereka beli dari seorang kakek tua pedagang balon, itu sudah cukup menjadi hiburan. Keceriaan, intinya itu.
Kimmy melihat-lihat pernak pernik lucu dan unik yang dijual oleh seorang Ibu-ibu paruh baya di salah satu lapak dadakan yang hanya di gelar pakai terpal berwarna biru. Kimmy pun berjongkok demi hanya ingin melihat lebih banyak lagi gelang karya dari seorang pengrajin. Entah itu karya dari Ibu-ibu tersebut atau dia hanya membeli kerajinan tangan itu dengan harga murah dan menjualnya kembali dengan mengambil untung beberapa rupiah saja.
Farhan pun ikut berjongkok di samping Kimmy yang sedang asik mencoba beberapa gelang yang terbuat dari manik-manik warna-warni. Mata Farhan pun tertuju kepada sebuah gelang dengan huruf inisial. Ia pun mencari gelang yang ada huruf inisial nama dirinya dan Kimmy.
Farhan mendapatkan gelang dengan huruf "F" dan "K". Norak memang, tapi saat ini bagi Farhan itu suatu yang lucu dan sedikit romantis.
"Ini berapa bu?" Tanya Farhan sambil memperlihatkan gelang pilihannya.
"Satunya sepuluh ribu saja Mas," Sahut Ibu itu sambil mengeluarkan plastik kecil bening dan menaruh belanjaan orang yang berdiri di sebelah Farhan dan memberikannya kepada orang tersebut.
"Saya ambil dua ya Bu," Ucap Farhan sambil mengeluarkan uang pecahan dua puluh ribu rupiah dari dompetnya.
Kimmy melirik Farhan dan lalu matanya tertuju ke tangan Farhan yang sedang memegang gelang tersebut. Kimmy hanya mengerutkan keningnya dan kembali melihat-lihat dagangan Ibu penjual pernak pernik itu.
Setelah membayar, Farhan pun mengantongi gelang-gelang tersebut di saku celananya. Lalu, ia menunggu Kimmy yang masih mencari apa yang ingin ia cari.
Setelah beberapa menit kemudian, Kimmy pun menemukan apa yang ia cari. Lalu, ia pun membayar sepasang gelang yang terbuat dari benang hitam, yang di jalin hingga berbentuk gelang yang sangat menarik.
Farhan pun tersenyum dan meraih gelang yang sedang Kimmy pegang itu.
"Kok dua? untuk siapa satunya?" Tanya Farhan.
"Oh, ini satu untuk Athar, dia suka sekali gelang seperti ini," Ucap Kimmy.
"Athar?" Batin Farhan.
Raut wajahnya pun berubah menjadi sedikit terganggu saat Kimmy menyebutkan nama Athar saat bersama dengan dirinya. Bahkan, walaupun kini Athar entah berada dimana, Kimmy tetap mengingat untuk membelikan sesuatu untuk Athar.
"Seberapa pentingnya Athar bagi Kimmy?" Gumam Farhan lagi.
"Sudah yuk," Ucap Kimmy sambil menarik lengan Farhan. Farhan hanya mengikuti Kimmy tanpa banyak bicara.
Disadari atau tidak, rasa cemburu mulai menyerang hati Farhan. Tetapi, Farhan menyadari, bila dirinya bukanlah siapa-siapa bagi Kimmy.
__ADS_1
"Abang kapan kembali ke Belanda?" Tanya Kimmy saat mereka kembali menyusuri pedagang kaki lima yang semakin memadati area itu.
"Dua minggu lagi," Ucap Farhan.
"Lumayan lama ya, disana lagi libur panjang ya?" Tanya Kimmy lagi, dengan wajah yang polos.
Farhan hanya mengangguk sambil berusaha tersenyum.
"Kim," Ucap Farhan sambil menahan lengan Kimmy yang berjalan di samping dirinya.
"Ya?"
Farhan mengeluarkan gelang yang tadi ia beli dan mulai memakaikan nya di pergelangan tangan Kimmy.
Kimmy menatap gelang yang bertuliskan inisial huruf "F" yang Farhan pakaikan di pergelangan tangannya. Lalu, ia menatap Farhan dengan tatapan yang bingung.
"Ini apa?" Tanya Kimmy.
Farhan tidak menjawab pertanyaan Kimmy, ia pun mengeluarkan satu gelang lagi yang bertuliskan inisial nama Kimmy. Lalu, ia memakai gelang itu sendiri tanpa bantuan Kimmy. Setelah itu, ia menyandingkan gelangnya dan gelang yang saat ini menghiasi tangan Kimmy.
"I-iya," Sahut Kimmy yang masih mencoba mencerna maksud dari Farhan.
Farhan pun menatap Kimmy dan memegang kedua bahu gadis itu.
"Kim, tunggu aku lulus kuliah ya, nanti aku pulang ke Indonesia dan..."
"Dan apa?" Tanya Kimmy.
"Dan... kita bisa bersama,"
Kimmy terdiam, wajah cantik nya pun memerah menahan perasaan malu dan haru. Kimmy melayang ke langit ketujuh. Kata-kata yang di ungkapkan Farhan, sama dengan meminta Kimmy untuk menjadi kekasihnya. Senyum Kimmy pun mengembang, lalu ia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan perasaan girangnya.
Tetapi, perlahan senyum Kimmy pun hilang. Ia teringat akan pengakuan Farhan yang sudah memiliki kekasih di Negeri kincir angin. Kimmy pun mengerutkan dagunya. Lalu, ia menatap kedua mata Farhan.
"Ini maksudnya apa Bang?" Tanya Kimmy.
__ADS_1
"A-aku, ingin kamu menjadi kekasihku," Ucap Farhan, berterus-terang.
"Kekasih?" Kimmy membulatkan matanya dan menatap Farhan dengan tak percaya.
"Iya," Sahut Farhan sambil tersenyum malu.
"Tepatnya selingkuhan?" Tanya Kimmy.
Senyum Farhan pun memudar, ia terdiam dan menghela nafasnya dengan berat.
Seakan mengerti suasana begitu tegang, tiba-tiba Kimmy tertawa terbahak-bahak. Hingga Farhan pun menatap Kimmy dengan wajah yang bingung.
"Aku tuh masih kecil Bang, belum juga genap tujuh belas tahun. Kata Papa sih, jangan pacaran dulu. Seharusnya yang menunggu itu Abang Farhan. Kalau Abang suka sama Kimmy, tunggu Kimmy dewasa," Ucap Kimmy.
Farhan terlihat salah tingkah. Ia pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Begitu ya?" Tanya Farhan yang nyaris kehilangan kata-kata.
Walaupun Kimmy menolak Farhan, tetapi hati Kimmy diam-diam merasa hancur. Ia sangat menyukai lelaki itu. Tetapi, apakah Farhan hanya menganggap dirinya anak kecil yang gampang dibodohi? Untuk menjadi selingkuhan? Big No..! Bagi Kimmy.
Kimmy tidak ingin memulai kisah asmaranya dengan sejarah "Kimmy adalah perebut pacar orang lain". Betapa merasa bersalahnya Kimmy dengan hati yang sedang menunggu Farhan di Negeri kincir angin.
"Lagian Abang sudah memiliki kekasih, cintai dia Bang. Kimmy tidak mau menjadi penyebab rusaknya hubungan orang lain," Tegas Kimmy.
Wajah yang malu, kini terlihat jelas di wajah Farhan. Ia benar-benar merasa malu dengan gadis itu, sekaligus dia benar-benar menjadi sangat penasaran dengan gadis cerdas nan susah digapai itu.
"Baiklah, tetapi janjiku pasti aku tepati," Ucap Farhan.
"Terserah, datanglah bila aku sudah dewasa dan jadikanlah aku satu-satunya. Aku tidak mau berkata tidak, karena aku tidak tahu siapa jodoh ku nanti, bisa jadi jodoh ku Abang Farhan. Kalau aku sekarang berkata tidak, kan dimasa depan aku yang malu," Ucap Kimmy sambil tertawa geli.
Ia berusaha tertawa untuk mencairkan suasana yang begitu kaku antara dirinya dan Farhan.
"By the way, thanks ya gelangnya. Akan ku simpan, tetapi tidak janji untuk ku pakai. Yuk, pulang," Ucap Kimmy sambil menarik tangan Farhan menuju parkiran mobil.
Farhan hanya terdiam, baru kali ini ada gadis yang menolak cintanya. Ada gadis yang tidak terperdaya dengan janjinya. Malah, dirinyalah yang terperangkap dengan perasaannya kepada gadis itu.
__ADS_1
Kimmy, gadis pertama yang berbeda baginya. Hanya dia yang mampu untuk mempermainkan perasaan Farhan. Farhan benar-benar mulai tergila-gila dengan gadis cantik, anak dari sahabat Mama nya itu.