Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
46# Apa kamu setuju Kimmy dengan Farhan?


__ADS_3

"Om, Tante, saya pamit pulang duluan. Ada pekerjaan yang harus saya tangani di Jakarta," Ucap Farhan saat berpamitan dengan Mama Nia dan Papa Bobby.


"Oh begitu, baiklah, hati-hati ya Han," Ucap Mama Nia.


Farhan menyalami dan mengecup punggung tangan kedua orang tua Kimmy.


Setelah berpamitan, Kimmy dan Farhan menumpangi taksi menuju ke Bandar udara Merzbrück. Kimmy sengaja mengantarkan kekasihnya itu ke Bandara agar dapat bersama walaupun hanya satu jam saja.


Mama Nia dan Papa Bobby kembali ke lantai tiga Flat Kimmy. Mereka berdua pun mulai membahas kedekatan antara Kimmy dan Farhan.


Semalam, Farhan berbincang dengan kedua orang tua Kimmy tentang betapa ia serius dengan anak mereka dan berniat akan menikahi Kimmy dua tahun lagi.


Sebenarnya tidak ada masalah, tetapi entah mengapa Mama Nia merasa khawatir dengan itu semua. Terlebih dia harus berbesanan dengan Om Fathur, lelaki yang pernah ia cintai selama sebelas tahun lamanya.


Sejak Om Fathur mengatakan cintanya kepada Mama Nia tiga tahun yang lalu, Mama Nia mulai malas bertemu dengan Om Fathur. Mama Nia selalu menghindari acara reoni kecuali, hanya reoni diantara sahabat wanitanya.


Sedangkan Papa Bobby mempunyai pemikiran sendiri, ia merasa Farhan tidak cocok untuk Kimmy. Ia memikirkan perasaan Athar yang Papa Bobby tahu bila Athar sangat mencintai Kimmy. Papa Bobby sangat mengenal sepupunya itu. Athar adalah anak baik yang taat beribadah. Athar juga anak santun dan mandiri. Athar, hampir mirip dengan dirinya. Sebenarnya, Papa Bobby lah yang telah jatuh cinta dengan Athar. Siapa yang tidak jatuh cinta dengan anak sebaik Athar?


Bunda Farah kerap bercerita dengan Papa Bobby tentang Athar yang mulai merintis usaha saat dirinya terpuruk. Mental baja yang di miliki Athar sudah menjadi mental keluarga mereka.


Orang tua Papa Bobby adalah pengusaha yang memulai dari Nol. Walaupun Oma dan Opa nya Papa Bobby adalah orang kaya. Mereka bukan tipe orang yang selalu mengagungkan kekayaan orang tua. Mereka orang-orang kaya yang mau berusaha untuk mandiri. Pun Bunda Farah, walaupun ia sudah dinikahi dengan orang berpangkat dan hidupnya sempat terpuruk karena perceraian dengan Ayah Fajar, Bunda Farah bangkit dan membuka usaha cafe yang kini sukses dan membuka cabang dimana-mana.

__ADS_1


Sedangkan Farhan, Farhan terlihat manja dan hanya mengandalkan usaha dari Om Fathur. Tidak sebanding dengan Athar yang kini masih kuliah dan sudah memiliki usaha yang sama dengan Bunda nya, tetapi dengan nama yang berbeda.


Athar memiliki tabungan sejak kecil. Athar yang kurang suka berbelanja seperti layaknya anak muda jaman sekarang, lebih suka menabung di Bank Saat ia terpuruk, ia mempertaruhkan tabungannya dengan membuka usaha cafe kecil-kecilan. Athar yang cerdas cukup pandai melihat peluang dan strategi pemasaran. Ia menyewa kios kecil di depan kampus swasta. Cafe yang ia buka dengan menyasar pembeli dari mahasiswa di kampus itu.


Dalam satu tahun, Athar bisa mengumpulkan uang untuk membuka usaha di tempat yang baru dan kini, tiga tahun berlalu, lelaki itu sudah memiliki lima cabang di tempat-tempat yang strategis. Athar juga merambat ke usaha yang lain. Pemuda pintar itu mulai membuka usaha minimarket dengan cara franchise dengan minimarket yang sudah terkenal. Pundi-pundi uang pun mengalir dengan deras ke rekening Bank Athar.


Begitulah keluarga Papa Bobby. Mereka terlahir dengan tulang pengusaha. Mereka terlahir untuk fight dengan kerasnya kehidupan tanpa berharap kepada orang tua yang kaya. Bahkan, Papa Bobby semakin salut dengan Athar, karena Papa Bobby saja dulu membuka usaha dengan bantuan modal kedua orang tuanya. Tetapi, Athar tidak. Lelaki itu murni berdiri sendiri.


"Apa kamu setuju Kimmy dengan Farhan?" Tanya Papa Bobby saat Mama Nia sedang menghangatkan sup daging yang pagi tadi dimasak nya.


Mama Nia menatap Papa Bobby dengan seksama.


"Apa hak kita untuk tidak setuju kalau anak kita mencintai dia?" Tanya Mama Nia. Mama Nia yang terbentuk dari keluarga yang bebas berpendapat dan memilih pun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, dulu Engkong Mamat dan Nyai Romlah pun begitu kepada dirinya.


"Bobby, biar Kimmy berpikiran sendiri. Kita orang tua hanya suport saja. Anak, semakin dilarang, ia akan semakin tidak bisa berpikir mana yang terbaik untuk dirinya. Biar dia sendiri yang mempelajari pasangannya. Toh, yang mau hidup dengan Farhan kan Kimmy. Kita tinggal menasihati, hal yang baik saja. Bila ia melihat ada sesuatu yang tidak baik dari Farhan, ia akan berpikir dua kali untuk menikahi Farhan. Biar saja, masih ada waktu dua tahun," Ucap Mama Nia.


Papa Bobby termenung. Apa yang dikatakan Mama Nia ada benarnya. Banyak terjadi kawin lari atau menikah tanpa restu orang tua. Itu semua karena siapa saja yang sedang jatuh cinta akan buta matanya. Ditambah dengan larangan-larangan orang tua yang "Hanya melarang" Tanpa menjelaskan apa yang menjadi pikiran orang tua mereka. Papa Bobby tidak ingin Kimmy seperti itu.


"Tetapi, apakah yang kamu rasa sama dengan apa yang ada dipikiran ku?" Tanya Papa Bobby lagi.


Mama Nia terdiam, lalu ia menoleh kebelakang dan menatap Papa Bobby. Lalu, Mama Nia mematikan kompor dan duduk di depan Papa Bobby. Mama Nia meraih tangan lelaki yang sangat berharga baginya itu. Lalu, Mama Nia tersenyum.

__ADS_1


"Iya sama," Ucap Mama Nia tanpa bertanya apa yang ada di pikiran Papa Bobby.


Papa Bobby menghela nafas dengan berat. Ia berharap, bila memang Kimmy berjodoh dengan Farhan, semoga Kimmy tidak salah pilih dan Farhan adalah lelaki yang terbaik untuk putri nya itu.


...


"Hati-hati ya Bang," Ucap Kimmy sambil memeluk Farhan dengan erat di depan terminal keberangkatan Internasional di banda udara Merzbrück.


"Kamu juga pulang nya hati-hati, aku tunggu di Jakarta ya."


Kimmy melepas pelukannya dan menatap Farhan dengan seksama.


"I love you" Bisik Farhan.


Kimmy tersenyum lebar.


"I love you too" Bisik Kimmy.


Farhan pun melepaskan tangan Kimmy dan beranjak masuk kedalam terminal keberangkatan itu. Mereka saling melambaikan tangan tanda perpisahan yang sementara ini.


Minggu depan, Kimmy akan menyusul bersama dengan keluarganya. Ia akan memulai hidup kembali di Jakarta. Berkarir dan berniat akan melanjutkan S2 di Universitas ternama disana. Banyak impian yang akan Kimmy capai, oleh karena itu, Kimmy tidak ingin terburu-buru dalan mengambil keputusan menikah secepatnya.

__ADS_1


Yang Kimmy pikirkan, sebagai wanita akan kembali ke kodratnya. Sesukses apa pun wanita, ia akan melewati masa mengandung dan mengabdi sebagai Ibu dan Istri. Makanya, Kimmy bertekad untuk menikmati dahulu dari hasil perjuangan nya menempuh pendidikan selama empat tahun ini. Kimmy harus merasakan dunia kerja, kesibukan orang yang bekerja. Sebelum ia harus dirumah merawat anak-anak nya kelak.


__ADS_2