
"Gemes, gemes, gemessss..." Kimmy mencubit-cubit pipi Athar yang sedang memeriksa laporan keuangan di cafe nya.
Athar menatap Kimmy dengan tatapan sebal, karena dari tadi ia menjadi tidak konsentrasi dengan apa yang sedang ia baca di buku laporan tersebut.
"Sayang... aku lagi baca laporan loh..." Ucap Athar sambil kembali menatap buku laporan keuangan tersebut.
"Cayang.. cayang. cayang.." Kimmy kembali mencubit pipi Athar.
"Astaga Kimmy.." Ucap Athar sambil kembali menatap calon istrinya itu.
Kimmy tersenyum jahil lalu ia bergelayutan manja di lengan Athar.
Athar menghela nafasnya dan menutup buku laporan keuangan tersebut.
"Ada apa sih sayang? Lagi mau dimanja-manja ya?"
Kimmy mengerutkan dagunya dan mengangguk dengan wajah yang imut.
"Hhhhhh... wajah yang begini ini yang bikin iman goyah. Sini," Athar merangkul Kimmy dan mengecup pipi Kimmy yang mulai tirus.
"Ih, kok pipimu tirus sih?" Ucap Athar sambil memegangi kedua pipi Kimmy.
"Aku diet, biar kelihatan cantik nanti saat di pelaminan," Ucap Kimmy.
Athar mulai tertawa saat mendengar jawaban dari Kimmy.
"Memangnya kalau kurus jadi cantik gitu?" Tanya Athar penasaran.
Kimmy mengangguk dengan cepat.
"Bukan nya malah sakit nanti? Terus di Opname, eh.. gak jadi nikah deh,"
"Kok gitu sih..." Kimmy mengerutkan dagunya dan menatap Athar dengan tatapan yang kesal.
"Lagian pakai diet-diet segala. Kamu itu sudah cantik. Mau apa pun ya tetap cantik. Sudah jangan aneh-aneh deh, yang penting kamu sehat aja sudah Kim," Ucap Athar sambil mengusap kedua pipi Kimmy.
"Kalau aku gemuk gimana?"
"Tetap cantik.."
"Kalau aku lebih gemuk lagi?"
"Cantikkkkkkk," Ucap Athar lagi.
"Kalau gemuk banget banget banget lagi gimana?"
"Obesitas mau?" Tanya Athar sambil menahan tawanya.
"Tuh kan..."
"Lagian ya jangan gemuk-gemuk banget juga lah," Ucap Athar.
"Terus kalau aku gemuk banget kamu gak cinta lagi sama aku?" Tanya Kimmy.
"Cinta lah masa enggak?" Ucap Athar dengan wajah yang serius.
"Yakin lah, cuma aku paksa diet aja," Ucap Athar sambil tertawa geli.
"Tuh kan..." Kimmy terlihat sebal dengan Athar.
"Begini ya, cinta itu, pasti ingin pasangan nya lebih baik. Contohnya sehat gitu. Nah, kalau terlalu kurus kan gak baik. Terlalu gemuk juga gak baik. Jadi, aku cuma mau bilang, aku tuh sebenarnya gak masalah dengan apa pun keadaan kamu, karena aku benar-benar cinta sama kamu. Cuma, aku hanya ingin kamu sehat. Biar bisa hidup lama dengan ku. mendampingi aku dengan tubuh yang sehat. Bukan aku gak terima dengan sakit mu kelak, hanya saja kan di jaga. Ya tentu saja aku yang bertanggung jawab dengan kesehatan mu, hidup mu dan apa saja tentang mu mulai dari kuta bertunangan sampai nanti kita jadi nenek dan kakek, begitu... sayang ku.." Ucap Athar.
"Thar, kayak nya aku lama-lama diabetes deh," Ucap Kimmy.
"Kenapa?"
"Ucapan kamu selalu manis Thar," Kimmy pun tertawa geli sambil menatap Athar yang sedang mesem-mesem mendengar celetukan Kimmy.
"Emang segitu cinta nya ya sama aku?" Tanya Kimmy di sela tawa nya.
"Cinta lah, kalau gak cinta ngapain banget mati-matian di perjuangkan," Ucap Athar dengan wajah yang kesal.
"Uluh.. uluh.... cayang ku... ngambek..." Kimmy kembali mencubit pipi Athar.
__ADS_1
"Yuk, katanya mau cobain gaun pengantin. Kata kakak Queen gaun nya sudah jadi," Ucap Athar sambil melirik jam tangannya.
"Oh iya? yuk.."
Mereka pun bergegas pergi meninggalkan cafe milik Athar menuju ke Boutique milik Queen.
...
Queen terpana saat melihat gaun pengantin milik Kimmy. Gaun itu terlihat sangat mewah dan cantik. Gaun itu sengaja Queen hadiahkan untuk calon adik iparnya itu, sebagai kado pernikahan Athar dan Kimmy yang tinggal menghitung hari.
"Kimmy pasti suka," Gumam nya sambil tersenyum puas.
Tok..! Tok..! Tok..!
Terdengar ketukan dari luar ruangan kantornya.
"Masuk," Ucap Queen.
"Maaf Bu, ada yang mencari Ibu," Ucap pegawai Boutique Queen.
"Oh, Kimmy dan Athar ya?" Tanya Queen dengan bersemangat.
"Bukan Bu,"
"Lalu, siapa?" Tanya Queen penasaran.
"Cowok Bu, ganteng banget. Kayak aktor Korea gitu," Ucap pegawai Queen sambil tersipu malu.
"Siapa sih? Suruh kesini saja," Ucap Queen sambil melepaskan blazer abu-abu yang sedang ia kenakan. Lalu, ia menaruh blazer itu di atas sandaran kursinya.
"Baik Bu," Sahut pegawai itu.
Queen mengangguk dan kembali memperhatikan detil dari gaun pengantin milik Kimmy.
Tak lama kemudian, ketukan pun kembali terdengar.
"Masuk," Ucap Queen yang masih asik memperbaiki letak gaun pengantin yang terpasang di manekin.
Seseorang membuka pintu, Queen pun menoleh dan menatap lelaki yang berdiri di ambang pintu ruangan nya.
"Kok tahu Boutique ini?" Tanya Queen.
"Internet," Jawab lelaki itu dengan singkat.
Queen tersenyum kecil, lalu ia mempersilakan lelaki itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Raka pun duduk sambil terus menatap Queen yang beranjak duduk didepannya.
"So?"
"Ah, enggak, aku hanya ingin bertemu," Ucap Raka.
"Oh," Queen terlihat sedikit canggung.
"Gaun yang bagus," Ucap Raka sambil menunjuk gaun pengantin milik Kimmy.
"Ah, iya.."
"Kamu yang bikin?" Tanya Raka lagi.
"Bukan, pegawai ku yang membuat nya. Aku hanya mendesign nya saja," Ucap Queen sambil tersenyum simpul.
"Wow, luar biasa ya design kamu. Kamu sekolah design?"
"Enggak sih, hanya bakat saja. Sebenarnya aku sarjana ekonomi. Tapi, ya gitu... aku hobby menggambar-gambar gaun. Dulu mau sekolah designer, hanya saja... aku pikir.. aku juga suka ekonomi. Jadi ya... aku memilih menyelesaikan sekolah ekonomi ku dulu. Tahun depan aku baru coba sekolah designer," Terang nya.
"Good..." Raka mengangkat kedua jempolnya.
Queen pun tersipu, mendapatkan pujian dari Raka.
"Kalau yang itu juga gaun pesanan klien?" Tanya Raka sambil menunjuk gaun pengantin yang terpajang disamping gaun Kimmy.
"Ah.. i-itu..." Queen menelan salivanya. Gaun itu adalah gaun yang pernah ia persiapkan untuk ia pakai di acara pernikahan nya dengan Antoni.
__ADS_1
"I-itu.." Queen terlihat salah tingkah.
"Aku suka gaun itu," Ucap Raka.
Queen menatap Raka dengan seksama.
"Gaun itu terlihat simpel dan elegan. Aku suka sekali, andaikan aku punya calon, aku akan membelinya untuk ia pakai di hari pernikahan kami," Ucap Raka, menggoda Queen.
Queen menundukkan pandangan nya. Ia mengigit sudut bibirnya dan bernafas dengan cepat.
"Kamu kenapa?" Tanya Raka.
"Tujuan mu apa kesini Raka?" Tanya Queen mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh, sorry. Aku hanya ingin mengajak mu makan malam," Ucap Raka.
"Tapi ini masih siang," Ucap Queen sambil melirik arlojinya.
"Oh, kalau begitu makan siang," Ucap Raka sambil tersenyum.
Queen tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.
"Adik ku mau kesini, nanti malam saja ya," Ucap Queen.
"Oh, baik. Tetapi, aku boleh tetap disini?" Tanya Raka.
"Hmmm, boleh," Ucap Queen.
Raka tersenyum semringah, mereka pun saling bertatapan dan mulai terlihat salah tingkah.
"Kak,"
Queen tampak terkejut dan menoleh ke arah pintu kantornya.
"Eh, kamu sudah datang?" Ucap Queen yang langsung beranjak menyambut kedatangan Athar dan Kimmy.
Athar langsung melirik Raka yang juga beranjak dari duduknya dan menunggu Queen mengenalkan dirinya kepada Athar.
"Siapa ya?" Tanya Athar sambil terus menatap Raka.
"Ah, dia Raka. Te-teman kakak," Ucap Queen ragu-ragu.
"Oh, kenalkan Athar, adik nya kakak Queen," Ucap Athar sambil menyodorkan tangan nya kehadapan Raka.
Raka pun menyambut tangan Athar dan memperkenalkan dirinya.
"Raka, senang berkenalan dengan kamu," Ucap Raka sambil tersenyum ramah.
Kimmy menatap Raka dan mulai melirik Queen.
"Kak, cocok.." Bisik Kimmy.
Queen mencubit lengan Kimmy dan tersipu malu.
"Ada-ada saja kamu Kim, itu teman kakak," Ucap Queen.
Kimmy meringis sambil tersenyum.
"Teman jadi cinta itu enak tahu kak, kayak Kimmy sama Athar," Kimmy kembali berbisik kepada Queen.
"Ih, cubit lagi nih...! Dasar mak comblang!" Ucap Queen sambil menahan senyum nya.
Kimmy tertawa lebar dan menatap gaun pengantin milik nya.
"Ini gaun Kimmy kak?"
"Iya, kamu coba ya..."
"Iya kak," Ucap Kimmy dengan bersemangat.
"Thar, Raka, Sebentar ya.." Ucap Queen sambil beranjak memanggil pegawainya untuk membantu dirinya membawa gaun pengantin itu ke kamar pas.
Athar dan Raka hanya mengangguk dan membiarkan Kimmy dan Queen keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Athar pun mulai berbincang dengan Raka. Mencoba menilai lelaki yang duduk didepan nya itu. Perlahan, Athar pun paham dengan maksud dan sikap lelaki itu. Tidak bisa dipungkiri, Raka sedang menyukai kakak nya, Queen.