Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
109# Bertunangan


__ADS_3

"Kimmy !" Seru Athar yang baru saja sampai di rumah Kimmy.


Lelaki tampan itu tersenyum dengan lebar di ambang pintu kamar dan berjalan mendekati Kimmy yang terlihat sangat cantik di matanya hari ini.


"Ya Allah, cantik banget! Ini baru tunangan, gimana nikah nya?" Ungkap Athar yang kini berdiri tepat di depan Kimmy.


Kimmy tersenyum simpul dan memeluk Athar dengan erat.


"Ya Allah, Athar! Aku takut kamu gak datang," Ucap Kimmy sambil bernafas lega.


"Maaf ya, aku terlambat."


"Gak apa-apa kok, asal kamu datang," Ucap Kimmy sambil melepaskan pelukannya dan menatap Athar yang terlihat semringah.


"Ayo turun," Ucap Athar sambil menggandeng tangan Kimmy untuk keluar dari kamar Kimmy dan menuju ke ruang keluarga.


Diiringi beberapa kerabat, serta Mama Nia, mereka turun dan melangkah mendekati kursi yang sudah di sediakan untuk kedua keluarga yang akan menyelenggarakan acara pertunangan anak mereka itu. Mama Nia menuntun Kimmy untuk duduk di sebelahnya, di antara dirinya dan Papa Bobby.


Kedua keluarga kini duduk berhadapan. Bunda Farah, Ayah Andra, Queen dan Athar tersenyum puas saat melihat calon tunangan Athar begitu cantik pada hari ini.


Acara pun dimulai. Berawal dari pengajian dan mengucapkan syukur kepada sang pencipta, karena telah memberikan mereka kesehatan, umur yang panjang, serta kebahagiaan dan keluarga yang luar biasa. Lalu, dilanjutkan dengan Pembukaan lamaran.


Wakil dari pihak keluarga Athar, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan mereka kediaman rumah keluarga Kimmy itu. Sebagai bentuk ramah tamah dan sopan santun dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan.


"Saya, mewakili keluarga dari Bapak Andra, menyampaikan kepada keluarga besar Bapak Bobby, maksud kedatangan kami, hari ini adalah, melainkan untuk melamar putri pertama Bapak Bobby, yang bernama Kimmy. Untuk menjadikan Kimmy tunangan, sekaligus menjadi calon istri dari anak Bapak Andra dan Ibu Farah, yang bernama Athar." Ucap salah satu kerabat yang menjadi juru bicara keluarga Athar.


Setelah itu, dilanjutkan oleh pemberian jawaban dari keluarga Kimmy.


Sebagai orang tua kandung Kimmy, Papa Bobby yang menjadi wali dari Kimmy sendiri pun, menerima lamaran dari keluarga Athar dengan senang hati.


Semua orang pun tersenyum puas mendengar jawaban dari Papa Bobby. Maka, hari ini, detik ini pula, Kimmy resmi menjadi tunangan Athar. Bunda Farah pun beranjak dari duduknya dan menyerahkan seserahan untuk Kimmy. Sebagai hadiah dari calon mertua dan calon suami untuk Kimmy.


Isi dari seserahan itu adalah segala kebutuhan untuk Kimmy. Tentu saja dikemas dengan rapi dan layak untuk dipertontonkan kepada para tamu undangan.


Acara pun dilanjutkan dengan bertukar cincin antara Kimmy dan Athar. Kedua insan itu diminta untuk berdiri di depan semua orang. Hiasan bunga-bunga, serta nama Kimmy dan Athar tertulis di antara bunga-bunga segar yang menghiasi dinding ruang keluarga itu.


Athar menatap Kimmy dengan sorot mata bahagia. Lalu, ia meraih tangan kiri Kimmy dan memasangkan sebuah cincin emas bertahta berlian di jari manis Kimmy. Begitupun dengan Kimmy, ia menyematkan cincin di jari tangan Athar. Lalu, senyum bahagia menghiasi wajah mereka berdua.


Sepasang cincin yang sudah terpasang di jari manis mereka pun dipamerkan kepada seluruh orang yang menyaksikan pada hari ini. Semua orang bertepuk tangan sebagai tanda mereka ikut berbahagia dengan resminya Kimmy yang sudah terikat secara hati dengan Athar.


Di antara para undangan, tampak Farhan menundukkan wajahnya dan menelan salivanya. Ia menahan tangis hingga lehernya terasa membengkak. Lelaki muda itu pun beranjak dari keramaian menuju ke halaman rumah Kimmy. Ia terduduk lemas di teras rumah itu.


Seharusnya, dirinyalah yang berada di sana. Memasangkan cincin itu dijari manis gadis yang ia cintai itu. Karena kebodohan nya, ia gagal memiliki Kimmy dan kini harus merelakan Kimmy bahagia dengan orang lain.


Farhan mengusap wajahnya dengan gusar, lalu ia melangkah dengan gontai. Ia memutuskan untuk menunggu Mama nya di mobil saja. Ia tidak kuasa melihat Kimmy yang tersenyum bahagia disamping Athar. Harapan nya pupus, tertanam bersama penyesalan jauh dilubuk hatinya yang paling dalam.


Meskipun begitu, acara tetap berjalan dengan lancar. Para tamu undangan kini diperbolehkan untuk menyantap makan siang yang sudah disediakan oleh keluarga Kimmy. Beberapa dari mereka pun mulai mengantri untuk mencicipi segala hidangan yang tersedia dan sebagian lagi, sibuk mengambil foto Kimmy dan Athar. Untuk mereka sebarkan kepada teman yang berhalangan hadir serta hanya untuk kepentingan dokumentasi mereka pribadi.

__ADS_1


Suasana begitu ramai dan bahagia, gelak tawa serta decak kagum para undangan terus bergulir kepada Kimmy yang begitu anggun pada hari ini. Mereka terus membicarakan Kimmy yang begitu terlihat cocok bersanding dengan Athar.


"Perempuan nya cantik, laki-lakinya ganteng ya," Ucap salah satu tamu undangan kepada tamu yang lain nya. Mereka pun sependapat, Kimmy dan Athar terlihat sangat cocok dari segi manapun.


Brugggggg..!


"Aduh!" Kiki terlihat kesal dan menatap Abian dengan kerut di keningnya.


"Ma-maaf mbak," Ucap Abian, lalu dengan refleks ia mengambilkan tisu untuk mengusap tumpahan es yang membasahi kebaya Kiki.


"Hati-hati dong!" Ucap Kiki yang tidak tahu bila Abian adalah tuan rumah sekaligus adik dari Kimmy.


"Maaf ya Mbak, saya benar-benar tidak sengaja," Ucap Abian sambil menundukkan tubuhnya.


Athar yang melihat kejadian itu pun langsung menghampiri Kiki dan Abian,


"Abian, kenalkan ini adik gue," Ucap Athar sambil menunjuk Kiki.


Abian menatap Athar dengan tak percaya. Setahunya Athar hanya memiliki Queen sebagai saudara satu Ibu.


"Adik?" Tanya Abian dengan wajah yang canggung.


"Iya, anak dari bokap," Terang Athar.


"Ohhh...." Abian mengangguk paham lalu ia menatap Kiki dengan seksama.


Kiki mengerutkan keningnya dan membalas tatapan Abian.


"Adiknya Kimmy?" Tanya Kiki untuk memastikan ucapan kakaknya.


Athar mengangguk, membenarkan ucapan Kiki.


"Astaga... sorry ya, gue tadi ngamuk-ngamuk," Ucap Kiki sambil menjabat tangan Abian.


"Gue Kiki, senang berkenalan dengan elu, eh siapa tadi namanya?" Tanya Kiki.


"Abian," Ucap Abian yang langsung terpesona dengan wajah cantik Kiki.


"Cantik juga bro," Bisik Abian kepada Athar.


"Jiahhhh.. mau modus lu ya?" Tanya Athar sambil tertawa dan menepuk pundak Abian.


"Gak, gue gak pernah modus sama perempuan. Tapi, asli ini memang cantik, Indonesia banget wajahnya. Ayu..!" Ucap Abian.


"Deketin kalau lu bisa," Bisik Athar.


Abian tersenyum semringah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Emang di restuin?"


Athar mengangguk dan membalas senyuman Abian.


"Aihhh... gue demen nih punya kakak ipar kayak elu," Ucap Abian dengan bersemangat.


"Selamat berjuang," Ucap Athar yang beranjak kembali ke tengah-tengah keluarga yang sedang berbincang bersama Kimmy.


"Ehem, Kiki. Pacaran yuk?"


Kiki terperangah dan menatap Abian dengan tak percaya.


"Lagi gak kesurupan kan?" Tanya Kiki sambil mengerutkan keningnya.


"Enggak, selama ini aku hanya pacaran sama game. Barang kali kamu mau jadi selingkuhan aku," Ucap Abian tanpa basa basi.


"Freak," Ucap Kiki sambil berlaku dari hadapan Abian. Abian hanya tersenyum dan mengikuti Kiki di tengah kerumunan para tamu undangan.


"Kamu bahagia?"


Kimmy menatap Athar dan tersenyum malu-malu.


"Kalau tidak bahagia, tidak mungkin aku mau menunggu kamu yang telat datang ke acara pertunangan sendiri," Ucap Kimmy.


Athar tertawa geli dan merangkul Kimmy, lalu ia berbisik ditelinga calon istrinya itu.


"Gak akan aku ulangi, nanti saat akan Ijab Kabul, aku akan menginap disini,"


Kimmy tersenyum semringah.


"Janji?"


"Iya, janji. Aku tidak mau terlambat setelah aku bertahun-tahun menunggu kamu membuka hati untuk aku," Ucap Athar.


Kimmy tersenyum bahagia, lalu ia memeluk Athar dengan erat.


"Terima kasih ya sayang," Ucap Kimmy.


"Ehem, ada yang gak sabar pengen langsung nikah nih," Goda Bunda Farah.


Papa Bobby dan Mama Nia pun menoleh dan menatap anak gadisnya yang sedang memeluk Athar.


"Ok, pernikahan di percepat. Gak jadi enam bulan lagi, tapi dua bulan lagi," Ucap Papa Bobby sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Kimmy begitu lengket kepada Athar.


"Alhamdulillah, ucap Kimmy dan Athar,"


"Loh, nantangin !" Ucap Papa Bobby, disambut gelak tawa para sanak dan saudara mereka.

__ADS_1


__ADS_2