
Tepat pukul 7 malam, di kediaman Kimmy mulai ramai di kunjungi oleh para tamu undangan. Terlihat banyak mobil yang terparkir di halaman sampai diluar pagar dan tepi jalan sekitar rumah itu.
Kimmy yang sudah pulang dari kantornya baru saja selesai berdandan di kamarnya sedangkan Farhan sudah sejak tadi sore berada di rumah Kimmy pun sedang berbincang-bincang dengan Abian di ruang keluarga. Tante Naya, Tante Rara dan Bunda Farah beserta keluarga mereka juga sudah hadir. Terdengar gelak tawa di ruang tamu dan halaman ruangan belakang, dimana anak-anak kecil sedang berlarian menikmati suasana ramai di pesta itu.
Kimmy yang sudah selesai berdandan bersiap-siap untuk turun dan bergabung dengan para tamu undangan sebelum acara itu dimulai. Saat Kimmy turun, tampak Farhan menatap dirinya dengan tatapan kagum. Kimmy yang menggunakan dress berwarna putih tampak seperti malaikat di mata Farhan.
"Benar-benar malaikat," Gumam nya.
Kimmy tersenyum kepada Farhan, yang membuat Farhan semakin tak sabar untuk menikahi gadis itu. Ia pun berdiri dan menyambut kekasih hatinya itu. Farhan memang kedua tangan Kimmy dan menatap gadis itu lekat-lekat.
"Kamu cantik sekali," Ucapnya.
"Terima kasih," Ucap Kimmy sambil tersipu malu.
Melihat Kimmy yang sudah muncul, Papa Bobby pun langsung memulai acara tersebut. Sebelumnya mereka berdo'a untuk keselamatan, kesehatan serta kesuksesan Kimmy. Serta mengucapkan syukur untuk kelulusan dan di terimanya Kimmy di perusahaan tempatnya bekerja.
Selama acara berlangsung, Kimmy tampak gelisah. Ia terus menatap ke sekeliling nya hanya untuk mencari sosok Athar. Ya, Athar belum juga datang ke acara itu. Hingga semua rangkaian acara selesai, Athar tak kunjung datang. Wajah Kimmy pun tampak murung dan gelisah.
Saat acara makan malam dimulai pun lelaki itu belum juga muncul. Kimmy pun menghampiri Bunda Farah yang sedang menikmati makan malamnya.
"Maaf Bun,"
"Ya Kim?" Tanya Bunda Farah.
"Athar kok belum datang ya Bun?" Tanya Kimmy dengan wajah khawatir nya.
"Hmmm, iya nih, Bunda juga sedang menunggu Athar. Dari tadi loh Bunda hubungi dia, tetapi tidak di angkat-angkat sama Athar Kim," Ucap Bunda Farah yang juga terlihat khawatir.
"Ya sudah Bun, biar Kimmy yang hubungi Athar ya," Ucap Kimmy.
"Iya Kim, tolong ya,"
"Iya Bunda," Ucap Kimmy sambil tersenyum dan pergi ke halaman belakang rumahnya untuk mencari tempat yang sedikit sepi agar ia bisa menghubungi Athar.
Saat Kimmy sampai di halaman belakang, ia pun tertegun saat melihat seseorang yang sedang berdiri di rerumputan dengan sebuah kotak kado berwarna merah muda ditangannya.
"Athar.." Gumam Kimmy.
Athar tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada Kimmy, mengisyaratkan gadis itu untuk mendekati dirinya.
Kimmy membalas senyuman Athar dan beranjak mendekati lelaki itu. Kini, mereka berdua berdiri berhadapan. Wajah Kimmy tampak sangat bahagia saat melihat Athar yang tampak begitu tampan pada malam ini.
"Selamat atas kelulusan dan diterimanya di perusahaan yang bagus," Ucap Athar sambil menyerahkan kotak kado itu kepada Kimmy.
Kimmy tersenyum saat menerima kotak kado itu. Lalu, ia kembali menatap Athar dengan seksama.
__ADS_1
"Gue pikir elu gak datang," Ucap Kimmy sambil mengerutkan dagunya.
"Datang lah, masa enggak," Ucap Athar sambil tertawa lebar.
"Terus, kenapa lewat dari belakang?" Tanya Kimmy.
"Malas aja, di depan rame."
"Namanya ada acara, ya rame lah," Ucap Kimmy sambil mencubit lengan Athar.
"Duh, di cubit lagi... Di cium kek, di sayang kek, atau di ajakin nikah kek," Ucap Athar dengan ekspresi wajah konyolnya.
"Apaan sih.." Ucap Kimmy yang tampak tersipu malu mendengar ucapan konyol dari Athar.
"Kim, sudah cinta belum?" Tanya Athar.
"Apaan sih ! Yuk ikut ke dalam, belum makan kan? Ayo makan," Ucap Kimmy sambil menarik lengan Athar.
Saat Kimmy menarik lengan Athar, lelaki itu pun menahannya dan lalu menarik lengan Kimmy hingga Kimmy merapat ke tubuhnya.
Kimmy terkejut dan menatap kedua mata Athar dengan seksama. Kini, kedua mata mereka saling beradu pandang. Tercium aroma parfum Athar yang begitu menggoda dan maskulin. Kimmy pun menjadi grogi dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Athar.
"Sebentar Kim," Ucap Athar.
"Cuma mau bilang, lu cantik banget malam ini. Gue semakin cinta," Ucap Athar dengan wajah yang serius.
Kimmy tidak bisa menyembunyikan perasaan geli nya, lalu ia pun tertawa geli.
"Apaan sih, konyol banget," Ucap Kimmy sambil melepaskan tangan Athar dari lengan nya. Lalu, ia menarik Athar untuk mengikuti dirinya ke ruang keluarga.
"Nah, ini dia Kimmy nya," Ucap Papa Bobby, saat Kimmy dan Athar muncul di ruang keluarga.
"Eh, ada Athar," Ucap Mama Nia dengan wajah yang terlihat sangat gembira dengan kehadiran Athar.
Terlihat wajah kesal Farhan saat menatap tangan Kimmy yang sedang menarik tangan Athar.
"Lu makan gih sana," Ucap Kimmy sambil melepaskan tangan Athar.
"Iya," Ucap Athar sambil menghampiri Papa Bobby, Mama Nia serta semua orang yang ia kenal untuk menyapa dan bersalaman.
Farhan pun perlahan mendekati Kimmy dan berbisik di telinga gadis itu.
"Kamu ngapain memegang tangan dia?" Tanya Farhan.
Kimmy mengerutkan keningnya dan menatap Farhan dengan tatapan tak mengerti.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Bang?"
"Gak boleh, dia kan suka sama kamu, jadi jangan pernah kasih harapan apa pun dengan dia," Ucap Farhan dengan wajah yang kesal.
"Tapi dia sahabat ku...."
" Tidak ada sahabat-sahabatan lagi, akhiri semuanya, aku akan melamar mu malam ini Kim," Ucap Farhan dengan wajah yang tampak begitu kesal.
Kimmy berdiam, ia tak mengerti mengapa Farhan begitu cemburu dengan Athar. Padahal sudah jelas dirinya lebih memilih Farhan dan akan menikah dengan Farhan.
Diam-diam, Bunda Farah memperhatikan sikap Farhan kepada Kimmy. Ia pun merasa khawatir dengan sikap Farhan yang begitu posesif kepada Kimmy.
Bunda Farah menghela nafasnya dan menatap Kimmy yang tampak murung berada di sebelah Farhan. Bunda Farah juga melihat sorot mata Kimmy yang terus memperhatikan Athar yang sedang mengambil menu makan malamnya di meja prasmanan.
"Aku yakin, sebenarnya Kimmy mencintai Athar. Tapi, mengapa ia tetap mempertahankan hubungannya dengan Farhan?" Gumam Bunda Farah.
"Perhatian, minta waktunya sebentar," Ucap Farhan.
Mendadak suasana ramai pun menjadi hening, semua mata tertuju kepada Farhan yang berdiri di samping Kimmy.
"Terima kasih, sebelumnya saya mohon maaf sudah mengusik suasana gembira ini. Tetapi, malam ini saya tidak bisa membendung lagi perasaan saya atas gadis yang cantik ini. Saya ingin, semua yang berada disini menjadi saksi atas ungkapan yang akan saya utarakan kepada Kimmy," Ucap Farhan panjang lebar.
Semua tamu undangan dan juga kedua orang tua Farhan, mulai tersenyum. Mereka sudah mengira bila Farhan akan melamar Kimmy pada malam ini. Tetapi, tidak dengan Mama Nia, Papa Bobby, Bunda Farah, Ayah Andra dan Athar. Wajah mereka tampak tegang dan cemas.
"Semoga gak di terima," Batin Bunda Farah yang terlihat gemetar.
"Kimmy, Maukah kamu menjadi istriku?" Ucap Farhan dengan lantang sambil bertekuk lutut dengan sebuah cincin di tangannya.
Athar mengangkat kedua alisnya. Ia juga tampak cemas saat menunggu jawaban dari Kimmy.
Kimmy memperhatikan sekelilingnya lalu, kedua matanya menatap Athar yang sedang menatap dirinya. Lalu, pandangan Kimmy beralih kepada kedua orang tuanya dan bunda Farah. Hati Kimmy mulai merasa bimbang, ia tidak menyangka bila Farhan melamar dirinya dengan cara seperti itu.
Kimmy menatap Farhan yang sedang tersenyum menunggu jawaban dari dirinya. Kimmy juga menatap kedua orang tua Farhan yang terlihat sangat mendukung anak nya untuk melamar Kimmy.
"Ayo Kimmy, sesuai dengan perjanjian kita, aku akan memberikan kebebasan kamu untuk berkarir. Yang penting, kita sah dulu ya," Ucap Farhan dengan pelan.
Kimmy menghela nafasnya dan menatap Athar sekali lagi. Tampak lelaki itu menundukkan wajahnya.
"Kim.." Panggil Farhan.
Kimmy kembali menatap Farhan dengan seksama.
Kimmy mengangguk, saat itu juga Farhan tersenyum bahagia di iringi sorak sorai para tamu yang turut berbahagia dengan di terimanya Farhan menjadi tunangan Kimmy.
Farhan berdiri secara perlahan, lalu ia menyematkan cincin tunangan itu di jari manis Kimmy. Lalu, ia tersenyum bangga sambil melirik Athar yang sudah bersiap-siap untuk meninggalkan acara tersebut.
__ADS_1