
Resepsi pernikahan Kimmy dan Athar yang bisa dibilang begitu megah pun berakhir pada pukul 9 malam. Kimmy yang terlihat lelah pun tetap bersemangat, karena ini adalah hari bahagia di dalam hidupnya.
Tamu terakhir pun sudah pulang, kini tinggal keluarga Kimmy dan Athar serta sahabat dari Mama dan Papa nya saja yang tersisa.
Mereka melangkah keluar gedung, tempat dimana resepsi itu di gelar. Kimmy yang memakai gaun rancangan Queen, mengangkat rok nya yang menjuntai menyapu lantai, dibantu oleh Kiki dan Queen yang berjalan di belakang nya.
Saat perpisahan pun tiba, bukan berpisah selamanya, tetapi hanya berpisah pada malam ini. Malam ini Kimmy dan Athar diberikan kesempatan menginap gratis di hotel milik Raka. Menginap gratis lengkap dengan fasilitas bintang lima adalah sebuah kado dari Raka untuk Kimmy dan Athar. Walaupun, Raka tidak begitu akrab dengan Kimmy dan Athar. Bahkan, pertemuan mereka hanya sekali saat di Boutique milik Queen.
Raka memaksa Athar menerima kado darinya lewat Queen. Sebenarnya Queen sudah menolaknya, tetapi Raka tetap memaksa dan memberikan hadiah itu untuk Kimmy dan Athar.
Karena tidak enak untuk terus menolak, akhirnya Queen setuju dan mengucapkan terima kasih kepada lelaki itu.
"Ini Voucher hotel untuk kalian menginap di Hotel X milik Raka," Ucap Queen kepada Athar.
"Serius kak?" Tanya Athar dengan antusias.
"Iya, dia memaksa kakak untuk menerima voucher ini. Semoga kalian menikmati nya," Ucap Queen.
Athar tersenyum dan menitipkan salam nya untuk Raka saat dua hari sebelum pernikahan di gelar.
Malam ini, Athar menjabat tangan Raka dan mengucapkan terima kasih kepada lelaki yang sedang mendekati kakak nya itu. Dengan wajah yang turut berbahagia, Raka menyambut jabatan tangan Athar dan mengucapkan selamat untuk sepasang pengantin baru tersebut.
Bunda Farah kembali mengamati sosok Raka, ia pun berbisik dengan Mama Nia yang tampak kelelahan namun tetap bersemangat.
"Dia yang punya hotelnya loh Nia," Ucap Bunda Farah.
"Boleh banget jadi mantu lu Far," Bisik Mama Nia.
"Boleh banget lah, masa enggak. Tapi, kayak nya dia suka gak sih sama Queen?" Tanya Bunda Farah yang masih belum percaya.
"Ini namanya pendekatan Far. Pasti suka lah, kalau enggak ngapain dia mepet anak lu terus?" Ucap Mama Nia.
Bunda Farah tersenyum dan menatap Raka dengan seksama.
"Nak Raka, terima kasih ya," Ucap Bunda Farah sambil menghampiri Raka yang baru saja selesai berbincang dengan Athar.
"Ah, iya Tante sama-sama," Ucap Raka sambil tersenyum manis kepada Bunda Farah.
"Jadi kapan menyusul dengan Queen?" Ucap Bunda Farah tanpa basa basi.
"Bunda... apaan sih!" Ucap Queen dengan wajah yang memerah, menahan malu.
"Buset Far, elu jangan to the point juga kali !" Mama Nia berbisik kepada Bunda Farah dan menarik lengan Bunda Farah yang terlihat antusias saat mengatakan hal itu kepada Raka.
__ADS_1
Raka tersenyum dan menundukkan wajahnya, lalu ia menatap Queen dengan seksama.
"Kalau Om dan Tante merestui saya menikahi Queen, secepatnya saya akan melamar Queen," Ucap Raka.
Queen terbelalak, ia menatap Raka dengan tak percaya.
"Nah, begitu dong," Ucap Bunda Farah.
"Bunda... kenapa begitu sih.." Ucap Queen dengan wajah yang cemas.
"Ya, kalau sama-sama suka kenapa gak nikah saja?" Tanya Bunda Farah.
Queen terdiam, ia merasa malu dengan sikap Bundanya.
Raka tersenyum dan menghampiri Queen yang tertunduk dihadapannya.
"Queen, kamu percaya dengan ku kan?" Tanya Raka.
Queen mengangkat wajahnya dan terlihat bingung dengan pertanyaan Raka.
"Menikah lebih baik," Ucap Ayah Andra.
Queen menatap Ayah Andra dengan tak percaya.
"Apaan sih pada..." Ucap Queen yang tercengang dengan sikap semua orang disekitarnya.
Raka tersenyum dan menghampiri Ayah Andra.
"Om, saya suka dengan anak Om. Jadi, dalam kesempatan ini, kalau memang Om dan Tante merestui. Saya akan segera membawa keluarga besar saya untuk melamar putri Om dan Tante," Ucap Raka dengan penuh keyakinan.
"Gentle..!" Ucap Mama Nia sambil bertepuk tangan dengan wajah yang girang.
"Raka..." Queen terlihat cemas dan bingung.
"Bagus, Om dan Tante tunggu ya," Ucap Ayah Andra.
"Terima kasih Om, Tante," Ucap Raka sambil tersenyum menatap Queen.
Queen terdiam, ia merasa malu sekali dengan sikap orang tuanya. Tetapi, disudut lain di hatinya, Queen merasa getaran yang tidak biasa. Sebenarnya ia merasa bahagia karena Raka melamar nya disaat yang tidak terduga.
"Queen, minggu depan aku datang bersama keluarga besar ku," Ucap Raka.
Queen mengangkat wajahnya dan menatap Raka yang tersenyum kepada dirinya dengan seksama.
__ADS_1
"Kamu serius?" Tanya Queen yang masih belum percaya.
"Seratus persen serius dan yakin. Menikah lah denganku," Ucap Raka dengan penuh keyakinan di depan dua keluarga itu.
Queen terpana, ia bingung akan menjawab apa.
"Alhamdulillah," Ucap Bunda Farah.
"Ya sudah, saya duluan ya Om dan Tante. Athar dan Kimmy, selamat ya... dan enjoy," Ucap Raka sambil menyalami semua yang berada disana.
Lelaki itu pun beranjak masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di halaman gedung itu. Ia pun melambaikan tangannya kepada keluarga besar itu saat supir pribadinya mulai melajukan mobil tersebut.
Queen menghela nafas dalam-dalam dan menatap kedua orang tuanya dengan wajah yang cemas.
"Ya Allah Bunda, Ayah...." Ucap Queen yang terlihat lemas.
"Dia orang baik Queen, Ayah gak mungkin salah menilai," Ucap Ayah Andra.
"Kalau tadi dia gak mau sama Queen, apa gak malu kita Ayah, Bunda?" Ucap Queen lagi.
"Bunda bisa melihat kok, kalau dia suka sama kamu," Ucap Bunda Farah.
"Ya, tapi tidak begitu juga Bunda.." Ucap Queen yang mulai panik.
"Sudah, kita lihat minggu depan," Ucap Bunda Farah lagi.
Queen menghela nafasnya, ia pun merogoh tas tangan nya, untuk mencari ponsel miliknya. Lalu, setelah ia mendapatkan ponselnya, ia pun mengirimkan pesan untuk Raka.
Maafkan kedua orang tua ku dan keluarga besar ku ya Raka. Jangan anggap serius, mereka memang suka blak-blakan kalau bicara. Aku sungguh malu. Kalau kamu tidak serius dengan ucapan mu, aku mengerti. Tidak perlu merasa tidak enak dengan ku. Justru aku yang merasa tidak enak dengan mu. Sekali lagi, aku mohon maaf dengan sikap keluarga besar ku.
Queen pun mengirimkan pesan itu kepada Raka, lalu ia memasuki mobil keluarga nya.
Tring...!
Satu pesan balasan ia terima dari Raka.
Aku serius, aku akan datang minggu depan. Aku mencintaimu, maaf.. aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Aku akan membahagiakan kamu hingga maut memisahkan kita.
Queen tertegun setelah membaca pesan dari Raka.
"Dia serius?" Gumam Queen.
Perlahan, senyuman menghiasi sudut bibirnya. Hatinya pun berbunga-bunga.
__ADS_1
"Tuhan, apa memang dia benar-benar jodohku?" Gumam Queen.