
Sebelumnya...
Sebelum Athar menyalip mobil Farhan, Athar mendapatkan informasi dari Bunda Farah, bila Vania sudah ditemukan dan akan segera datang kerumah Tante Rara. Maka dari itu, mereka berdua berniat untuk menyelesaikan masalah ini dengan mempertemukan antara Farhan, Vania, Kimmy dan juga keluarga yang terlibat.
Maka dari itu, Athar sengaja menyalip mobil Farhan dan memukul laki-laki itu agar ikut bersama dirinya ke kediaman Tante Rara. Semua itu Athar lakukan, agar Farhan tidak mangkir dan melarikan diri dari kenyataan.
Begitupun Kimmy, ia tertegun saat Papa Bobby mengajak dirinya kerumah Farhan.
"Ada apa Pa?" Tanya Kimmy yang sedang merenung kisah asmaranya yang harus berakhir dengan Farhan di kamarnya.
"Ikut Papa, ada yang harus kamu ketahui," Ucap Papa Bobby.
"Ketahui apa Pa?" Tanya Kimmy penasaran.
"Ikut saja ya," Ucap Papa Bobby.
"Ya sudah, Kimmy ganti baju dulu ya," Ucap Kimmy sambil beranjak dari ranjangnya.
"Tidak usah, begitu saja. Tinggal pakai sweater saja," Ucap Papa Bobby yang berdiri di depan kamar Kimmy dengan wajah yang serius.
Kimmy mulai menyadari bila ada hal yang serius yang sedang terjadi. Maka, ia mengangguk dan mencari sweater nya di dalam lemari. Setelah itu, ia mengikuti Papa Bobby yang sudah terlebih dahulu beranjak ke depan rumah mereka.
Malam itu juga, tepat pukul sembilan malam, mereka pergi ke rumah Farhan.
...
Tante Rara yang sedang berusaha menghubungi Farhan, tampak gelisah. Wanita paruh baya itu mencoba berkali-kali menghubungi anak semata wayangnya itu.
Tak lama kemudian, Athar datang dengan membawa Farhan yang berjalan dengan sempoyongan. Darah segar menodai kemeja nya yang berwarna putih itu.
Sontak saja, Tante Rara terlihat panik dan menghampiri Farhan yang di bantu duduk oleh Athar di atas sofa.
"Ada apa ini? Ada apa dengan Farhan ku?" Tanya Tante Rara.
Farhan yang baru saja siuman dari pingsan nya mendadak terkejut saat melihat Vania dan Om Andreas sudah berada di ruang keluarga itu.
"Ma..ada apa ini?" Tanya Farhan sambil menatap satu persatu orang yang berada di ruangan itu.
"Kita mau membahas fitnah yang Vania berikan untuk kamu Han," Ucap Tante Rara.
"Tetapi, katakan sama Mama, ini wajah mu kenapa?" Sambung Tante Rara.
Farhan melirik Athar yang berdiri disampingnya, lalu ia menundukkan wajahnya dalam-dalam.
Saat itu juga Tante Rara menatap Athar,
"Athar, katakan sama Tante, kenapa dengan Farhan!" Ucap Tante Rara yang terlihat semakin panik.
"Kami bertengkar Tante, Bang Farhan duluan yang memukul Athar," Ucap Athar berterus terang.
"Apa ! Tetapi, mengapa kamu memukul anak saya sampai seperti ini !" Ucap Tante Rara sambil mengusap memar di wajah Farhan.
__ADS_1
Farhan meringis kesakitan, tetapi ia tidak berbicara sama sekali atau berusaha membela diri sendiri.
"Keterlaluan kamu Atharrrrr !" Ucap Tante Rara dengan suara yang gemetar.
"Ra," Panggil Bunda Farah.
"Apa Far ! Lu mau membela anak elu?"
"Bukan begitu Far..."
"Lalu apa !" Ucap Tante Rara dengan nada suara yang meninggi. Ia berlari menuju ke dapur untuk mengambil es batu dan wadah untuk mengompres wajah Farhan.
Bunda Farah menghela nafasnya dan melirik Athar yang terlihat santai saja.
Farhan yang dari tadi diam membisu, melirik Om Andreas dengan ragu. Matanya yang membengkak dapat melihat wajah dingin Om Andreas yang begitu menakutkan. Lalu, ia kembali menundukkan wajahnya.
Tante Rara kembali dengan kompres di tangannya dan ia berusaha mengompres wajah Farhan dengan perlahan.
"Sakit ya nak? Tega sekali kamu Athar !"
Athar hanya diam tidak bereaksi sama sekali.
Suasana kembali hening, masing-masing dari mereka terlihat sungkan akan memulai pembahasan keluarga ini.
"Assalamualaikum," Ucap Kimmy.
"Waalaikumsalam.." Sahut semua yang sedang berada di ruangan itu, kecuali Farhan dan Tante Rara.
"Kimmy !" Seru Farhan.
Kimmy yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi pun terlihat bingung dengan orang yang sedang berkumpul di ruangan itu.
"Ada apa ini?" Tanya Kimmy. Lalu, matanya tertuju kepada Vania yang menundukkan pandangan nya sesaat setelah bertemu pandang dengan Kimmy.
Lalu, Kimmy menatap Farhan yang sedang di kompres oleh Tante Rara.
"Bang, kamu kenapa?" Tanya Kimmy yang terlihat khawatir. Saat itu juga Kimmy beranjak menghampiri Farhan. Saat Kimmy hendak berjalan mendekati Farhan, Athar langsung memegang tangan Kimmy dan menahannya.
"Disini saja bersama gue," Ucap Athar.
Kimmy menatap Athar dengan tak percaya.
"Thar itu kenapa Bang Farhan babak belur?" Tanya Kimmy.
"Sudah, disini saja bersama gue," Ucap Athar lagi.
"Silahkan dimulai..." Ucap Athar sambil menuntun Kimmy untuk duduk di sudut ruangan itu.
Farhan mengangkat wajahnya, lalu menatap Athar dan Kimmy dengan sinis.
Suasana hening sejenak, semua saling berpandangan dan memberikan syarat untuk berbicara terlebih dahulu. Tetapi, tidak ada seorangpun yang mau berbicara.Yang Terdengar hanya rintihan Farhan yang menahan sakit saat di kompres oleh Tante Rara.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, Vania memberanikan diri untuk angkat bicara terlebih dahulu.
"Saya Vania, bersumpah demi Tuhan, bila apa yang saya ucapan adalah kejadian yang sebenar-benarnya. Tidak ada fitnah, dikurangkan ataupun dilebihkan," Ucap Vania mengawali pengakuannya.
Tante Rara yang duduk di samping Farhan menatap Vania dengan tatapan tak suka.
"Sebelumnya, saya mengucapkan turut berdukacita atas berpulangnya Om Fathur. Saya akui, kejadian berpulang nya Om Fathur, salah satunya adalah saya penyebabnya." Vania mulai menitikkan air mata. Saat itu juga Om Andreas menggenggam tangan Vania untuk mendukung putrinya tersebut.
Vania melirik Om Andreas yang tersenyum dan mengangguk kepada dirinya. Om Andreas berusaha mendukung putrinya untuk mengungkapkan kebenaran dan derita yang selama ini Vania rasakan.
"Saya tidak berbohong, bila saya dan Farhan memiliki hubungan khusus yang lebih dari sekedar berpacaran. Kami, sudah melakukan hubungan layaknya suami istri," Ucap Vania dengan suara yang tercekat di ujung ucapannya.
Semua yang ada di ruangan itu menghela nafas panjang. Kecuali Tante Rara dan Kimmy.
Kimmy tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vania.
"Sebelumnya juga, saya minta maaf kepada Kak Kimmy. Karena, di belakang Kak Kimmy, saya dan Farhan memiliki hubungan itu. Sebenarnya, saya tidak tahu, bila Kak Kimmy dan Farhan sudah terlebih dahulu memiliki hubungan spesial. Maka, saya menerima Farhan menjadi kekasih saya," Ucap Vania sambil terisak.
"Saya datang ke Villa, awalnya hanya meminta dukungan kepada Tante Rara dan Almarhum Om Fathur. Hanya saja, Tante Rara memaki saya. Saat itu, saya pun emosi dan mengeluarkan kata-kata tak pantas. Saya minta maaf, saya khilaf."
"Hal itu, di dorong oleh sikap Farhan kepada saya. Dia mencampakkan saya. Sejak kepulangan Kak Kimmy ke Indonesia. Sebagai wanita, saya tidak terima. Saya sudah begitu percaya kepada Farhan. Tetapi, apa yang saya dapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi," Sambung Vania.
"Benar itu Farhan?" Tanya Tante Rara kepada Farhan yang terus menundukkan wajahnya.
Farhan terdiam, ia tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Mamanya. Perlahan, lelaki itu terisak dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Farhan! Bilang sama Mama bila itu tidak benar Farhan !" Desak Tante Rara sambil mengguncang-guncang tubuh Farhan. Tetapi, tidak ada kata yang mampu terucap dari bibir Farhan. Lelaki itu diam membisu.
"Tante, bila memang Tante tidak percaya. Tante bisa bertanya dengan penjaga Villa. Kami selalu melakukan nya di Villa milik Tante Rara," Ucap Vania.
Tante Rara menatap Vania dengan wajah yang basah dengan air mata. Lalu, ia beranjak meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja, lalu ia mencoba menghubungi penjaga Villa miliknya.
Tak lama kemudian, penjaga Villa itu menerima panggilan dari Tante Rara. Dengan nafas yang sesak, Tante Rara bertanya dengan penjaga Villa itu tentang kebenaran yang dikatakan oleh Vania.
"Mang ! Saya ingin kamu jujur sama saya, apa benar Vania sering ke Villa bersama dengan Farhan?" Tanya Tante Rara dengan suara yang lantang.
Sesaat kemudian, Tante Rara terdiam. Ponsel yang berada di genggamannya pun terjatuh. Ia menatap Farhan dengan mata yang memerah. Lalu, ia terduduk lemas di atas sofa, tepat disamping Farhan.
"Ma, Farhan bisa jelaskan.."
Plakkkkk...!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Farhan. Ini adalah kali pertama Tante Rara menampar buah hatinya itu.
"Laknat kamu Farhan !" Maki Tante Rara.
Farhan terdiam, ia kembali menundukkan wajahnya dalam-dalam.
"Mama tidak pernah mengajarkan kamu berzina ! Mama tidak pernah mengajarkan kamu lari dari tanggung jawab !" Bentak Tante Rara.
Melihat hal itu, nafas Kimmy memburu, hatinya merasakan sakit yang luar biasa. Empat tahun, ternyata dia tidak sendirian di hati Farhan. Empat tahun ia berusaha setia demi lelaki itu. Tetapi, apa yang ia dapatkan hanya kebohongan belaka.
__ADS_1
Air mata mengalir deras di pipi Kimmy. Ia tidak kuasa menahan rasa sakit itu, hingga akhirnya Kimmy beranjak dari ruangan itu. Semua mata menatap Kimmy yang berlari meninggalkan ruangan itu dan Athar pun berusaha untuk mengejar Kimmy yang pikirannya sedang kacau dan merasa kecewa dengan Farhan. Sedangkan Farhan, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin sekali ia mengejar Kimmy yang sedang terluka. Tetapi, dialah yang menjadi sumber dari luka yang Kimmy dapatkan. Maka dari Itu, ia hanya bisa diam membisu. Membiarkan Kimmy keluar dari ruangan itu bersama dengan Athar.