
Gue adalah laki-laki yang pengecut. Gue tidak menyerah, hanya saja gue pengecut. Gue begitu takut akan penolakan, kekecewaan dan sudah jelas gue takut kehilangan elu Kimmy.
Jerit hati dari seorang Athar yang berjalan keluar dari komplek perumahan kediaman keluarga Kimmy. Pikiran nya penuh dengan rasa kecewa, patah hati yang mendalam, cemburu buta tanpa tahu apa hubungan Kimmy dan Farhan.
Athar terlalu takut untuk bersikap biasa saja, dia takut untuk berbaur dan bersaing dengan seorang lelaki yang sudah ia anggap sebagai Abang kandung nya sendiri. Farhan dan Athar, sama seperti Athar dan Kimmy. Mereka mengenal dari kecil dan tepatnya sempat bersahabat daei kecil sampai Farhan tumbuh dewasa dan sibuk dengan urusan orang dewasa.
Athar terlalu kecil hati untuk maju dan kini, dirinya hanya bisa pasrah dengan takdir. Ia tidak membenci Kimmy yang lebih memilih Farhan, ( di dalam pikiran nya, Kimmy sudah menjalin cinta dengan Farhan). Tepatnya, Athar tidak mau menjadi perusak hubungan asmara Kimmy dan Farhan.
Hari-hari terlewati, hubungan Kimmy dan Athar pun semakin menjauh. Tepatnya, Athar menjauh. Kimmy sudah berusaha untuk mendekati Athar seperti dahulu lagi, nyatanya lelaki itu seperti sudah memiliki pergaulan lain yang lebih seru, hingga ia melupakan Kimmy.
Tentu saja, menjauhnya Athar, membuat Kimmy semakin dekat dengan Farhan. Bagaimana tidak? Farhan selalu ada mengisi hari-hari Kimmy saat merasa sepi tanpa Athar. Farhan benar-benar memaksimalkan liburan nya kali ini untuk Kimmy, gadis yang ia cintai.
Hubungan Farhan dan Amber pun ikut merenggang. Mereka kerap kali bertengkar lewat sambungan telepon seluler. Over protective dan rasa cemburu Amber yang terlalu membosankan membuat Farhan memutuskan untuk mengakhiri cerita cintanya dengan Amber.
Tentu saja, hal itu diketahui oleh Kimmy. Farhan kerap kali bercerita tentang hubungan asmaranya dengan Amber. Walaupun, ada perasaan senang bagi Kimmy, tetapi tetap ia merasa, Farhan memutuskan hubungannya dengan Amber karena dirinya.
Sebenarnya Kimmy sudah berusaha menjaga jarak kepada Farhan, saat ia tahu Farhan memiliki kekasih. Tetapi, lelaki itu tidak gampang menyerah. Ia selalu menghampiri Kimmy disaat yang tepat.
Kimmy dan Farhan belum jua menjadi sepasang kekasih. Kimmy tetap bertahan untuk bersikap biasa saja dengan Farhan. Sikap Kimmy yang cuek dan licin, membuat Farhan semakin penasaran. Ia pun berniat akan menjadikan Kimmy labuhan cinta terakhir bagi hidupnya. Farhan benar-benar jatuh cinta dan sangat-sangat mencintai Kimmy.
...
Hari ulang tahun Kimmy yang ketujuh belas pun tiba. Hari ini juga menjadi hari ulang tahun Athar yang ketujuh belas. Cerita unik dari samanya tanggal ulang tahun Kimmy dan Athar adalah, saat itu Bunda Farah yang tidak betah dirumah saat hamil Athar, mengajak Mama Nia jalan-jalan ke Mall. Karena mereka sama-sama sedang hamil tua dan berjarak hanya dua minggu dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) antara kehamilan Bunda Farah dan Mama Nia. Bunda Farah yang memang sudah menunggu hari kelahiran pun mendadak pecah ketuban saat mereka sedang berjalan-jalan di Mall.
__ADS_1
Bunda Farah dan Mama Nia sama-sama panik. Mereka pun langsung meninggalkan Mall dan bergegas kerumah sakit bersalin. Mama Nia yang terkejut dan sangat mengkhawatirkan Bunda Farah, sahabatnya itu pun, mendadak mulas. Awalnya, Mama Nia hanya menganggap dirinya terlalu panik hingga merasa mulas. Tetapi, semakin lama, rasa mulas itu mendadak sangat menyiksa.
Mama Nia yang sedang menyetir mobil pun sadar, dirinya akan melahirkan juga. Dengan menahan rasa mulas yang luar biasa, Mama Nia pun akhirnya berhasil mengendarai mobil Bunda Farah sampai ke halaman rumah sakit terdekat. Setelah sampai, Mama Nia pun meminta tolong kepada satpam dan tenaga medis untuk membantu Bunda Farah yang sudah pecah ketuban. Setelah itu, barulah ia mengatakan bahwa dirinya juga akan melahirkan, sama seperti sahabatnya itu.
Terdengar sangat lucu, dua Ibu hamil yang centil, menghabiskan waktu mereka di Mall saat hamil tua dan mendadak akan melahirkan di hari yang sama.
Kelahiran Athar lebih dahulu dari pada Kimmy. Setelah satu jam kemudian, Kimmy pun lahir ke dunia ini, menyusul Athar. Seakan, Athar tidak mau sendirian, ia mengajak Kimmy untuk menemani dirinya dari lahir hingga saat ini.
Biasanya, setiap hari ulang tahun Kimmy dan Athar, mereka selalu merayakan nya bersama. Dulu, waktu mereka kecil, mereka merayakan bersama di sekolah. Membagikan makanan dan tiup lilin bersama layaknya anak kembar.
Setelah mereka SMP, tradisi merayakan disekolah pun ditiadakan. Mereka lebih senang merayakan dengan makan malam keluarga Kimmy dan keluarga Athar dan setelah mereka sudah SMA, mereka lebih suka merayakan berdua saja. Tahun lalu, saat mereka ulang tahun keenam belas, mereka merayakan nya dengan menonton bioskop berdua, jalan-jalan ke Dufan berdua dan menghabiskan waktu seharian di pantai.
Tetapi kini, masing-masing merayakan ulang tahun mereka sendirian. Sejak pagi, Kimmy tampak bersedih. Athar, masih tidak banyak bicara kepadanya. Bahkan, Athar tidak peduli tentang ulang tahun mereka yang sudah seperti tanggal sakral antara mereka berdua. Kebiasaan-kebiasaan itu hilang dalam sekejap, karena Athar yang menjauh dari dirinya.
Kimmy duduk di balkon rumahnya pada sore ini. Mama Nia pun datang dan duduk di samping Kimmy yang tampak sangat murung.
"Tumben ulang tahunmu tidak bersama Athar?" Tanya Mama Nia.
"Tidak apa-apa Ma," Sahut Kimmy yang berusaha tersenyum, menutupi rasa gundah dihatinya.
"Kalian musuhan?" Pertanyaan Mama Nia persis dengan pertanyaan Bunda Farah yang merasa aneh dengan anak laki-lakinya, Athar, yang biasa selalu bersama dengan Kimmy. Namun tidak lagi untuk saat ini.
"Enggak kok," Ucap Kimmy dengan cepat.
__ADS_1
"Oh, ya sudah. Jangan musuhan ya, ingat... kita bersaudara," Ucap Mama Nia.
"Kamu gak kemana-mana gitu?" Sambung Mama Nia lagi.
Kimmy hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum dengan kecut.
"Ya sudah, nanti ikut Mama ke salon yuk.."
"Males ah Ma,"
"Loh, kenapa sih kamu gak pernah mau Mama ajak ke salon? Kan, kamu bisa perawatan sekalian. Kamu kan sekarang sudah dewasa, ayo dong perawatan, jangan tomboy begini terus," Ucap Mama Nia.
"Duh, Mama, Kimmy gak mau Ma... Nanti ada masanya kok," Tegas Kimmy.
Mama Nia menghela napas panjang. Lalu, ia menghembuskan nya dengan perlahan.
"Ok deh, nanti Mama mau ke salon, sekalian mampir ke restoran Papa mu. Kamu baik-baik ya dirumah sama Abian,"
"Iya Mama....." Sahut Kimmy dengan malas.
"Ya sudah, Mama mau siap-siap dulu," Ucap Mama Nia sambil beranjak dari duduknya.
Kimmy kembali tertelan sepi, ia masih termenung di balkon rumahnya.
__ADS_1
"Athar, lu kenapa sih?" Gumam nya lirih.