Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
102# Meminta izin ke calon mertua


__ADS_3

"Maaf," Ucap Queen sambil melepaskan tangan nya dari lengan Raka.


Lelaki itu tersenyum dan menundukkan tubuhnya sedikit di depan Queen.


"Siapa tadi nama mu?" Tanya Queen lagi.


"Raka, nama ku Raka," Ucap nya.


"Ah, iya Raka, terima kasih atas pertolongan nya," Ucap Queen.


"Sama-sama," Ucap lelaki berwajah oriental itu.


"Kamu kok tahu nama aku Queen?" Tanya Queen penasaran.


"Ah, iya. Soal nya dia tadi menyebutkan namamu," Ucap Raka.


"Oh, begitu..." Queen mengangguk dengan ragu.


"Senang berkenalan dengan mu," Ucap Raka.


"I-iya, aku juga. Dengan apa aku bisa membalas kebaikan kamu," Ucap Queen yang tampak salah tingkah.


"Nomor ponsel mungkin," Ucap Raka yang tersenyum malu-malu.


Queen membulatkan matanya dan menatap Raka sambil tersenyum kecil.


"Bukan, aku bukan modus. Hanya saja, ingin menambah pertemanan." Tegas Raka.


Queen tersenyum dan menyebutkan nomor ponselnya.


Dengan sigap, Raka langsung mencatat nomor ponsel Queen di dalam ponsel miliknya.


"Terima kasih ya," Ucap Raka.


Queen tersenyum dan mengangguk pelan.


"Ya sudah, aku pergi dulu," Ucap Queen.


Raka tersenyum dan mengangguk.


Raka menatap Queen yang berjalan memunggunginya. Lelaki itu tersenyum sendiri dan menghela nafasnya.


"Cantik banget..." Gumam nya.


Lalu, lelaki itu beranjak dan menghilang di keramaian Mall tersebut.


Queen menghempaskan paper bag belanja nya di jok belakang mobilnya. Lalu, ia bergegas masuk kedalam mobil. Di belakang kemudi, ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia masih belum percaya ada seorang lelaki yang mengaku-ngaku menjadi tunangan nya disaat yang tepat. Perkenalan yang unik itu sangat menggelitik hati Queen.


"Dasar konyol," Ucap Queen sambil menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan Mall tersebut.


...


Athar memarkirkan mobilnya di halaman rumah Kimmy. Lelaki itu pun beranjak keluar dari mobilnya dan bergegas ke depan pintu rumah Kimmy. Belum sempat ia mengetuk daun pintu itu, pintu itu pun terbuka.


Athar menatap Kimmy yang tersenyum di depan nya.


"Kim," Ucap Athar yang tampak bingung melihat Kimmy yang ternyata sudah menunggu kehadiran dirinya.


"Ya," Sahut Kimmy yang terlihat salah tingkah.


"Hmmm, lu..." Mereka mengucapkan kata yang sama, lalu mereka sama-sama tersenyum kikuk.


"Lu dulu.."


"Lu aja," Ucap Kimmy yang terlihat semakin salah tingkah.


"Hmmm... lu nunggu gue Kim?" Tanya Athar.


"Ng-enggak kok, gue nunggu tukang bakso," Ucap Kimmy berbohong.


"Oh, kalau begitu gue yang geer ya?" Tanya Athar sambil tersipu malu.


Kimmy hanya tersenyum, pipinya memerah dan ia menundukkan pandangan nya.


Kimmy memang menunggu kedatangan Athar. Saat mendengar suara mobil Athar memasuki halaman rumahnya, Kimmy langsung berlari dari kamarnya menuju ke pintu depan rumah itu.

__ADS_1


Mama Nia dan Papa Bobby mengerutkan kening mereka saat melihat Kimmy yang tampak tergesa-gesa menuju pintu depan rumah mereka.


"Siapa yang datang? Kok kayaknya anak ku semangat banget ya?" Tanya Mama Nia kepada Papa Bobby yang sedang duduk di samping Mama Nia.


"Sebentar, biar aku cek," Ucap Papa Bobby sambil beranjak dari duduk nya.


Mama Nia mengangguk dan kembali menatap televisi di depan nya yang sedang menayangkan sinetron favorit yang selalu ia tunggu.


"Eh Athar," Sapa Papa Bobby saat melihat Athar dan Kimmy terlihat saling salah tingkah di depan depan pintu rumah.


"Kim, kok Athar tidak disuruh masuk?" Tanya Papa Bobby.


"Eh, iya..."


"Masuk Thar," Ucap Kimmy sambil tersenyum semringah.


Athar mengerutkan keningnya saat melihat sambutan Kimmy yang tidak biasa. Lalu, ia mengangguk ragu dan beranjak masuk kedalam rumah Kimmy.


"Mau minum apa Thar?" Tanya Kimmy.


Athar kembali bingung, ia terus menatap Kimmy yang sangat berbeda.


"Ini anak kerasukan kali ya?" Batin Athar.


Sedangkan Papa Bobby menahan senyum nya saat melihat sikap Kimmy yang mulai melunak kepada Athar.


"A-apa saja Kim," Ucap Athar.


"Tunggu sebentar ya," Ucap Kimmy sambil beranjak ke dapur.


Papa Bobby yang duduk menemani Athar, akhirnya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa kabar Om?"


"Baik," Sahut Papa Bobby sambil menatap Athar yang terlihat lebih kurus dari biasanya.


"Kamu kok kurusan Thar?"


Athar menatap ke tubuhnya sendiri dan lalu ia tersenyum manis.


"Oh... pantas saja. Tapi, kalau bisa kesehatan nomor satu ya Thar."


"Iya Om," Ucap Athar sambil tersenyum.


"Cepat lulus, biar bisa segera menikah dengan Kimmy," Ucap Papa Bobby.


Athar tersenyum kikuk, pipi nya memerah dan ia mengangguk dengan cepat.


"Pasti Om,"


Tak lama kemudian, Kimmy datang membawa secangkir teh dan beberapa makanan kecil untuk Athar. Dengan sigap, ia menghidangkan apa yang ia bawa kehadapan Athar. Saat itu juga Athar terus menatap gadis pujaan nya itu.


Setelah menghidangkan apa yang ia bawa, Kimmy pun duduk di samping Papanya dan menatap Athar yang terus menatap dirinya.


"Ehem..."


Athar tersentak dan menatap Papa Bobby yang baru saja mendehem, lalu dengan malu ia menundukkan pandangan dari Kimmy.


"Tumben kamu kesini Thar?" Tanya Papa Bobby.


"Hmmm, begini Om, malam minggu nanti saya boleh mengajak Kimmy?" Tanya Athar berterus-terang.


"Kemana?"


"Ke pulau Om."


Papa Bobby menatap Kimmy yang terlihat salah tingkah.


"Menginap?" Tanya Papa Bobby lagi.


Dengan ragu, Athar mengangguk.


"Pulau mana?" Tanya Papa Bobby lagi.


"Yang dekat saja Om, Pulau Seribu Om,"

__ADS_1


"Iya Pulau Seribu itu kan ada banyak pulau, tujuan mu itu pulau mana?" Tanya Papa Bobby lagi.


"Pu-pulau Tidung Om."


"Wah, indah itu!" Ucap Papa Bobby dengan bersemangat.


"Hehehe iya Om, saya sih belum pernah kesana. Jadi, saya ingin kesana sama Kimmy."


"Berdua?" Tanya Papa Bobby.


Athar menatap Kimmy yang terus menundukkan wajahnya.


"I-iya Om, tapi.. kami tidak tidur berdua Om, suer !" Ucap Athar sambil mengangkat kedua jari tangan nya.


"Bagaimana Om tahu bila Om tidak melihat kalian tidur terpisah. Sudah begini saja, nanti Om hubungi Bunda kamu, kita liburan keluarga saja. Sekalian mengawasi kalian berdua, Ok?" Tanya Papa Bobby sambil mengangkat kedua jarinya dan mengarahkan ke matanya lalu menunjuk kan dua jarinya ke arah Athar berulang-ulang.


Dengan ragu, Athar tersenyum dan mengangguk setuju.


"Nah.. begitu dong...! Ya sudah, Om kedalam dulu. Om mau telepon bunda kamu," Ucap Papa Bobby seraya beranjak dari ruang tamu.


Setelah Papa Bobby tidak lagi di ruangan itu, Kimmy mengangkat wajahnya dan menatap Athar yang masih terdiam dengan bibir yang menganga.


"Hahhahaahahah....!" Kimmy tidak kuasa menahan geli yang ia tahan dari tadi.


"Yah Kim, kita gak jadi pergi berdua dong?"


"Hahahahahhaa... aduh... lucu..!" Ucap Kimmy sambil terus tertawa geli.


"Yah.. mau ngedate, kenapa jadi liburan keluarga sih?" Keluh Athar.


"Hahahaha... lu membawa gue menginap, tidak semudah itu ferguso!" Ucap Kimmy di sela tawanya.


"Padahal gue gak ada niat mau ngapa-ngapain juga." Athar bersungut-sungut.


"Jadi pergi gak?" Tanya Kimmy sambil mencolek lengan Athar dengan tujuan menggoda lelaki yang sedang merasa apes itu.


"Ja-jadi lah, masa enggak. Bisa di pecat gue jadi calon menantu," Ucap Athar.


Kimmy terdiam, tawanya pun sirna, berganti dengan rona merah di pipinya.


"Lu mau kan nikah sama gue?" Tanya Athar sambil meraih tangan Kimmy.


Kimmy melirik tangan Athar yang sedang menggenggam tangan nya.


"Hmmmm..."


Dengan jantung berdebar, Athar menunggu jawaban dari Kimmy.


"Buat gue benar-benar yakin kalau gue jatuh cinta sama elu ya Thar," Ucap Kimmy.


Dengan mata berbinar, Athar menatap Kimmy dengan tak percaya.


"Hanya itu?" Tanya Athar.


Kimmy mengangguk pelan.


"Itu mah gampang, gue akan berusaha terus biar lu cinta sama gue. Kalau bisa lu tergila-gila sama gue !" Ucap Athar.


"Caranya?" Tanya Kimmy penasaran.


"Caranya sepertiga malam dan terus memberikan elu cinta."


Degggg...!


Jantung Kimmy berdegup kencang, pipinya semakin memerah. Nafasnya memburu mengimbangi bunyi detak jantung nya.


"Bisa aja lu," Ucap Kimmy sambil menundukkan wajahnya.


"Kim, lu kira selama ini kebetulan? Enggak Kim, selama ini nama lu selalu gue sebut didalam do'a gue."


Kimmy menatap Athar lekat-lekat. Entah mengapa ia merasa tersanjung. Kimmy hanya mampu tersenyum menanggapi ucapan Athar.


"Eh, gimana skripsi elu?" Tanya Kimmy mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ah.. iya....

__ADS_1


Mereka pun larut dalam pembicaraan tentang skripsi dan hari-hari yang mereka lewati selama satu minggu belakangan ini.


__ADS_2