Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
112# Kepulangan Vania


__ADS_3

Kimmy tersenyum setelah membaca pesan dari Athar, di balik meja kerjanya. Saat itu pintu ruangan nya pun terbuka, terlihat Ricky memasuki ruangan nya.


"Ya Pak?" Tanya Kimmy.


Ricky yang datang membawa setumpuk berkas pun menaruh tumpukan berkas itu di atas meja Kimmy.


"Kamu selesaikan dalam waktu tiga hari ya," Ucapnya.


Kimmy terperangah dan menatap Ricky dengan tak percaya.


"Tiga hari?" Kimmy mencoba memastikan ucapan Ricky.


"Iya, kenapa? keberatan?" Tanya Ricky dengan wajah yang datar.


Sejak rahasianya diketahui oleh Queen, Ricky tidak lagi ramah dengan Kimmy. Sedangkan Kimmy sendiri pun tidak tahu apa penyebabnya Queen dan Ricky putus hubungan. Queen tidak mau membuka aib Ricky kepada siapa pun. Meskipun begitu, Ricky berprasangka buruk dengan Queen. Ia mengira Kimmy sudah tahu rahasia dirinya.


"Maaf Pak, saya boleh tanya?" Ucap Kimmy.


"Apa?" Tanya Ricky dengan wajah yang sedikit terganggu.


"Kenapa Bapak dan sepupu saya putus?" Tanya Kimmy lagi.


Ricky menatap Kimmy dengan ekspresi terkejut.


"Kamu pura-pura tidak tahu atau kamu benar-benar tidak tahu?"


"Saya tidak tahu, kakak Queen tidak pernah bercerita apa pun kepada saya." Tegas Kimmy.


Ricky menghela nafasnya dan menatap Kimmy dengan seksama. Ia mencoba mencari kebenaran dari apa yang Kimmy ucapkan.


"Kamu benar-benar tidak tahu?" Ricky mencoba memastikan kembali.


Kimmy menggelengkan kepalanya dan menatap Ricky dengan seksama.


"Sebagai saudara sepupu, dia tidak mengatakan nya kepadamu?" Tanya Ricky lagi.


Kimmy kembali menggelengkan kepalanya.


Ricky tertunduk malu, ia benar-benar merasa Queen adalah gadis yang sangat baik. Meskipun dirinya yang sudah mempermainkan Queen, gadis itu tetap tidak menceritakan hal yang buruk tentang dirinya.


"Kami hanya tidak bisa bersama," Ucap Ricky sambil bergegas keluar dari ruangan Kimmy.


Kimmy terdiam, ia menatap punggung lelaki tampan itu. Sampai detik ini, ia masih merasa bingung. Kimmy hanya tahu, hubungan antara Queen dan Ricky terlihat harmonis dan baik-baik saja. Bahkan, mereka sudah merencanakan pernikahan. Tetapi, entah apa penyebabnya tiba-tiba saja dua orang yang ia jodohkan itu sudah tidak lagi berhubungan dan tak saling menyapa.


Kimmy pernah bertanya dengan Queen, ada apa sebenarnya yang terjadi. Tetapi, Queen hanya mengatakan bila berakhir nya hubungan mereka karena kesalahan Queen sendiri. Tetapi, Kimmy merasa ada yang janggal. Queen adalah gadis yang baik, bagaimana bisa Queen memiliki kesalahan yang fatal sehingga hubungan mereka berdua berakhir.


Suatu malam, saat Kimmy datang kerumah Athar. Kimmy bertemu dengan Queen yang sedang duduk dihalaman belakang rumahnya sambil membaca novel favorit gadis itu. Segelas kopi panas pun terhidang di hadapan Queen yang sedang asik membaca novel.


Kimmy pun menghampiri Queen dan duduk disamping calon kakak iparnya itu.


"Kak, lagi apa?" Tanya Kimmy sambil tersenyum kepada Queen.


Queen menghentikan kegiatan membacanya dan menatap calon adik iparnya itu.


"Hai Kim, apa kabar?" Tanya Queen dengan wajah yang terlihat berusaha baik-baik saja.

__ADS_1


"Alhamdulillah, baik kak. Kakak apa kabar?"


"Alhamdulillah, begini lah," Ucap Queen sambil tersenyum tipis dan menaruh novel yang sedang ia baca di meja tepat dihadapannya.


"Pak Ricky tidak datang?" Tanya Queen berbasa basi.


Queen menghela nafas panjang dan kembali tersenyum tipis, lalu ia menatap Kimmy dengan seksama.


"Kim, hubungan kami berakhir," Ucap Queen yang terlihat menahan kesedihannya.


Kimmy tampak terkejut, ia langsung mengusap punggung calon kakak iparnya itu.


"Kenapa?" Tanya Kimmy penasaran.


"Tidak apa-apa, kami hanya tidak cocok. Terlalu banyak perbedaan," Ucap Queen.


Meskipun begitu, ada sesuatu yang mengganjal yang Kimmy rasakan. Queen tidak sepenuhnya jujur. Ada hal yang ia sembunyikan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam. Tetapi, Kimmy tidak ingin bertanya lebih banyak. Ia tidak ingin terkesan mau tahu dengan urusan Queen.


"Maaf ya Kim, terima kasih sudah mengenalkan kakak dengan dia," Ucap Queen sambil menggenggam tangan Kimmy.


Kimmy hanya tersenyum dan membalas genggaman tangan Queen dan menatap gadis yang kurang beruntung dalam kisah asmaranya itu.


"Sabar ya kak," Ucap Kimmy.


"Pasti." Queen tertawa lebar. Begitu hebatnya ia menyimpan rahasia dan aib mantan pasangan nya itu.


Kimmy mengusap wajahnya dan melirik arloji di tangan kirinya. Sudah waktunya makan siang. Tetapi, tumpukan tugas di mejanya membuat Kimmy merasa terganggu. Ia pun berinisiatif untuk tidak makan siang dan mengerjakan tugas itu saja demi menghemat waktu.


"Lagian, gue harus diet, beberapa minggu lagi gue akan menikah," Batin Kimmy sambil tersenyum sendiri. Lalu, ia meraih salah satu berkas dan mengerjakan nya dengan tenang.


Vania melangkah kan kakinya keluar dari pintu kedatangan Internasional di Bandar Udara Soekarno Hatta. Setelah beberapa bulan ia tinggal di Amerika, kini ia sudah bisa kembali ke tanah air. Masa pertukaran mahasiswa yang sedang ia jalani sudah berakhir. Kini, ia sudah dapat kembali menghirup udara Jakarta yang sangat ia rindukan.


Vania menarik kopernya dan bergegas untuk mencari taksi untuk mengantarkan dirinya pulang kerumah. Tetapi, saat ia berjalan menuju konter taksi resmi, langkah kaki nya tertahan saat melihat Farhan berdiri menunggu dirinya. Lelaki itu menatap dirinya dengan sebuket bunga di tangannya.


Vania menghela nafasnya dan menundukkan pandangan nya. Lalu, ia melangkah menghampiri Farhan yang tampak kikuk saat melihat dirinya.


Vania menatap Farhan dengan lekat saat ia menghentikan langkah kakinya tepat dihadapan lelaki itu. Tidak ada kata yang terucap dari bibirnya. Ia terus menatap Farhan dengan penuh kerinduan.


Farhan menyerahkan buket bunga yang indah itu untuk Vania. Dengan ragu, gadis itu meraih buket bunga itu dan mengangguk pelan.


"Terima kasih," Ucap Vania dengan pelan.


"Apa kabar?" Tanya Farhan.


"Baik, bagaimana kamu tahu aku pulang?" Tanya Vania.


"Dari Papa mu," Ucap Farhan.


"Papa?" Tanya Vania dengan tak percaya.


"Iya," Farhan mengangguk pelan, lalu ia menatap Vania dengan wajah yang bersalah.


"Maukah kamu memberikan aku maaf?" Tanya Farhan.


"Apa kamu meminta maaf?" Vania membalikkan pertanyaan Farhan.

__ADS_1


Farhan menelan saliva nya dan menundukkan wajahnya.


Farhan benar-benar merasa bersalah kali ini. Ia benar-benar ingin meminta maaf dengan Vania. Ia sadar, kalau bukan karena dirinya, semua ini tidak akan terjadi. Farhan tidak lagi menyalahkan orang lain. Ia mulai dewasa mencoba menyadari kesalahannya sendiri.


"Aku bersalah, aku menyesal." Ucap Farhan sambil mengangkat wajahnya dan menatap Vania dengan air mata yang mengembang di pelupuk mata lelaki itu.


Vania tertegun, ia menatap Farhan dengan seksama. Bagiamana pun, ia masih mencintai lelaki itu. Terlepas dari segala hal yang membuat dirinya merasa kecewa. Ia pun merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Ia juga merasa turut andil dengan kesalahan yang terjadi.


Air mata mengalir di pipi Vania. Gadis itu tidak mampu menutupi perasaan harunya. Vania, gadis keras kepala ini, mempunyai sisi lembut di dirinya.


Farhan meraih tangan Vania dan mengecupnya dengan lembut.


"Aku ingin menikah kamu, bukan karena aku ingin menebus dosaku. Tetapi, aku baru menyadari bila tidak ada wanita yang setulus kamu terhadap aku."


Vania terbelalak, ia tidak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Farhan.


"Vania, aku sudah meminta izin Papa dan Mama mu. Aku juga sudah mengatakan nya kepada Mama ku, bila aku ingin menikahi kamu. Vania, aku mohon, beri aku kesempatan kedua," Ucap Farhan.


Vania menundukkan wajahnya, lalu tubuhnya terguncang karena menangis haru.


Tanpa banyak bicara lagi, Farhan meraih tubuh Vania dan memeluk gadis itu dengan erat.


"Aku banyak belajar dari Papa mu, Papa mu orang baik yang tidak segan memberikan aku nasihat. Papa mu bilang, semua orang pernah salah. Tetapi, untuk menjadi lebih baik, kita harus mempunyai niat terlebih dahulu dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah melakukan kesalahan yang sama, bila diberikan kesempatan kedua. Hal itu membuat aku merasa, Tuhan sangat baik, mempertemukan aku dengan kamu. Bagaimanapun cara yang telah kita jalani. Kalau bisa menjadi lebih baik, kenapa enggak? Keputusan yang kita ambil saat ini mempengaruhi kehidupan kita kelak," Ucap Farhan.


Vania melepaskan pelukan Farhan dan menatap Farhan dengan seksama. Ia melihat kejujuran dan kesungguhan dimata lelaki itu.


Farhan terdiam saat Vania melepaskan pelukannya. Jantung nya berdegup kencang, karena ia merasa khawatir bila Vania akan menolak dirinya.


"Kamu sungguh sudah berubah?" Tanya Vania.


"Tidak ada orang yang langsung berubah Van, minimal aku berusaha untuk lebih baik. Aku akan berubah seiring waktu berjalan. Maukah kamu menyaksikan perubahan aku?" Tanya Farhan.


Vania mengusap air matanya, lalu ia memeluk Farhan dengan erat.


"Aku mau," Bisik nya.


Farhan tersenyum bahagia, ia membalas pelukan Vania dengan erat. Ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kedua dari Vania. Disamping itu, ia pun mempunyai kesempatan untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan kepada Vania. Meskipun Vania tidak mengandung anaknya, tetapi bagaimanapun, sebagai seorang lelaki, ia harus bertanggung jawab dengan apa yang ia perbuat. Lagi pula, Vania adalah gadis pertama baginya, begitupun sebaliknya. Ia bertekad, Vania lah yang pertama dan terakhir untuk dirinya.


"Aku akan langsung menikahi kamu, agar kuta tidak melakukan kesalahan yang sama," Ucap Farhan.


Vania melepaskan pelukannya dan menatap Farhan dengan wajah yang bahagia.


"Serius?" Tanya Vania.


Farhan mengeluarkan kotak cincin dari sakunya dan berlutut dihadapan Vania.


"Vania Angela Putri, maukah kamu menikah dengan ku?"


Vania terperangah dan melihat cincin cantik yang berada di kotak cincin berwarna merah hati itu.


Vania mengusap air matanya, lalu ia mengangguk dengan perlahan.


Farhan tersenyum bahagia, lalu ia menyematkan cincin itu di jari manis Vania. Mereka pun berpelukan disaksikan oleh banyak orang di Bandara itu.


Tatapan haru terlihat dimata orang yang menyaksikan lamaran Farhan untuk Vania. Mereka pun bersorak dan bertepuk tangan. Farhan mengucapakan terima kasih kepada semua orang yang ikut bahagia karena dirinya berhasil melamar Vania. Lalu, mereka melangkah bergandengan tangan meninggalkan Bandar Udara itu dengan hati yang berbunga.

__ADS_1


__ADS_2