Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
10# Patah hati pertama


__ADS_3

Ting Tong ! Ting Tong !


Bell di depan rumah Mama Nia kembali berbunyi, tepatnya setelah tiga puluh menit setelah Kimmy dan Farhan pergi. Mama Nia pun bergegas menuju pintu depan rumahnya dan mencari tahu siapa tamunya kali ini.


Mama Nia persis seperti Nyak Romlah, walaupun dirinya adalah Ibu-Ibu modern, dia tidak memakai asisten rumah tangga. Semua ia lakukan sendiri, kecuali menyetrika pakaian. Mama Nia memiliki langganan laundry yang sering menjemput baju kotor dan mengantarkannya kembali bila sudah bersih.


"Kenapa sih kamu harus capek-capek?" Tanya Papa Bobby.


"Aku kalau tidak kerja, bisa encok-encok ini badan, bee..." Rengek Mama Nia kala berdebat dengan Papa Bobby masalah asisten rumah tangga.


"Ya sudah, terserah kamu saja lah," Ucap Papa Bobby sambil memeluk Mama Nia.


Mama Nia membuka pintu rumahnya dan menatap Athar yang sedang berdiri tepat di depan Mama Nia. Lelaki yang beberapa minggu lagi berusia tujuh belas tahun itu tersenyum dan menyalami Mama Nia seperti biasanya.


"Athar," Sapa Mama Nia dengan ramah.


"Tante, Kimmy nya ada?" Tanya Athar dengan raut wajah yang tampak bersemangat.


Mendadak Mama Nia merasa iba dengan pemuda tampan itu. Entah apa yang mau Mama Nia katakan, yang jelas, ia hanya merasa iba, itu saja.


"Hmmmm.. Kim-Kimmy nya baru saja keluar," Ucap Mama Nia.


"Keluar? Sama siapa Tante? Tante kenal sama teman yang mengajak Kimmy pergi? Siapa Tante?" Tanya Athar dengan penuh kekhawatiran.


Mama Nia menghela nafasnya dengan berat. Lalu, ia mengangguk pelan.


"Iya, Kimmy pergi bersama dengan Farhan."


Deggggg...!


Pilu memang, menjadi seorang yang mencintai sahabatnya sendiri. Terkadang, kita bisa dilupakan begitu saja, saat sang sahabat sedang jatuh cinta.


"Ta-tapi, Kimmy sama Athar sudah janjian mau main ice skating Tante," Ucap Athar dengan nada suara yang penuh dengan kekecewaan.


"Aduh, maaf ya Athar. Mungkin Kimmy lupa," Ucap Mama Nia.


"Lupa? Tidak, tepatnya melupakan janji," Batin Athar.


"Katanya mau kemana ya, Tante?" Tanya Athar lagi.

__ADS_1


"Aduh, mereka hanya bilang mau jalan-jalan keliling Jakarta," Ucap Mama Nia.


Athar tertunduk sedih, tetapi ia segera mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman terbaiknya kepada Mama Nia.


"Ya sudah Tante, kalau begitu, Athar pulang dulu ya Tante," Ucap Athar.


"Kamu gak masuk dulu Thar, Tante baru selesai masak, kamu makan dulu ya."


"Terima kasih Tante, kapan-kapan saja, kebetulan Athar juga sudah ada janji mau kerumah teman," Ucap Athar, mencari alasan yang tepat untuk menolak ajakan Mama Nia dengan halus.


"Ok lah kalau begitu, salam buat Bunda ku ya Thar," Ucap Mama Nia sambil menyambut tangan Athar yang menyalami tangan Mama Nia.


"Iya Tante, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam..." Sahut Mama Nia sambil menatap kepergian Athar yang tampak sangat kecewa.


..


Di sebuah restoran seafood, Kimmy dan Farhan duduk berhadap-hadapan. Setelah memesan menu yang mereka inginkan, keduanya tampak salah tingkah. Tidak ada kata yang terucap dari keduanya. Yang terdengar hanya denting sendok dan garpu yang membentur piring-piring porselen di masing-masing meja para pelanggan.


Farhan menatap Kimmy dengan tatapan penuh sesal, sejak ia mengaku memiliki kekasih, Kimmy terlihat sedikit tidak banyak berbicara kepadanya. Begitupun Kimmy yang tampak pura-pura sibuk melihat ornamen yang menghiasi restoran tersebut.


Kimmy memusatkan tatapan nya kepada Farhan. Lalu, ia mencoba tersenyum walaupun tidak terlihat tulus sama sekali.


"Marah kenapa?" Tanya Kimmy yang berpura-pura bodoh dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Farhan.


"Ah, enggak, barangkali kan..., aku hanya bertanya," Ucap Farhan yang semakin salah tingkah dengan Kimmy yang membalas pertanyaannya dengan pertanyaan.


"Marah karena Bang Farhan punya pacar?" Tanya Kimmy dengan wajah nya yang datar.


Farhan terlihat salah tingkah, ia merasa bodoh, karena bertanya hal yang membuat dirinya sendiri terjebak oleh Kimmy.


Kimmy tertawa melihat ekspresi wajah Farhan,


"Aku bukan siapa-siapanya Bang Farhan. Lalu, mengapa harus dipertanyakan aku marah atau tidak?" Ucap Kimmy dengan wajahnya yang terlihat konyol.


Farhan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka bila Kimmy benar-benar gadis yang cerdas.


"Sudah, lupakan lah, ayo kita makan," Ucap Farhan sambil menyambut kedatangan menu yang telah mereka pesan sebelumnya.

__ADS_1


...


Athar termenung saat ia harus berhenti saat lampu merah menyala. Ia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini. Mungkinkah marah? kesal? kecewa? cemburu? atau merasa ingin mengamuk saja. Athar tidak tahu, perasaan mana tepatnya untuk melukiskan apa yang sedang ia rasakan.


Athar mengusap peluh yang mengalir dari dahinya hingga hampir melintasi kelopak matanya. Panas terik, ya... panas sekali. Athar berjuang menerobos rasa panas itu untuk menjemput Kimmy yang telah berjanji jauh-jauh hari dengan dirinya untuk bermain ice skating bersama di mall. Nyatanya apa? Begitu bertemu dengan Farhan, ingatan Kimmy tentang janji itu pun hilang entah kemana.


Athar menghela napas dengan berat. Sesak di dadanya kian membebaninya. Ia pun, memilih untuk menepikan sepeda motornya dan duduk di tepi kios yang menjual minuman ringan yang dingin.


"Gue butuh yang dingin-dingin biar kaga meleduk ini kepala sama hati gue," Gumam Athar sambil mengambil sebuah minuman ringan kemasan dari dalam kulkas sebuah kios mungil dipinggir jalan itu.


"Berapa Pak?" Tanya Athar kepada pemilik kios tersebut.


"Tiga ribu rupiah," Sahut Bapak pedagang yang tampak lelah yang sedang duduk di atas bangku kayu yang mungkin ia buat sendiri untuk dirinya bermalas-malasan saat menunggu para pembeli datang.


Athar mengeluarkan tiga lembar uang kertas ribuan yang tampak lecek dari saku celana jeans nya.


"Terima kasih ya Pak," Ucap Athar.


"Iya, sama-sama," Sahut Bapak itu sambil kembali mengipas-ngipaskan potongan kardus minuman kearah tubuhnya yang hanya terbalut kaos dalam putih dan celana bahan yang sudah memudar.


Athar kembali duduk di sepeda motornya, lalu ia membuka tutup botol minuman ringan itu dan segera menenggaknya dengan perlahan.


Rasa dingin dari minuman itu, sedikit membuat Athar merasa tenang dan kembali segar. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan menatap layar ponsel itu. Tidak ada panggilan dari Kimmy, yang menandakan bila gadis itu benar-benar melupakan janjinya. Athar pun malas untuk menghubungi Kimmy, ia takut sekali, bila Kimmy merasa terganggu karenanya saat sedang bersama Farhan.


"Kim, kalau sudah inget gue, kabarin ya.." Gumam Athar dengan lirih.


Lalu, Athar menghabiskan minumannya dan membuang sampah minuman kemasan itu kedalam tempat sampah yang sudah di sediakan pedagang itu, tepat di sebelah kios nya yang mungil.


Athar menyalakan kembali sepeda motornya dan pulang dengan hati yang gundah.


Sepanjang jalan pulang, Athar teringat nasihat Bundanya, "Bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil." Tetapi, nyatanya apa? Seberapapun kerasnya dirinya berusaha untuk selalu ada untuk Kimmy, tetap itu semua tidak cukup untuk Kimmy. Kimmy tidak pernah menganggap dirinya spesial, jangankan spesial, menganggap dirinya lawan jenis pun tidak.


Hari ini, patah hati pertama yang Athar rasakan. Ya, patah hati pertama ini milik Kimmy. Gadis yang selalu mengisi hari-harinya dengan canda dan tawa. Entah sedang apa kini Kimmy dan Farhan, sedang tertawa bersama kah? atau sedang berjanji untuk setia hingga saatnya Kimmy bisa untuk dinikahi oleh Farhan.


Otak Athar rasanya mau meledak.


FYI : Untuk visual sudah ada di IG Author


IG : Derini_Derini

__ADS_1


Sengaja tidak diterbitkan di Novel, karena menggunakan foto artis atau publik figur dapat mempersulit terbitnya BAB di NT. 🙏


__ADS_2