Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
61# Lu aja yang jadi pacar gue..


__ADS_3

"Hahahahahha..!" Kimmy tertawa terpingkal-pingkal saat berada di dalam mobil Athar. Athar yang tidak tahu apa yang ditertawakan Kimmy pun menatap Kimmy dengan wajah yang bingung.


"Kenapa ketawa? Apa yang lucu? Tanya Athar dengan wajah yang polos.


"Itu, cewek tadi, sumpah lucu ! Hahahahhaa..!" Kimmy tak bisa mengendalikan tawanya hingga ia mengeluarkan air mata.


"Vania? Memang kenapa dia?" Tanya Athar.


"Eh, seriusan dia Vania anak nya Tante Naya?" Tanya Kimmy dengan wajah yang penasaran.


Athar hanya mengangguk dan melirik Kimmy dengan kerut di keningnya.


"Ya Allah.... Vania? Vania yang dulu masih suka jilatin ingus di atas bibirnya?" Tanya Kimmy lagi.


"Iya... ya elah.. emang kenapa sih?"


"Ampuuuunnn !" Ucap Kimmy sambil menepuk dahinya.


"Ada apaan sih? Dari tadi gue nanya kaga di jawab-jawab !" Ucap Athar yang mulai kesal.


"Ih, sabar dong.. Jadi begini, dia kan tiba-tiba menyalip di depan mobil gue. Nah, gue kan langsung mengerem. Tapi, sudah terlanjur nabrak. Nah, dia itu marah-marah, lucu banget ! Masa dia hubungin semua orang buat bantuin dia ngeroyok gue. Pertama pacarnya, gak peduli. Terus dia telepon deh tu Mamanya, Mama nya juga gak peduli. Terus menelpon siapa lagi gak tau gue. Yang lucunya, dia kira elu datang buat jemput dia ! Hahahahhaa...!" Kimmy tertawa hingga sakit perut.


"Dih..! Ngapain gue jemput dia? Lucu," Ucap Athar sambil tersenyum geli.


"Eh, tapi kok elu langsung mau menjemput gue sih?" Tanya Kimmy sambil menatap Athar.


Athar terlihat grogi, ia buru-buru menatap kedepan dan pura-pura konsentrasi menyetir.


Saat Athar menerima pesan dari Kimmy, ia sedang berjalan menuju parkiran kampus. Saat ia tahu bila Kimmy meminta dirinya untuk menjemput dan akan mentraktir makan, Athar langsung meloncat kegirangan. Dengan tak sabar ia pun langsung menyalakan mobilnya dan pergi menjemput Kimmy.


"Thar..! Gue nanya... Apa jangan-jangan lu pura-pura amnesia lagi !" Ucap Kimmy.


"Apaan sih lu, lu gue sudah gue jemput, tapi masih bawel aja !" Ucap Athar.


Kimmy menyipitkan matanya dan menatap Athar dengan curiga.


"Ini anak.. pasti pura-pura amnesia lu kan?" Ucap Kimmy sambil menjewer telinga Athar.


"Aduh ! Aduh ! Aduh ! Sakit tahu !" Jerit Athar.


"Jawab jujur !"

__ADS_1


"Lu mau ngajak gue tabrakan lagi?" Ucap Athar sambil mengusap telinganya.


"Jawab Athar !" Desak Kimmy.


"Gue itu, baru keluar dari kampus. Eh, elu minta jemput ya sudah, gue jemput. Lagian kan searah. Ucap Athar sambil bersungut-sungut.


"Yakinnnn?" Ucap Kimmy sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Athar.


"Gue caplok juga nih !" Ucap Athar sambil menoleh kesamping, dimana Kimmy sedang mendekatkan wajahnya hanya lima senti dari wajahnya di bagian samping. Kimmy terkejut saat hampir saja bibir nya bersentuhan dengan bibir Athar.


Kimmy langsung menarik tubuhnya dan kembali duduk dengan tenang. Kimmy menatap kedepan dengan jantung yang berdegup kencang.


Suasana menjadi kikuk, keduanya mendadak diam tanpa kata.


"Jadi, kita mau makan dimana?" Tanya Athar setelah sekian menit mereka saling diam.


"Terserah elu deh," Ucap Kimmy.


"Kenapa sih, cewek kalau di tanyain selalu bilang terserah?" Tanya Athar.


"Memang ada berapa cewek yang lu ajak jalan ngomong begitu?" Tanya Kimmy.


"Hmmmm... banyak lah, gue kan playboy," Ucap Athar.


"Kenapa?" Tanya Athar dengan wajah bingung nya.


"Playboy? Hahahahhaa... Orang kata Bunda aja, elu itu jomblo !" Ucap Kimmy sambil tertawa geli.


"Ya elah Bunda... pake buka rahasia pula lagi !" Gumam Athar dengan wajah yang kesal.


"Cieeee yang playboy cap halu !" Goda Kimmy.


"Ya sudah, iya gue jomblo. Kalau begitu, lu aja yang jadi pacar gue, mau gak?" Tanya Athar.


Deggggg...!


Kimmy terdiam membisu. Ia teringat saat Athar mengatakan cinta kepadanya beberapa tahun yang lalu saat masih duduk di kelas dua SMA.


"Mau gak?"


Kimmy menatap Athar dengan seksama. Entah mengapa, perasaan Kimmy saat dulu dan sekarang kepada Athar terasa berbeda. Dulu, Kimmy begitu takut mendengar kata cinta dari sahabatnya itu. Tetapi, kali ini terasa berbeda. Saat Kimmy mendengar kata ajakan untuk berpacaran dari Athar, saat itu juga jantung Kimmy berdegup kencang.

__ADS_1


"Eh, Thar.. kata Bunda lu sudah buka usaha ya?" Tanya Kimmy yang berusaha mengalihkan topik.


"Mau gak?" Tanya Athar yang tak teralihkan.


"Apaan sih lu..." Ucap Kimmy dengan wajah yang memerah.


"Belum cinta ya? Gue siap untuk membuat lu cinta sama gue deh.." Ucap Athar dengan santai.


"Gila lu, sama sahabat sendiri juga !" Ucap Kimmy sambil membuang pandangannya ke arah jendela di sampingnya.


"Sahabat? Kita gak sahabatan kali.. Kan kita baru kenal. Jadi, sebutannya kita itu kenalan dan sekarang elu sedang mengajak gue berkencan. Bener gak?"


Athar melirik Kimmy sambil tersenyum jahil.


"Ishhh...!" Ucap Kimmy sambil membalas lirikan Athar dengan tatapan nya yang tajam.


Athar tersenyum sambil mengacak-acak rambut Kimmy dengan gemas.


"Bercanda kali... Seriusan banget lu.." Ucap Athar dan ia pun kembali fokus sama jalanan yang sedikit ramai pada siang itu.


Saat itu juga Kimmy terdiam, ia merasa aneh dengan Athar. Bila memang Athar lupa ingatan, mengapa kebiasaan Athar yang mengacak-acak rambutnya tidak hilang dari ingatan Athar.


Kimmy menatap lelaki tampan itu, Kimmy melihat lekuk wajah yang begitu sempurna dari lelaki itu.


"Thar...gue rindu.." Batin nya.


....


Di kantor, Farhan sedang berpikir dengan keras, bagaimana caranya ia memutuskan hubungan dengan Vania tanpa adanya keributan sama sekali.


Farhan benar-benar menemui jalan buntu, ini semua menyangkut nama keluarga, persahabatan orangtuanya dengan orang tua Kimmy dan orang tua Vania, serta menyangkut hubungan nya dengan Kimmy dan masa depan Vania sendiri yang sudah tidak lagi perawan.


Farhan meremas rambutnya dengan gusar. Ia benar-benar pusing memikirkan ini semua.


"Gue gak mau kehilangan mutiara secantik Kimmy. Tetapi, Vania... dia pasti buka suara dan tamatlah riwayat gue dan hubungan gue dengan Kimmy." Keluh Farhan.


"Gimana ya caranya?" Gumam Farhan sambil beranjak dari duduknya. Ia berjalan mondar-mandir di dalam ruangan kantornya.


"Sabtu ini, keluarga Kimmy mengundang semua keluarga. Gimana kalau Vania ikut? Gimana kalau dia menempel seperti perangko dengan gue dan mengatakan dengan semua orang kalau dia akan menikah dengan gue? Sialllll...! Farhannn... Farhan... kenapa elu bodoh banget sih ! Sudah tahu kalau Vania itu anak nya Tante Naya, Arghhhhhh..!" Farhan terduduk di sofa. Ia merenungi semua kebodohan yang ia perbuat. Ia benar-benar merasa takut dengan akibat yang telah ia perbuat.


"Tidak...Tidak.. Gue gak bisa kehilangan Kimmy. Dia benar-benar cinta sejati gue, sedangkan Vania hanya tempat singgah gue. Jadi, gue gak mungkin menikahi perempuan manja dan selalu merepotkan itu !" Gumam Farhan.

__ADS_1


"Tapi gimana cara membuat mulutnya itu untuk tidak berbicara ya?" Lagi-lagi Farhan menemui jalan buntu. Tidak ada jawaban dan jalan keluar dari apa yang sedang ia ciptakan. Farhan benar-benar merasa terpuruk saat ini. Ia takut bila keluarga Vania meminta dirinya menikahi Vania, sedangkan dia harus rela melepaskan Kimmy.


"Ya Allah.. aku menyesal.." Ucap nya dengan wajah yang sendu.


__ADS_2