Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
16# Cinta itu harus sabar


__ADS_3

Apa itu cinta?


Cinta adalah perasaan yang datang dengan tiba-tiba. Di sebagian kasus, cinta juga datang karena terbiasa.


Terbiasa karena apa?


Terbiasa karena kehadirannya yang selalu ada untuk kita. Sehingga, kita akan merasa tidak ada artinya tanpa dia.


Cinta memang rumit, tanpa memandang usia orang yang sedang merasakan cinta itu sendiri. Begitulah yang sedang dirasakan oleh Athar, lelaki yang mencintai sahabatnya selama belasan tahun.


"Nih, gelangnya," Ucap Kimmy sambil menyodorkan gelang murah yang ia beli di kaki lima, saat ia sedang berjalan-jalan dengan Farhan di Kota Tua.


"Bagus banget Kim !" Seru Athar.


Begitulah Athar, ia selalu menghargai apa pun pemberian Kimmy. Tanpa melihat harga, apa bentuk barang itu, atau pun tanpa ada rasa "kok begini sih".


Kimmy hanya tersenyum sambil memperhatikan wajah bahagia Athar.


"Cuma sepuluh ribu harganya, sorry ya... gue beli itu bukan untuk kado ulang tahun elu. Tapi, baru sempat sekarang gue ngasihnya. Kado ulang tahun lu menyusul ya Thar," Ucap Kimmy.


"Gak usah, beli kado lagi. Ini gue anggap kado ulang tahun untuk gue. Yang penting, dari elu, gue sudah senang," Ucap Athar sambil tersenyum semringah.


Kimmy terus menatap senyuman itu. Senyuman yang tidak pernah absen untuk dirinya.


"Kado untuk gue mana?" Tanya Kimmy sambil cemberut.


"Gue belom beli Kim," Ucap Athar yang sedikit merasa bersalah.


"Yah... elu sih," Ucap Kimmy sambil tertunduk sedih.


"Besok gue beli ya, lu mau apa?" Tanya Athar.


"Terserah elu lah, kan elu yang mau ngasih gue."


Athar tersenyum sambil berpikir, apa kado yang pantas untuk Kimmy.


"Ah, pokok nya nanti gue beli ya,"


"Janji lu ya, awas aja !" Ucap Kimmy.


"Iya..." Athar pun tersenyum sambil mencubit pipi Kimmy.


Lalu hening.


Mereka saling bertatapan, lalu bersikap saling salah tingkah. Jantung Athar berdegup kencang saat melihat tatapan Kimmy yang penuh kerinduan kepadanya.


"Hmmm, Kim, gue mau bicara," Ucap Athar sambil menurunkan tangannya dari pipi Kimmy.


"Hmmmm, ya?" Tanya Kimmy.


"Gue.. gue... hmmmm,"


"Kenapa lu Thar?" Tanya Kimmy.


"Gue.. gimana ya mau bilang nya," Ucap Athar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lu kenapa sih? lu kebelet boker?" Tanya Kimmy dengan wajah yang bingung.


"Enggak, gue kagak pengen boker, cuma gue mau bilang sama lu, kalau gue...."


Lidah Athar terasa kelu, saat ia ingin mengatakan cintanya kepada Kimmy.


"Thar ! apaan sih? lu bikin penasaran deh ! Lu sudah punya pacar? Makanya elu jarang sama gue?" Tanya Kimmy.

__ADS_1


Athar menghela napasnya, lalu ia menggelengkan kepalanya dengan polos.


"Ya, terus?" Tanya Kimmy penasaran.


"Gue sebenarnya.... gue c-c-c-c...."


"Woiiiii...! Pacaran lu yak berdua?"


Tiba-tiba saja Abian muncul dan mengagetkan Kimmy dan Athar.


Rasa berani Athar pun buyar, Abian benar-benar telah menggagalkan rencananya.


"Abian, lu apaan sih !" Ucap Kimmy sambil melempar Abian dengan bantal sofa.


Abian terkekeh dan bergabung dengan Kimmy dan Athar, tanpa memperdulikan Athar yang merasa terganggu dengan kehadirannya.


"Lu barusan mau katakan cinta ye Bang, sama Kak Kimmy?" Goda Abian.


"Ka-ka- kata siapa bocil? sotoy emang lu !" Ucap Athar dengan pipi memerah.


"Alah.. lu mirip sama temen gue Bang, waktu mau nembak cewek mukanya kayak elu gitu," Ucap Abian tanpa perasaan.


"Sotoy bocil !" Athar mengepalkan tangannya dan menekannya di puncak kepala Abian.


Abian hanya tertawa geli sambil meledek Athar.


"Suka kan lu sama Kakak gue Bang?" Tanya Abian lagi.


"Apaan sih lu anak kecil ! Kaga sopan amat !" Kimmy mendorong kepala Abian yang menjadi pengganggu dirinya dan Athar.


"Gue tadi cuma mau bilang, gue mau numpang ke toilet ! Dasar bocah sotoy !" Ucap Athar yang terlihat kesal. Lalu, ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet di dekat ruang keluarga.


"Cieeeee, kalau gue kaga nongol pasti udeh jadian, cieeeee !" Teriak Abian.


"Siapa yang mau jadian sama die...!" Ucap Kimmy.


"Aduhhh... aduhh... aduh... sakit kak !"


Kimmy melepaskan tangannya dari telinga Abian.


"Masuk sana lu, main game sana sampe mata lu juling !"


"Gue mau disini aja, mau liat orang yang lagi jatuh cinta," Ucap Abian dengan gaya bicara yang menyebalkan.


"Hedeeehhh...!"


Kimmy mendengus kesal.


Di toilet, Athar menepuk-nepuk dahinya sambil menggumam tidak jelas. Ia mondar mandir di depan cermin yang terdapat di dalam kamar mandi itu.


"Duh, si bocil ! Bikin gagal rencana gue !" Ucap Athar, kesal.


Butuh beberapa waktu ia mencoba menenangkan diri. Hingga akhirnya, ia pun keluar dari toilet.


Athar kembali bergabung dengan Kimmy dan Abian yang masih duduk disana sambil mengunyah rangginang yang memang sudah tersedia di dalam toples di atas meja ruang tamu itu.


Athar menghampiri mereka dengan wajah yang salah tingkah.


"Eh Kim, gue pulang dulu ya," Ucap Athar sambil meraih jaketnya dan kunci motornya.


"Kok buru-buru?" Tanya Kimmy.


"Iya, kita ketemu disekolah aja ya, ada yang mau gue bilang sama elu,"

__ADS_1


"Nembak nih," Celetuk Abian.


"Apaan sih lu, gue jambak juga bibir lu ya Bian !" Ucap Kimmy sambil meremas bibir Abian.


"Aduh..! Aduh...!" Gumam Abian dengan bibir yang sedang diremas oleh Kimmy.


"Ada deh, sampai jumpa besok ya Kim," Ucap Athar yang sudah selesai memakai jaketnya.


"Besok gue sudah mulai PKL (Praktek Kerja Lapangan) Thar,"


Athar menatap Kimmy sambil mengerutkan dahinya.


"Lu sudah dapat tempat?" Tanya Athar.


Kimmy tersenyum sambil mengangguk dengan cepat.


"Yah...., Jadi lu gak ke sekolah?" Tanya Athar lagi.


Kimmy menggelengkan kepalanya.


"Tempat nya dimana?" Tanya Athar penasaran.


"Di pabrik rakit mobil Thar," Ucap Kimmy.


Athar pun merasa kecewa, lagi-lagi ungkapan cintanya harus tertunda.


"Ya sudah, gue ajak lu jalan deh malam minggu," Ucap Athar.


"Hmmm, malam minggu gue ada acara Thar. Sama Bang Farhan, gabung yuk ! Dia mau balik ke Belanda Thar," Ucap Kimmy.


Lagi-lagi Athar harus menelan kecewa.


"Oh gitu?"


"Iya, lu gabung gak apa-apa kok, kita bisa kongkow bareng-bareng," Ucap Kimmy.


"Gak deh, next time aja. Salam buat Bang Farhan ya, hati-hati dijalan," Ucap Athar sambil berusaha tersenyum.


"Lagian, lu tinggal bilang sekarang sih,"


Athar melirik Abian yang sedang asik dengan ponselnya. Lalu, ia menggelengkan kepalanya dan kembali tersenyum.


"Kapan-kapan saja Kim, gue pulang dulu ya," Ucap Athar sambil berjalan menuju pintu depan rumah Kimmy.


"Apaan sih? jadi penasaran gue,"


Kimmy mengikuti Athar dari belakang.


"Kapan-kapan saja, lagian kagak penting-penting amat," Ucap Athar sambil menatap Kimmy dengan matanya yang teduh.


"Ya udah deh, lu hati-hati dijalan ya Thar."


Athar hanya mengangguk, ia pun bergegas menaiki dan menyalakan sepeda motornya.


"Dah, Kimmy..."


Athar melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada Kimmy.


Kimmy pun membalas lambaian dan senyuman Athar.


Lalu, lelaki remaja itu melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, meninggalkan kediaman Kimmy.


"Cinta itu harus sabar, jangan terburu-buru Thar," Ucap Athar menasihati dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2