Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
53# Pertemuan kembali


__ADS_3

"Athar, kenapa sih lu main kabur aja dari rumah gue?" Tanya Kiki yang menghampiri Athar yang baru saja sampai di kampus nya.


Athar menatap Kiki dengan tatapan yang tak biasa. Hal itu membuat Kiki merasa ada sesuatu yang aneh dengan Athar.


"Thar !" Seru Kiki.


Athar menghela nafasnya dan menarik lengan Kiki menuju halaman belakang gedung Universitas itu.


"Ada apaan sih? Lu marah sama gue?" Tanya Kiki penasaran.


"Duduk dulu, gue mau bicara," Ucap Athar sambil menuntun Kiki untuk duduk di bangku taman itu.


Kiki menatap Athar dan mengerutkan keningnya.


"Kayaknya serius banget, ada apaan sih? Heran deh gue."


"Kiki, dengerin gue dulu."


"Iya, ini juga dari tadi mau dengerin elu kali Thar," Ucap Kiki dengan ekspresi sebal.


"Ki..maaf, gue mau tanya. Nama Bapak kandung lu siapa?" Tanya Athar.


Kiki mengerutkan keningnya,


"Kenapa emangnya?" Tanya Kiki penasaran.


"Udah lu jawab aja kali, gue pengen tahu," Ucap Athar.


"Males gue, nanti lu ngatain gue pake nama Bapak gue. Kayak di jaman SD gitu !" Ucap Kiki yang merasa keberatan saat ditanya nama Bapak kandungnya.


"Yaelah....!" Athar menepuk dahinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak berpikir sama sekali bila Kiki mengatakan hal yang absurd seperti itu.


Kiki tertawa lebar, lalu ia menatap Athar dengan seksama.


"Memang kenapa sih?" Desaknya lagi.


"Ya lu jawab dulu kaliiiii.." Athar terlihat gemas kepada Kiki.


"Kata Ibu gue sih, namanya Fajar siapa gitu."


Deggggg...!


Kecurigaan Athar memang benar adanya. Ternyata dirinya dan Kiki adalah saudara satu darah. Athar mengusap wajahnya dan menundukkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Kiki penasaran.


"Ada yang mau gue katakan. Nanti, pulang kuliah lu kerumah gue ya."


"Loh, emang kenapa sih..?"


"Yuk masuk, jam pelajaran Pak Sujadi udah dimulai," Ucap Athar sambil menarik lengan Kiki.


Kiki yang masih penasaran hanya bisa menurut dan mengikuti langkah kaki Athar yang jauh lebih lebar dari dirinya.


"Pelan-pelan Athar !"


"Sini gue gendong," Ucap Athar sambil membungkuk dan menepuk pundaknya sambil membelakangi Kiki.


Kiki terdiam, baru kali ini Athar memperlakukan dirinya seperti itu.


"Malu lah gila ! Masa iya gendong-gendongan di kampus," Ucap Kiki dengan pipi yang memerah.

__ADS_1


"Anggap aja lu adik gue, buruan naik ke punggung gue," Ucap Athar.


"Dih, dasar edan !" Hardik Kiki sambil berjalan mendahului Athar.


Athar menahan tawanya. Mungkin, kenyataan memang tidak indah. Tetapi, memiliki adik seperti Kiki adalah hal yang luar biasa. Kiki adalah gadis cantik dan sangat asik diajak bicara. Maka, menyesali adanya Kiki, itu bukanlah menjadi tujuan utama Athar. Hanya saja, Athar mulai berpikir untuk mencari keberadaan Ayah Fajar saat ini.


Sebenarnya, Athar sempat menyesali telah menolak Ayah Fajar saat mereka terakhir kali bertemu. Setelah penolakan itulah, Ayah Fajar menghilang dari kehidupan Athar. Kini, Athar harus mencari keberadaan Ayahnya itu. Demi Kiki yang selama itu hanya tahu bila Ayahnya sudah meninggal dunia. Athar yakin, Ayah Fajar belum meninggal dunia. Pasalnya, Kiki mengatakan Ayahnya meninggal saat ia di dalam kandungan Ibunya. Sedangkan Ayah Fajar saja pernah menemui Athar saat Ayah Fajar baru keluar dari penjara. Bagaimanapun, Athar bertekad untuk menemui lelaki yang telah membawa dirinya dan Kiki ke Dunia ini.


...


"Terus, apa rencana mu setelah ini Kim?" Tanya Bunda Farah saat Kimmy membantu dirinya memotong wortel untuk membuat sup daging kesukaan dirinya dan Athar.


"Yah, bekerja Bun.."


"Bagus itu. Eh, tapi apa kamu sudah punya kekasih?" Tanya Bunda Farah lagi.


Kimmy berhenti memotong, ia menatap Bunda Farah dengan malu-malu.


"Sudah?" Tanya Bunda Farah.


"Kimmy masih dengan Farhan Bun," Ucap Kimmy.


Bunda Farah tertegun, lalu ia berusaha tersenyum kepada Kimmy.


"Jadi benar apa yang dikatakan Athar.." Gumam nya.


"Memangnya Athar bilang apa Bun?" Tanya Kimmy penasaran.


"Ah, enggak... dulu itu.. Athar pernah bilang kalau kamu berpacaran sama Farhan. Hanya saja, Bunda gak percaya. Bunda pikir, kamu dan Farhan sama dekat nya seperti kamu dan Athar. Itu saja," Ucap Bunda Farah.


Kimmy tertegun, ia tahu bagaimana perasaan Athar saat menceritakan dirinya dan Farhan berpacaran kepada Bunda Farah.


Bunda Farah menatap Kimmy dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Athar tidak pernah berpacaran Kim, Bunda tahu karena apa pun yang terjadi, Athar pasti cerita sama Bunda."


Deggggg..!


"Berarti Bunda Farah mengerti bila Athar mencintai gue?" Batin Kimmy.


"Seberapa serius kamu dengan Farhan?" Tanya Bunda Farah.


"Ng..... itu Bun.. ng...."


"Cerita saja sama Bunda, gak usah malu-malu," Ucap Bunda Farah sambil meraih panci yang tergantung di dinding dapurnya dan mengisinya dengan air bersih untuk merebus daging yang baru saja ia potong-potong berbentuk dadu.


"Sebenarnya sangat serius Bun, bahkan Farhan sudah melamar Kimmy."


Panci berisi air yang sedang dalam genggaman Bunda Farah pun nyaris saja terjatuh. Ia terkejut mendengar pengakuan Kimmy.


"Melamar?"


"Iya Bun, memang belum resmi. Hanya saja, dia berniat untuk mendatangi Papa dan Mama secara resmi bersama keluarganya. Tetapi, hal ini belum Kimmy sampaikan kepada Papa dan Mama." Terang Kimmy.


"Tidak ! tidak bisa ini terjadi ! Kimmy hanya untuk Athar, anak ku !" Jerit Bunda Farah di dalam hatinya.


Kimmy memperhatikan Bunda Farah yang terlihat melamun.


"Kenapa Bun?" Tanya Kimmy.


"Ah, enggak. Sudah wortel nya? Sini, biar Bunda cuci.."

__ADS_1


Kimmy tersenyum, lalu mengangguk dan menyerahkan wadah yang berisi wortel yang sudah ia potong kepada Bunda Farah.


"Assalamualaikum !"


"Waalaikumsalam.."


Bunda Farah dan Kimmy menoleh kebelakang mereka. Terlihat Athar berdiri dengan Kiki di sampingnya di ambang pintu dapur.


"Athar, Kiki..." Sapa Bunda Farah.


"Kalian sudah pulang kuliah?" Sambung Bunda Farah lagi.


"Su-sudah Bun.." Ucap Athar terbata-bata. Matanya melihat kearah Kimmy yang mematung menatap dirinya dan Kiki.


"Athar, Kimmy sudah menunggu kamu dari tadi loh. Hayo di sapa dulu.." Ucap Bunda Farah.


Tubuh Athar gemetar saat menatap kedua mata Kimmy. Rasa rindu dan harapan kembali membuncah di hati dan perasaan nya.


"Athar..." Sapa Kimmy.


Athar menatap Kimmy dengan tatapan yang asing.


"Kimmy, siapa?" Tanya Athar.


Bunda Farah, Kimmy dan Kiki menatap Athar dengan wajah yang bingung.


"Kimmy Thar.. Kamu jangan bercanda deh," Ucap Bunda Farah yang terlihat tidak enak kepada Kimmy.


"Iya, Kimmy siapa?" Tanya Athar dengan tatapan yang datar.


"Athar ! Kamu jangan begitu. Masa lupa sama Kimmy? Kamu jangan aneh-aneh deh Thar !" Ucap Bunda Farah yang mulai merasa suasana semakin canggung.


"Athar gak kenal Bun. Ya sudah, Athar memperkenalkan diri deh," Ucap Athar sambil menghampiri Kimmy yang terlihat bingung dengan sikap Athar.


"Hai.. aku Athar... salam kenal," Ucap Athar kepada Kimmy sambil menyodorkan tangan nya di hadapan Kimmy.


Mata Kimmy mulai berembun. Ia tidak menyangka sama sekali dengan sikap Athar yang membuat dirinya merasa bersedih.


"Hmmm.. Kim.."


Bunda Farah merangkul Kimmy dan mengajak nya ke pintu belakang rumah tersebut.


"Kim, Bunda gak tahu mengapa Athar begitu. Mohon jangan di ambil hati ya Kim, duh... si Athar kebangetan deh !"


"Bunda, apa Athar sempat hilang ingatan saat kecelakaan?" Tanya Kimmy dengan wajah yang serius.


Bunda Farah terdiam, ia tidak ingin berbohong. Tetapi, saat melihat kelakuan Athar, ia merasa malu kepada Kimmy. Lalu, dengan terpaksa ia menganggukkan kepalanya.


Kimmy menghela nafas panjang, ia mulai memaklumi mengapa Athar tidak mengenali dirinya.


"Ya sudah, mungkin Athar memang tidak mengenali Kimmy Bun.. Biar kami berkenalan sekali lagi ya Bun.." Ucap Kimmy sambil mencoba untuk tersenyum.


Dengan ragu, Bunda Farah mengangguk dan mengikuti Kimmy yang bergegas kembali ke dapur.


"Hai, maaf... nama ku Kimmy," Ucap Kimmy sambil menyodorkan tangan nya di depan Athar. Athar yang sedang duduk di bangku meja makan bersama Kiki pun beranjak berdiri. Ia menatap Kimmy dengan seksama, lalu ia tersenyum manis dan menyambut tangan Kimmy yang terasa dingin dan gemetar.


"Senang berkenalan dengan kamu, semoga kita bisa berteman dengan baik," Ucap Athar.


Dengan ragu, Kimmy mencoba tersenyum. Sedangkan Bunda Farah menepuk dahinya melihat tingkah laku anak laki-laki yang pura-pura hilang ingatan tentang Kimmy.


"Awas ya.. Bunda jewer kamu nanti Thar !" Batin nya.

__ADS_1


__ADS_2