Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
81# Nikah?


__ADS_3

Suasana di dalam mobil Papa Bobby begitu hening. Kimmy dan kedua orangtuanya diam tampa kata. Mata Kimmy sembab karena terus menangis, ia juga merasa malu dengan kejadian ini.


Mama Nia sesekali melirik Papa Bobby yang terlihat begitu tenang saat mengendarai mobil. Sikap diam kedua orang tua Kimmy membuat Kimmy semakin merasa takut dan bersalah.


"Ma, Pa... Kimmy gak seperti itu..." Ucap Kimmy dengan suara yang serak.


"Nanti saja kita bahas di rumah," Ucap Papa Bobby.


Kimmy terdiam mendengar ucapan Papa Bobby.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di kediaman Mama Nia. Di susul mobil milik Bunda Farah di belakang mobil Papa Bobby. Setelah itu, mereka semua turun dari mobil. Kimmy sempat beradu pandang dengan Athar yang terlihat biasa saja. Kimmy sempat merasa kesal dengan lelaki itu. Seakan-akan masalah ini bukanlah masalah serius bagi dirinya.


Dua keluarga itu masuk kedalam rumah setelah Papa Bobby menutup gerbang. Mereka pun duduk berkumpul di ruang keluarga.


Kimmy dan Athar sengaja duduk di sandingkan di sofa tengah. Sedangkan Kedua keluarga mereka berada di sisi kiri dan kanan mereka.


Kimmy terus menundukkan wajahnya, sedangkan Athar sesekali melirik Kimmy yang tidak mau sekalipun menatap dirinya.


"Hmmmm, jadi begini Bapak Bobby. Saya sebagai orang tua dari Athar, memohon maaf sebelumnya atas tindak tanduk dan kelakuan anak saya yang kurang terdidik. Sebagai pihak lelaki, dengan kerendahan hati, kaki ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya," Ucap Ayah Andra.


Mama Nia, Papa Bobby dan Bunda Farah mengerutkan keningnya.


"Sayang, formal banget ngomong nya?" Tanya Bunda Farah.


"Sssttt... biar kesan nya memang berat masalahnya Bun," Bisik Ayah Andra.


"Ah, iya iya iya," Ucap Bunda Farah sambil mengangguk paham.


"Iya Bapak Andra, sebenarnya kami tidak ingin hal ini terjadi kepada anak kami. Tetapi, apa daya, ini semua sudah terjadi. Sebagai pihak dari perempuan, saya sebagai Papa kandung dari Kimmy, walaupun sudah memaafkan, tetapi tetap kami merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan anak Bapak kepada anak Kami. Jadi, kami mohon, bagaimana enaknya dan apa pertanggungjawaban dari Athar?" Ucap Papa Bobby.


"Tapi Kimmy kan gak hamil sama Athar. Apaan sih ini, pakai tanggung jawab segala?" Ucap Kimmy yang terlihat panik.


"Kimmy, sebagai perempuan. Kamu mau diam saja di perlakukan seperti itu sama Athar? Kamu sudah di cium dan di peluk-peluk Kimmy..! Dan kamu membiarkan orang yang sudah mencium dan memeluk mu begitu saja tanpa tanggungjawab? Astaghfirullah, Kimmy ! Walaupun tidak melakukan nya dan kamu tidak hamil, itu tidak baik Kimmy !" Ucap Papa Bobby.


"Kamu juga dulu main sosor aja sama aku," Bisik Mama Nia.


Papa Bobby menatap Mama Nia dengan wajah yang kikuk.


"Itu lain cerita sayang," Ucap Papa Bobby sambil tersenyum tipis.


"Ckckckckc...!" Mama Nia menggelengkan kepalanya.


Papa Bobby tersenyum, salah tingkah.


"Jadi bagaimana Athar? Kamu bersedia untuk bertanggung jawab dan menikahi Kimmy?" Tanya Ayah Andra.


"Nikah?!" Seru Kimmy.


"Insyaallah, Athar siap. Memang harus tanggung jawab sih jadi laki-laki. Maaf ya Kim, gue sudah merusak elu," Ucap Athar.


"Apaan sih ini Ya Allah....!" Ucap Kimmy sambil uring-uringan.

__ADS_1


"Alhamdulillah...., jadi kita akan bahas tanggal lamaran nya ya Bapak Bobby," Ucap Ayah Andra.


"Sebentar ! Ini apa Ya Tuhannn...! Athar lu kok setuju...!" Ucap Kimmy sambil mengguncang-guncang tubuh Athar.


"Kita gak ada pilihan Kim, biarkan gue menebus dosa karena sudah memeluk dan mencium bibir elu ya Kim," Athar memasang wajah seakan-akan dirinya sedang tertekan.


"Helpppp...!" Teriak Kimmy sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kimmy, yang sopan!" Ucap Mama Nia.


Kimmy menghentikan aksinya dan mewek di samping Athar.


"Cup cup cup," Ucap Athar sambil merangkul Kimmy.


"Jangan sentuh gue ! Belum muhrim !" Teriak Kimmy.


"Ya ini juga mau di halalkan Kim," Ucap Athar dengan wajah yang sangat menyebalkan dimata Kimmy.


"Farhan bagaimana Ma, Pa?" Tanya Kimmy dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


"Memang kamu pernah diapakan sama Farhan? Kamu pernah macam-macam sama dia?" Tanya Papa Bobby.


"Ya gak pernah lah ! Memangnya Kimmy cewek apaan!" Ucap Kimmy.


"Alhamdulillah...!" Seru Kedua orang tua mereka.


Kimmy terpana menatap kedua orang tuanya dan kedua orang tua Athar.


"Betul Ibu Farah," Sahut Papa Bobby.


"Alhamdulillah..." Ucap Athar.


"Athar !" Kimmy menjewer telinga Athar dengan gemas.


"Aduh ! Aduh ! Aduh !"


"Kimmy, yang sopan dengan calon suami mu !" Ucap Mama Nia.


"Ma, calon suami Kimmy tuh Farhan, dia sudah melamar Kimmy kan? Nanti bagaimana?" Tanya Kimmy yang semakin panik.


"Baru melamar kan? Belum di cium atau di peluk-peluk?"


Kimmy terdiam.


"Kamu ini, mau membebaskan orang yang sudah melakukan hal itu pada dirimu tanpa tanggung jawab?" Tanya Papa Bobby.


Kimmy semakin menundukkan wajahnya.


"Siapa pun yang melamarmu, tidak akan bisa menikahi kamu, kecuali atas persetujuan dari Papa. Kemarin, saat Farhan melamar mu, itu tidak ada rembukan dengan Papa dan perlu kamu ingat, Papa belum merestui kalian !" Ucap Papa Bobby.


Kimmy menatap Papa Bobby dengan seksama. Ia belum pernah melihat Papa Bobby setegas itu kepada dirinya. Inilah pertama kali Papa Bobby menolak keras dengan apa yang Kimmy katakan.

__ADS_1


"Kamu hak Papa ! Papa wali mu ! Tidak ada yang boleh melangkahi Papa kecuali Papa sudah MATI !" Tegas Papa Bobby lagi.


"Betul itu Om," Ucap Athar.


"Athar !"


Athar menundukkan wajahnya saat ia di tegur oleh Bunda Farah.


"Kimmy sayang, Bunda tahu ini sangat mendadak. Tetapi, mungkin itulah jodoh. Bagaimanapun, Athar bersedia bertanggung jawab. Bukankah lelaki yang bertanggung jawab yang layak dijadikan suami Kim? Mungkin saat ini kamu belum bisa menerima Athar Kim, tetapi setelah kamu berumah tangga. Kamu akan paham, bukan suami yang kaya atau yang tampan lah yang bisa diandalkan. Tetapi, suami yang mau bertanggung jawab dan sabar yang bisa membuat rumah tangga utuh Kimmy.." Ucap Bunda Farah.


Kimmy menatap Bunda Farah sesaat, lalu ia kembali menundukkan pandangannya.


"Kim, beri gue waktu dua tahun. Bila gue tidak layak, gue akan kembalikan elu dengan terhormat kepada Om Bobby dan Tante Nia," Ucap Athar.


Kedua orang tua mereka terdiam mendengar ucapan Athar.


"Tapi...." Sambung Athar.


"Tapi apa?" Tanya Kimmy yang dari tadi sudah sangat ingin menjambak-jambak Athar.


"Tapi, gue yakin sih gue layak," Ucap Athar sambil tersenyum lebar.


Kimmy mendelik dan merapatkan giginya dengan wajah yang emosi.


Para orang tua mati-matian menahan rasa ingin tertawa terbahak-bahak, saat mendengar celotehan Athar.


Hanya Kimmy yang merasa kesal setengah mati dengan Athar. Terlebih saat melihat senyum lebar Athar yang sebenarnya sangat menarik. Tetapi, kini terlihat sangat menyebalkan dimata Kimmy.


Dreeettt....! Dreeettt...!


Secara bersamaan, ponsel milik Mama Nia dan Bunda Farah berbunyi. Saat itu juga mereka meraih ponselnya dan membaca pesan yang mereka terima dari grup alumni SMA mereka.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un!!!!" Seru Bunda Farah.


"Ada apa? Siapa yang meninggal?" Tanya Ayah Andra dan Papa Bobby.


"Nia...! Fathur...!" Ucap Bunda Farah.


Mama Nia terdiam dan menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un," Ucap Mama Nia dengan suara yang nyaris tak terdengar.


"Pembahasan ini kita tunda dulu, Athar ayo pulang, kita akan melayat jenazah Om Fathur," Ucap Bunda Farah.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un," Ucap Athar dan Kimmy.


"Ayo cepat !" Ucap Bunda Farah sambil beranjak dari sofa.


Terlihat Mama Nia dan Papa Bobby juga bergegas untuk berganti pakaian mereka.


Sore itu... menjadi perjalanan terakhir Om Fathur di dunia. Om Fathur berpulang ke Rahmatullah karena serangan jantung.

__ADS_1


__ADS_2