Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
35# Kuat nak..! Kamu harus kuat !


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam, Bunda Farah dan Ayah Andra keluar dari gedung tempat diselenggarakannya acara dari kantor Ayah Andra. Bunda Farah yang terlihat sedikit lelah, memasuki mobil dan duduk dengan nyaman di kursi penumpang, disusul oleh Ayah Andra yang terlihat sama lelahnya.


Bunda Farah meraih ponselnya dari dalam tas. Lalu, ia menyalakan ponselnya yang sengaja ia matikan selama acara berlangsung. Begitu juga dengan Ayah Andra yang melakukan hal yang sama. Setelah ponsel Bunda Farah menyala, Bunda Farah tampak mengerutkan keningnya saat melihat sebuah nomor asing yang berkali-kali mencoba menghubungi dirinya. Begitupun dengan Ayah Andra.


"Ini nomor apa ya sayang?" Tanya Bunda Farah sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada Ayah Andra.


"Loh, kok nomor ini juga menghubungi kamu?" Tanya Ayah Andra.


"Ya aku tidak tahu."


Mereka saling berpandangan. Tak lama kemudian, ponsel Bunda Farah pun berdering. Bunda Farah agak enggan menerima panggilan dari nomor asing. Karena, sempat beberapa kali, Ayah Fajar mencoba menghubungi dirinya.


"Kamu saja yang mengangkat sayang," Ucap Bunda Farah sambil menyerahkan ponselnya kepada Ayah Andra.


Ayah Andra pun menuruti permintaan Bunda Farah, lalu ia mulai menerima panggilan tersebut.


"Halo," Siapanya.


"Selamat malam, dengan orang tua Athar?" Tanya seorang wanita yang berada di seberang sana.


"Iya saya Ayah nya Athar," Ucap Andra.


Raut wajah Bunda Farah terlihat berubah, ia mulai merasa khawatir saat mendengar nama Athar disebut oleh suaminya itu.


"Ada apa?" Tanya Ayah Andra.


"Kami dari rumah sakit umum, menerima pasien gawat darurat pada pukul dua siang tadi, atas nama Athar Elvano Kruger. Apakah benar itu nama anak anda?"


"Iya betul, anak saya kenapa?" Tanya Ayah Andra yang mulai terlihat gelisah dan khawatir.


"Athar sedang menjalani operasi dari pukul tiga sore tadi dan saat ini kondisinya kritis dan masih dalam kamar operasi. Saya mohon, Bapak dan Ibu datang untuk menandatangani dokumen yang dibutuhkan. Mohon maaf sebelumnya, bila kami terpaksa untuk mengambil tindakan operasi darurat. Karena, bila tidak dilaksanakan segera, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan pada Athar," Terang wanita itu.


Seperti tersambar petir di siang bolong, Ayah Andra tampak gemetar dan nafasnya terlihat sesak.


"Andra, Athar kenapa?" Tanya Bunda Farah yang terlihat sama Khawatir nya.


"Baik, saya akan segera kesana," Ucap Ayah Andra.


Bunda Farah tidak bisa menunggu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia terus mengguncang tubuh suaminya dan air mata pun mulai mengalir di pipinya.


"Andra ada apa ! Jawab Andra !"


Ayah Andra menatap Istrinya itu dengan tatapan yang khawatir, lalu ia memeluk Bunda Farah dengan erat.

__ADS_1


"Athar kecelakaan Far, sekarang masih dalam kamar operasi. Kondisinya kritis," Ucap Ayah Andra.


Saat itu juga tangis Bunda Farah meledak. Ia terlihat menggila dengan berita tentang Athar.


"Athar anak ku ! Kita langsung kesana Andra ! Ayo kesana !" Pekik Bunda Farah.


Ayah Andra mengangguk, lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan segera menuju ke rumah sakit dimana Athar sedang di operasi.


...


"Kim, Kimmy, kenapa lu ninggalin gue? Kim, gue mau ketemu sama elu Kim !"


"Athar...." Panggil Kimmy di dalam tidurnya.


"Kim, temui gue Kim, gue gak bisa kemana-mana. Gue butuh elu Kim, gue butuh elu disamping gue !"


"Lu kenapa Thar?"


"Gue... gue saat ini tidak berdaya. Gue mohon, datangi gue Kim...."


"Athar.....!"


Kimmy tersentak dan melihat ke sekeliling nya. Seorang wanita tua yang duduk tepat disebelah nya, menatap Kimmy dengan tatapan bingung.


"Are you ok?" Tanya wanita tua itu.


"No problem dear," Ucap wanita tua itu sambil tersenyum kepada Kimmy.


Kimmy mencoba membalas senyuman wanita tua itu dengan ramah. Setelah itu ia termenung sambil menatap keluar jendela.


Langit sudah gelap, yang terlihat hanya awan kelabu saja yang menghalangi pemandangan.


"Athar..." Gumam Kimmy.


"Semoga lu baik-baik saja Thar," Gumam nya lagi.


....


Queen yang baru saja masuk kedalam mobilnya saat ia baru saja selesai meeting dengan kliennya, langsung merogoh kedalam tas tangan nya saat ponsel miliknya berdering.


Ia menatap layar ponselnya dan mendapati Bunda Farah tengah memanggil dirinya.


"Halo, assalamualaikum, ada apa Bun?" Tanya Queen.

__ADS_1


"Queen, kamu dimana?" Tanya Bunda Farah sambil menangis sesenggukan.


"Baru mau pulang, di restoran ini Bun, ada apa Bunda? Bunda kok menangis?" Tanya Queen yang mulai merasa khawatir.


"Queen, kamu langsung ke rumah sakit ya. Athar kecelakaan !" Ucap Bunda Farah. Tangis Bunda Farah kembali meledak. Ia menangis tanpa bisa mengendalikan perasaannya.


"Kecelakaan? Di rumah sakit mana Bun?" Tanya Queen yang tak kalah khawatir nya.


"Di rumah sakit umum Queen, kamu kesini ya," Ucap Bunda Farah.


"Iya Bun, segera." Ucap Queen sambil menyalakan mesin mobilnya. Ia pun segera menuju ke rumah sakit yang dimaksud.


..


Di kediaman Kimmy pun juga geger dengan berita yang baru saja disampaikan oleh Bunda Farah. Mama Nia, Papa Bobby serta Abian langsung berangkat ke rumah sakit umum daerah tersebut. Tampak wajah khawatir menghiasi wajah mereka semua. Tanpa banyak bicara, Papa Bobby mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit tersebut.


Mama Nia mengeluarkan air mata, ia merasa kasihan kepada Athar. Terlebih, saat Mama Nia tahu, bila Athar sedang menuju ke kediamannya saat kecelakaan terjadi. Ia tahu, Athar datang untuk menemui Kimmy yang akan berangkat ke Jerman.


Rasa iba dan bersalah menyelimuti hatinya. Padahal sudah jelas, kecelakaan itu bukanlah salah siapa-siapa. Hanya saja, nasib sial sedang mendatangi Athar yang kurang fokus saat mengendarai sepeda motornya.


Papa Bobby menggenggam tangan Mama Nia yang tampak menangis tersedu-sedu. Bagaimana tidak, Athar juga anak baginya. Mama Nia sangat menyayangi Athar sepenuh hatinya. Rasa sayang itu sama dengan anak-anak kandung yang ia miliki.


"Tenang ya, semoga Athar baik-baik saja," Ucap Papa Bobby.


Mama Nia mengusap air matanya. Ia menatap Papa Bobby yang berusaha untuk setenang mungkin.


Satu jam berlalu,


Mobil yang dikendarai oleh Papa Bobby memasuki halaman parkir rumah sakit tersebut. Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka sekeluarga bergegas turun dan berjalan menuju ruang operasi.


"Kak Bobby !" Panggil Queen saat bertemu dengan Papa Bobby di lobby rumah sakit itu.


"Queen !"


"Ayo Kak !" Ucap Queen sambil menarik lengan Papa Bobby menuju ruang operasi.


Queen tetap memanggil Papa Bobby dengan sebutan Kakak, karena dirinya sudah terbiasa memanggil Kakak kepada Papa Bobby. Usia yang terpaut hanya dua belas tahun, membuat dia enggan mengubah panggilannya kepada Papa Bobby, saat Papa Bobby yang terhitung sepupu baginya, menikahi sahabat Bundanya.


Akhirnya mereka sampai di depan ruang operasi. Terlihat Bunda Farah beranjak dari duduknya dan memeluk Papa Bobby dan Mama Nia.


"Athar Bob...! Athar Nia !" Ucap nya sambil berurai air mata.


"Sabar ya Far," Ucap Mama Nia.

__ADS_1


Wajah gelisah terlihat begitu menguasai lorong rumah sakit itu. Ayah Andra terlihat mondar-mandir di depan ruang operasi. Walaupun ia tidak memiliki hubungan darah dengan Athar. Tetapi, ia sangat mencintai anak itu. Ia benar-benar menganggap Athar adalah darah dagingnya. Ia tidak ingin kehilangan anak kesayangannya itu.


"Kuat nak..! Kamu harus kuat !" Batin Ayah Andra.


__ADS_2