
Langit senja berwarna jingga, tampak begitu indah di langit Kota Jakarta. Jalan di Ibukota itu sangat padat merayap pada sore itu. Kimmy mencuri pandang kepada lelaki yang sedang duduk disampingnya. Lelaki itu terlihat semakin tampan dimatanya saat ini. Entah mengapa, sekarang Kimmy sangat tertarik menatap setiap inci dari wajah lelaki itu.
Kimmy merasakan detak jantung yang tak biasa. Ia mulai merasa khawatir bila ia memang benar-benar jatuh cinta kepada Athar. Ada rasa aneh bila jatuh cinta dengan lelaki itu. Pasalnya, ia merasa Athar sudah seperti saudara kembarnya sendiri. Mencintai Athar sama dengan mencintai saudara kandung sendiri. Rasanya seperti berdosa dan bingung akan bagaimana.
Mungkin semua orang mengatakan tidak apa-apa mencintai sahabat kita sendiri. Memang benar tidak apa-apa, pasalnya mereka bertemu sahabat setelah mereka sudah remaja atau sudah dewasa. Tetapi Kimmy dan Athar? Mereka bahkan kompak untuk terlahir di dunia bersama-sama, kecil bersama dan tumbuh bersama. Hal itu begitu membuat diri Kimmy merasa bingung dan risau.
"Gak...! Gak mungkin !" Ucap Kimmy di dalam hati, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Athar sambil mengusap kepala Kimmy dengan lembut.
Kimmy tertegun dan menatap Athar dengan seksama.
"Gak, gak apa-apa," Ucap Kimmy yang terlihat kikuk.
"Oh, kirain ada apa," Ucap Athar.
Lelaki itu melajukan mobilnya memasuki parkiran sebuah Mall. Setelah mendapatkan parkiran, Athar membukakan pintu mobil untuk Kimmy.
Kimmy terpana, ia menatap Athar yang sedang mempersilahkan dirinya untuk keluar dari mobil itu.
"Dulu lu gak pernah begini Thar," Ucap Kimmy.
"Dulu kan gue naik motor, bedalah. Kalau naik motor apanya yang mau di buka?" Ucap Athar sambil tersenyum tipis.
Melihat senyuman lelaki itu, jantung Kimmy berdegup kencang.
"Ya Allah.. makin manis aja ini makhluk.." Gumam Kimmy.
"Mau makan dulu apa mau langsung belanja?" Tanya Athar.
"Hah? Hmmm, gak usah belanja deh, gue cuma bercanda. Kita makan aja ya.."
"Kenapa? gak apa-apa lagi," Ucap Athar.
"Gak, gak usah. Asli gue cuma bercanda." Tegas Kimmy.
Athar mengangkat kedua alisnya dan mengikuti Kimmy yang sudah terlebih dahulu berjalan di depan nya.
"Suitttt suittt..!"
Kimmy menoleh kebelakang dan menatap Athar dengan tatapan yang kesal.
"Apaan sih !"
"Lagian jalan duluan. Kalau jalan duluan, berarti minta di godain."
"Ih dasar gila. Terus kalau jalan di samping lu tandanya apa?"
"Minta dinikahi lah...!" Seru Athar sambil tertawa geli.
"Ish... ya sudah gue jalan duluan aja," Ucap Kimmy sambil berjalan di depan Athar.
Saat itu juga Athar selalu bersiul di belakang Kimmy. Hingga banyak orang yang memperhatikan Athar dan Kimmy.
"Athar ! Mesum tau gak lu!" Ucap Kimmy sambil menjewer telinga Athar.
"Ya makanya sini jalan di samping gue,"
"Nyebelin banget tau gak sih lu ! Sumpah !"
Athar terkekeh sambil merangkul Kimmy.
__ADS_1
"Mau makan apa sayang...."
"Sayang ! Sayang !"
"Seafood ya, yuk ke restoran seafood," Ucap Athar sambil menggandeng tangan Kimmy menuju restoran seafood yang berada di dalam Mall tersebut.
...
Farhan yang sedang berdiri di samping mobil Kimmy, terlihat gelisah. Sudah hampir satu jam ia menunggu Kimmy yang belum juga muncul dari dalam gedung kantor gadis itu. Suasana mulai sepi, seorang satpam menghampiri Farhan dan menyapa dirinya.
"Maaf Mas, sedang menunggu seseorang atau bekerja di sini?" Tanya Satpam itu.
"Saya menunggu pegawai baru yang bernama Kimmy," Ucap Farhan.
"Oh, Ibu Kimmy. Dia sudah pulang tadi, di jemput pacar nya."
"Pacar?" Tanya Farhan dengan wajah yang terkejut.
"I-iya Mas, pacar nya sering kesini kok. pernah ngobrol-ngobrol juga sama saya waktu menunggu Ibu Kimmy pulang," Ucap satpam itu.
"Pacar gimana ! Saya tunangan nya !" Ucap Farhan yang terlihat mulai emosi.
"Hah !" Satpam itu memukul bibirnya sendiri dan terlihat salah tingkah.
"Naik mobil apa lelaki itu?" Tanya Farhan.
"Mo-mo-mobil ku-ku-kuning Mas.."
"Athar..! Kurang ajar memang ! Kimmy mau nya apa sih ! Apa Kimmy memang berselingkuh dengan Athar ! Gue harus kasih pelajaran sama mereka berdua !" Ucap Farhan sambil beranjak menuju ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil milik Kimmy.
Farhan membanting pintu mobilnya dan mengumpat untuk mengeluarkan emosinya.
Brakkkkkkkkkk..!
Farhan memukul setir mobilnya.
Tanpa pikir panjang, Farhan pun pergi menyusul Kimmy kerumah gadis itu.
...
"Thar.." Panggil Kimmy saat mereka berdua baru saja selesai menyantap makan malam mereka.
"Ya?"
"Hmmm, ke-kenapa lu cium gue di depan Farhan?" Tanya Kimmy.
Athar mengangkat kedua alisnya dan menatap Kimmy, lalu ia tersenyum kecil dan tertunduk malu.
"Thar... masalah nikah, semua bercanda kan?" Tanya Kimmy lagi.
Athar menatap Kimmy dengan seksama, ia menghela nafasnya dalam-dalam lalu mengigit sudut bibirnya.
"Sebelumnya, gue minta maaf atas kejadian itu. Alasan gue mencium elu, karena gue mau cium elu aja. Hanya itu," Ucap Athar.
Kimmy terdiam, ia mengerutkan keningnya.
"Maksudnya?" Tanya Kimmy.
"Sorry Kim, gue bingung jelasin nya," Ucap Athar.
Kimmy terdiam, ia tidak mungkin memaksa Athar untuk mengatakan apa yang ada di pikiran lelaki itu.
__ADS_1
"Masalah menikah..." Lanjut Athar.
"Cuma bercanda kan?" Tanya Kimmy lagi.
"Serius, gak ada yang bercanda Kim."
Kimmy membulatkan matanya dan menatap Athar dengan tak percaya.
"Thar lu tahu kan..."
"Tahu," Potong Athar.
"Apa?" Tanya Kimmy sambil menatap lelaki itu dengan seksama.
"Ada Farhan dan juga karena kita sahabat?"
Kimmy terdiam,
"Tapi, mau gimana lagi? Om Bobby kan ingin nya lu menikah dengan gue," Sambung Athar sambil tersenyum.
"Farhan gimana Thar? Terus apa kita bisa menikah tanpa...."
"Tanpa perasaan cinta?" Tanya Athar.
Kimmy kembali terdiam.
"Kim, kalau gue sudah jelas mencintai elu. Masalah lu cinta apa enggak sama gue, itu hanya masalah waktu dan juga Farhan..."
Athar menghentikan ucapannya, ia menatap Kimmy dalam-dalam.
"Gue gak mungkin mengatakan yang sebenarnya tentang Farhan. Kalau gue jelek-jelekin si Farhan, sudah pasti Kimmy akan membenci gue," Batin Athar.
"Farhan kenapa?" Tanya Kimmy.
"Coba lu tanya lagi sama hati elu, lu benar-benar mencintai Farhan saat ini atau elu hanya bertahan karena lu takut gagal setelah pacaran begitu lama sama dia."
Kimmy menghela nafasnya dalam-dalam.
"Kim, orang tua kita sudah sepakat untuk menikahi kita. Gue janji, kalau lu belum mencintai gue, gue tidak akan menyentuh elu sedikit pun." Tegas Athar.
"Sekarang, gimana supaya Farhan tahu, kalau hubungan kalian harus berakhir, karena lu akan menikah dengan gue," Ucap Athar lagi.
Kimmy menatap Athar, lalu ia menundukkan pandangan nya.
"Sudah?" Tanya Athar sambil tersenyum.
Kimmy mengangguk dan berusaha tersenyum kepada lelaki itu.
"Ayo," Ucap Athar sambil beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya kehadapan Kimmy.
Kimmy menatap tangan Athar, dengan ragu, ia menyambut tangan lelaki itu dan beranjak dari duduknya.
"Sekarang kita belanja ya," Ucap Athar.
"Gak usah."
"Gak apa-apa, gue maksa," Ucap Athar.
Kimmy terlihat salah tingkah, ingin rasanya ia menolak perlakuan Athar yang sangat romantis kepada dirinya. Tetapi, hatinya melarangnya untuk menolaknya.
"Nikmati saja Kim, berikan dia waktu untuk membuktikan bila dirinya lebih baik dari Farhan." Bisik hati kecil Kimmy.
__ADS_1