Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
68# Cinta sampai gumoh


__ADS_3

Sejak pagi, Mama Nia sudah sibuk mengurus keperluan acara syukuran kelulusan Kimmy dan juga di terimanya Kimmy di perusahaan yang Kimmy inginkan. Beberapa orang pegawai Papa Bobby, terlihat sibuk mendekorasi dan mengatur perabotan. Mereka sengaja di panggil kerumah untuk membantu mendekorasi ruangan keluarga agar terlihat lebih cantik dan rapi.


Acara itu bukan hanya untuk para sahabat Mama Nia dan Papa Bobby. Mereka juga mengundang tetangga terdekat dan kolega bisnis mereka. Sebenarnya, bisa saja dirayakan di sebuah restoran mewah atau restoran milik Papa Bobby. Hanya saja, Mama Nia menolaknya. Dengan di selenggarakan dirumah, kekeluargaan akan lebih terasa dan tidak menghamburkan uang untuk menyewa satu restoran atau membuat restoran Papa Bobby harus tutup untuk umum.


Begitulah Mama Nia, walaupun dia seorang istri pengusaha sukses, ia tetap sederhana dan selalu memikirkan hal-hal yang terperinci.


"Kalau kita menutup restoran mu dan mengadakan acara di restoran mu, nanti restoran mu itu akan merugi sekian puluh juta," Ucap Mama Nia saat menolak bujukan Papa Bobby untuk membuat acara di restoran nya saja.


"Tetapi kan kita gak repot sayang," Ucap Papa Bobby.


"Bobby... biar saja dirumah ya..., tidak ropot kok, kan sekarang sudah ada si Mbak yang membantu dan beberapa tenaga harian," Ucap Mama Nia.


Papa Bobby tidak bisa berkata apa-apa lagi saat sang Ratu berbicara.


Kimmy sudah berangkat bekerja, sedangkan Abian sudah berangkat ke kampus. Papa Bobby ikut membantu para pegawainya untuk mendekorasi rumah mereka. Sedangkan Mama Nia sibuk menghubungi dan memastikan catering dan snack sudah siap untuk diantarkan ke rumahnya hari ini.


Menjelang siang, dekorasi di rumah sudah selesai. Para pegawai Papa Bobby dan para pekerja di rumah mereka beristirahat untuk makan siang yang sudah disediakan di halaman belakang rumah. Mereka berkumpul dan bercanda untuk melepas penat pada siang itu. Sedangkan Mama Nia dan Papa Bobby duduk di ruang makan sambil menikmati santap siang mereka.


"Bagaimana masalah Farhan dan Kimmy? Apa Kimmy masih melanjutkan pembahasan?" Tanya Papa Bobby.


Mama Nia yang baru saja menghabiskan santap siangnya menatap Papa Bobby.


"Belum, dia hanya berbicara saat kita bahas di meja makan kemarin."


Papa Bobby menyelesaikan santap siangnya dan meraih segelas air putih yang ada di sampingnya. Lalu, ia meneguk air putih itu sampai habis dan menuangkan air putih lagi ke gelasnya yang kosong dan meminumnya lagi sampai habis.


"Kamu gelisah ya?" Tanya Nia sambil memperhatikan suaminya yang minum dengan sangat banyak.


"Siapa yang gak gelisah saat anak nya sudah meminta menikah?" Ucap Papa Bobby.


Mama Nia tersenyum dan meraih tangan Papa Bobby.


"Bee, begitulah hidup. Kegelisahan mu ini dulu pernah aku lihat saat Bapak akan melepas ku menikah dengan mu."


Papa Bobby tersenyum dan membalas genggaman tangan Mama Nia.


"Kita kan dulu pura-pura di jodohkan. Masa sih Bapak masih gelisah juga?" Tanya Papa Bobby.

__ADS_1


"Yah, mau dijodohkan atau tidak, tetap saja orang tua itu gelisah, terutama orang tua laki-laki khusus nya dengan anak perempuan nya." Terang Mama Nia.


"Lagian kamu sama Bapak itu jahil ! Pura-pura aku di jodohkan, ternyata orang nya kamu-kamu juga !" Ucap Mama Nia sambil mengerutkan dagunya.


"Tapi gak menyesal kan?" Tanya Papa Bobby sambil tersenyum menggoda.


Mama Nia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa membayangkan bila aku menikahi orang lain, mungkin aku tidak sebahagia dengan mu saat ini," Ucap Mama Nia.


Papa Bobby tersenyum, ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Mama Nia.


"Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Aku tidak akan menyerah dengan hal-hal kecil. Aku mencintaimu dan aku harus membuktikan itu." Ucap Papa Bobby sambil memeluk dan mencium pipi Mama Nia.


Mama Nia tersipu malu, ia menatap Papa Bobby dan mengecup Bibir suaminya itu.


"I love you sampai gumoh sayang ku.." Ucapnya.


Papa Bobby tertawa lebar dan mengecup kening wanita luar biasa yang sudah mendampingi dirinya selama puluhan tahun itu.


"Cieee pacaran nih yeeee..." Ucap Abian yang baru saja pulang kuliah.


"Ngiri lah, masa ada adegan romantis di depan anak muda jomblo ini," Ucap Abian sambil menghampiri dan mengecup punggung tangan kedua orang tuanya.


"Kok cepat sih pulangnya?" Tanya Mama Nia.


"Ini kan Sabtu Ma, mata kuliah hanya dua saja. Jadi, cepat pulang nya." Terang Abian.


"Ya sudah, sana mandi, ganti baju dan jangan lupa sholat ya. Terus kamu makan,"


"Iya Ma," Ucap Abian dan beranjak ke kamarnya.


Papa Bobby menatap Mama Nia dengan penuh arti. Mama Nia pun mengerutkan keningnya.


"Kenapa?" Tanya Mama Nia yang mulai membereskan meja makan.


"Sini deh aku mau menunjukan sesuatu," Ucap Papa Bobby sambil menggiring Mama Nia ke kamar.

__ADS_1


"Nunjukin apa sih?" Tanya Mama Nia dengan wajah yang bingung.


Papa Bobby menutup pintu kamar dan menatap Mama Nia dengan seksama.


"Ada apa sih?" Tanya Mama Nia penasaran.


"Ada yang berdiri, tapi bukan tiang," Bisik Papa Bobby.


"Ih Bobby mah..!"


Papa Bobby tertawa lebar.


"Yuk, mumpung acaranya masih lama," Ucap Papa Bobby yang terlihat sangat bersemangat.


"Apaan sih Bobby, aku keringetan !"


"Halah... jangan kan keringetan, belum mandi aja masih wangi kok," Ucap Papa Bobby sambil memeluk Mama Nia.


"Ih Bobby, gombal mu itu gak ada matinya," Ucap Mama Nia sambil tersenyum manja.


"Lagian punya istri kok seksi dan cantik banget begini, duh... jadi susah ngendaliin nya."


"Gombal ! Aku itu sudah tua, lihat nih lemak di perut, kerut di wajah, kendor di lengan dan....."


"Ssssttttt...." Papa Bobby menempelkan jari telunjuknya di bibir Mama Nia.


"Jangan merasa kurang, aku cinta semua yang ada di dirimu, aku cinta kamu saat muda dan menua, aku cinta kamu saat sehat dan sakit, saat susah dan senang, jadi mengapa merasa gak percaya diri? Aku tidak pernah mempermasalahkan nya kan?"


Mama Nia menatap Papa Bobby dengan genangan air mata haru di matanya.


"Kamu... tidak ada kurang nya, bila kamu merasa kurang, aku yang sebagai suami lah yang salah. Karena aku kurang merawat kamu," Ucap Papa Bobby.


"Bukan begitu Bobby...." Ucap Mama Nia sambil menundukkan wajahnya.


"Ya, kalau bukan begitu, jangan merasa kurang dong. Aku tuh cinta sampai gumoh loh sama kamu, sekarang aja aku sudah kepengen gumoh ini," Ucap Papa Bobby sambil menunjuk ke bawah.


Mama Nia tersenyum dengan pipi yang memerah.

__ADS_1


"Sini gumoh sama Tante," Ucap Mama Nia sambil mengecup bibir Papa Bobby dengan begitu mesra.


" Love is a flower, you've got to let it grow "– John Lennon.


__ADS_2