Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
80# Anak dan Ayah sama saja


__ADS_3

"Bagaimana istri saya Dok?" Tanya Om Andreas saat Dokter keluar dari Ruang Gawat Darurat.


"Ibu Naya mengalami serangan stroke Pak, saat ini sedang kami tangani dengan semaksimal mungkin." Terang Dokter itu.


"Stroke?" Tanya Om Andreas dengan tak percaya.


"Iya Pak,"


Om Andreas terduduk lemas di kursi tunggu tepat di depan ruang UGD.


"Ada kemungkinan, Ibu Naya harus menggunakan kursi roda Pak, karena separuh tubuhnya tidak merespon. Penyebabnya belum diketahui, bisa karena pembuluh darah yang pecah atau tersumbat. Kami perlu melakukan tindakan CT scan. Kami akan menangani sebaik-baiknya Pak," Ucap Dokter itu lagi.


Mata Om Andreas nanar, ia benar-benar terpukul dengan fakta bila Tante Naya kini mengalami stroke dan harus duduk di kursi roda.


Tante Naya memang memiliki riwayat hipertensi yang sudah menahun. Sayangnya Tante Naya tidak memperhatikan pola hidupnya, walaupun sudah tahu bahwasanya dirinya sudah menua dan memiliki hipertensi.


Tante Naya di pindahkan ke ruang CT scan. Om Andreas menatap Tante Naya yang terlihat kacau dengan bibir yang miring. Kecantikan itu sirna, wanita yang dulu sangat energik, gesit dan selalu tampil cantik kini tiada lagi. Saat ini hanya ada wanita dengan wajah miring dan lumpuh, serta beberapa uban menghiasi rambut panjangnya.


Om Andreas menangis di lorong rumah sakit. Ia tidak menyangka bila penyebab terjadinya stroke yang di alami istrinya adalah anak mereka sendiri. Impian masa tua yang sudah mereka impikan sirna seketika. Mereka memiliki impian akan pensiun dan menyerahkan perusahaan kepada anak pertama mereka dan Vania. Lalu, mereka bebas jalan-jalan keliling dunia. Tetapi, takdir berkata lain. Walaupun ada harapan sembuh, tetapi untuk sementara waktu, harapan itu harus sirna.


Sejatinya anak-anak adalah anugerah. Tetapi, anak-anak yang kita miliki juga adalah cobaan. Bagaimana bisa disebut cobaan? Anak-anak adalah kertas putih dan kita adalah penulisnya. Apa yang kita tulis di atas kertas itu adalah penentu, itulah cobaan nya. Lulus kah kita dari cobaan kertas putih itu?


Banyak orang yang tidak mendidik anak nya dengan baik, tetapi anak nya tetap menjadi anak yang baik. Apakah Tuhan tidak adil?


Bukan.... Tuhan memberikan mu anak yang luar biasa. Mereka memahami kekurangan mu dan berusaha untuk memperbaiki sendiri kesalahan orang tuanya.


Dan Banyak juga orang yang sudah mendidik anak nya sedemikian rupa, tetapi anak nya tetap menjadi tidak baik, apakah itu bisa di sebut Tuhan itu adil?


Bukan juga, mungkin kamu adalah orang yang luar biasa. Tuhan sangat mencintai mu dengan mengirim cobaan dengan itu semua. Jadi apa intinya? Ya... anak cobaan sekaligus anugerah. Itulah mengapa, lebih baik mengajarkan moral, sopan satun, Agama sejak dini dan rasa tanggung jawab dengan diri sendiri.


Walaupun mereka salah arah dan cobaan itu menjadi milik kita, setidaknya anak-anak mempunyai rasa berdosa dan mereka tahu itu. Suatu saat, mereka akan paham dan menyadarinya.


Dilema yang dihadapi orang tua, adalah saat anak dewasa. Bagaimana tidak? Mereka sudah memiliki pikiran dan egonya sendiri. Mereka ingin mencoba apa pun yang di larang, mereka akan menentang apa pun yang di nasehati orang tua mereka.


Saat kertas putih itu sudah penuh dengan coretan. Setidaknya kita dapat menghapus coretan itu dengan do'a. Hanya itu yang mampu kita lakukan setelah kita terlanjur menulis hal yang salah di kertas putih itu.

__ADS_1


Sebagai orang tua, kita bukan malaikat. Kita bukan Tuhan yang mampu memprediksi, menyempurnakan dan menulis kertas putih itu tanpa ada kesalahan sedikitpun. Kita, adalah orang tua yang penuh dengan kesalahan, kita adalah manusia dimana segala kesalahan sangat mungkin kita lakukan. Jangan merasa gagal, bila do'a bisa mengubah segalanya.


....


Saat dalam perjalanan menuju ke rumah Tante Nia, Ayah Andra yang sedang menyetir mobil milik Bunda Farah melirik Athar yang duduk di kursi penumpang, lewat spion tengah mobil itu. Ayah Andra tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Atharrrrr... Athar....," Ucap Ayah Andra.


Athar tersenyum malu sambil menundukkan wajahnya.


"Kamu itu..... astaga anak Ayah..." Ucap Ayah Andra lagi.


"Sebenarnya gimana sih kronologi nya Thar?" Tanya Bunda Farah sambil menoleh kebelakang.


Athar kembali tersenyum dengan wajah yang memerah.


"Jadi begini, si Kimmy itu janjian sama Farhan di cafe nya Athar. Kimmy gak tahu itu cafe milik Athar Bun..."


"Terus?" Tanya Bunda Farah penasaran.


"Lalu?" Tanya Ayah Andra penasaran.


"Kimmy bertengkar dengan Farhan, sampai ke halaman parkir cafe. Athar lihat si Farhan itu kasar. Ya, Athar gak bisa tinggal diam dong. Athar ribut dengan Farhan. Farhan memukul Athar."


"Apa ! Berani-beraninya dia mukul anak Bunda ! Anak kurang ajar ! Gak bisa di biarkan ini...! Bunda mau telepon Mama nya," Ucap Bunda Farah dengan emosi.


"Bunda... dengar dulu ya penjelasan Athar," Ucap Ayah Andra sambil mencegah Bunda Farah yang bergegas akan menghubungi Tante Rara.


"Iya, Bunda mah emosian," Celetuk Athar.


"Gimana gak emosian ! Bunda loh gak pernah pakai kekerasan sama kamu Thar ! Dia seenaknya mukul anak orang !" Ucap Bunda Farah sambil mendengus kesal.


"Tenang, Athar balas kok."


"Beneran?" Tanya Bunda Farah dengan wajah yang antusias.

__ADS_1


"Iya," Sahut Athar.


"Kamu apain? Kamu tendang? Kamu pukul? Atau kamu gebukin hingga babak belur?" Tanya Bunda Farah dengan bersemangat.


"Athar cium Kimmy di depan dia," Ucap Athar.


Bunda Farah dan Ayah Andra terdiam, Ayah Andra pun menepikan mobil itu ke tepi jalan. Lalu, Ayah Andra dan Bunda Farah menoleh kebelakang menatap Athar yang tersenyum kikuk.


"Seriusan?" Tanya Ayah Andra dan Bunda Farah.


"Iya, Athar cium bibir Kimmy dan Farhan mengamuk. Lalu, Athar bawa Kimmy pakai mobil Kimmy. Nah, Kimmy itu nangis gara-gara di cium sama Athar. Lalu, Athar tenangkan Kimmy deh di tepi jalan. Nah, Athar mau peluk Kimmy, tapi Kimmy menolak dan bilang Athar jahat karena itu ciuman pertamanya." Terang Athar.


"Ciuman pertama? Sepolos itu Kimmy?" Tanya Bunda Farah.


"Jangan gitu dong Bun, itu juga ciuman pertama Athar," Ucap Athar dengan wajah yang memerah.


"Hahahahhahahahahaaha...! Kacak ! Hahahahhahahaha...!" Bunda Farah dan Ayah Andra tertawa terpingkal-pingkal.


"Karena Kimmy berontak-berontak saat Athar peluk. Nah, mungkin mobil nya goyang-goyang. Jadi, masyarakat sekitar memanggil polisi deh dan terciduk. Sebenarnya kami gak ngapa-ngapain Bun, Yah. Gak mungkin lah Kimmy mau Athar apa-apain. Kimmy bukan perempuan seperti itu." Terang Athar.


"Iya.. Bunda yakin kok. Hanya saja lucu banget Thar.." Ucap Bunda Farah sambil tertawa geli.


"Mungkin ini juga jawaban do'a sepertiga malam Athar Bun, Yah, jodoh itu harus di jebak," Ucap Athar sambil tersenyum malu-malu.


"Ya Allah....... punya anak begini banget dah !" Ucap Bunda Farah sambil menepuk dahinya.


"Thar..."


"Ya Ayah...?"


"Mantap...!" Ucap Ayah Andra sambil mengangkat kedua jempolnya.


"Terima kasih Ayah... Ini prestasi banget buat Athar," Ucap Athar sambil tertawa lebar.


"Dasar anak sama Ayah sama-sama koplak !" Ucap Bunda Farah sambil memukul lengan suaminya.

__ADS_1


Ayah Andra terkekeh dan kembali melajukan mobilnya menuju ke kediaman keluarga Kimmy.


__ADS_2