
Seratus hari terlewati,
Siang ini di kediaman Kimmy, terlihat ramai dan beberapa orang terlihat sibuk mempersiapkan acara pertunangan Kimmy dan Athar.
Beberapa bunga-bunga yang cantik menjadi dekorasi di istana keluarga Kimmy tersebut. Hidangan-hidangan yang begitu menggugah selera, di jaga oleh para pegawai Papa Bobby yang siap untuk melayani para tamu undangan.
Papa Bobby terlihat sedang asik berbincang dengan para sanak saudara yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di hari bahagia Kimmy. Sedangkan Mama Nia terlihat sibuk mengatur segala sesuatu yang tampak masih kurang sempurna di matanya.
Keluarga Kimmy sedang menunggu kehadiran keluarga Athar yang berjanji akan datang pada pukul dua siang. Sedangkan Kimmy yang masih berada di dalam kamarnya pun, sudah terlihat cantik dengan riasan makeup diwajahnya yang memang sudah cantik.
Kebaya berwarna pastel dan kain jarik dengan makna yang begitu dalam sudah membalut tubuhnya yang indah. Dengan wajah tang cemas, Kimmy tampak termenung di depan jendela kamarnya.
"Sudah pukul setengah dua, masa dia belum datang sih!" Keluh Kimmy yang terlihat khawatir bila pujaan hatinya menghadapi kendala saat di dalam perjalanan menuju rumahnya.
Trauma masa lalu, tentang kecelakaan Athar begitu membekas di ingatan Kimmy. Ia takut hal yang sama akan terulang lagi saat Athar yang terburu-buru datang ke rumahnya. Terlebih, saat ini adalah hari pertunangan dirinya dan Athar.
Pukul dua siang, kurang lima menit, lelaki itu belum juga tiba di kediaman Kimmy. Kimmy mulai panik dan terus mencoba menghubungi Athar.
sedangkan di lain tempat, Athar terlihat gelisah saat menghadapi kemacetan yang rutin di Ibukota. Queen yang sedang duduk di samping Athar juga tampak gelisah. Gadis cantik itu menggenggam tangan adik nya itu, hanya untuk membuat Athar merasa sedikit nyaman.
"Macet lagi macet lagi !" Keluh Athar.
"Kenapa gak pakai pengawalan saja sih sayang?" Tanya Bunda Farah kepada Ayah Andra yang sedang menyetir.
"Sabar ya Bun, nanti kalau menikah, baru Ayah minta pengawalan," Ucap Ayah Andra dengan tenang.
Athar semakin panik saat jarum jam nya tepat menunjukkan pukul dua siang. Athar mulai mengusap wajahnya dengan gusar.
"Tenang, keluarga Kimmy akan paham kok Thar," Ucap Ayah Andra.
"Iya Ayah," Ucap Athar sambil menghela nafasnya dalam-dalam.
Athar menatap tumpukan kendaraan yang membuat dirinya mulai putus asa, lalu ia menerima panggilan telepon dari Kimmy yang baru saja memanggil dirinya.
"Ya sayang?"
__ADS_1
"Athar kamu dimana?" Tanya Kimmy yang terdengar panik.
"Masih terjebak macet sayang," Ucap Athar yang ikut panik.
"Masih lama gak Thar?" Tanya Kimmy lagi.
"Mungkin setengah jam lagi ya sayang,"
"Ya sudah, hati-hati ya..."
"Iya.. aku tutup dulu ya," Ucap Athar.
Ia kembali menatap kearah jalanan yang begitu padat merayap. Ia hanya mampu berdoa untuk dilancarkan segala niat baiknya pada hari ini.
Sementara dikediaman Kimmy, para kerabat sudah mulai gelisah. Mereka mulai berbisik-bisik mencari tahu kemana calon suami dari Kimmy.
Mama Nia pun tampak terlibat percakapan dengan Bunda Farah yang juga mulai merasa putus asa.
Tiba-tiba saja, sebuah mobil datang. Seorang lelaki tampan turun dari mobil mewah tersebut. Disusul oleh wanita paruh baya yang tampak cantik dengan kebayanya yang berwarna hijau pupus.
Sedangkan, di antara para tamu undangan, terlihat Tante Naya beserta keluarganya yang sudah terlebih dahulu tiba, ikut menatap kehadiran Tante Rara dengan anak tunggalnya itu.
Mama Nia segera menghampiri Tante Rara dan mengucapkan terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk menghadiri acara pertunangan Kimmy dan Athar.
Farhan yang terlihat malu saat menghadapi keluarga Kimmy pun langsung menyalami dan meminta maaf kepada Mama Nia dan Papa Bobby. Ia mengaku menyesali segala perbuatannya selama ini.
Mama Nia dan Papa Bobby pun tampak dengan bijak menyikapi Farhan. Mereka memaafkan kesalahan anak muda tersebut. Bagaimana pun, mereka mencoba mencari benang merah dari segala yang telah terjadi. Ada baiknya bila segala kesalahan Farhan terungkap sebelum Kimmy sah menjadi pendamping Farhan. Mama Nia dan Papa Bobby tidak tahu apa yang akan terjadi, bila kebenaran itu terungkap saat Kimmy sudah menjadi istri Farhan.
Semua ada hikmahnya, semua ada hal yang terbaik yang bisa di ambil dari segala permasalahan yang sudah terjadi.
Farhan pun menatap Tante Naya yang sedang duduk di kursi roda. Walaupun wajah Tante Naya sudah kembali normal, tetapi ia masih tetap duduk di kursi roda. Sepasang kaki nya tidak bisa berdiri begitu lama dan tidak bisa berjalan dengan sempurna. Maka, sambil berikhtiar, Tante Naya tetap harus duduk di kursi yang kini menjadi kaki keduanya itu.
Farhan berlutut di depan Tante Naya dan meminta maaf kepada mantan sahabat Mama nya itu. Tante Rara terlihat diam membisu, saat melihat Farhan berlutut di depan Tante Naya. Segala penyesalan dan permohonan maaf terlontar dari bibir Farhan. Lelaki itu sangat menyesali dengan semua yang telah terjadi.
Dengan hati yang ikhlas, Tante Naya memaafkan Farhan yang telah membuat anak gadisnya menjadi tidak suci lagi. Mau bagaimana selain memaafkan? Semua telah terjadi. Yang hanya dapat kita lakukan adalah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Bukan karena lemah atau tidak merasa rugi dengan apa yang terjadi. Tetapi, memaafkan adalah cara orang kuat menghadapi rasa dendam dan benci yang tertanam di hati.
__ADS_1
Melihat anaknya yang sudah diberikan maaf oleh Tante Naya, Tante Rara pun tak kuasa membendung rasa malunya. Rasa itu sangat menusuk di lubuk hatinya yang terdalam. Tante Rara pun berlutut dan ikut meminta maaf kepada Tante Naya, orang yang selama ini sangat tidak ia sukai. Orang yang selama ini ia berikan senyum yang palsu.
Tante Rara memeluk Tante Naya dengan erat. Tante Rara memohon ampunan dengan segala kata dan sikap yang pernah menyakiti perasaan Tante Naya. Begitupun sebaliknya, Tante Naya juga memberikan maafnya dengan tulus. Bagaimana pun, Tante Naya juga pernah memiliki kesalahan yang sangat sulit dimaafkan oleh Tante Rara.
Yang terpenting saat ini, Vania, buah hatinya sudah dapat memandang kedepan. Vania sudah move on dan sudah melakukan hal yang terbaik untuk masa depannya. Saat ini Vania terpilih menjadi mahasiswa yang mewakili pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Gadis itu berhasil membuktikan kepada kedua orangtuanya bila ia mampu untuk berubah menjadi lebih baik.
Kata maaf dari Tante Rara dan Farhan juga menjadi milik Om Andreas. Dengan segala kerendahan hati, Tante Rara dan Farhan mengucapakan kata maaf yang tulus. Dengan jantan, Om Andreas memeluk Farhan dengan erat. Ia menghempaskan rasa sakit hatinya dengan merelakan apa yang sudah terjadi. Ia memeluk untuk melepaskan beban dihatinya, lalu ia menerima maaf yang tulus itu.
Setelah bermaaf-maafan, kini Farhan bersiap untuk menemui Kimmy yang masih berada di kamarnya. Farhan mengetuk pintu kamar Kimmy dan dibukakan oleh seorang penata rias yang saat itu masih menemani Kimmy di dalam kamar.
Kimmy yang sedang sibuk dengan ponselnya, menatap Farhan dengan wajah yang terkejut. Ia merasa tidak mengundang lelaki itu. Tetapi, nyatanya lelaki itu sudah berada di depan kamar tidurnya.
"Saya keluar dulu Mbak," Ucap penata rias itu.
"Tidak usah, disini saja," Ucap Kimmy yang takut pertemuan nya dengan Farhan akan menjadi fitnah, karena mereka berdua saja di kamar.
"Baik Mbak," Ucap penata rias itu.
Farhan berdiri dihadapan Kimmy dan menatap Kimmy dengan mata yang memerah menahan tangis nya.
"Selamat Kim," Ucap Farhan, memulai percakapan nya dengan Kimmy.
"Terima kasih," Sahut Kimmy dengan wajah yang datar.
"Kalau boleh aku katakan, aku sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi. Dengan kerendahan hati, aku mohon maaf dari mu yang sebesar-besarnya dan... "
"Dan... aku turut bahagia dengan pertunangan kamu dan Athar," Ucap Farhan dengan ujung suara yang tercekat.
"Terima kasih," Sahut Kimmy.
"Hanya itu, aku permisi dulu," Ucap Farhan yang tampak lesu. Dengan gontai ia melangkah keluar dari kamar Kimmy.
Kimmy hanya dapat memandangi punggung lelaki yang pernah membuat dirinya jatuh cinta itu.
Tidak ada penyesalan, tidak ada kesedihan di hati Kimmy. Kini, hanya ada nama Athar yang terukir di hatinya.
__ADS_1
"Ya Allah, kirimkan dia jodoh yang baik. Demi engkau ya Allah, aku ikhlas melepaskan rasa kecewa di hatiku. Terima kasih, engkau telah mengirim lelaki yang setia dan yang kau pilihkan untuk ku. Lelaki yang terbaik dari yang baik, lelaki yang terpilih untuk saat ini dan hingga maut memisahkan aku dan Athar." Batin Kimmy.