
"Wah Mbak, ini mobilnya harus menginap Mbak," Ucap Seorang montir di sebuah bengkel cat mobil.
"Gak bisa sekarang ya Mas?" Ucap Vania yang terlihat panik.
"Gak bisa Mbak,"
Kimmy yang sedang santai sambil ngemil kacang yang baru ia beli di warung kelontong di samping bengkel hanya duduk sambil memperhatikan gaya busana Vania.
Gadis itu memang cantik, memiliki kulit yang bersih dan putih. Make-up yang sedikit glamor dan busana yang bisa dibilang sangat terbuka.
Vania berjalan menghampiri Kimmy dengan wajah kesal, dengan berkacak pinggang, ia mengungkapkan kekesalannya kepada Kimmy.
"Gara-gara lu nih ! Gue jadi gak bisa ke kampus !" Ucap nya.
"Lah, elu yang motong jalan gue. Masih untung lu selamat. Kalau gue giles gimana sama mobil-mobil elu?" Ucap Kimmy kesal.
"Mobil harus menginap, inget lu ya, lu yang bayar ! Siniin nomor ponsel lu !" Ucap Vania.
"Santai Mbak.. ya elah..." Ucap Kimmy sambil mengeluarkan ponselnya.
Kimmy memakai nomor ponsel barunya. Jadi, ia belum begitu hafal dengan nomor ponsel itu. Lalu, Kimmy menyebutkan detil angka nomor ponselnya kepada Vania yang sudah siap untuk mencatat.
"Gue misscall ya..." Ucap Vania sambil memanggil nomor Kimmy.
Ponsel Kimmy berdering dan Vania pun tersenyum.
"Begini kan enak, lu gak bisa kabur," Ucap Vania sambil mencoba menghubungi Farhan untuk minta di jemput.
"Halo Mas, jemput aku dong di bengkel. Orangnya sudah mau tanggung jawab, hanya saja, mobil belum bisa dikerjakan. Harus menginap maksimal empat hari !" Ucap Vania.
"Duh... aku itu lagi kerja ! Kamu pakai taksi sana !"
Tut....Tut... Tut....!
Panggilan itu di akhiri oleh Farhan. Vania tertegun, ia semakin bingung, mengapa Farhan tidak seromantis dulu kepada dirinya. Terlihat air mata menggenang di pelupuk matanya.
"Dasar ! Gak bisa di andalkan !" Keluhnya sambil menatap Kimmy yang sedang asik dengan ponselnya. Terlihat senyum mengembang di wajah cantik Kimmy.
"Dia pasti punya pacar yang lebih perhatian, gue kok rasanya cemburu ya," Batin Vania.
Kimmy membaca sekali lagi balasan pesan dari Athar. Sebelumnya, Kimmy mengirimkan pesan untuk Athar.
Hi Athar, ini gue Kimmy. Gue baru saja diterima kerja di perusahaan impian gue. Sebagai rasa syukur, gue berniat mau traktir elu makan. Tapi, saat ini gue habis terlibat kecelakaan sama mobil lain. Gue gak apa-apa sih, hanya saja mobilnya harus menginap di bengkel. Gimana lu jemput gue ke bengkel, terus kita makan siang bersama?
Share lokasinya, I'll be there ! Balas Athar.
__ADS_1
Sungguh tegas, cepat tanggap dan tanpa banyak tanya. Begitulah seharusnya sikap seorang lelaki.
Diam-diam Kimmy merasa kagum dengan sikap Athar yang memang sudah sejak lama sudah seperti itu. Hanya saja, Kimmy baru menyadari bila Athar sangat manly.
Vania duduk di sebelah Kimmy. Dengan tak nyaman, Kimmy melirik gadis itu dengan sudut matanya.
"Lu kerja?" Tanya Vania.
Kimmy menoleh kepada Vania, lalu ia mengangguk.
"Oh.. Pantesan lu bisa bayar kerusakan mobil gue," Ucap Vania.
Kimmy melengos dan kembali menatap layar ponselnya dan mengirimkan lokasi dirinya saat ini.
"Pacar lu gak jemput?" Tanya Kimmy.
"Dia sibuk, maklum pengusaha," Ucap Vania dengan sombongnya.
"Oh lu simpanan?" Tanya Kimmy dengan wajah yang polos.
"Ih, kurang ajar banget lu..! Gue cewek nya satu-satunya kali. Gak level gue jadi simpanan. Orang tua kita juga dekat banget. Lagian lu pikir gue sama Om-om gitu? Gue sama pengusaha muda lah !" Ucap Vania.
"Oh begitu..." Ucap Kimmy sambil kembali memakan cemilan nya.
"Nyebelin amat sih nih orang !" Batin Vania.
Sedangkan Kimmy, Kimmy memakai celana bahan model pipa lurus berwarna hitam dan atasan kemeja putih yang di tutupi oleh blazer berwarna senada dengan celananya. Kimmy juga hanya memakai sepatu pantofel berbahan kulit sapi asli berwarna hitam dengan tumit kotak yang tak begitu tinggi. Sangat berbeda dengan Vania yang memakai high heels dengan tumit yang runcing.
"Lu ke kampus begini?" Tanya Kimmy sambil menahan tawanya.
"Iya emang kenapa? Sirik lu ya?"
"Ya enggak, maksud gue apa gak apa gitu..." Ucap Kimmy sambil tertawa geli.
"Please deh, lu mungkin generasi jadul ya, jadi waktu lu kuliah, gak ada yang dandan kayak gue gini."
"Ya emang kaga ada," Ucap Kimmy sambil tertawa lebar.
Vania terlihat kesal kepada Kimmy, ia sempat mengumpat di dalam hatinya.
Tak lama kemudian, muncul sebuah mobil sport berwarna kuning. Mobil itu berhenti tepat di depan bengkel tersebut. Kimmy dan Vania terpana saat melihat Athar turun dari mobil itu.
"Kak Athar !" Seru Vania sambil beranjak dari duduknya.
Kimmy mengerutkan keningnya dan menatap Vania yang ternyata mengenali Athar.
__ADS_1
"Lu kenal?" Tanya Kimmy.
"Kenal lah ! Kenalan gue itu orang-orang penting kali. Dia itu datang buat jemput gue. Iri bilang boss...!" Ucap Vania.
Kimmy mengulum senyumnya. Lalu, ia melihat Athar yang berjalan menghampiri dirinya dan Vania.
"Kak Athar, apa kabar? Aku di tabrak nih sama dia ! Terima kasih ya Kak sudah datang menjemput Vania," Ucap Vania.
Kimmy mengangkat kedua alisnya sambil menatap Athar yang berdiri di depan nya.
"Eh, Vania, kabar baik van. Oh... jadi kalian berdua terlibat kecelakaan toh? Ya ampun.. dunia sempit ya !" Ucap Athar.
"Kak Athar kenal cewek ini?" Tanya Vania sambil menatap Kimmy yang masih terlihat santai dengan sebungkus kacang di tangan nya.
"Iya, ini kan Kimmy, anak Tante Nia. Kakak datang karena di hubungi sama dia," Ucap Athar.
Vania terdiam, ia terlihat menahan malu kepada Kimmy.
"Urusan kalian sudah selesai?" Tanya Athar.
"Sudah," Sahut Kimmy.
"Ya sudah, jadi pergi?" Tanya Athar kepada Kimmy.
"Jadi dong.." Ucap Kimmy sambil tersenyum lebar.
Vania masih terdiam menahan malu dan rasa kesalnya.
"Eh Van, kita duluan ya.." Ucap Athar.
"I-iya Kak," Sahut Vania.
"Oh iya, kamu sudah memesan taksi?" Tanya Athar lagi.
"Sudah Kak," Ucap Vania sambil menunduk malu.
"Ok deh, kita duluan ya." Ucap Athar sambil berjalan menuju mobilnya.
"Sorry ya... Kenalan gue orang penting. Hahahhahaha !" Kimmy tertawa puas sambil meraih tas nya dari atas kursi tunggu dan berjalan dengan riang gembira di belakang Athar.
Vania menghela nafasnya, ia sama sekali tidak menyangka bila Kimmy adalah anak Tante Nia, sahabat Mamanya. Bila saja ia mengenalinya dari awal, mungkin Vania tidak akan bersikap seperti itu kepada Kimmy.
Vania sudah lama tidak berjumpa dengan Kimmy. Terakhir kali saat dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia sudah lupa dengan wajah Kimmy yang jauh lebih tua dari pada dirinya.
Vania menepuk dahinya sesaat setelah mobil Athar berlalu dan melihat Kimmy melambaikan tangan kepada dirinya.
__ADS_1
"Sial !" Gumam Vania.