Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
27# Peringatan untuk Farhan


__ADS_3

Kimmy yang sedang asik mendengarkan musik lewat headset nya, terkejut saat Papa Bobby membuka pintu kamarnya dengan wajah yang terlihat galau.


Kimmy pun melepas headset nya dan menatap Papa Bobby dengan seksama.


"Ada apa Pa?"


"Ck, ada-ada saja," Ucap Papa Bobby sambil beranjak duduk di ranjang Kimmy.


"Ada apaan sih Pa?" Tanya Kimmy lagi.


"Tuh, ada dua orang laki-laki yang ngapelin kamu," Ucap Papa Bobby.


Kimmy terbelalak dan menatap Papa Bobby dengan wajah bingung.


"Dua laki-laki? Siapa?" Tanya Kimmy penasaran.


"Si Athar sama si Farhan ! Kamu temui sana," Ucap Papa Bobby sambil mengusap dahinya yang terlihat berkeringat.


"Jiahhhh.... ngapain kutu air datang juga," Gumam Kimmy.


"Kutu air?" Tanya Papa Bobby dengan wajah yang bingung.


"Hehehehe..." Kimmy terlihat salah tingkah.


"Siapa kutu air?"


"Ng.... anu... si Athar," Ucap Kimmy, malu-malu.


"Astagaaaaaa !" Papa Bobby menepuk dahinya. Lalu, menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kimmy....Kimmy... ada-ada saja kamu tuh !"


"Heheheh, ya sudah Pa, Kimmy temui mereka dulu ya," Ucap Kimmy sambil melangkah keluar dari kamarnya.


Bobby terdiam, angannya kembali ke hampir dua puluh tahun yang lalu, dimana Mama Nia pernah menamai dirinya dengan sebutan 'Sweet popcorn dan Makhluk planet Mars'. Papa Bobby pun tersenyum mengingat betapa miripnya Kimmy dengan Mama Nia.


Selain sikap dan kelakuan Kimmy yang sangat mirip dengan Mama Nia waktu remaja, wajah Kimmy pun lebih mirip dengan Mama Nia, dibandingkan dengan Papa Bobby. Sedangkan Abian lebih persis seperti Papa Bobby.


"Duhhhh.... waktu, kenapa begitu cepat berlalu? Sekarang aku sudah memiliki anak gadis yang di kejar-kejar sama banyak pemuda. Hadeeehhh !" Papa Bobby menepuk dahinya, lalu ia beranjak dari ranjang Kimmy dan keluar dari kamar anak gadisnya itu.


...


Kimmy menatap dua lelaki yang sedang duduk berdampingan. Terlihat Farhan yang merasa terganggu dengan hadirnya Athar. Sedangkan Athar, terlihat asik dengan gadgetnya.


"Lu ngapain kesini Thar?" Tanya Kimmy yang merasa bingung dengan Athar yang tiba-tiba datang kerumahnya, setelah satu tahun lamanya Athar tidak pernah berbicara dengannya dan mampir kerumahnya.


Athar mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap Kimmy dengan seksama.


"Ngapain? Ini kan rumah sodara gue. Om Bobby kan sodara gue, lupa lu?" Tanya Athar dengan santai.


Kimmy mengerutkan dahinya dan menatap Athar dengan ilfil.


"Iya, tapi lu kok tumben amat?" Tanya Kimmy.

__ADS_1


"Ya gue lagi mood kesini kali Kim, masa iya gak boleh? Apa jangan-jangan lu geer lagi, kalau gue datang gara-gara elu?" Tanya Athar sambil tersenyum lebar.


"Idihhhhh.... apaan sih lu, kagak lah !"


"Ya udah kalo kagak, biarin sih gue disini juga," Ucap Athar sambil kembali memainkan gadgetnya.


Farhan menatap Athar dengan wajah yang kesal. Lalu, ia menatap Kimmy yang terlihat sama kesalnya.


"Kim, keluar yuk," Ucap Farhan.


"Hmmmmm....besok aku masih ujian Bang," Ucap Kimmy.


"Sebentar aja ya," Bujuk Farhan.


"Gak bisa, Kimmy besok ujian," Sahut Athar yang tatapannya masih fokus ke layar ponselnya.


Farhan mengerutkan keningnya sambil melirik Athar.


"Atau kamu butuh di ajarin sama aku?" Tanya Farhan.


"Emangnya Abang ngerti masalah mesin?" Tanya Kimmy.


Farhan menelan saliva nya. Farhan adalah lulusan SMA, jurusan IPS dan ia kuliah juga bukan mengambil jurusan mesin. Sudah pasti ia buta dengan pelajaran anak STM seperti Kimmy.


"Hahahaha...!"


Tiba-tiba Athar tertawa geli.


Farhan kembali menatap Athar dengan wajah yang memerah.


"Dih, kok geeran sih? Gue lagi baca lawak nih di Twitter !" Ucap Athar dengan wajah kocak nya.


Farhan melirik ponsel Athar, lalu ia melengos sambil menghela nafasnya.


"Jadi kapan kita bisa pergi berdua?" Tanya Farhan.


"Bukan muhrim dilarang berduaan, soalnya yang ketiga adalah setan," Ucap Athar seolah-olah ia sedang membaca judul artikel di ponselnya.


"Lu setan nya !" Ucap Farhan.


"Dih, lu kenapa sih Bang? Sensi amat sama gue? Lu masih dendam sama gue gara-gara seafood?" Tanya Athar sambil tertawa geli.


"Aduhhh...! Sudah ! Sudah ! Ribet tau gak lu berdua !" Ucap Kimmy yang mulai merasa pening melihat kelakuan dua lelaki muda itu.


"Ini si Athar...." Ucap Farhan.


"Duh Bang, Kimmy besok masih ujian. Nanti Kimmy kabarin deh, kapan kita bisa jalan. Tapi, jangan sekarang ya... Kimmy mau belajar dulu dan kalian berdua mendingan pulang aja deh, Kimmy pusing tau !" Ucap Kimmy sambil beranjak dari duduknya.


"Tapi Kim..."


"Yuk pulang, kita di usir," Ucap Athar sambil menarik tangan Farhan.


"Apaan sih lu Thar !" Ucap Farhan sambil menepis tangan Athar.

__ADS_1


"Ayo pulang... dari pada nanti disiram air sama Kimmy, mending pulang ya..." Bujuk Athar sambil terus menyeret Farhan ke arah pintu keluar rumah itu.


"Ta-tapi Kim..."


"Maaf ya Bang, nanti Kimmy kabarin deh," Ucap Kimmy yang tampak tidak enak hati dengan Farhan.


"Ayo pulang, nanti Tante Rara nyariin loh," Ucap Athar.


"Astaga Thar ! Kemeja gue bisa rusak ini !"


"Ya maaf..."


Athar melepaskan tangannya dari lengan Farhan.


"Thanks ya Bang, good night..." Ucap Kimmy sambil melambaikan tangannya. Lalu, gadis itu menutup pintu rumahnya dan buru-buru kembali ke kamarnya.


"Loh, kok kamu masuk? Athar sama Farhan sudah pulang?" Tanya Mama Nia yang sedang membawa sebuah baki, berisi makanan kecil dan tiga gelas teh manis hangat, yang sengaja ia buatkan untuk Kimmy, Farhan dan Athar.


"Sudah Kimmy usir !" Ucap Kimmy sambil berlalu begitu saja.


Mama Nia terdiam dengan wajah yang bingung.


....


"Thar !"Panggil Farhan, saat Athar sedang mengenakan helmnya.


Athar menoleh dan menatap Farhan dengan seksama.


"Apaan?"


"Maksud lu apaan sih? Lu kayaknya sengaja ya !"


"Sengaja apaan sih? gue kaga ngerti deh Bang..." Ucap Athar sambil beranjak naik keatas sepeda motornya.


"Lu kayaknya gak suka ya, kalau gue dekat dengan Kimmy?" Tanya Farhan secara jantan dan terang-terangan.


Athar menghela nafasnya dengan herat. Lalu, ia kembali menatap Farhan dengan wajah yang tampak serius.


"Ya, gue gak suka. Karena gue cinta sama Kimmy."


Farhan terbelalak saat mendengar pengakuan dari Athar. Baru kali ini, Farhan melihat Athar berbicara dengan tegas dan jantan. Tidak seperti biasanya, Athar selalu cengengesan dan tampak konyol dimata Farhan.


Athar menyalakan sepeda motornya dan menatap Farhan sekali lagi.


"Maaf, kalau gue ngerjain lu hari ini Bang. Gue cuma mau bilang, kalau lu memang cinta sama Kimmy dan lu jadian sama Kimmy, jangan pernah lu sakiti Kimmy. Karena sekali saja dia menangis, lu akan tahu akibatnya. Gue gak peduli sama persahabatan orang tua kita. Kimmy segalanya bagi gue. Lu nyakitin Kimmy, sama saja lu cari ribut sama gue, camkan itu."


Farhan tidak dapat berkata-kata saat mendengar ucapan Athar. Dimatanya kini, Athar bagaikan seorang dewasa yang siap untuk bersaing dengan dirinya. Apa yang ia pikirkan tentang Athar yang tidak pernah dewasa, kekanak-kanakan, konyol dan menyebalkan, kini hilang begitu saja. Kini, ia berhadapan dengan sisi lain dari Athar, yaitu lelaki yang mempunyai nyali.


Farhan menelan saliva nya saat Athar berlalu begitu saja dari hadapannya.


..


Dari balik jendela kamar, Kimmy menatap dua orang laki-laki yang sedang berjuang mendapatkan cintanya. Ia melihat Athar yang tampak sangat jantan menghadapi Farhan. Hati Kimmy pun bergetar, ia tidak menyangka Athar yang terlihat kocak dan tingkahnya yang nyeleneh, dapat berbicara dengan sikap yang membuat dirinya kagum dengan lelaki itu. Walaupun Kimmy tidak dapat mendengarkan apa yang sedang Athar dan Farhan bicarakan, tetapi Kimmy yakin, bila Athar sedang memperingati Farhan, untuk jangan bermain-main dengan dirinya.

__ADS_1


"Athar....." Bisik Kimmy dengan lirih.


__ADS_2