Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
56# Fakta dan rahasia


__ADS_3

Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk," Ucap Wanita paruh baya yang sedang termenung di dalam kamarnya.


Kiki membuka pintu kamar itu dan menatap punggung Ibu nya yang sedang duduk di pinggir ranjang.


"Bu.." Sapa Kiki.


Wanita itu menoleh dan tersenyum kepada Kiki.


"Ada apa Ki?"


"Kiki mau bicara," Ucap Kiki sambil beranjak duduk di samping Ibunya.


"Tumben, mau bicara apa?"


Kiki menghela nafas panjang dan mulai menatap Ibunya dengan seksama.


"Sebenarnya, Ayah masih hidup apa sudah meninggal dunia?" Tanya Kiki tanpa berbasa basi.


Ibunya tampak terkejut, ia menatap kiki dengan kerut di keningnya.


"Maksudmu?" Tanya Ibunya.


"Kiki mohon Ibu jujur ya... Ayah Kiki masih hidup kan?" Tanya Kiki dengan wajah yang memelas.


Wanita paruh baya itu tampak gelisah dengan pertanyaan anak satu-satunya itu.


"Dia sudah meninggal," Ucap nya.


"Ibu bohong !"


"Kiki !" Bentak Ibunya.


"Dia belum meninggal, hanya saja Ibu yang tidak tahu dia berada dimana saat ini kan?"


Pertanyaan Kiki sukses membuat Ibunya terdiam.


"Kamu tahu dari mana?"

__ADS_1


"Kalau dia sudah meninggal, mengapa Ibu tidak sekalipun mengajak aku ke makam Ayah?"


Ibunya Kiki diam seribu bahasa. Ia tidak menyangka hal ini akan terkuak. Ia benar-benar kehilangan kata-kata.


Angan nya kembali ke dua puluh tiga tahun yang lalu.


"Mas, aku hamil.." Ucap Atikah.


"Hamil?" Tanya Fajar dengan wajah yang terkejut.


"Iya Mas, jadi kapan Mas mau kerumah melamar aku?" Tanya Atikah dengan wajah yang memelas.


"Melamar? Atikah.... Atikah... jangan bermimpi. Kita just fun !"


"Just fun?" Tanya Atikah dengan wajah yang terkejut.


"Iya, aku kan sudah bilang, aku mempunyai istri sah. Kenapa kamu mau? Kan bukan salah ku toh? Lagian kenapa kamu bodoh sekali? Aku bilang KB ya KB. Aku tidak mau ada anak dari kamu !" Ucap Fajar dengan wajah yang terlihat sadis di mata Atikah.


Air mata mengalir di pipi Atikah. Rasa sakit menghantam lubuk hatinya.


"Tapi aku sudah terlanjur hamil Mas," Ucap Atikah dengan panik.


"Aku tidak mau tanggung jawab. Cukup aku memiliki anak dari wanita binal itu. Semua wanita sama, cukup satu itu saja !" Ucap Fajar.


"Aku melakukannya dengan dasar cinta ! Aku tidak menyangka kau begitu biadab !"


"Kau !" Fajar mulai khilaf, ia mencekik leher Atikah dan mendorongnya sampai membentur dinding.


"M-m-maaas !" Jeritan Atikah nyaris tak terdengar.


"Aku tidak berniat menikahi kamu ! Jangan pernah menuntut apa pun dari aku ! Atau tidak, aku akan membuat mu menyesal !" Ancam Fajar.


Lelaki berkaca mata dengan wajah yang terlihat polos itu, ternyata mempunyai sisi lain di dalam dirinya. Ia begitu kejam kepada wanita. Bahkan, ia tidak memiliki perasaan kepada wanita yang tengah mengandung anak nya.


"Jangan pernah hubungi aku lagi. Anggap aku sudah mati !" Ucap Fajar sambil membenturkan kepala Atikah di dinding.


Atikah terduduk di atas lantai, ia menyesali segala yang pernah ia lakukan, hingga ia terpaksa mengandung tanpa ada yang bertanggung jawab atas janin yang berada di rahimnya.


Atikah sempat ke rumah Fajar, tetapi saat itu ia melihat istri Fajar sedang menggendong bayi yang masih merah di halaman rumah. Terlihat wajah cantik istrinya Fajar yang sedang tersenyum tulus kepada bayinya.

__ADS_1


Emosi yang terpendam dan rasa sakit hati pun hilang begitu saja, ia mengurungkan niatnya untuk memberi tahu istri Fajar bila dirinya sedang mengandung benih dari Fajar.


Atikah pun pergi dan menghilang. Ia sempat akan mengugurkan kandungan nya. Tetapi, beruntung dirinya mendapatkan suport dari keluarganya. Walaupun marah, tetapi keluarganya berusaha untuk memaafkan dan menerima bayi yang sedang ia kandung.


Atikah tidak mau berlarut-larut dalam kesedihannya. Ia berfikir untuk dapat membiayai anak yang sedang ia kandung. Maka, sejak saat itu ia membuka toko kue yang ternyata sangat banyak peminatnya.


Rezeki bayi yang ia kandung itu tak ada habis-habisnya. Bahkan, dalam waktu lima tahun, ia bisa membuka cabang kedua dan seterusnya dan kini, ia mampu membangun rumah modern minimalis berlantai tiga dan menguliahkan anak nya di universitas ternama di Depok. Ini semua hasil kerja kerasnya selama ini.


Atikah yang sibuk dengan bisnisnya mengubur impian nya untuk menikah dan bahagia dengan seorang pasangan. Selain sibuk, itu semua karena ia trauma dengan lelaki yang terlihat baik, ternyata membuat dirinya hancur dan mendapat kekerasan fisik.


Satu tahun setelah ia melahirkan Kiki, ia melihat berita yang mengatakan bahwa Fajar terkena kasus pemerkosaan dan aborsi atas pengasuh anak nya sendiri. Hati Atikah sempat merasa puas saat mendengar Fajar di penjara. Saat itulah ia bertekad untuk mengubur kisahnya dengan Fajar dan mengatakan kepada Kiki bila Ayahnya sudah meninggal dunia.


Atikah dan Fajar bertemu saat Atikah menjadi anak magang di kantor Firma hukum dimana Fajar juga bekerja disana. Gadis lugu itu pun terperdaya dengan Fajar yang terlihat seperti lelaki baik-baik.


Cinta membuat buta segalanya, walaupun Fajar mengatakan dirinya sudah memiliki istri, Atikah tidak peduli. Ia terus menjalin hubungan dengan Fajar. Kebodohan nya itulah yang membawa dirinya dalam lubang kehancuran. Ia terpaksa harus berhenti kuliah dan menanggung malu dari tatapan semua orang yang mengerti bila ia hamil tanpa suami.


Semua sudah terkubur dengan rapi selama ini. Tetapi, mengapa semua kembali ke permukaan?


"Siapa yang memberi tahu kamu?" Tanya Ibunya Kiki.


"Anak Ayah Fajar yang lain. Ibu ingat, lelaki yang waktu itu datang untuk merayakan ulang tahunku? Dia ternyata anak Ayah Fajar ! Kalau dia lebih tua dari aku.., Apakah Ibu menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga Bundanya Athar?" Tanya Kiki dengan wajah yang marah.


"Ki... Ibu...."


"Jadi benar?" Tanya Kiki.


"I-ibu...."


"Mengapa Ibu tidak bisa berkata-kata? Jadi semua itu benar? Ayah masih hidup, Ibu adalah wanita selingkuhan Ayah? Hingga Ibu hamil dan aku tidak di akui? Selama ini aku percaya dengan Ibu, tetapi.... aku tidak menyangka Ibu seperti ini !"


"Kiki... Ibu tidak....."


"Cukup...! Aku akan mencari Ayah !" Ucap Kiki sambil keluar dari kamar Ibunya.


"Kiki...!" Jerit Atikah sambil menangis sejadi-jadinya.


Kebodohan, cinta buta, nikmat sesaat, kebohongan, terkadang manusia lupa bila semua harus dibayar dengan sangat mahal di kemudian hari.


Sekarang, Atikah mendapatkan rasa malu dari anak nya sendiri. Rasa hormat yang ia tanamkan kepada anaknya sendiri, kini tiada artinya. Anak nya kini membenci dirinya tanpa mau mendengarkan penjelasan apa pun dari dirinya yang memang terpojok dengan fakta-fakta yang diberikan Kiki kepada dirinya.

__ADS_1


Atikah hanya mampu menyesali kebodohannya dimasa lalu. Keluguannya yang di manfaatkan laki-laki yang terlihat sangat baik. Tetapi, ternyata lelaki itu adalah malaikat berhati iblis.


"Tidak, aku tidak membiarkan Kiki bertemu dengan kamu Fajar !" Gumam nya.


__ADS_2