
"Jangan pernah menyakiti hati orang lain, kita tidak tahu, seberapa dalam jejak yang telah kita tinggalkan di hati mereka."
Kimmy termenung di sebuah cafe, ia menunggu kedatangan Farhan yang sudah berjanji akan bertemu dengan nya di cafe itu.
Kimmy melirik arlojinya, jarum jam menunjukan pukul setengah sebelas siang. Tetapi, lelaki itu tidak kunjung datang dengan alasan terjebak macet di sebuah tol menuju Jakarta.
"Tol menuju Jakarta? Memangnya dari mana?" Gumam Kimmy.
Kimmy kembali tenggelam dengan wejangan-wejangan yang pernah Engkong Mamat berikan kepadanya. Masalah menyakiti hati orang lain. Bila ia mengatakan kepada Farhan bila ia belum siap menikah dalam waktu dekat ini, apakah Farhan akan sakit hati kepadanya?
Apakah Athar kini sakit hati kepadanya?
Banyak hal yang mengganggu pikirannya saat mengingat nasihat Engkong Mamat tentang sakit hatinya seseorang.
"Hahhhhhh...!" Kimmy menghela nafasnya. Ia merasa frustasi dengan keadaan yang begitu membuat dirinya merasa serba salah.
Terdengar bunyi bell yang tersenggol pintu yang baru saja di buka oleh seseorang di cafe itu. Begitulah ciri khas cafe itu. Mereka memiliki bell yang terbuat dari kuningan yang di gantung di depan pintu masuk cafe itu. Sehingga bila ada pengunjung datang, para pegawai akan tahu dan segera bersiap-siap untuk melayaninya.
Kimmy mengangkat wajahnya berharap tamu itu adalah Farhan. Tetapi, ia terbelalak saat mengetahui bila tamu itu adalah Athar.
Athar tampak tampan siang itu. Lelaki itu memakai polo t-shirt dan celana pendek berbahan katun. Tampilan nya sangat sederhana, namun terlihat berkelas. Athar juga memakai sepatu sneaker dan kaca mata hitam yang bertengger di batang hidungnya yang mancung.
"Athar !" Gumam Kimmy.
Lelaki itu tampak di sambut ramah oleh para pegawai cafe itu. Athar tampak membalas sapaan mereka dan langsung bergegas masuk kedalam gudang cafe itu.
"Apa ini cafe milik Athar ya?" Gumam Kimmy sambil memperhatikan cafe tersebut. Terlihat logo A&K di cafe itu.
"A&K?" Gumam Kimmy sambil mengerutkan keningnya.
Ya, cafe ini bernama A&K Cafe. Cafe yang memang dibuat sedemikian rupa untuk menarik pelanggan anak muda dan para eksekutif muda. Tetapi nama cafe ini membuat Kimmy sedikit terusik. A&K cafe?
Tak lama kemudian, lelaki tampan itu keluar dari gudang dan duduk di meja kasir. Ia tampak sibuk membaca deretan huruf yang tersusun rapi di dalam sebuah buku laporan yang baru saja diserahkan oleh salah satu pegawai disana.
Kimmy terus memperhatikan Athar, terlebih saat lelaki itu membuka kaca mata hitamnya saat ingin membaca. Terlihat mata Athar yang begitu sendu dan tampak kurang tidur.
Athar terlihat berbicara sambil tersenyum kepada pegawainya. Lalu, ia menutup buku itu dan menerima sebuah tas berukuran sedang, yang Kimmy yakin berisi uang tunai. Athar menyandang tas itu dan beranjak ke dapur cafe. Lelaki itu tampak sedang menyibukkan diri agar tidak gelisah.
Beberapa saat kemudian, Athar keluar dari dapur itu dan menyapukan pandangannya ke arah para pengunjung yang ramai. Dengan cepat, Kimmy menundukkan wajahnya dan menutupi wajahnya dengan tas tangannya yang ia taruh di atas meja. Kimmy tidak ingin Athar tahu dia sedang berada disana. Setelah kejadian semalam, Kimmy merasa belum siap bertemu dengan Athar.
Beberapa saat kemudian, Kimmy mengintip dari balik tasnya. Ia sudah tidak lagi melihat Athar disana. Kimmy pun bernafas lega. Lalu, ia menaruh kembali tas nya ke atas meja. Saat itu juga ia terkejut melihat Athar yang sudah duduk di depan nya dengan wajah yang datar.
"Astaghfirullah !" Seru Kimmy saat menyadari Athar sudah berada di depannya. Lalu, ia terlihat salah tingkah di hadapan Athar.
Athar terus menatap Kimmy tanpa sepatah katapun. Hal itu tentu saja membuat Kimmy semakin salah tingkah.
"Thar," Sapa Kimmy dengan wajah yang memerah.
"Hmmm," Sahut Athar yang masih memandangi wajah Kimmy dengan wajah yang datar.
"Gu-gue gak tau kalau ini cafe punya elu," Ucap Kimmy sambil tersenyum kaku.
__ADS_1
"Emang siapa yang bilang ini cafe gue?" Tanya Athar.
"Tapi tadi elu..."
"Oh, berarti lu udah dari tadi disini? Kenapa gak manggil gue?" Tanya Athar.
Kimmy menundukkan wajahnya dan mengigit sudut bibirnya.
"Lagi nungguin Farhan?" Tanya Athar lagi.
Kimmy mengangkat wajahnya dan mengangguk.
"Oh," Athar mengangguk dan beranjak dari duduknya.
"Thar....gue... minta maaf," Ucap Kimmy.
Athar menoleh dan tersenyum kepada Kimmy. Lalu, ia kembali duduk di depan gadis itu.
"Gue yang minta maaf. Gue egois, gak seharusnya gue begitu."
"Enggak kok Thar, lu gak egois, gue yang egois..." Ucap Kimmy dengan wajah yang sedikit panik.
"Kim, selamat ya. Harusnya itu yang gue ucapkan. Bukan mengeluhkan keadaan sama elu yang gak ada perasaan apa pun dengan gue," Ucap Athar.
Kimmy terdiam, ia terus menatap wajah lelaki yang sudah seumur hidup ia kenal itu.
"Enjoy your day..." Ucap Athar sambil beranjak pergi meninggalkan Kimmy.
Kimmy tak bisa berkata-kata, ia hanya mampu menatap punggung lelaki itu dengan genangan air mata di pelupuk matanya.
"Ngapain dia disini? Apa kamu janjian sama dia? Kamu selingkuh sama dia?" Tanya Farhan dengan nada suara yang terdengar ia sedang kesal dan tanpa berbasa-basi sebelum.
"Maksudnya?" Tanya Kimmy sambil mengerutkan keningnya.
"Dia, si Athar, ngapain kesini !" Bentak Farhan.
Kimmy semakin tidak mengerti mengapa Farhan terlihat begitu emosi.
"Kamu menuduh aku selingkuh dengan dia? Aku loh tidak sengaja bertemu dia disini dan kami tidak banyak berbicara." Terang Kimmy.
"Kamu kenapa nangis? Kamu diapakan sama dia?" Tanya Farhan sambil beranjak dari duduknya, untuk mengejar Athar yang terlihat sedang bersiap-siap untuk memasuki mobilnya.
"Apaan sih Bang ! Pikiran mu itu kotor sekali !" Ucap Kimmy.
"Tapi kamu tidak bisa bertemu dengan dia tanpa sepengetahuan aku Kim ! Kamu milik ku !" Bentak Farhan.
Semua mata menatap mereka berdua. Kimmy mulai merasa emosi dan terlihat tidak enak dengan para pengunjung.
"Aku sudah menunggu kamu hampir dua jam ! Kamu datang-datang malah menuduh ku yang tidak-tidak !" Ucap Kimmy sambil meraih tas nya dan berjalan keluar dari cafe itu meninggalkan Farhan.
"Kim !" Panggil Farhan sambil menyusul Kimmy.
__ADS_1
Kimmy tidak menghiraukan Farhan. Ia berjalan menuju ke mobilnya. Dari sisi lain di parkiran itu, Athar yang baru saja menyalakan mesin mobilnya, melihat Kimmy meninggalkan cafe itu dan terlihat Farhan menyusul Kimmy dari belakang dengan wajah yang terlihat kesal.
"Kimmy? Kenapa?" Gumam Athar.
"Kim !" Farhan menarik tangan Kimmy dengan kasar saat gadis itu hendak masuk kedalam mobilnya.
"Apaan sih !"
"Kamu gak bisa begini Kim ! Ayo bicara !" Ucap Farhan.
"Lepasin, atau kamu akan...."
"Akan apa? Kamu mau memukul ku? Apa pantas perempuan memukul laki-laki? Apa lagi laki-laki itu calon suaminya!" Ucap Farhan.
"Eh, apaan nih...!" Athar mendorong tubuh Farhan dengan kasar. Lalu, ia berdiri di depan Kimmy sambil menatap Farhan dengan wajah yang terlihat kesal.
"Lu, lu selingkuh kan sama Kimmy! Kalian janjian kan disini? Dan sekarang lu mau ikut campur dengan urusan gue dan calon istri gue !" Ucap Farhan yang terlihat tidak bisa mengendalikan emosinya.
Athar tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bang...Bang...Otak lu kotor banget," Ucap Athar dengan nada yang meledek lelaki itu.
"Kurang ajar lu Thar !"
Bug !
Farhan mendaratkan kepalan tangannya ke pipi Athar.
Athar menyentuh pipinya dan menatap Farhan dengan seksama.
"Lu kok mukul?" Tanya Athar yang terlihat mulai terpancing emosinya.
"Apa-apaan sih !" Kimmy mulai terlihat panik dan berdiri di antara dua pria tampan yang sedang salah paham itu.
"Kim, manusia kasar begini mau lu jadiin suami?" Athar tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mau lu apa !" Farhan kembali melayangkan kepalan tangannya ke arah Athar.
Saat itu juga Kimmy mendorong tubuh Farhan dengan kasar.
"Apa-apaan sih Bang ! Aku muak ya dengan sikap kamu yang begini !" Ucap Kimmy dengan nafas yang terengah-engah mencoba menguasai emosi di dirinya yang mulai tak terkendali.
Tiba-tiba Athar meraih pinggang Kimmy dan menariknya hingga merapat ke tubuhnya. Saat itu juga Athar mencium bibir Kimmy di depan Farhan.
Kimmy terdiam, jantungnya terasa berhenti berdetak. Tubuh nya kaku, seluruh tubuhnya terasa dingin, hanya bibirnya saja yang terasa hangat karena sentuhan bibir Athar yang lembut.
Farhan terpana sesaat, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
Athar menghentikan ciumannya, ia menatap kedua mata Kimmy yang terlihat shock dengan apa yang Athar lakukan kepada dirinya.
"Lu nuduh gue selingkuh sama Kimmy? Gak usah lu nuduh gue, gue kawinin dia secepatnya," Ucap Athar sambil meraih kunci mobil Kimmy dari tangan gadis itu dan menuntun Kimmy untuk naik ke dalam mobil.
__ADS_1
Kimmy masih shock, ia seperti robot yang di tuntun Athar naik kedalam mobil. Lalu, Athar mengendarai mobil Kimmy dan meninggalkan Farhan begitu saja di parkiran cafe miliknya.
"Bangs*tttttttt...!" Hardik Farhan.