Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
93# Ketegasan Papa Bobby


__ADS_3

Hingga malam tiba, Om Andreas terus mencari Vania. Ia nyaris saja putus asa mencari keberadaan gadis itu. Om Andreas menghentikan laju mobilnya di sebuah rumah makan Minang, untuk mengisi perutnya yang lapar karena seharian ia belum memakan apapun.


Om Andreas memasuki rumah makan itu dan memesan nasi lengkap dengan lauk rendang dan sayur-sayuran nya. Tanpa membuang waktu, Om Andreas menyantap makan malam nya itu sesaat setelah pesanan nya datang.


Setelah mengisi perut, Om Andreas menyeruput teh hangat dan berdiam diri mencoba menenangkan hatinya yang risau. Kini ia menemukan dan menyadari titik kesalahan dirinya sebagai orang tua. Selain perhatian, Vania juga terlalu ia bebaskan untuk menginap dan bepergian tanpa ia tahu Vania dengan siapa. Om Andreas merasa menyesal dan menundukkan kepalanya dengan lesu.


Saat ia termenung, terdengar bunyi panggilan dari ponselnya. Dengan tergesa-gesa, ia meraih ponsel itu dari dalam saku celananya dan menatap layar ponsel itu.


"Vania !" Serunya.


Lalu, ia menerima panggilan dari Vania itu.


"Van, kamu dimana sekarang nak? Papa minta maaf Van..." Ucap Om Andreas sebelum Vania sempat menyapa dirinya.


"Pa," Panggil Vania dengan suara yang serak.


"Ya Van, kamu dimana? Biar Papa jemput ya.." Ucap Om Andreas lagi.


"Vania mau pamit, mungkin Vania memang anak durhaka dan pembawa sial. Vania mohon, setelah Papa menemukan mayat Vania. Tolong kubur Vania dengan layak ya Pa."


"Vania kamu ngomong apa sih !" Ucap Om Andreas dengan nada suara yang keras.


Semua pelanggan yang sedang berada di rumah makan itu menatap Om Andreas dengan tatapan bingung.


"Kamu dimana! Biarkan Papa berbicara denganmu Vania. Papa akan memaafkan segala yang pernah kamu lakukan. Termasuk dengan Farhan," Ucap Om Andreas.


"Papa..." Vania terdiam, ia tidak menyangka bila Papanya sudah mengetahui masalahnya dengan Farhan.


"Papa, Vania malu.." Ucap Vania sambil menangis terisak-isak.


"Papa minta maaf nak, selama ini Papa yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Ini semua salah Papa, ayo kita bicarakan baik-baik ya Van.... Kamu itu bukan pembawa sial, kamu anugerah buat Papa. Hanya Papa saja yang kurang memberikan kamu perhatian. Papa minta maaf atas apa yang telah Papa katakan kepadamu. Papa benar-benar menyesal. Sekarang, jangan lakukan hal yang membuat Papa sedih ya Van. Katakan kaku dimana saat ini?" Ucap Om Andreas sambil menangis penuh penyesalan.


"Van, Papa siap menjadi pembela mu. Papa siap menjadi pelindung kamu, asal kamu jangan lakukan hal-hal yang membuat Papa sedih nak ! Jangan bunuh dirimu sendiri, masih ada kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan Vania.."


Terdengar isak tangis dari ujung sana. Vania yang merasa selama ini tidak ada yang menyayangi dirinya pun luluh. Akhirnya, ia mengatakan keberadaan nya dan menunggu Om Andreas untuk menjemput dirinya.


Tanpa membuang waktu, Om Andreas membayar pesanan nya dan bergegas untuk menjemput Vania.


...


Beberapa kantung belanjaan Athar taruh di dalam bagasi mobilnya. Setelah itu ia membukakan pintu mobil untuk pujaan hatinya, yaitu Kimmy.


Kimmy tersenyum saat Athar mempersilahkan dirinya memasuki mobil itu. Setelah itu, Athar beranjak masuk kedalam mobilnya dan menatap Kimmy dengan seksama.


"Gue bahagia Kim,"


Kimmy membalas tatapan Athar dan tersenyum tipis.


"Bahagia?" Tanya Kimmy.


"Iya, bahagia. Lu jalan sama gue, kita makan dan belanja bersama seperti sepasang suami istri," Ucap Athar.


Kimmy tersenyum geli dan memencet hidung Athar.


"Gaya lu Thar..."


Dengan cepat, Athar memegang tangan Kimmy dan menatap gadis itu.


"Belajar mencintai gue ya Kim, gue janji tidak akan pernah mengecewakan elu," Ucap Athar.


Kimmy terdiam, ia melepaskan tangannya dari genggaman Athar.


"Hmmm, kita pulang ya..." Ucap Kimmy yang terlihat salah tingkah.


"Siap tuan putri," Ucap Athar sambil tersenyum lebar.


Athar pun menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil sport itu menuju ke kediaman Kimmy.

__ADS_1


Sedangkan dikediaman Kimmy sendiri, Farhan sudah menunggu disana. Lelaki tampan itu duduk diruang tamu rumah itu. Dihadapan nya Papa Bobby yang sedang menatap Farhan, duduk sambil menikmati segelas kopi panas yang baru saja di buatkan oleh asisten rumah tangganya.


"Silahkan diminum Han," Ucap Papa Bobby.


Farhan terlihat sungkan dan mengangguk dengan ragu. Lalu, ia meraih gelas kopi itu dan menyeruput nya dengan perlahan.


"Kimmy kok belum pulang ya Om," Ucap Farhan sesaat setelah ia menaruh kembali gelas kopinya.


"Mungkin dia lembur," Ucap Papa Bobby.


"Tetapi, tadi saya sudah datang ke kantor Kimmy Om. Mobilnya memang masih disana, tetapi, katanya Kimmy di jemput oleh Athar," Ucap Farhan.


"Oh," Papa Bobby mengangguk paham.


Farhan menatap Papa Bobby dengan tidak percaya. Ia merasa reaksi Papa Bobby biasa saja saat tahu anak gadisnya dibawa oleh Athar.


"Tapi Om, sepertinya apa yang dilakukan Athar tidak pantas Om, Kimmy itu kan tunangan saya," Ucap Farhan.


Papa Bobby menghela nafasnya dan menatap Farhan dengan seksama. Tampaknya Farhan belum tahu bila Kimmy akan ia nikahkan dengan Athar, karena kejadian waktu itu.


"Hmmm, Han... Om mohon maaf sebelumnya.."


"Kenapa Om?" Tanya Farhan yang terlihat mulai tidak enak hati.


"Om mau tanya sama kamu, kamu mencintai anak Om apa tidak?" Tanya Papa Bobby.


"Saya sangat mencintai Kimmy Om."


"Baik, kalau begitu, apa kamu mencintai keluarga ini?" Tanya Papa Bobby lagi.


"Ng.....ya jelas Om," Ucap Farhan.


Papa Bobby tersenyum saat melihat Farhan seperti ragu menjawab pertanyaan darinya.


"Kalau kamu mencintai keluarga ini, saat kamu melamar Kimmy mengapa kamu tidak membicarakan nya dengan saya terlebih dahulu?" Tanya Papa Bobby.


Farhan terdiam, ia terlihat merasa bersalah dengan Papa Bobby.


Farhan terdiam seribu bahasa. Ia tampak gelisah dengan ucapan Papa Bobby.


"Han, dengan berat hati Om sampaikan kepada kamu, Kimmy akan segera menikah dengan Athar."


Farhan tampak terkejut, ia menatap Papa Bobby dengan tak percaya.


"Maksudnya Om?" Tanya Farhan.


"Sudah sejak lama, Kimmy dan Athar, saya jodohkan dengan Athar. Ini kesepakatan antara keluarga saya dan Keluarga Tante Farah." Tegas Papa Bobby.


"Tetapi Om... Saya kan kekasihnya Kimmy.." Ucap Farhan.


"Saya paham, maka dari itu, saya sampaikan kepada kamu hari ini dengan terbuka. Bila saya tidak bisa menikahkan anak kandung saya dengan kamu. Karena Kimmy sudah bertunangan dengan Athar. Dan saya harap, kamu dapat bertemu dengan gadis yang lebih baik dari Kimmy," Ucap Papa Bobby.


"Om.. saya... saya tidak bisa melepaskan Kimmy Om ! Saya sangat mencintai Kimmy Om! " Ucap Farhan.


"Om paham Han, untuk itu, Om minta maaf. Pernikahan Kimmy dan Athar akan segera kami gelar. Jadi, dengan berat hati, Om katakan kepadamu, berhentilah mencintai anak Om." Tegas Papa Bobby.


Mata Farhan memerah, nafasnya naik turun untuk menekan rasa amarah nya.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


Farhan menoleh dan menatap Kimmy dengan seksama.


"Bang Farhan !" Ucap Kimmy sambil menatap kedua mata lelaki itu yang tampak sedang membendung air mata.


"Pa..." Ucap Kimmy sambil menatap Papa Bobby.

__ADS_1


"Kim, selesaikan masalah mu dengan Farhan dan fokuslah dengan pernikahan kamu dan Athar," Ucap Papa Bobby sambil beranjak dari duduknya.


Farhan menatap Athar yang berdiri disamping Kimmy dengan wajah yang penuh dendam. Ia tidak menyangka, apa yang dikatakan Athar, bila dirinya akan segera menikahi Kimmy, ternyata benar-benar akan terjadi.


"Kalian...! Kalian tega mengkhianati gue !" Ucap Farhan saat Papa Bobby sudah beranjak ke ruang keluarga.


"Bang," Ucap Kimmy tanpa mampu melanjutkan kata-katanya.


"Kim, empat tahun lebih kita bersama ! Endingnya hanya seperti ini?" Tanya Farhan.


Kimmy menelan saliva nya. Ia tampak bingung akan bersikap apa.


"Elu lagi Thar ! Lu penghianat ! Lu sudah tahu gue dan Kimmy akan menikah, tetapi mengapa elu merebut Kimmy dari gue !" Ucap Farhan yang tampak emosi. Lelaki itu beranjak dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan Athar.


Athar tersenyum kecil, ia menatap kedua mata Farhan yang tampak siap untuk menyerang dirinya.


"Dari pada elu ngotot sama Kimmy, mending elu nikahin Vania Bang," Ucap Athar.


Kimmy menatap Athar dengan kerut di keningnya.


"Maksudnya?" Tanya Kimmy.


Farhan terkejut dengan ucapan Athar, ia tampak gelisah dengan apa yang dikatakan Athar kepada dirinya.


"Kim, bukan apa-apa," Ucap Farhan kepada Kimmy.


"Vania anak Tante Naya?" Tanya Kimmy.


"Iya Kim," Ucap Athar sambil tersenyum sinis kepada Farhan.


"Ada apa Abang dengan Vania?" Tanya Kimmy kepada Farhan.


"Ng-enggak ada apa-apa Kim, itu semua fitnah !"


"Iya, kalau fitnah, itu fitnah apa? Kok aku gak tahu apa-apa?" Ucap Kimmy.


"Kim, selama ini, Farhan dan Vania mempunyai hubungan khusus. Kekasih lu ini sudah menduakan elu selama tiga tahun ini dan......


Bugggggg...!


"Diam lu !" Ucap Farhan sambil melayangkan pukulan nya.


"Stoppp...!" Bentak Kimmy.


"Dan apa?" Tanya Kimmy kepada Athar yang sedang mengusap pipinya.


"Dan Vania sudah tidak lagi suci gara-gara lelaki itu Kim !" Seru Athar.


"Bang.... Apakah benar itu?" Tanya Kimmy dengan mata yang memerah menahan tangis.


"Kim, itu fitnah Kim.. sumpah itu bohong !" Ucap Farhan sambil berusaha memeluk Kimmy.


Dengan cepat, Kimmy menepis tangan Farhan.


"Elu..!"


"Apa? Lu mau mukul gue lagi? Kalau memang itu fitnah, lu buktikan !" Ucap Athar.


Farhan terdiam, ia tampak panik dengan apa yang di ucapkan oleh Athar.


"Apa-apaan ini?"


"Pa.." Kimmy menatap Papanya dengan mata yang basah.


"Kimmy masuk !" Ucap Papa Bobby.


Kimmy pun berlari kedalam dan Papa Bobby beranjak menghadapi kedua lelaki yang mencintai anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Kalian pulang, disini bukan tempat bertengkar," Ucap Papa Bobby.


Farhan langsung beranjak dari ruang tamu dan pergi begitu saja. Sedangkan Athar Menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada Papa Bobby atas kericuhan yang ia ciptakan di rumah sepupunya itu.


__ADS_2