
Bunda Farah dan Mama Nia tertawa geli saat menceritakan kedatangan Athar kemarin ke rumah mereka. Dua Ibu yang sudah tidak sabar untuk menikahkan kedua anak mereka itu dengan antusias membahas tentang anak-anak mereka.
"Serius si Athar minta izin bawa Kimmy berdua aja ke pulau?" Tanya Bunda Farah.
"Iya Far, si Bobby malah minta ikut dan ngajakin liburan sama elu juga. Hahahahhaa... gak terbayangkan wajah si Athar." Ungkap Mama Nia.
"Hahahahha ya ampuuuunnn... nakal memang ya si Athar," Ucap Bunda Farah.
"Sorry ya, bukan gak percaya sama anak lu, tapi ya begitu deh. Si Bobby itu takut anak nya di cium lagi sama si Athar !"
Bunda Farah tertawa terpingkal-pingkal, hingga memegangi perutnya yang terasa kaku.
"Ya Allah..... Hahahahahaa...!"
"Jadi sabtu ini ke pulau kita Far?" Tanya Mama Nia.
"Kuy, sikat... berangkat kita Nia," Ucap Bunda Farah sambil terus tertawa geli.
Mama Nia dan Bunda Farah memang rutin bertemu di cafe milik Bunda Farah. Mereka sengaja berkumpul seminggu minimal satu kali di cafe tersebut, untuk menghibur diri mereka disaat jenuh.
Setelah anak-anak mereka dewasa, suami mereka tetap bekerja, sebagai Ibu rumah tangga, mereka pasti merasakan jenuh dan kesepian saat dirumah sendirian. Maka itu mereka menyempatkan diri untuk bertemu, agar kesehatan jiwa mereka terkontrol dan melepaskan perasaan yang tidak perlu dipelihara.
Banyak hal yang mereka bicarakan saat bertemu. Mulai dari anak, rumah tangga, bisnis dan rencana masa tua yang sebentar lagi mereka jejaki. Itulah mengapa, mereka berdua tampak awet muda. Karena mereka merasa happy dan tidak pernah menyimpan stress yang berlarut-larut. Menjadi sahabat, sekaligus menjadi teman bicara, membuat mereka sering mengulas permasalahan yang sedang mereka hadapi, hingga mereka dapat menemukan solusi ataupun hanya sekedar berbagi beban pikiran.
Di lain tempat, Queen yang sedang berada di boutique nya tersenyum sendiri saat menerima pesan dari Raka yang menghubungi dirinya. Tidak bisa di pungkiri oleh Queen, Raka adalah sosok lelaki yang sopan dan termasuk lelaki tipe dirinya.
Lelaki yang baru saja ia kenal saat menyelamatkan dirinya dari gangguan mantan pacarnya itu, bertanya tentang kabarnya. Queen dengan ragu membalas pesan dari Raka.
"Hai, kabar ku baik," Balas Queen.
"Syukurlah, bisakah kita bertemu untuk makan malam?" Balas Raka.
Queen mengigit bibir nya dan tertegun sejenak. Satu sisi ia ingin sekali menolak ajakan lelaki itu. Tetapi, satu sisi ia ingin berterima kasih kepada lelaki itu.
"Makan malam? Dimana?" Balas Queen.
"Rooftop hotel X ya... pukul tujuh malam. Itu pun bila kamu bersedia."
Queen tersenyum tipis, godaan Raka begitu sulit untuk ia tepis begitu saja.
"Ok, sebagai ucapan terima kasih ku, aku akan datang," Ucap Queen.
"Terima kasih." Balas Raka.
Queen menaruh ponselnya di atas meja kerjanya. Lalu, ia menatap gaun pengantin miliknya yang dulu ia siapkan untuk pernikahan nya dengan Antoni.
Gaun itu sengaja tidak Queen jual, ia hanya memajang gaun itu di meja kerjanya sebagai contoh untuk calon kliennya.
"Andai saja, orang tua Antoni tidak seperti itu. Mungkin kini aku sudah menjadi istri Antoni." Gumam Queen sambil menjatuhkan dahinya di lipatan tangan nya yang berada di atas meja kerjanya.
Sebenarnya, Queen masih mencintai lelaki itu. Bagaimana tidak, melupakan kenangan bertahun-tahun bersama, tidak lah mudah untuk menghapus semua kenangan manis yang telah mereka lalui. Tetapi, sebagai wanita yang terhormat, Queen tidak ingin tergoda dengan permohonan Antoni yang mengejar dirinya lagi. Lagi pula, Queen saat ini sudah memiliki kekasih, yaitu Ricky.
Hubungan Queen dan Ricky berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa hal yang tidak cocok. Sebagai wanita yang pernah gagal menikah, Queen mencoba memaklumi ketidak cocokan itu. Queen merasa jenuh untuk memulai lagi dengan orang baru atau mencari pendamping yang mungkin saja tidak akan cocok seratus persen.
Berbicara masalah cinta, Queen belum mampu untuk mencintai Ricky. Ia hanya suka dengan Ricky yang memang orang nya humoris. Walaupun diantara mereka ada pembicaraan untuk menikah, tetapi Queen masih merasa ragu. Ada hal yang membuat dirinya kurang yakin dengan Ricky, entah dari segi mananya.
__ADS_1
Queen beranjak dari duduknya dan memilih gaun yang akan ia pakai untuk makan malam dengan Raka di etalase boutique miliknya. Lalu, ia meraih sebuah gaun berwarna Rose gold dan membawa gaun itu kedepan cermin yang tersedia di ruangan nya.
Queen tersenyum puas melihat gaun itu. Ia merasa pilihan nya begitu sempurna. Queen membawa gaun itu dan beranjak pulang.
...
Kimmy berjalan keluar dari gedung kantornya. Di halaman parkir, ia sudah melihat Athar yang setia menunggu dirinya. Disela kesibukan Athar menyusun skripsi, lelaki itu selalu menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemput Kimmy ke kantor.
Dengan malu-malu, Kimmy tersenyum kepada Athar dan beranjak mendekati lelaki yang sedang bersender di mobil milik Athar.
"Hai," Sapa Athar.
"Hai," Sahut Kimmy yang terlihat grogi dengan Athar.
Hubungan mereka tampak kaku, tetapi cukup lucu bila dilihat oleh orang lain. Sikap mereka berdua tampak seperti kisah cinta masa kecil, yang malu-malu untuk saling bertatapan.
"Mau pulang langsung atau makan malam dulu?" Tanya Athar.
"Terserah,"
Athar mengangkat kedua alisnya,
"Terserah? Ya sudah, langsung ke KUA aja ya," Ucap Athar sambil menarik tangan Kimmy.
"Apaan sih..." Ucap Kimmy sambil menarik tangan nya dari genggaman Athar.
Athar terserah dan membukakan pintu mobilnya untuk Kimmy.
"Silahkan masuk calon bojo ku," Ucap Athar.
"Kalau malu begitu makin cantik deh," Ucap Athar sambil mencolek pipi Kimmy.
"Ish... jangan colek-colek ya...! Memang aku cewek apaan !" Ucap Kimmy.
"Apa?" Athar mendekatkan telinganya ke hadapan Kimmy.
"Memangnya aku cewek apaan !" Kimmy mengulangi ucapannya.
"Aku?" Tanya Athar.
Kimmy terdiam, pipinya semakin memerah. Tanpa disadari, ia mengatakan "Aku" kepada Athar.
"Gue, salah dengar lu ya?" Ucap Kimmy.
"Cieeee sudah aku akuan... asik! sebentar lagi panggilan kita berubah menjadi Ayang, atau bebeb ya Kim," Ucap Athar menggoda Kimmy.
"Ish... jijik...! Buruan tutup pintunya !" Ucap Kimmy yang tidak kuasa menahan malu diwajahnya.
Athar tertawa lebar, ia menutup pintu mobilnya dan memutar serta masuk kedalam mobilnya.
"Jadi, kita makan di mana Yang..?" Tanya Athar.
"Hoekkkk !" Kimmy pura-pura akan muntah saat Athar memanggil dirinya dengan sebutan "Ayang".
"Jangan gitu dong Yang..." Ucap Athar sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Athar ! iseng banget sih !" Pipi Kimmy kini persis seperti kepiting rebus.
"Cie cie.. malu cieeee..." Athar tertawa geli dan menyalakan mesin mobilnya.
"Apaan sih !" Kimmy masih saja bertahan dengan sikapnya yang masih menganggap Athar sahabat masa kecilnya.
"Apa panggil Ayah Bunda saja, biar seperti kebanyakan bocah yang sedang berpacaran?" Athar kembali menggoda Kimmy sebelum ia melajukan mobilnya.
"Athar ! Ish...! Sana jalan..!" Ucap Kimmy sambil menatap Athar dengan wajah yang kesal.
"Iya nyonya..." Sahut Athar sambil tersenyum manis.
Kimmy membuang pandangannya, sedangkan Athar terus tertawa jahil sambil melajukan mobilnya.
"Ya Allah.. punya calon suami begini banget..." Batin Kimmy.
"Wait ! Kenapa gue ngaku kalau dia calon suami gue !" Kimmy kembali membatin dan menatap Athar dari samping lelaki yang sedang fokus mengendarai mobil itu.
"Ya Tuhan... iya kayaknya... gue sudah jatuh cinta dengan lelaki itu. Ampunnnn...! Gimana ini? Masa jodoh gue dia-dia juga !" Gumam Kimmy sambil menepuk dahinya.
Athar menoleh dan menatap Kimmy yang sedang menepuk-nepuk dahi. Lalu, Athar menahan tangan Kimmy yang terus menerus mendarat di dahi gadis itu.
"Kenapa? Jangan dong... itu kening cocok nya di cium bukan di pukulin..." Ucap Athar.
"Thar ! Berhenti buat gue baper !" Ucap Kimmy dengan wajah yang kesal.
"Jadi lu baper?" Tanya Athar sambil melirik Kimmy dengan sudut mata indahnya.
Kimmy mengigit sudut bibirnya, lalu ia menepuk bibirnya dengan pelan.
"Bu-bu-bukan !" Ucap Kimmy yang semakin salah tingkah.
Athar tersenyum jahil dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Bilang kalau sudah cinta, jangan di simpan," Ucap Athar sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kimmy.
Kimmy terpana, ia terlihat gugup saat wajah Athar semakin dekat dengan wajahnya.
"I love you Kim," Ucap Athar, lalu ia tersenyum.
Saking dekatnya, nafas Athar terdengar jelas di telinga Kimmy. Jantung Kimmy berdebar tak beraturan. Kali ini ia tidak menghindar, justru pikiran nya kembali ke saat Athar mencium bibirnya di depan Farhan. Tidak bisa Kimmy pungkiri, ciuman pertama itu sangat membekas dibenaknya.
Kimmy menelan saliva nya. Ia tidak berniat memalingkan wajah. Tetapi, Athar menarik wajahnya dan kembali melajukan mobilnya.
Kimmy menghembuskan nafas, entah kecewa atau lega. Ia hanya menghembuskan nafas dengan cepat hingga terdengar begitu memburu.
"Nanti kena grebek masa lagi, jangan disini," Ucap Athar, seakan-akan ia tahu apa yang ada di pikiran Kimmy.
Dengan kesal, Kimmy mencubit paha Athar.
"Apaan sih !" Ucap Kimmy sambil menahan tawanya.
Athar tertawa geli dan mengusap pipi Kimmy dengan lembut.
"Terima kasih ya, sudah membalas cinta gue," Ucap Athar.
__ADS_1
Kimmy hanya mampu menundukkan wajahnya. Iya, kini Kimmy jatuh cinta kepada Athar. Walaupun tidak di ungkapkan, tetapi lelaki itu paham dan mengerti bila cintanya kini terbalaskan.