Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
106# Pesan mendalam dari Papa Bobby


__ADS_3

Suara burung camar yang bersahutan dengan suara ombak terdengar indah di telinga. Desiran angin yang bertiup kencang menerpa wajah Kimmy yang sedang duduk di tepi pantai.


Kimmy dan Athar serta keluarga mereka sudah berada di pulau Tidung, salah satu pulau di kepulauan Seribu. Pulau yang indah dan tidak jauh dari Kota Jakarta itu memang menjadi salah satu destinasi para wisatawan yang ingin membuang penat setelah mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor atau kegiatan sehari-hari.


Athar datang membawakan dua buah kelapa untuk mereka nikmati di siang hari yang terik ini. Dari kejauhan, tampak Mama Nia, Bunda Farah dan para suami mereka bergantian berfoto-foto. Sedangkan Abian menjadi fotografer pribadi bagi dua pasangan suami istri itu.


Mereka semua tampak sangat bahagia, Athar yang menyaksikan kebahagiaan itu perlahan mulai tidak mengeluh lagi, karena senyum bahagia dua keluarga itu membuat dirinya ikut merasa bahagia.


Kimmy menyibak rambut nya yang terurai, lalu ia mengikat rambut nya agar tidak lagi mengganggu pandangan matanya yang terus menatap dua keluarga nya itu.


"Bahagia banget ya liat Mama dan Bunda. Hebat, mereka bisa bersahabat sampai detik ini," Ucap Kimmy.


Athar mengangguk dan menatap Kimmy yang terlihat cantik dengan gaun pantai nya.


"Kita juga akan begitu, bersahabat sampai maut memisahkan."


"Kok bersahabat?" Tanya Kimmy sambil mengerutkan dagunya.


"Iya bersahabat lah, menjadi suami istri itu, harusnya bersahabat. Tau gak, setelah menikah, sahabat terbaik kita adalah pasangan kita sendiri. Bersama pasangan, kita berbagi suka dan duka. Bersama pasangan kita berbagi cinta dan kasih sayang," Ucap Athar.


Kimmy tersenyum dan menatap Athar dengan seksama.


"Athar, kenapa kenapa kamu yakin dengan ku?"


Athar mengusap pipi Kimmy dengan lembut, lalu ia menggenggam tangan Kimmy dengan erat.


"Entah mengapa, mungkin Tuhan sudah mentakdirkan kita untuk bersama. Hati ini yakin, hati ini untuk mu, aku hanya mengikuti jalan takdirku dan keyakinan aku," Ucap Athar dengan bersungguh-sungguh.


Kimmy merasa terharu, ia merebahkan kepalanya di bahu Athar. Tangan Athar pun membelai rambut Kimmy dengan lembut.


"Kim, ayo kita contoh orang tua kita. Mereka mampu melewati masa sulit dalam pernikahan. Mereka mampu mendidik anak-anak mereka dengan baik dan penuh kasih sayang. Orang tua kita adalah panutan kita. Baiknya kita juga bisa memberikan contoh yang sama kepada anak-anak kita kelak."


Kimmy menatap Athar dan tersenyum bahagia.


"Harus, aku bahagia terlahir dari rahim Ibu yang hebat. Aku bahagia besar dari keluarga yang hebat dan penuh kasih sayang. Aku harus melakukan hal yang sama untuk anak ku kelak," Ucap Kimmy.


"Eh, tapi kamu setia ya !" Sambung Kimmy lagi.


"Setia lah, masa enggak."


"Awas kalau gak setia kayak....."


"Sssttt, sudah, jangan dibahas lagi. Dia memang salah sudah menghianati kamu. Dia yang rugi menghianati bidadari secantik kamu Kim. Kalau tidak seperti itu, mungkin kita tidak bisa bersatu seperti ini," Ucap Athar seraya menempelkan jari telunjuknya di bibir Kimmy.

__ADS_1


Kimmy tersenyum dan mengangguk,


"Iya Athar, aku bahagia bisa bersatu dengan kamu. Mengapa enggak dari awal aku menyadari bila kamu lah yang paling tulus mencintai kamu," Ucap Kimmy.


"Sudah begitu jalan nya. Mungkin bila kamu tidak menolak aku dulu, bisa saja aku tidak punya motivasi untuk maju. Yang terpenting, aku berusaha untuk meyakinkan kamu dengan menjadi lebih baik terlebih dahulu."


Kimmy memeluk pinggang Athar dan kembali merebahkan kepalanya di bahu Athar.


"Aku cinta kamu Thar,"


"Aku sangat mencintai kamu Kim," Sahut Athar.


Mereka terlihat sangat bahagia, bersyukur dan menikmati segala proses dalam mencintai dan di cintai.


"Ehem...!"


Kimmy dan Athar menoleh kebelakang mereka.


Terlihat Papa Bobby yang sedang berdiri di belakang mereka dengan wajah yang datar.


Sontak saja, Kimmy dan Athar melepaskan pelukan mereka dan bersikap salah tingkah.


Papa Bobby langsung bergabung di tengah-tengah anak dan calon menantunya itu. Sambil menatap Athar dengan wajah yang sedikit sadis, Papa Bobby mendeham sekali lagi.


"Jangan peluk-pelukan.. Nanti orang ketiganya setan loh! Belum sah !" Ucap Papa Bobby.


"Jadi kamu bilang Om setan nya?" Tanya Papa Bobby sambil melotot.


"Eh bukan Om, anu... itu... maksudnya."


"Calon mantu gendeng !" Ucap Papa Bobby sambil menjewer telinga Athar.


"Aduh! aduh! Ampun Om...!" Athar meringis sambil tertawa geli.


"Jangan peluk-peluk anak Om," Ucap Papa Bobby sambil merangkul buah hatinya yang kini sudah dewasa.


"Sebelum dia menikah, seratus persen dia milik saya," Sambung Papa Bobby.


"Iya, iya Om iya..." Ucap Athar sambil mengusap-usap telinganya.


Kimmy hanya dapat tertawa dan membalas pelukan Papa Bobby.


"Terima kasih Papa, sudah melindungi Kimmy dari tangan jahil Athar," Ucap Kimmy yang berakting seolah-olah menjadi korban nya Athar.

__ADS_1


"Kok begitu? Wah bahaya ini kena fitnah. Dia juga mau Om, Athar peluk," Ucap Athar.


"Alahhh...!" Papa Bobby mengibaskan tangannya, mencoba mengusir Athar. Lalu, meraih buah kelapa milik Athar yang belum sempat di minum oleh pemuda itu. Lalu, Papa Bobby meminum air kelapa itu dan berekspresi seolah ia mendapatkan kesegaran dari air kelapa itu.


"Ahh.. mantap," Ucap Papa Bobby.


"Om, itu kelapa saya Om," Ucap Athar.


"Ini juga anak saya," Ucap Papa Bobby dengan wajah konyol nya.


Athar terdiam, ia hanya bisa menelan saliva nya. Lalu, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mama Nia dan Bunda Farah hanya mampu tertawa melihat tingkah Papa Bobby dan anak-anak mereka.


Keluarga mereka sudah terbiasa bercanda akrab seperti itu. Tidak ada yang mengambil dan memasukan nya kedalam hati. Semua yang mereka lakukan hanya bercanda saja. Tetapi, bila saat nya serius pun mereka akan terlihat serius, semua ada batas dan waktunya.


"Ya sudah lah, Om nikmati dulu sama Kimmy. Sebelum Kimmy menjadi milik saya," Ucap Athar sambil tertawa geli.


Athar beranjak dari duduknya dan bermain bola dengan Abian. Sedangkan Kimmy masih duduk disamping Papa Bobby. Memandangi Athar dan Abian yang mulai bermain bola.


"Kim,"


"Ya Pa?" Sahut Kimmy sambil menatap Kedua mata Papa Bobby.


"Kamu adalah peri kecil Papa. Kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan titipkan kepada Papa. Saat ini, kamu sudah dewasa dan siap untuk memulai hidup baru dengan lelaki pilihan mu. Walaupun Papa merasa sedih, tetapi itulah hidup. Papa hanya ingin menyampaikan kepadamu...."


Papa Bobby menghentikan ucapannya, terlihat genangan air mata di pelupuk mata lelaki yang sudah mulai menua itu.


"Apa Pa?" Tanya Kimmy.


"Papa hanya ingin bilang, tidak ada lelaki yang lebih mencintai kamu selain Papa nak.." Air mata Papa Bobby berlinang di pipinya.


Kimmy tertegun, matanya mulai berkaca-kaca. Bibir nya tertutup rapat dan tatapan nya fokus kepada lelaki yang selalu memberikan dirinya cinta yang paling tulus itu.


"Kimmy tahu Pa," Ucap Kimmy.


"Nak, Papa yakin Athar adalah lelaki yang bisa menggantikan Papa. Makanya dari awal, Papa lebih setuju kamu dengan Athar. Do'a Papa, semoga kelak kalian menikah, kalian akan bahagia. Athar akan memberikan cinta sama seperti Papa yang selalu memberikan kamu cinta. Athar akan memberikan kehidupan yang layak untuk mu, memberikan keturunan yang baik untuk mu, menuntun kamu dalam kebaikan dan hidup yang penuh ketenangan. Hanya itu yang selalu Papa panjatkan di dalam do'a-do'a Papa," Ucap Papa Bobby.


"Papa... ih Papa bikin Kimmy sedih..." Ucap Kimmy, lalu ia memeluk lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu.


Bobby mengecup puncak kepala Kimmy. Tidak dapat dilukiskan betapa ia sangat mencintai anak kandungnya itu dan tidak dapat di hindari perasaan berat akan melepaskan buah hatinya itu.


"Berbahagialah nak, tenang.. bila kamu tidak bahagia, kamu tahu kemana kamu harus pulang. Walaupun Papa tidak mengharapkan prahara dalam rumah tangga mu kelak. Papa hanya ingin kaku tahu, selama Papa hidup, Papa orang pertama yang akan melindungi kamu."

__ADS_1


Kimmy terisak di pelukan Papa Bobby.


"Terima kasih Papa, Kimmy sangat mencintai Papa dan akan selalu mencintai Papa," Ucap Kimmy.


__ADS_2