
"Turun lu," Dengan kesal, Farhan meminta Athar untuk turun dari mobilnya.
Athar yang dari tadi merasa puas, karena sudah mengerjai Farhan. Athar pun hanya bisa cengengesan dengan wajah yang membuat Farhan merasa semakin kesal.
"Terima kasih ya Bang," Ucap Athar sambil meraih bungkusan makanan yang ia taruh di jok belakang mobil Farhan.
Farhan hanya diam tanpa menjawab ucapan terima kasih dari Athar.
"Sering-sering ya Bang, semoga rezeki Abang bertambah lancar," Ucap Athar sambil mengerucutkan bibirnya, ingin mencium Farhan.
"Apaan sih lu Thar !" Bentak Farhan.
"Ih, dia mah sensitif banget jadi orang...." Ucap Athar sambil menatap Farhan yang semakin kesal.
"Sudah sana turun !" Perintah Farhan.
"Iya... iya..." Athar tersenyum puas dan beranjak keluar dari mobil Farhan.
"Bye Bye...!" Ucap Athar sambil melambaikan tangannya saat mobil Farhan berlalu dari hadapannya.
"Mayan...., liat aje, nanti malam gue rusuhin lagi lu," Gumam Athar.
"Woiii ! Dari mane aje lu Thar !" Panggil Mamet dari balkon kamar Athar.
"Met ! Gue bawa oleh-oleh buat lu,"
"Apaan?" Tanya Mamet penasaran.
"Seafood !"
"Wuihhh mantap !" Sahut Mamet dengan mata yang berbinar.
Dengan riang gembira, Athar bergegas masuk ke halaman rumahnya.
....
"Dasar pengganggu !" Gumam Kimmy saat mengingat Athar yang berusaha mengganggu dirinya dan Farhan.
"Malah tengil banget lagi tuh muka dia," Gumam Kimmy lagi.
"Tapi, kok gue gak bisa marah ya sama dia? Malah wajahnya lucu banget tadi."
Kini Kimmy senyum-senyum sendiri mengingat wajah tampan Athar yang terlihat jahil saat mengganggu dirinya dan Farhan.
"Ugh... Athar... sebenarnya gue kangen sama lu, tapi... lu nya begitu sih ! Pake suka segala sama gue. Gue kan jadi bingung mau bersikap gimana sama elu !" Keluh Kimmy sambil merebahkan dirinya di atas ranjang.
Kimmy melirik jam dinding di kamarnya. Jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Dengan malas, Kimmy beranjak dari ranjangnya dan meraih handuk yang terjemur di depan pintu kamar mandi pribadi yang terdapat di dalam kamarnya.
"Sebenarnya gue males mandi, tapi demi Abang Farhan tercinta, gue rela mandi dua kali sehari," Ucap Kimmy sambil tersenyum sendiri. Lalu, ia pun bergegas untuk mandi.
__ADS_1
...
"Kampret banget sih itu bocah !" Ucap Farhan sambil membanting pintu mobilnya.
"Loh, kenapa marah-marah?" Tanya Mama Rara yang sedang menyirami tanaman pada sore hari ini.
"Gak apa Ma, cuma kesal aja tadi ada kejadian yang tidak mengenakkan," Ucap Farhan sambil mencium tangan Mama Rara.
"Kejadian apa?" Tanya Mama Rara penasaran.
"Gak, gak apa. Bukan apa-apa," Ucap Farhan sambil beranjak masuk kedalam rumahnya.
"Bocah kenapa yak?" Gumam Mama Rara.
Farhan melemparkan tas nya keatas ranjang, lalu ia pun melepaskan kaosnya dari tubuhnya yang atletis. Farhan pun menatap cermin besar yang ada di dalam kamarnya. Ia memperhatikan otot-otot perut dan dadanya yang bidang. Serta otot lengan dan pinggangnya yang terlihat ramping.
"Malam ini, gue harus jadian sama Kimmy," Gumam Farhan, sambil tersenyum.
Lalu, ia pun bergegas menuju kamar mandi, untuk membilas tubuhnya yang terasa lengket. Sebelum adzan Maghrib berkumandang.
"Mau kemana lu? Rapi amat?" Tanya Mamet saat melihat Athar yang terlihat berbeda dari pada biasanya.
"Ngerjain orang," Sahut Athar.
"Ngerjain siapa?" Tanya Mamet penasaran, sambil mengunyah gurita bakar hasil pemalakan Athar terhadap Farhan.
"Ceileh, gue jadi merasa seperti simpanan A'a Athar deh," Ucap Mamet dengan gaya bahasa yang centil.
Athar menoleh kebelakang dan menatap Mamet dengan tatapan yang jijik.
"Belok lu ya? lama-lama ngeri gue biarin elu disini terus," Ucap Athar.
"Canda Thar, masa iya gue suka sama sosis. Gue masih suka serabi kali !"
"Lagian elu...!"
Mamet terkekeh melihat wajah Athar yang panik.
"Mau kerumah Kimmy lu ya? udah baikan emangnya lu berdua?" Tanya Mamet.
"Belum,"
"Lah, terus?" Tanya Mamet dengan wajah yang serius.
"Gue udah bilang, gue mau ngerjain si Kimmy sama Bang Farhan !"
"Ah gila lu Thar, nanti kalau Kimmy ngambek lagi gimana?"
"Lah, kapan emangnya dia udah gak ngambek sama gue? Mumpung dia masih ngambek, ya gue buat ngambek aja terus, biar minta maafnya sekalian ntar lebaran," Ucap Athar sambil tersenyum jahil.
__ADS_1
"Ck ck ck ck, cari penyakit lu emang !"
"Bodo amat ! Udah ah, gue pergi dulu," Ucap Athar sambil menyambar kunci sepeda motor dari atas meja belajarnya.
"Eh, nanti kalau Bunda nanya gimana? Bukan nya belajar, besok masih ujian juga !"
"Bilang aja gue lagi ke toko buku ! Atau, pinter-pinter deh lu bohong, buat gue terlihat sebaik mungkin Ok..!" Perintah Athar.
"Eeeee... dasar anak durhaka lu emang !"
Athar tertawa dan keluar dari kamarnya.
...
Athar duduk di atas sepeda motornya tak jauh dari gerbang komplek perumahan kediaman keluarga Kimmy. Ia sengaja duduk di sana hanya demi menunggu Farhan datang. Dari percakapan antara Farhan dan Kimmy tadi siang, Athar tahu, bila Farhan akan datang malam ini kerumah Kimmy. Sebenarnya, bisa saja dia langsung kerumah Kimmy. Hanya saja, Athar merasa gengsi bila Kimmy banyak bertanya kepada dirinya, alasan apa yang membawa dirinya datang ke rumah Kimmy.
Dua puluh menit sudah, Athar menunggu. Akhirnya, mobil Farhan terlihat memasuki gerbang komplek perumahan tersebut. Athar pun tersenyum jahil, dengan bersemangat, ia menyalakan sepeda motornya dan mengikuti mobil Farhan dari belakang.
"Kagak bakal gue biarin lu bawa calon jodoh gue !" Gumam Athar.
Mobil Farhan berhenti di depan gerbang rumah Kimmy. Lelaki muda itu, tampak turun dari mobilnya dan membuka gerbang rumah Kimmy. Setelah gerbang terbuka, Athar langsung tancap gas memasuki halaman rumah Kimmy.
Farhan pun terdiam saat melihat Athar,
"Bang, terima kasih ya, sudah di bukakan pager nya," Ucap Athar sambil tersenyum lebar.
Farhan menghela nafas panjang dan menatap Athar dengan kesal. Lalu, ia bergegas masuk kedalam mobilnya dan memarkirkan mobil itu ke pekarangan rumah Kimmy.
Kini, dua lelaki muda dan tampan berdiri sebelahan di depan pintu rumah Kimmy.
Saat Farhan akan menekan tombol bell, Athar pun tidak mau kalah, ia langsung menekan tombol bell tersebut. Farhan terlihat benar-benar terganggu dengan Athar, sedangkan Athar lebih banyak tersenyum kepada Farhan.
Cklek !
Pintu rumah pun terbuka, terlihat Papa Bobby berdiri di ambang pintu rumah itu, lengkap dengan kaos oblong dan sarung Favoritnya.
"Assalamualaikum, Om ! Apa kabar?" Seru Athar, sebelum Farhan sempat menyapa Papa Bobby.
Papa Bobby menatap Farhan dan Athar, terlihat jelas dua lelaki itu sedang berkompetisi untuk mendapatkan Kimmy.
Papa Bobby menghela nafas panjang dan menghempaskannya dengan perlahan.
"Pak, apa yang Bapak rasakan dulu, kini Bobby rasakan Pak !" Batin Papa Bobby.
Papa Bobby pernah melakukan hal yang sama, saat Mama Nia di dekati oleh lelaki bernama Roy. Saingan Papa Bobby bukan orang sembarangan. Tetapi, lelaki saingan Papa Bobby adalah Boss di perusahaan dimana Mama Nia bekerja.
Sejarah terulang, hampir dua puluh tahun tahun yang lalu. Di rumah yang sama, di generasi yang berbeda.
Memang, hidup ini lucu sekali......
__ADS_1