
Setelah pertunangan, Kimmy dan Athar semakin dekat. Tiada hari tanpa Athar, begitupun sebaliknya. Athar pun merasa ada yang kurang, bila tidak melihat wajah Kimmy walaupun sehari saja.
Layaknya pasangan lain nya, mereka kerap menghabiskan waktu dengan hangout bersama, ketempat-tempat yang romantis. Walaupun diantara mereka ada Abian yang terus menjadi satpam Kimmy.
Abian ditugaskan Papa Bobby untuk menemani Kimmy, bila Kimmy hendak pergi dengan Athar. Untuk membunuh rasa bosan yang dirasakan oleh Abian, Athar pun sering mengajak Kiki untuk hangout bersama. Lama-lama, kedekatan antara Abian dan Kiki terjalin. Mereka pun saling jatuh cinta.
Kiki yang sudah putus dari kekasih yang sebelumnya pun langsung menerima Abian menjadi kekasih nya, walaupun Abian lebih muda beberapa tahun dari dirinya. Semua itu tidak menjadi masalah, karena Abian dapat mengimbangi Kiki yang lebih tua dari dirinya.
Kabar Kiki dan Abian yang menjalin asmara pun di terima baik oleh kedua keluarga mereka. Mama Nia tidak memandang Kiki adalah anak dari Ayah Fajar yang sudah berlaku tidak Adil dengan sahabatnya, Farah. Begitupun dengan Athar yang juga anak kandung dari Ayah Fajar juga. Bagi Mama Nia, yang terpenting adalah, Calon pendamping anak nya kelak adalah orang yang baik.
Mama Nia tidak suka menghakimi masa kelam seseorang. Bila yang salah orang tuanya, belum tentu anaknya juga bersalah. Bila sudah saling mencintai, Mama Nia bisa apa?
Mama Nia cukup berdoa agar putra putri nya diberikan jodoh yang terbaik. Syukurnya, Kiki adalah calon menantu yang baik. Gadis itu tidak neko-neko dan mulai dekat dengan Mama Nia. Segala hal tentang Kiki pun terlihat positif dimata Mama Nia. Maka, Mama Nia dan Papa Bobby pun menyetujui hubungan Kiki dan Abian.
Kimmy dan Athar pun juga sedang sibuk menyiapkan pernikahan mereka. Sedangkan skripsi Athar sudah berhasil di terima dan tinggal menunggu wisuda saja. Athar kini hanya fokus pada persiapan pernikahan dirinya dengan Kimmy yang sudah berjalan tiga puluh persen.
"Ini bagus deh," Ucap Kimmy sambil menunjukkan sebuah contoh gift untuk tamu undangan di pernikahan mereka yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi.
Athar sengaja menjemput Kimmy di kantornya saat waktu makan siang, untuk menyempatkan diri ke galeri yang menjual pernak pernik pernikahan.
"Gak yang ini saja?" Tanya Athar sambil menunjukan contoh gift yang sedang ia pegang.
"Ini aja ya, ini lebih bagus," Ucap Kimmy.
Athar meraih contoh gift yang sedang Kimmy pegang dan mempertimbangkan dengan pilihan nya.
"Hmmm...ya sudah," Ucap Athar sambil tersenyum.
"Beneran setuju atau terpaksa?" Tanya Kimmy.
"Setuju lah,"
"Terpaksa nih," Ucap Kimmy sambil menatap Athar dengan tatapan menyelidik.
"Enggak sayang, aku setuju," Ucap Athar sambil merangkul dan mengecup kening Kimmy.
"Beneran ya?" Tanya Kimmy memastikan ucapan Athar.
"Iya," Ucap Athar lagi
"Dari pada gagal nikah. Siapa yang berani melawan calon istri coba," Gumam Athar.
"Apa?" Tanya Kimmy yang sekilas mendengar Athar yang sedang bergumam.
"Ah enggak, gak apa-apa," Ucap Athar yang kembali tersenyum.
Kimmy memasang duck face dan menatap Athar dengan seksama.
"Iya sayang.. aku setuju..." Ucap Athar sambil mencubit pipi Kimmy.
__ADS_1
"Gitu dong," Ucap Kimmy sambil menyerahkan contoh gift itu kepada pemilik galeri tersebut.
"Mas, yang ini ya, untuk seribu lima ratus undangan," Ucap Kimmy.
"Baik Mbak, dalam sebulan kami pastikan selesai," Ucap pemilik galeri itu.
Kimmy tersenyum puas dan menatap Athar yang duduk di sampingnya. Sambil memberi kode Athar untuk membayar tagihan.
"Hah?" Tanya Athar dengan wajah yang polos.
"Sayang...." Kimmy kembali mengisyaratkan Athar untuk membayar tagihan.
"Ya?" Tanya Athar yang masih belum paham.
"Ish....!"
"Kenapa sayang?"
"Tagihan nya bayar...." Ucap Kimmy sambil setengah berbisik.
"Oh iya," Athar tersenyum dan mengeluarkan kartu debit dari dompetnya.
"Ih gak peka," Ucap Kimmy.
Setelah selesai membayar tagihan, mereka pun beranjak dari galeri itu. Kimmy yang duduk di samping Athar di dalam mobil masih terlihat kesal kepada Athar.
"Aku tuh capek Athar, kerja, terus mempersiapkan pernikahan, malah lagi haid !" Ucap Kimmy sambil uring-uringan.
Athar mengangkat kedua alisnya dan menatap Kimmy yang terlihat konyol dimatanya.
"Ya sudah, gak usah kerja lagi, tenang ada babang Athar yang siap menafkahi." Ucap Athar sambil mengusap puncak kepala Kimmy.
"Hah? Gak usah kerja?" Tanya Kimmy.
"Lah tadi katanya capek, ya sudah gak usah kerja lagi, fokus saja sama pernikahan kita," Ucap Athar.
"Ih..! Aku tuh bukan mau begitu jawaban kamu Thar,"
"Terus apa?" Tanya Athar.
"Apa kek..!"
"Ya Allah Kimmy..." Athar menepuk dahinya dan lalu menjatuhkan dahinya di atas setir mobilnya.
"Kamu gak peka Athar..." Kimmy cemberut dan membuang pandangannya ke jendela mobil Athar.
Athar mengangkat wajahnya dan menatap Kimmy yang terlihat sedang kesal.
"Sabarrrr... sabarrr..." Ucap Athar sambil mengusap dada.
__ADS_1
"Jadi menurut kamu aku ngeselin?" Tanya Kimmy sambil menatap Athar dengan matanya yang melotot.
"Tuhan.. aku belum pernah pacaran. Ternyata pacaran begini ya.. ternyata cewek itu...."
"Kenapa cewek?" Tanya Kimmy.
"Kalau PMS sangat berbahaya. Aku baru percaya dengan apa yang dikatakan teman-teman ku," Ucap Athar dengan wajah yang polos.
Kimmy kembali membuang tatapan nya dan mendengus kesal.
"Ya sudah, kalau begitu, semua persiapan pernikahan, biar aku sama bunda dan Mama Nia aja ya yang menanganinya, biar kamu gak capek," Ucap Athar lagi.
"Jadi kamu gak mau melibatkan aku?" Tanya Kimmy yang wajahnya terlihat semakin kesal.
"Allahu Akbar! Cekek aku Kim.. cekek....!" Ucap Athar sambil meraih kedua tangan Kimmy dan menaruhnya di leher.
Kimmy tak kuasa menahan tawa, ia pun tertawa terpingkal-pingkal. Melihat reaksi Athar yang terlihat putus asa.
"Kok tertawa?" Tanya Athar dengan wajah yang kebingungan.
"Aku tuh ngetes reaksi kamu kalau aku sedang menjengkelkan. Ternyata kamu bikin aku ketawa," Ucap Kimmy disela tawanya.
"Astaga Kimmy.." Athar mengusap wajahnya dengan gusar.
Kimmy masih tertawa geli sambil memegangi perut nya yang kaku.
Tiba-tiba saja, Athar meraih wajah Kimmy dan mengecup bibir Kimmy dengan mesra. Mendadak Kimmy terdiam dan menatap Athar yang baru saja mengakhiri sentuhan lembut di bibirnya itu.
"Athar apaan sih," Ucap Kimmy sambil tertunduk malu.
"Aku cuma ngetes aja, kamu marah gak di cium. Ternyata enggak," Ucap Athar sambil tertawa geli.
"Ih dibales !" Kimmy langsung memukuli lengan Athar dengan tinju nya.
"Aduh..! Maaf maaf.." Ucap Athar di sela tawanya.
"Laporin Papa nih!"
"Laporin sana! Paling di percepat lagi nikah nya," Ucap Athar dengan wajah menantang.
Kimmy tersenyum dan menjewer telinga Athar.
"Nyebelin sumpah!" Ucap Kimmy dengan wajah yang gemas.
Athar tertawa dan mulai melajukan mobilnya.
Akan menikahi sahabat sendiri, suatu anugerah bagi Athar. Ia tidak perlu repot-repot lagi mengetahui sifat asli dari calon istrinya itu. Sebenarnya, seseorang lebih jujur bersikap dengan sahabat dari pada pasangan sendiri.
Lalu, sahabat jadi cinta? Berbahagialah...
__ADS_1