Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
87# Terjebak ucapan..


__ADS_3

"Kim...!" Panggil Ricky saat melihat Kimmy sedang memasuki lobby kantor mereka.


"Iya Pak?" Ucap Kimmy saat Ricky berlari menghampiri dirinya.


"Mana saudaramu? Kamu kok belum kasih aku nomor ponsel nya?" Tanya Ricky.


Kimmy mengigit sudut bibirnya dan menatap Ricky dengan salah tingkah.


"Duh Pak..."


"Kenapa Kim?" Tanya Ricky penasaran saat melihat wajah Kimmy yang terlihat risau.


"Perjodohan nya nanti aja deh Pak," Ucap Kimmy sambil berjalan menuju lift.


"Loh, kenapa Kim?"


"Niat hati mau menjodohkan Bapak sama saudara saya, eh... malah saya yang mau di nikahkan sama adik saudara saya sendiri. Panik gak? Panik gak? Panik lah masa enggak !" Ucap Kimmy sambil menekan tombol lift.


"Lah, gimana ceritanya Kim?"


"Panjang Pak, kayak sinetron," Ucap Kimmy sambil melangkah masuk kedalam lift.


"Bukan nya bagus Kim, kita bisa jadi ipar?" Tanya Ricky sambil menyusul Kimmy yang sudah berada di dalam lift.


Kimmy menghela nafasnya dan menatap Ricky dengan putus asa.


"Masalah nya saya yang bingung, saya itu punya pacar Pak!"


"Lah terus?" Tanya Ricky penasaran.


"Yah.. tapi di paksa nikah sama adik nya Queen dan saya harus memutuskan hubungan dengan pacar saya yang sudah empat tahun bersama saya Pak! Kan edan !" Ucap Kimmy sambil menghentakkan kakinya.


"Jadi kamu dijodohkan? Berarti orang tua kaku tidak setuju dengan pacar kamu?" Tanya Ricky.


"Ya gak gitu.. duh... gimana ya. Pokok nya saya lagi ribet sekarang Pak, nanti deh Pak masalah perjodohan nya."


"Yah Kim, saya sudah beliin kamu makanan.. masa gak jadi?"


"Kaga ikhlas Pak? Kimmy muntahin lagi nih.. Hoek...."


"Eh... enggak kok Kim... duh.. jangan muntah disini lah..."


"Lagian, orang lagi ribet juga," Ucap Kimmy sambil cemberut.


"Aha...! Begini aja Pak, sabtu ini Bapak main ke rumah Kimmy. Nanti Kimmy undang kakak Queen ke rumah Kimmy, Ok?"


"Ah.. boleh tuh !" Ucap Ricky dengan bersemangat.


"Tapi jangan lupa, beliin Kimmy cokelat dan itu Pak apa namanya...." Kimmy memutar bola matanya keatas sambil berpikir makanan apa yang mau ia minta kepada Ricky.


Ricky menelan saliva nya dan menatap Kimmy dengan malas.


"Ah iya... ! Seafood Pak, gak usah yang mahal-mahal, kepiting saos Padang aja Pak, tapi kepiting bertelur ya Pak, jangan terlalu pedas," Ucap Kimmy sambil tersenyum merayu.


"Ya elah, banyak amat syarat nya Kim... Kim.."


"Mau kaga?" Tanya Kimmy dengan wajah jahilnya.


"Iya.... tapi beneran ya..!"

__ADS_1


"Iya, janji..." Ucap Kimmy sambil mengangkat dua jarinya.


"Awas kalau bohong!"


"Kalau bohong, tinggal dimaafin kan Pak, susah amat," Ucap Kimmy.


Ricky merapatkan bibirnya dan melangkah keluar dari dalam lift.


"Ya... Pak... ya... ya... ya..."


"Iya..!" Ucap Ricky sambil melangkah masuk kedalam ruangannya dan menutup pintu tepat di depan wajah Kimmy.


Kimmy tersenyum jahil dan meraih ponselnya dari dalam tas tangan miliknya. Lalu, ia bergegas menghubungi Queen sambil berjalan menuju ruangannya.


"Hallo Kim?" Sapa Queen yang saat itu baru saja tiba di kantor nya.


"Halo kak, apa kabar? Kimmy kangen deh sama kakak," Ucap Kimmy sambil tersenyum geli.


"Tumben kamu, sama kakak juga kangen sama calon adik ipar kakak," Ucap Queen dari ujung sana.


Kimmy menghentikan langkahnya dan terdiam beberapa saat.


"Adik ipar?" Tanya Kimmy.


"Iya, kamu kan bakalan jadi adik ipar ku Kim. Kamu sama Athar mau menikah kan dalam waktu dekat ini?" Tanya Queen.


Kimmy menelan saliva, ia gemetar dan nafasnya terasa sesak.


"Gue mau jebak orang, kenapa jadi gue yang terjebak sama pertanyaan beginian sih?" Batin Kimmy.


"Kamu beneran mau nikah kan sama Athar?" Tanya Queen lagi.


"Bunda dong.. Kalian kan...."


"Hmmmm... kak," Potong Kimmy, ia tidak mau mendengarkan kata-kata yang akan Queen ucapkan kepada dirinya.


"Ya?"


"Queen gak mau melangkahi kakak," Ucap Kimmy.


Queen terdiam membisu. Setelah ia putus dengan calon suaminya, Queen tidak berniat untuk memulai kisah asmara yang baru dengan lelaki manapun. Queen yang saat ini sudah berusia menjelang 30 tahun mencoba menyibukkan diri dengan bekerja untuk mengusir rasa patah hatinya, karena gagal menikah.


"Kak, maaf.." Ucap Kimmy yang paham bila Queen merasa tidak enak dengan kata-kata yang baru saja ia lontarkan.


"Tidak apa-apa kok Kim, kalau memang kamu tidak mau melangkahi kakak, kamu cariin dong calon buat kakak," Ucap Queen yang berseloroh untuk mencairkan suasana.


"Kesempatan gesss !" Batin Kimmy.


"Ada ! Ada nih orang ganteng, sudah mapan, namanya Ricky. Dia sudah S2, atasan Kimmy. Dia cari calon istri yang cantik dan pintar, kandidat yang pantas dan satu-satunya adalah kakak Queen loh !" Ucap Kimmy dengan bersemangat.


"Hmmmmm.... jadi kamu menelpon kakak bukan karena kangen? Kamu memang niat awalnya kepengen menjodohkan kakak dengan atasan mu?" Tanya Queen yang langsung paham maksud Kimmy menghubungi dirinya.


"Eh... hmmmm.. gak gitu sih," Ucap Kimmy yang mendadak gugup.


"Kalau memang kamu serius menikahi Athar dan tidak mau melangkahi kakak, ya sudah, kenalkan kakak dengan dia," Ucap Queen sambil tersenyum.


"Hah, kok jadi gue yang dibalikin sih? Serius menikahi Athar?" Batin Kimmy.


"Serius kan kamu mau nikah sama Athar?" Tanya Queen lagi.

__ADS_1


"Nggg...."


"Kok jadi begini, ya Allah tolong..." Gumam Kimmy sambil membenturkan kepalanya dengan pelan dan berkali-kali di daun pintu ruangan nya.


"Kim... ayo.. kakak terima tantangan nya.. sabtu depan ya. Ketemuan dimana?" Desak Queen.


"Ng... anu.. di anu... anu.. itu.. eh, di rumah Kimmy aja kak," Ucap Kimmy sambil menepuk-nepuk dahinya.


"Ok, tantangan di terima ! See you hari Sabtu ya.." Ucap Queen.


"I-iya..."


"Ok, bye..."


"B-b-bye kak..."


Kimmy mengakhiri panggilan tersebut dan menepuk dahinya kembali berkali-kali. Setelah itu ia menyapukan pandangannya kesekiling nya. terlihat beberapa karyawan yang berada di sekitarnya menatap Kimmy dengan tatapan yang bingung.


Kimmy tersenyum canggung saat ia menyadari dari tadi para karyawan melihat tingkah lakunya saat berbicara di telepon dengan Queen.


"Pagi.." Sapa Kimmy sambil tersenyum dan beranjak masuk kedalam ruangannya.


"Astaga....!" Keluh Kimmy.


..


"Halo.." Sapa Kiki saat menerima panggilan telepon dari Athar.


"Ki, baru bangun lu ya?"


"Iya, ada apaan sih?" Tanya Kiki dengan suara yang terdengar malas.


"Sekarang juga lu mandi, terus lu kerumah gue ya," Ucap Athar.


"Ada apaan?" Tanya Kiki sambil beranjak duduk di atas ranjangnya.


"Pokoknya ada sesuatu yang mau gue bilang sama elu."


"Lu tinggal bilang aja lewat telepon, susah amat sih lu. Ribet lu...!" Ucap Kiki sambil sesekali menguap dengan lebar.


"Ki, ini penting," Athar mencoba meyakinkan Kiki.


"Penting apaan? Lu mau nikah?" Tanya Kiki sambil tersenyum jahil.


"Tentang Ayah Ki "


Kiki terdiam, nafasnya terasa sesak di dada.


"A-ayah?"


"Iya. Sekarang juga kesini ya," Ucap Athar.


"Ayah ada disana?" Tanya Kiki, penasaran.


"Iya, kesini lah."


Tanpa membuang waktu, Kiki melempar ponsel di atas ranjang dan ia pun berlari menuju ke kamar mandi.


"Ayah..! Ayah..! Gue ingin melihat Ayah..!" Seru Kiki.

__ADS_1


__ADS_2